Dari Gelap Ke Dalam Terang
1 Petrus 2: 9
Proses Menanggalkan Manusia Lama
dan Mengenakan Manusia Baru
(Efesus
4:22-24)
Doa Keutuhan
Bahan Dasar
Versi Ringkas
“dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran
itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes
8:32)
Diterjemahkan dari “Out of Darkness into Light
Wholeness Prayer Basic Modules”
©2007, 2005, 2004 Freedom for the Captives Ministries
Semua ayat Alkitab dari Terjemahan Baru © Lembaga
Alkitab
Boleh
difotokopi untuk pemakaian pribadi
Tidak untuk diperdagangkan
Daftar Isi
Diterjemahkan dari “Out of Darkness into Light
Wholeness Prayer Basic Modules”
©2007, 2005, 2004 Freedom for the Captives Ministries.
Semua ayat Alkitab dari
Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab
Tidak untuk diperdagangkan.
Modul 1. Ringkasan dan Pengantar
Lampiran 1. Pedoman Memilih Modul Untuk Dipakai
Modul 2. Kebebasan Dari Belenggu Keturunan
2. Daftar Kegiatan Rohani Diluar Isa Almasih
Modul 3. Mengganti Kutuk Keluarga dengan Berkat
Tuhan
Lampiran 1. Keterlibatan dalam Okultisme
Modul 5. Mematahkan Benteng di Dalam Diri Sendiri
Penggambaran
Proses Modul_5_Proses
A. Membatalkan Keputusan Pribadi yang
Bertentangan dengan Kehendak Tuhan
A.3. Mengutuk – Sengaja dan Tidak Sengaja
A.4. Kesimpulan, Persepsi,
Asumsi, Sikap, Harapan dan Bentuk Keputusan Lainnya
B.
Mematahkan
Akibat Serangan pada Jiwa
B.2. Kutuk – Sengaja
dan Tidak Sengaja
C. Mematahkan Kontrak Yang Bertentangan dengan
Kehendak Tuhan
C.3.
Ikatan Emosional yang Tidak Sehat Lainnya
A. Perasaan Tidak Menyenangkan
Berdasarkan Sesuatu yang Benar
B. Luka Batin Berdasarkan Keyakinan
Salah
Lampiran
1. Bersedih karena
Kehilangan Seseorang atau Sesuatu
2. Bila Perasaan Negatif
adalah Amarah
4. Mencari Kesembuhan Ilahi Akibat Trauma
Modul 7. Mengampuni Orang Lain
Lampiran 1. Bila Anda Masih Merasa Tidak Bisa atau Tidak Mau Mengampuni Seseorang
Modul 8. Mengampuni Orang Tua Anda
Modul 9. Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri
Modul 10. Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat
Lampiran
3. Menyerahkan
Kontrol (Menguasai) Tidak Sehat
Modul
11. Menumukan Rasa Aman Sejati
Lampiran
1. Tidak Lagi Dikenakan Kuk Perhambaan –
Diberdayakan oleh Kasih Tuhan
3. Ayat-ayat Mengenai Hubungan Satu Dengan
Lainnya
4. Kebenaran untuk Hidup Sehari-hari
Ringkasan
dan Pengantar: Modul 1
Dari Gelap – Menanggalkan Manusia Lama
o
Bagian Luar
§
Belenggu Keturunan – Modul
2
§
Kutuk Keluarga – Modul 3
o
Bagian Dalam
§
Dosa – Modul 4
§
Benteng Di Dalam Diri Sendiri – Modul 5
§
Luka Batin – Modul 6
Ke Dalam Terang – Mengenakan Manusia Baru
o
Bagian Dalam
§
Pengampunan – Modul 7, 8, dan 9
§
Pola Kebiasaan Sehat – Modul 10
§
Rasa Aman Sejati – Modul 11
o
Bagian Luar
§
Hidup yang Saleh dan Majunya Kerajaan
Allah – Modul 12
Langkah Dasar dalam Proses
o
Menawan pikiran.
§
Dengan pertolongan Tuhan, mengetahui dan
mengakui pikiran Anda (termasuk perasaan).
o Memohon supaya Tuhan menunjukkan kepada Anda
§
“Dalam
bagian mana saya sulit
mengikuti jalanMu?”
§
“Mengapa ini sulit untuk saya?”
§
“Kapan
ini mulai sulit untuk
saya?”
o Membawa semua hal ini kepada Tuhan dan bertanya kepadaNya
§
“Apa pandanganMu?”, “Apa kebenaranMu?”
§
“Prinsip
alkitabiah mana yang cocok diterapkan untuk isu ini?”
§
“Bagaimana
prinsip ini bisa
diterapkan untuk isu ini?”
o Mengikuti prinsip alkitabiah supaya hidup dalam kemenangan
dengan sukacita.
Hanya Dua Kerajaan
Ketika kabut
menghilang, seorang peziarah menyadari bahwa hanya ada dua kerajaan. Ia
menyangka bahwa ada kerajaan ketiga dan bahwa ia akan selamat di situ. Tetapi sekarang ia melihat bahwa tidak ada
kerajaan ketiga. Ternyata itu suatu
tipuan. Si jahat telah membuatnya
terbelenggu.
Dengan rasa jijik
ia lari ke salib dan meletakkan perisai yang dibuatnya sendiri. Dalam terang ia
sekarang melihat bahwa perisainya yang lama penuh dengan lubang. Tidak mengherankan kalau perisai itu tidak
pernah memberi perlindungan seperti yang diinginkannya. Semua yang diandalkan ternyata percuma.
Setelah
meletakkan perisai yang tidak berguna yang telah dipegangnya erat, ia lari
melalui pintu di dalam salib – pintu dari kerajaan kegelapan menuju Kerajaan
Terang. Ia selalu bertanya mengapa ia
tidak dapat melalui pintu itu dan menemukan kedamaian. Sekarang ia tahu – persisainya yang lama
merupakan bagian dari kerajaan kegelapan yang tidak mempunyai tempat di
Kerajaan Terang. Ia tidak dapat membawa
perisai yang tidak berguna itu melalui pintu tadi – dan sebelumnya juga tidak
mau meletakkan. Meletakkan perisai
seolah-olah tidak mungkin atau tidak bijaksana, karena ia merasa sangat takut
tanpa perisai itu. Ia mengira bahwa
dengan menyerahkan perisai, berarti kekalahan dan kebinasaan. Tetapi sekarang, dengan sukacita ia melihat
bahwa dengan meletakkan persisai dekat salib justru membawa kemenangan yang
gemilang. Ia telah menukar senjatanya
dengan senjata yang dimiliki Tuhan, tipuan dengan kebenaran, kesedihan dengan
sukacita dan kekalahan dengan kemenangan.
Sekarang ia aman
di Kerajaan Terang dan melihat ke sekelilingnya dengan minat dan sukacita yang
makin bertambah. Tidak ada yang
ditakutkan sekarang. Wajahnya bersinar,
memancarkan sinar dari Raja yang Benar.
Akhirnya ia berada di rumah. Dan
tidak saja ia di rumah, tapi juga berpakaian kebenaran dan diberi perlengkapan
senjata yang benar dan berguna. Dengan
sukacita ia mengenakan senjata itu. Ia
telah menemukan sesuatu yang benar.
Akhirnya ia bebas dengan gemilang.
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat
yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu
memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil
keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan
umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak
dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” (1Petrus 2:
9-10).
Pengalaman peziarah ini hanya satu
diantara banyak contoh. Kita dipanggil
keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib, dengan semuanya yang
dibawakan. “Dan kita semua mencerminkan
kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnys dari Tuhan
yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambarNya, dalam
kemuliaan yang semakin besar.” (2 Korintus 3: 18). Disini ada beberapa hal-hal yang menakjubkan
yang terjadi bila kita diubah menjadi serupa denganNya: meletakkan upaya
melindungi diri sendiri, memperoleh pandangan Tuhan, meletakkan beban, berjalan
dalam kemenangan gemilang atas dosa, menyerahkan dengan sukacita semua yang
bukan bagian dari Kerajaan Terang dan berjalan didalam sukacita dan pengharapan
yang hidup.
Prinsip-prinsip Dasar dari Modul-modul Ini
Suatu prinsip
dasar untuk bahan ini adalah komunikasi dengan
Tuhan - sumber yang diperlukan untuk hidup dan kesalehan kita (2 Petrus
1:3). Tuhanlah yang mempunyai kuasa
menolong kita untuk hidup berkemenangan didalam Dia.
Keempat langkah
dasar yang dipakai dalam modul “Dari Kegelapan Kepada Terang” adalah:
o
Menawan
pikiran Anda
§
Dengan pertolongan Tuhan, mengenali dan mengakui
pikiran Anda (termasuk perasaan Anda)
o
Bertanya
kepada Tuhan
§
”Dimana pergumulan saya untuk mengikuti
jalanMu?”
§
“Mengapa
saya bergumul dengan cara ini?”
§
“Kapan
saya mulai bergumul dengan cara ini?”
o
Membawa
semua ini kepada Tuhan sambil bertanya kepadaNya
§
”Apa pandanganMu?”
“Apa kebenaranMu?”
§
“Prinsip-prinsip Alkitab mana yang dapat
diterapkan?”
§
“Bagaimana prinsip-prinsip ini diterapkan
dalam situasi ini?”
o Mengikuti prinsip-prinsip Alkitab supaya memperoleh
kemenangan yang menggembirakan
Prinsip-prinsip
ini memudahkan beberapa hal, yaitu:
§ Menawan pikiran
§ Mendengarkan Tuhan
§ Memperoleh pandanganNya
§ Menguji setiap hal dengan Alkitab
§ Mengasihi Tuhan dan FirmanNya
§
Menyerahkan
seluruh keberadaan kita kepada Tuhan
§ Mematuhi Tuhan
§ Bertumbuh dalam kearifan dan pengetahuan
§ Bertumbuh dalam keakraban dengan Tuhan
§ Mengasihi orang lain
§ Hidup dalam kemenangan yang menggembirakan
Pusat dari
prinsip-prinsip dasar adalah salib Kristus, kebangkitanNya dan pemberdayaan
oleh Roh Kudus. Terjalin dengan ini
adalah kebenaran bahwa hanya ada dua kerajaan: terang dan kegelapan. Segala sesuatu yang bukan bagian dari
Kerajaan Terang adalah bagian dari kerajaan kegelapan. Segala hal yang menyangkut kerajaan ketiga
mengenai perlindungan terhadap diri sendiri ( atau hal lainnya) sebenarnya
adalah bagian dari kerajaan kegelapan.
Prinsip-prinsip
dasar bekerja sejalan dengan pemuridan.
Bila pemuridan adalah seperti berjalan menaiki tangga, maka
prinsip-prinsip dasar dapat menolong seseorang untuk naik ke tahap
berikutnya. Misalnya, bila seseorang
terpaku pada suatu pola perilaku yang tidak sehat dan kemudian ia pindah ke
pola perilaku sehat yang baru, maka ini membawanya ke tahap yang lebih
tinggi. Pola baru ini perlu dijalankan
agar menjadi suatu kebiasaan. Ini
merupakan bagian dari pemuridan.
Warisan Kita
Yang juga menjadi
pusat dari prinsip-prinsip dasar adalah kenyataan bahwa pengharapan yang
hidup dan sukacita yang tak tergambarkan (akibat keselamatan kita)
adalah bagian dari warisan kita dalam Kristus.
Hal ini merupakan bagian dari warisan sekalipun kita berada ditengah
percobaan yang menyedihkan. (Konsep ini
diajarkan di 1 Petrus 1: 3-9).
Bila kita tidak
hidup dalam pengharapan yang hidup dan sukacita yang tak tergambarkan sebagai
warisan kita, maka ada sesuatu yang salah.
Kita telah dirampas. Dan ada
baiknya melakukan sesuatu terhadap masalah ini!
Hati Kita
“Hukum yang
terutama dan yang pertama” adalah “Kasihilah Tuhan, Allahmu
dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”
(Matius 22: 37). Semakin hati
kita dibebaskan (diubah sesuai dengan rupaNya), semakin kita mampu mengasihi
Tuhan dan mengikuti jalanNya. “Aku
akan mengikuti petunjuk perintah-perintahMu, sebab Engkau melapangkan hattiku”
(Mazmur 119: 32).
Fokus dari
modul-modul ini adalah hati yang berubah. Untuk memudahkan perubahan dalam hati,
kebanyakan modul ini terjalin dengan “Modul 6: Kesembuhan dari Luka
Batin”. Modul-modul ini menolong kita
untuk mengenali apa yang terjadi dalam hati kita dan membawanya kepada
Tuhan. Ketika kita melakukan hal ini,
banyak hal baik yang terjadi, termasuk: memperoleh pandangan Tuhan, meletakkan
beban kita dan menyerahkan segala sesuatu yang tidak sesuai dengan hidup dalam
Terang. Ketika kita berhubungan dengan
Tuhan dengan hati kita, kebenaranNya akan masuk ke bagian-bagian terdalam dari
keberadaan kita. Hal ini membuat kita
makin lama makin serupa denganNya.
Bila sakit hati
masa lalu tidak diselesaikan, maka hal ini cenderung mewarnai masa kini
seseorang. Membawa sakit hati kita ke
salib dan disana mencari pertolongan yang benar, maka jiwa kita dipenuhi dengan
kedamaian. Tidaklah sehat untuk
bergelimang dalam masa lalu. Akan
tetapi, mengakui sakit hati masa lalu dan membawanya ke salib dan
menyerahkannya kepada Yesus menolong orang untuk benar-benar hidup dalam
masa kini alih-alih masa lalu. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya,
sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5: 7).
Kebenaran Tuhan
“dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8: 32). Tujuan dari modul-modul ini adalah supaya orang dapat mengalami kebenaran Tuhan di hati. Semakin hati kita mengalami kebenaran, semakin kita benar-benar dibebaskan. Hal ini termasuk:
- Memperoleh pandangan Tuhan ditempat dimana dulu terdapat “kepercayaan palsu”. Misalnya, mengalami pengertian bahwa kita dikasihi Tuhan alih-alih bahwa kita adalah orang yang tidak dikasihi.
- Mengenali sumpah-sumpah masa lalu, keputusan dan pilihan yang pernah kita buat, yang sekarang ingin dipatahkan (dengan kuasa Tuhan).
- Meletakkan beban kita.
-
Meletakkan
upaya kita untuk melindungi diri sendiri.
-
Mengenakan
perlengkapan senjata kudus dari Tuhan.
Prinsip-prinsip
ini telah memberikan kebebasan dan sukacita kepada ratusan orang, karena mereka
telah mengalami kebenaran Tuhan didalam hati mereka yang terdalam. Mereka telah diubah dengan mulia (dengan kemuliaan
yang terus bertambah) karena kebenaran telah membentuk kembali pola hidup
mereka.
Semoga Tuhan
memberikan kepada Anda kebebasan yang mulia, ketika Anda bertemu dengan Dia
disaat Anda membutuhkan.
Modul 1: Ringkasan dan Pengantar
Tujuan dari modul-modul dasar ini adalah:
Memberdayakan pengikut-pengikut
Yesus menjadi rekan sekerja Allah,
untuk melihat Dia memperoleh
kemuliaan,
karena banyak orang yang tadinya
terbelenggu secara rohani dan oleh perasaan
negatif
dibebaskan untuk hidup dalam
kebenaran.
Suatu prinsip
dasar untuk modul-modul ini adalah komunikasi dengan
Tuhan - sumber yang diperlukan untuk hidup dan kesalehan kita (2 Petrus
1:3). Tuhanlah yang mempunyai kuasa
menolong kita untuk hidup berkemenangan didalam Dia.
Modul-modul ini
ditulis bagi pengikut-pengikut Yesus. Pengikut-pengikut
Yesus dapat memakai prinsip-prinsip ini untuk memudahkan pertumbuhannya dalam
Kristus. Pengikut-pengikut Yesus dapat
juga memakai prinsip-prinsip ini (sebagai teman, pembimbing, pendeta, penasihat, atau pengikut Yesus biasa) untuk menolong pengikut
Yesus lainnya. Beberapa prinsip dapat
juga dipakai untuk menolong mereka yang belum menikut Yesus.
Bila orang
mempunyai masalah, mereka seringkali mencari jalan keluar. Modul-modul ini dirancang untuk menolong
mereka menemukan jalan yang mengangkat. “Jalan yang mengangkat” ini adalah hidup
dalam realitas yang semakin bertambah tentang siapa diri kita sebagai pengikut
Yesus, dan apa yang telah diberikan kepada kita melalui Dia. Kita akan semakin menyadari bahwa “Karena kuasa ilahi-Nya telah
menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh
oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang
mulia dan ajaib” (2 Petrus 1: 3).
Belajar Memakai Modul-Modul Ini
Bila Anda ingin
memakai modul-modul ini untuk menolong orang lain, pertama-tama pakailah modul-modul ini untuk diri Anda dulu. Carilah kesembuhan untuk masalah Anda
sendiri, bila perlu. Kenalilah
prinsip-prinsip dalam tiap modul.
Terapkanlah sesuai dengan situasi Anda.
Bila Anda mulai
menerapkan modul-modul ini untuk diri sendiri, mintalah kepada pengikut Yesus
lain untuk menolong dalam isu-isu dimana Anda:
·
mengalami “kemacetan” (tidak dapat maju)
· mengalami perasaan negatif yang berlebihan
· merasa diserang secara rohani
· mempunyai alasan untuk mencurigai bahwa peperangan rohani mungkin menjadi bagian dari isu yang akan ditangani
·
mulai merasa bahwa Anda memerlukan pengikut Yesus
lain untuk menggarap isu-isu Anda.
Kadang-kadang ketika sedang melakukan suatu modul, Anda juga mengacu ke bagian lain dari modul ini atau
mengacu kepada modul lain. Dalam hal
ini, setelah menerapkan prinsip-prinsip (dari modul atau bagian dari suatu
modul yang diacu) untuk isu-isu yang sedang ditangani, kembalilah ke bagian awal
sebelumnya. Kadang-kadang hal ini
memerlukan sederet acuan yang banyak.
Memakai Modul-modul Dasar untuk Menolong Orang
Mengikuti Prinsip-prinsip Dasar ketika Melayani Orang
· Pertama lakukanlah modul-modul untuk Anda sendiri. Lihat ”B. Belajar Memakai Modul-modul Ini” dalam modul ini.
· Jadilah pendengar yang baik – jangan cepat memberi jawaban. Biarlah Tuhan yang memberi jawaban.
· Hargailah orang yang dilayani – mereka berharga bagi Tuhan; mereka bukan suatu objek atau benda yang perlu “diperbaiki”.
· Sabarlah – biarlah Roh Kudus membimbing proses itu.
·
Bersikaplah tulus.
·
Berilah
respon dengan kasih – bukan menghakimi.
· Waspadai adanya tanda-tanda perasaan negatif selama proses berlangsung.
· Ketahuilah otoritas Anda (dalam Kristus) atas si jahat.
· Ketahuilah bahwa Tuhan suka menyembuhkan anak-anakNya.
· Bila Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya, tanyalah kepada Yesus. Dia adalah Penyembuh dan Pembebas.
· Carilah kesembuhan untuk diri Anda juga – sesuai keperluan.
· Bila Anda sedang berdoa dengan lawan jenis, ajaklah orang lain untuk ikut berdoa atau ajaklah dia supaya berada dekat Anda sehingga dia selalu dapat melihat Anda. Jangan berdoa dengan lawan jenis di tempat yang memberi kesempatan untuk berbuat dosa.
· Jalinlah selalu hubungan dengan pengikut Yesus lain untuk memberikan tanggungjawab rohani.
·
Peganglah
kerahasiaan – jangan menceritakan cerita orang lain tanpa izin.
Penggambaran Proses: Modul 1 – Ringkasan dan Pengantar
Pedoman Dasar untuk suatu
Waktu Pelayanan Dimana Fokusnya adalah pada Kebebasan untuk Orang yang
Terbelenggu
§
Doa
pembukaan §
Memohon
supaya Tuhan membimbing waktu yang
diperuntukkan pelayanan bagi orang yang terbelenggu. §
Memohon
supaya Tuhan mengingatkan orang itu akan segala sesuatu yang Dia
ingin garap. §
Memohon
supaya Tuhan menyelesaikan semua yang Dia kehendaki dalam
waktu ini. §
Memohon
supaya Tuhan mengelilingi tiap orang dengan damaiNya dan
PerlindunganNya. §
Memohon
supaya Tuhan mengisi dengan DiriNya tiap orang yang hadir dan
tempat yang dipakai untuk berdoa. §
Memohon
supaya Tuhan menyingkirkan semua kuasa kegelapan supaya tidak
menghalangi pelayanan. §
Ikatlah
semua roh jahat dan perintahkan dalam nama Yesus untuk menyingkir sambil Tuhan
bekerja. §
Ucaplah
syukur kepada Tuhan untuk
keberadaanNya dan untuk segala sesuatu yang akan Dia lakukan! §
Ikutilah
bimbingan Tuhan. §
Garaplah
isu-isu yang dinyatakan
Tuhan, bila waktu mengizinkan. §
Bila Anda mengamati ada roh penghalang selama
waktu pelayanan, lihat bagian D.3. dalam “Modul 1: Ringkasan dan
Pengantar.” §
Doa
penutup §
Ucaplah
syukur kepada Tuhan untuk
apa yang telah dilakukanNya. §
Berdoalah
dalam nama Yesus untuk mengusir roh jahat apapun yang mungkin dulu
mempunyai kesempatan untuk menganggu orang itu (Efesus §
Mohonlah
supaya Tuhan memberkati bagian-bagian (didalam diri orang
itu) yang sudah disembuhkan oleh Tuhan selama waktu pelayanan Anda.
§
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu agar atas kehendaknya sendiri bisa masuk
ke bagian-bagian yang sudah disembuhkan. §
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu hidup dalam kebenaran yang
dinyatakanNya. §
Mohonlah
supaya Tuhan mengisi dengan DiriNya semua bagian kosong didalam
orang itu. §
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu menerapkan KebenaranNya
dalam hidupnya. §
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu menawan segala sesuatu yang
menghalanginya untuk dapat hidup dalam KebenaranNya, dan membawa tawanan
tadi kepadaNya. §
Mohonlah
supaya Tuhan meneruskan proses pemulihanNya didalam orang itu. §
Follow-up: Lihat bagian D5 and D6 dalam “Modul 1: Ringkasan
dan Pengantar.”
D.3. Bila Anda mengamati
ada roh penghalang [1]
selama waktu pelayanan:
·
Mohonlah sekali lagi supaya Tuhan melindungi tiap orang.
·
Ikatlah dan tolaklah tiap penghalang yang mengganggu.
·
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan mengapa ada penghalang.
·
Ikutilah Dia dan garaplah tiap benteng, dosa yang belum
diakui atau segala sesuatu yang mungkin memberi
kesempatan kepada si jahat, dengan memakai konsep-konsep dari modul-modul yang
terkait.
·
Berdoalah dalam nama Yesus untuk mengusir roh jahat
apapun yang mungkin dulu mempunyai kesempatan untuk menganggu orang itu (Efesus
4: 27), tetapi sekarang hal ini sudah beres.
Perintahkan dalam nama Yesus tiap roh jahat tersebut untuk pergi ke
tempat yang ditunjuk Yesus dan agar jangan pernah kembali lagi.
·
Bila Anda merasa bahwa penghalang itu masih ada, tutuplah
waktu pelayanan dengan doa. Kemudian
tanyalah kepada pembimbing Anda apa yang sebaiknya dilakukan. Perlawanan roh jahat yang kuat sebaiknya
digarap oleh suatu tim pelayanan.
·
Bila ada keraguan tentang otoritas Anda dalam Kristus,
carilah ayat-ayat yang sesuai didalam Alkitab.
Garaplah
juga perasaan negatif lainnya yang Anda rasakan selama waktu pelayanan. Lihat
modul-modul yang sesuai untuk situasi Anda.
D.5. Doronglah orang
yang sudah menerima pelayanan untuk:
·
Mencari ayat-ayat
Alkitab yang menguatkan apa yang telah dinyatakan Tuhan dan merenungkan,
menikmati dan menerapkan ayat-ayat itu serta menghafalkan beberapa ayat.
o
Untuk menemukan ayat-ayat, orang itu bisa:
§
Memakai
konkordans dan mencari ayat-ayat
§
Mengingat
ayat-ayat yang pernah didengar atau dibaca
§
Menemukan
ayat-ayat ketika sedang membaca Alkitab atau mendengarkan ayat-ayat ketika
dibacakan orang lain
§
Meminta seseorang
untuk menolongnya.
·
Menawan tiap pikiran atau perasaan negatif yang tidak merupakan bagian dari hidup didalam
Kebenaran Tuhan.
·
Menceritakan kepada orang lain apa yang Tuhan telah dan
sedang lakukan, termasuk hal-hal yang masih menjadi pergumulannya.
·
Melanjutkan
dengan modul-modul yang sesuai dengan situasi orang itu.
·
Mefokus kepada Tuhan dan menikmati puji-pujian kepadaNya.
·
Menikmati menjadi teman sekerja Tuhan dalam proses
pemulihan!
D.6. Bila Anda sedang melayani seseorang, setelah anda sendirian:
·
Mohonlah supaya Tuhan membersihkan pikiran dan hati
Anda dari hal-hal yang tidak berasal dariNya.
·
Bila ada pikiran atau perasaan negatif tangkaplah dan bawahlah ke salib Yesus. Mohonlah agar diberi pandangan Tuhan. Sesuai keperluan, lakukanlah modul-modul,
baik sendiri atau bersama orang lain.
·
Mohonlah supaya Tuhan mengisi Anda dengan DiriNya, dan
dengan sukacita.
·
Berilah segala kemuliaan kepada Tuhan. Bersykurlah dan pujilah Dia!
Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai [2]
|
Tanda-tanda |
Modul |
|
Belenggu untuk beberapa keadaan yang serupa dengan belenggu nenek moyang |
Kebebasan dari Belenggu Keturunan (2) |
|
Tidak ada berkat, kurang berdaya |
Mengganti
Kutuk Keluarga dengan Berkat Tuhan (3) |
|
Tuduhan
karena dosa, kekacauan, ketidakmampuan untuk mengingat atau membedakan kebohongan
dari kebenaran, keterlibatan dengan okultisme |
Mengakui dan Berpaling dari Dosa (4) |
|
Cara berpikir yang kaku, keterikatan akan suatu janji atau sumpah, penghakiman, kutuk, relasi tidak sehat |
Mematahkan
Benteng Di Dalam Diri Sendiri (5) |
|
Ketakutan,
amarah, depresi, sakit hati, tidak ada dorongan untuk maju, perasaan tidak sehat lainnya, ketidakmampuan mengatasi pola
kebiasaan melakukan dosa |
Kesembuhan dari Luka Batin (6) |
|
Sakit hati, frustrasi, amarah, kebencian, kepahitan, penghakiman, keinginan untuk membalas dendam |
Mengampuni Orang Lain (7) |
|
Terperangkap dalam pola kebiasaan tidak sehat yang sama seperti yang dilakukan orang tua, adanya perasaan negatif terhadap orang tua seperti tercantum di kotak atas |
Mengampuni Orang Tua Anda (8) |
|
Perasaan bersalah, malu, sombong, menghukum diri sendiri, ketidakpercayaan, membenarkan diri sendiri, sukar menerima kebenaran siapa diri Anda dalam Kristus |
Mengampuni
dan Menerima Diri Sendiri (9) |
|
Terperangkap dalam pola kebiasaan tidak sehat, kurang sukacita, ketakutan, kontrol tidak sehat, perfeksionisme |
Mengganti
Pola Kebiasaan Tidak Sehat (10) |
|
Rasa tidak
aman, mencari kontrol tidak sehat, mengikuti keinginan yang tidak benar |
Menemukan Rasa Aman Sejati (11) |
|
Perasaan seperti menjadi korban, belum berjalan sepenuhnya didalam terang, ingin belajar lebih banyak untuk menjadi rekan sekerja Tuhan |
Hidup dalam Terang
(12) |
Catatan: Bila
ada lebih dari satu modul yang perlu diterapkan untuk kebutuhan yang ada
sekarang, mulailah dengan yang pertama yang sesuai dengan kebutuhan itu. Dari sini, pakailah modul-modul lain secara
berurut, sesuai acuan, atau sesuai dengan perasaan Anda dibawah bimbingan
Tuhan.
Seringkali
isu-isu saling terkait. Beberapa masalah
seakan-akan merupakan ikatan yang besar dengan banyak benang. Ketika Anda menggarap satu benang (misalnya
pengampuan), mungkin Anda menemukan bahwa ada benang lain yang harus
disingkirkan (misalnya mematahkan benteng di dalam). Pakailah modul-modul secara bergantian untuk
melepaskan ikatan tadi. Tetaplah ulet,
dengan pertolongan Tuhan, hingga Anda memperoleh kebebasan. Mohonlah kepadaNya untuk hikmat bagaimana
meneruskan proses ini.
Kebebasan
Dari Belenggu Keturunan
“Tetapi
tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang
membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan
yang ketiga dan keempat” (Keluaran 34: 7).
“Jadi
apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yohanes
“Buah tidak jatuh jahu dari pohonnya.”
Bila suatu kecenderungan atau suatu pola kebiasaan menampakkan diri selama beberapa generasi, kemungkinan besar ada dosa keturunan dalam garis keluarga. Dosa keturunan adalah sama seperti dosa lainnya yang harus diakui kepada Tuhan dengan menyatakan penyesalan atas perbuatan yang telah dilakukan.
Saya mengaku dosa-dosa nenek moyang saya berikut
ini. (Bacakan semua dosa yang ada di daftar). Saya menyangkal, menolak dan melepaskan semua
dosa nenek moyang saya. Saya menyesal
akan kepercayaan, perbuatan dan perilaku tidak benar dari mereka. Saya menyatakan dengan tegas agar kutuk dan
kuasa akibat kutuk-kutuk ini menjadi tidak berdaya dan tidak berlaku. Saya mematahkan semua keterikatan akibat
dosa-dosa ini yang ada dalam hidup saya dan saya tidak lagi hidup dibawah kuasa
dosa-dosa ini karena saya adalah milik Yesus Kristus.
Saya
menempatkan salib Yesus Kristus di antara saya dan segala sesuatu dimana saya
memerlukan perlindungan sehubungan dengan tiap anggota keluarga saya (yang
tercantum dalam silsilah keluarga) serta semua anggota lainnya yang tidak saya
kenal atau yang tidak disebut. Saya
menolak semua dan tiap cara yang dilakukan iblis agar saya menjadi miliknya.
Dengan kuasa
dari Yesus Kristus saya perintahkan tiap roh keluarga dan roh nenek moyang
untuk diikat dengan rantai dan ditanggali semua baju baja, perlengkapan
senjata, kuasa, otoritas dan khayalan. Saya perintahkan agar dihadapan salib
Yesus Kristus mereka membuang semua rencana, program, agenda dan tugas yang
mereka buat untuk hidup saya. Saya
perintahkan agar sekarang juga mereka mengembalikan semua yang telah dicuri
dari saya secara emosional, mental, fisik dan rohani. Saya perintahkan agar mereka pergi ke tempat
yang Yesus tentukan bagi mereka.
Yesus, saya
mengundang Engkau untuk memenuhi saya dengan Roh KudusMu. Saya mohon agar Engkau membangun dinding
perlindungan rohani antara saya dan segala sesuatu dimana saya memerlukan
perlindungan sehubungan dengan ibu saya, dan antara saya dan segala sesuatu dimana
saya memerlukan perlindungan sehubungan dengan bapak saya serta semua nenek
moyang dari kedua belah pihak orang tua.
Buatlah dinding-dinding pelindung ini setinggi dan selebar sesuai
keperluan agar ada perlindungan rohani yang utuh, serta meteraikanlah
dinding-dinding ini dengan Darah Kristus.
Pada saat yang bersamaan, berkatilah hubungan saya dengan tiap anggota
keluarga yang masih ada dan tolonglah kami untuk bertumbuh bersama dengan
cara-cara yang baik dan sehat.
Saat ini saya
datang kehadapanMu Tuhan Yesus sebagai anak yang telah dibeli oleh Darah
Kristus. Biarlah Darah Kristus
membersihkan seluruh garis keturunan saya.
Saya menyerahkan pikiran dan hati saya untuk diperbaharui serta
mengarahkan kehendak saya sesuai dengan kehendakMu yang baik dan sempurna. Semua ini saya lakukan dalam nama dan kuasa dari Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Penggambaran Proses: Modul 2 – Kebebasan dari Belenggu Keturunan
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan menyatakan semua
dosa-dosa dan pola kebiasaan keturunan (yang ada pada salah satu pihak
keluarga) yang perlu didoakan. §
Buatlah daftar dari semua
kemungkinan adanya dosa keturunan atau pola kebiasaan negatif yang perlu
didoakan. §
Mohonlah supaya Tuhan menyatakan (atau
mengingatkan orang yang dilayani) dosa keturunan atau pola kebiasaan
negatif yang masih ada pada salah satu pihak keluarga. Tambahkanlah ini kedalam daftar
tadi. §
Mintalah kepada orang yang dilayani
untuk membaca tanpa suara contoh doa untuk mengakui,
menyangkal dan bertobat dari dosa nenek moyang, dan kemudian putuskan
apakah contoh doa ini memang ingin didoakan. Katakan kepadanya bahwa ia dapat mengubah
isi doa jika mau.
§
Mintalah kepada orang itu untuk berdoa
dengan bersuara, dengan isi doa yang telah diubah. §
Bersyukurlah kepada Tuhan
untuk apa yang telah dilakukanNya. §
Doa penutup §
Follow-up: §
Bila, pada saat Anda sedang melakukan
proses di atas dengan seseorang, Tuhan mengingatkan akan dosa-dosa yang
ada dalam hidup orang yang dilayani yang harus diakui,
doronglah agar ia melakukannya sekarang juga. §
Ajaklah orang yang dilayani untuk terus
melakukan modul-modul lain bila dirasakan perlu, untuk kebutuhan
mereka dan membahas akibat dari pola kebiasaan yang ada. ·
Bila orang yang bersangkutan belum mengampuni
nenek moyangnya, anjurkan dia untuk melakukan "Modul 7:
Mengampuni Orang Lain" dan "Modul 8: Mengampuni Orang Tua
Anda". ·
Bila kemungkinan ada kutuk-kutuk keturunan, lihat bagian
"B.2. Merasa Dikutuk" dalam "Modul 5: Mematahkan Benteng Di Dalam
Diri Sendiri". ·
Bila kemungkinan ada perjanjian dengan roh jahat yang bersifat
keturunan, lihat bagian "C.5. Perjanjian" dalam
"Modul 5: Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri". §
Share what God has done in you through
this process §
Closing prayer
Lampiran
1. Daftar Dosa
Keturunan, Pola Kebiasaan Negatif atau Sifat yang Diturunkan[5]
|
Dosa seksual |
Kecanduan |
Kematian |
||
|
|
|
|
|
|
|
perzinahan |
alkohol |
keguguran |
||
|
hubungan seks dengan
binatang, mayat |
rokok |
aborsi |
||
|
percabulan |
narkoba |
lahir mati |
||
|
pelecehan seksual |
judi |
mati muda |
||
|
mengumbar hawa nafsu |
makanan |
mati karena kecelakaan |
||
|
hubungan seks dengan saudara kandung |
obsesi-kompulsi |
bunuh diri |
||
|
pornografi |
gila kerja |
pembunuhan |
||
|
|
|
|
||
|
Perasaan tidak sehat |
|
Pelecehan |
||
|
|
|
|
|
|
|
kemarahan yang berlebihan |
kepahitan |
badaniah |
||
|
tidak mau mengampuni |
keangkuhan |
emosional |
||
|
ketakutan yang berlebihan |
kekuatiran |
spritual |
||
|
perasaan bersalah yang
berlebihan
|
perasaan ditolak |
seksual |
||
|
keinginan kuat untuk menguasai orang lain |
perfeksionisme |
|
||
|
perasaan malu yang
berlebihan |
|
Masalah fisik |
||
|
perasaan ditinggalkan |
|
depresi |
||
|
benci pada wanita atau
pria
|
Lain-lain |
gangguan perasaan |
||
|
perasaan rendah diri |
mata duitan |
skizophrenia |
||
|
|
|
autisme |
||
|
|
|
keterbelakangan mental |
||
|
Menyalahkan / |
Hubungan dengan sesama |
|
||
|
Menghukum diri sendiri |
|
|
|
|
|
|
|
menghindari tanggungjawab |
iri |
|
|
menyalahkan diri
sendiri |
menipu
|
curiga |
||
|
menuduh diri sendiri |
memanipulasi orang
lain |
kawin cerai |
||
|
membenci diri sendiri |
kemalasan |
suka mem- berontak |
||
|
merusak diri sendiri |
mendendam |
sombong |
||
|
mengeritik diri sendiri |
mengalihkan kesalahan kepada orang lain |
|||
|
menghakimi diri sendiri |
hanya memikirkan
kepentingan sendiri |
|||
|
malu pada diri sendiri |
mengeritik (selalu mencari
kekurangan orang lain) |
|||
|
marah pada diri sendiri |
prasangka negatif (selalu
berprasangka buruk) |
|||
|
|
|
|
||
|
Komunikasi verbal |
|
|||
|
|
|
|
|
|
|
mefitnah |
membohong |
mengomel selalu |
||
|
obrolan/ lelucon seks |
menipu |
menghujat |
||
|
menggosip |
mengeluh selalu |
|
mengutuk |
|
Lampiran 2. Daftar
Kegiatan Rohani Diluar Isa Almasih[6]
1. adat
kepercayaan bahwa nenek moyang mengatur segala sesuatu dalam kehidupan
2. anak dijadikan
korban atau persembahan
3. dijadikan tumbal:
sesuatu yg dipakai untuk menolak (penyakit dsb)*
4. animisme:
kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami benda (pohon, batu, sungai, gunung,
dsb)*
5. batu ali adalah batu untuk cincin yang kadang-kadang difungsikan untuk
memperoleh kesaktian. Bahasa Jawa: ali-ali= cincin
6. berendam di
air sungai atau berdiri di bawah air terjun untuk memperoleh kesaktian
7. cukur rambut
dan turun tanah untuk anak-anak. Turun tanah: upacara menurunkan kanak-kanak
ke tanah untuk pertama kali*
8. debus. Dabus
(debus): (pertunjukan) kekebalan terhadap senjata tajam atau api dengan
menyiksa diri (dengan menusuk, menyayat, atau membakar bagian tubuh)*
9. hipnotisme:
keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu
berada dibawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf
berikutnya menjadi tidak sadar samasekali; keadaan tidur karena kekuatan sihir*
10. dinamisme: kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau
kekuatan yang dapat mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia
dalam mempertahankan hidup*
11. horoskop:
pengamatan posisi bintang-bintang pada waktu tertentu, seperti pada hari lahir
seseorang dengan tujuan untuk meramalkan masa depannya*
12. kuntilanak:
hantu berkelamin perempuan dan suka mengambil anak kecil atau mengganggu orang
perempuan yang baru saja melahirkan*
13. melihat pada
daun sirih di dalam piring putih untuk mencari barang yang hilang,
mendapat jodoh, ingin tahu bila dikutuk
14. menari atau
memukul orang karena kemasukan roh
15. menghitung
hari naas atau hari baik untuk mengadakan pernikahan, khitanan, acara selamatan
16. gadis tidak
boleh mandi waktu magrib
17. gelang dari
akar bahar untuk perlindungan
18. guna-guna:
jampi-jampi (mantra dsb) untuk menarik hati orang*
19. jampi:
kata-kata atau kalimat yang dibaca atau diucapkan, dapat mendatangkan daya gaib
(untuk mengobati penyakit dsb); mantra*
20. ikat pinggang
dari kain yang diisi untuk perlindungan
21. pelet:
menarik (memikat) hati perempuan dsb dengan minyak pelet (guna-guna). Minyak
yang dipakai adalah dari ikan duyung*
22. menari
tor-tor, kuda lumping. Kuda lumping: kuda-kudaan dari kulit atau anyaman
bambu; bermain seakan-akan mengendarai kuda*
23. ilmu
halimunan: mantra yang diucapkan dapat membuat diri tidak kelihatan*
24. ilmu
hitam: pengetahuan tentang kebatinan yang berhubungan dengan pekerjaan setan
(seperti membuat orang gila, mencuri dengan bantuan mahluk halus, dsb)*
25. ilmu
putih: ilmu kebatinan yang dipergunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk
mengobati orang sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dsb)*
26. ilmu semu
gunting: membuat hangus badan orang lain
27. jalangkung: permainan dengan memanggil roh orang yang sudah
meninggal (orang halus)*
28. jimat:
benda yang dianggap mengandung kesaktian (dapat menolak penyakit, menyebabkan
kebal, dsb)*
29. mendatangi
gunung, gua, pohon atau kuburan keramat untuk minta anak, kesembuhan, rejeki,
kesaktian, kuasa, berkat. Keramat: suci dan bertuah yang dapat memberikan
efek magis dan psikologis kepada pihak lain*
30. kesurupan:
kemasukan (setan, roh)*
31. kutuk dari
orang tua
32. mandi dengan
tujuh macam kembang
33. melihat bulan tanpa berkedip pada hari keliwon atau bulan purnama. Keliwon
= hari pasaran yang kelima*
34. memanggil
arwah nenek moyang atau pahlawan
35. memasang
bawang, cabe atau sejenisnya di depan pintu untuk menangkal setan
36. membeli jarum
pada malam hari
37. memelihara
keris atau barang-barang pusaka
38. mempunyai
teman khayal atau roh pembimbing untuk persahabatan atau bimbingan
39. mencoba
bermimpi untuk mendapat bimbingan
40. menaburkan
garam dicampur abu di sekeliling rumah untuk menolak hantu pada Jumat keliwon
dan Selasa keliwon diwaktu senja (pukul 18.00)
41 mengunjungi
dukun, peramal, petenung, pemantera, paranormal, penyihir, perantara untuk
meminta petunjuk, nasihat, bimbingan, kekuatan, kesembuhan, memperoleh orang
yang disukai. Tenung: kepandaian untuk mengetahui (meramalkan). Paranormal:
orang yang menguasai ilmu kebatinan; dukun. Sihir: perbuatan yang ajaib-ajaib
yang dilakukan dengan pesona dan kekuatan gaib (guna-guna)*, misalnya
menjatuhkan orang dari jauh; membuat orang menjadi sakit, mati atau gila;
menusuk boneka dengan jarum
42. mutih:
memakan nasi putih dan meminum air putih saja*
43. makan
umbi-umbian untuk mencapai sesuatu
44. orang hamil
harus membawa gunting atau benda tajam
45. mandi
bunting: upacara mandi ketika mengandung tujuh bulan*
46. opo-opo
47. okultisme:
kepercayaan kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia*
48. penguburan
kepala binatang
49. memakai darah
ayam
50. percaya ada kuasa dalam benda-benda yang dipakai dalam agama Kristen,
seperti salib dan air yang diberkati
51. percaya
kepada gerhana bulan, gerhana matahari, pelangi
52. percaya
kepada hantu dan dedemit. Dedemit: mahluk halus yang jahat dan suka
mengganggu manusia; roh jahat*, seperti tuyul, babi nyegik, ngipri ular,
nyai roro kidul, pamacan, pamonyet. Tuyul: mahluk halus berupa bocah
berkepala gundul yang oleh orang yang memeliharanya dapat diperintah untuk
mencuri uang dsb*
53. pernah
diserahkan kepada ilah-ilah di kelenteng karena sakit-sakit ketika kecil
54. pernah ikut
bela diri: yudo, taekwondo, karate, kungfu, silat
55. pernah
belajar atau baca buku tentang okultisme, tafsiran bintang-bintang, tafsiran
bulan, tafsiran mimpi, tenaga dalam, silat, filsafat
56.
menghadiri seminar parapsikologi, feng shui, dsb. Parapsikologi: ilmu
kejiwaan yang menitikberatkan pada hal-hal yang tidak dapat dilihat dengan
mata*
57.
bertapa
58.
bernazar. Nazar: janji (pada diri sendiri) hendak berbuat sesuatu jika
maksud tercapai; kaul*
59. punya
piaraan: piara jin
60. ramalan
melalui kartu
61. mengadakan
selamatan untuk mencegah bencana alam, memohon perlindungan, menolak ancaman
atau kutuk.
62. berdoa dengan
kemenyan, hio
63. sesajen:
sajian (makanan, bunga dsb yang disajikan untuk orang halus dsb)*
64. susuk:
jarum emas, intan dsb yang dimasukkan kedalam kulit, bibir, dahi, dsb disertai
mantra agar tampak menjadi cantik, menarik, manis, dsb*
65. meramal
melalui telapak tangan
66. percaya bila
telapak tangan gatal akan mendapat rejeki
67. ziarah ke
kuburan supaya orang mati diselamatkan dan orang yang mengunjungi mendapat berkat
68. telepati:
daya seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang jauh jaraknya,
atau dapat menangkap apa yang ada di benak orang lain tanpa mempergunakan
alat-alat yang dapat dilihat*
69. tempat beras
tidak boleh kosong
70. ikut dalam
aliran Saksi Yehova, Mormon, Zaman Baru (New Age)
Mei 2004
Mengganti Kutuk Keluarga dengan
Berkat Tuhan
Dasar Alkitabiah
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus
Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat
rohani di dalam sorga” (Efesus 1: 3).
Keterangan Singkat - Mengganti Kutuk
Keluarga dengan Berkat Tuhan [7]
Orang tua dan
orang-orang berpengaruh lainnya bisa mempunyai dampak kuat pada seorang anak –
baik dampak baik maupun buruk. Berkat
orang tua sangat memberdayakan. Anda
mungkin telah diberkati oleh orang tua di masa-masa penting dalam hidup Anda,
baik berkat itu disampaikan secara resmi maupun tidak resmi. Atau mungkin Anda tidak diberkati di beberapa masa penting dalam hidup Anda, dimana orang tua tidak
menyatakan suatu berkat, bahkan mungkin mereka mengutuk Anda. Bila Anda diabaikan, atau ada kata-kata atau
perbuatan yang menyakitkan, Anda mungkin mulai hidup berdasarkan keyakinan yang
menghancurkan diri Anda.
Bila Anda pengikut
Yesus dan merasa dikutuk (atau merasa kurang diberkati) di masa-masa penting
dalam hidup Anda, Tuhan ingin menolong Anda mengenali kutuk-kutuk itu dan
mengubahnya menjadi berkatNya. Dia ingin supaya Anda tahu siapa
diri Anda sebenarnya didalam Dia.
Contoh
“Kamu bodoh.”
“Kamu nakal.”
Modul 3 – Mengganti Kutuk
Keluarga dengan Berkat Tuhan
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan masa-masa
penting dalam hidup Anda ketika Anda merasa diberkati oleh
orang tua atau anggota keluarga lain yang penting. §
Terimalah berkat ini dalam
nama Kristus. §
Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan masa-masa
penting dalam hidup Anda ketika Anda merasa dikutuk atau tidak menerima
berkat dari orang tua atau anggota keluarga lain yang penting. §
Untuk tiap kutuk atau keadaan yang tidak
diberkati, mohonlah supaya Tuhan mengubahnya menjadi suatu berkat. Bila Anda sulit mendengar kata-kata
Tuhan tentang berkat di bagian-bagian ini, tanyalah Tuhan mengapa. Beberapa kemungkinan mencakup: §
Anda mungkin lebih dahulu perlu mengampuni orang tua. Lihat “Modul 8:
Mengampuni Orang Tua Anda”. Ini
mencakup menyerahkan kepada Tuhan semua amarah
Anda pada orang tua. §
Modul-modul lain yang mungkin menolong
mencakup “Modul 9: Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri”, “Modul 5:
Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri” dan “Modul 6: Kesembuhan dari
Luka Batin”. Lihat “Lampiran 1:
Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai” dalam “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar”.) §
Bila ada roh-roh jahat yang pernah
mempunyai kesempatan dalam diri Anda karena suatu kutuk tapi yang sekarang
sudah diubah menjadi berkat, perintahkan dalam nama Yesus agar roh-roh
jahat pergi ke tempat yang ditunjuk Yesus. Perintahkan pula supaya jangan pernah
kembali. Ikatlah hal-hal yang
mengakibatkan kurangnya berkat pada diri Anda dan keturunan Anda. Mohonlah supaya Tuhan membebaskan Anda
dan keturunan Anda dari halangan-halangan yang ada dalam roh atau jiwa
Anda (atau keturunan Anda) yang diakibatkan kurangnya berkat. Mohonlah supaya Yesus mengisi
bagian-bagian kosong dalam diri Anda atau keturunan Anda dengan kehadiranNya. §
Terimalah berkat yang
sudah diberikan Tuhan. §
Doakanlah doa berkat untuk orang
tua Anda. Bila Anda punya anak, doakanlah doa berkat
untuk dia juga §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda berjalan didalam realitas
bahwa Anda sudah diberkati Tuhan. §
Ucaplah syukur untuk segala hal yang telah dilakukanNya! §
Doa penutup §
Follow-up: §
Ceritakanlah kepada orang lain apa yang Tuhan telah lakukan untuk Anda. §
Teruskan menerapkan modul-modul lain sesuai dengan situasi
Anda.
Contoh Doa - Mengganti Kutuk
Keluarga dengan Berkat Tuhan [8]
Contoh Doa untuk Menerima
Berkat-Berkat
Dalam nama
Yesus Kristus, saya menerima berkat-berkat yang telah diberikan nenek
moyang kepada saya, dan saya menerimanya sekarang. (Ucapkanlah berkat-berkat itu dengan
bersuara). Saya mendoakan agar
berkat-berkat itu dilimpahkan dalam hidup saya, dan saya menerima identitas dan
jalan hidup saya sebagai anak Tuhan, disertai maksud dan masa depan yang
diberkati. Terima kasih untuk berkat
yang telah diucapkan orang tua dan nenek moyang untuk hidup saya. Dalam nama Yesus, Amin.
Contoh Doa untuk Memohon Tuhan
Mengubah Kutuk Menjadi Berkat
Yesus yang terkasih, saya mengundang Engkau untuk
masuk kedalam tahap (sebutkan nama dari tahap) dalam kehidupan saya dimana saya
memperoleh kutuk berikut ini dan bukannya berkat: (sebutkan kutuk itu).
Tuhan Yesus, nyatakanlah sekarang kepadaku berkat
yang Kauhendaki untukku sebagai pengganti kutuk tadi. (Ini dapat dinyatakan dengan kata-kata, suatu
gambar, suatu perasaan atau suatu realitas).
Contoh Doa untuk Menolak Roh-Roh
Jahat
Sekarang saya datang kepadaMu Tuhan, sebagai anak
yang sudah ditebus oleh Darah Kristus.
Saya menyerahkan diri saya untuk pembaharuan pikiran saya dan
menyesuaikan kehendak saya dengan kehendakMu yang baik dan sempurna. “Tuhan,
saya [menolak] upaya iblis atau roh-roh jahatnya untuk mendekatkan diri mereka
pada saya melalui masa lalu yang kurang diberkati dan karenanya menyebabkan
masalah untuk [saya] dan orang lain.
Dalam nama Yesus Kristus saya perintahkan semua roh-roh jahat untuk
meninggalkan saya dan jangan pernah kembali lagi”. [9] Dalam nama Yesus saya juga mengikat semua
akibat dari kurang diberkatinya saya atau keturunan saya. Tuhan Yesus, mohon Engkau melepaskan saya dan
keturunan saya dari penghalang-penghalang dalam roh atau jiwa kami karena
kurang diberkati dimasa lalu. Tuhan,
saya mohon Engkau memenuhi saya dengan Roh KudusMu dan sinarilah bagian-bagian
gelap dengan cahayaMu. Dalam nama Yesus
saya berdoa. Amin.
Contoh Doa untuk Menerima Berkat
Tuhan
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, saya menerima
berkat-berkat yang sudah Engkau nyatakan kepadaku. (Katakanlah berkat-berkat itu dengan
bersuara). Saya mendoakan agar
berkat-berkat itu dicurahkan kedalam hidup saya dan saya menerima identitas dan
jalan hidup saya sebagai anak Tuhan, dengan maksud dan masa depan yang
diberkati. Terima kasih untuk
berkat-berkat yang sudah Kau ucapkan kedalam hidupku. Dan terima kasih juga untuk berkat dapat
mengenal Engkau. Dalam nama Yesus, Amin.
Mengakui dan Berpaling dari Dosa
Dasar Alkitabiah - Mengakui dan Berpaling dari Dosa
“Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari
Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia
sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh
persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan
kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama
seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan
yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala
dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita
sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita,
maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan
menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak
ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak
ada di dalam kita” (1 Yohanes 1: 5-10).
Waktu Anda menyerahkan hidup anda kepada Tuhan, Anda “dikuduskan”. Dan selanjutnya Anda akan terus “diubah
menjadi serupa dengan gambar-Nya” (2 Korintus 3: 18b ). Mengakui dan berpaling dari dosa
merupakan bagian dari proses transformasi (perubahan).
Mengakui
dosa Anda berarti
setuju dengan Tuhan bahwa apa yang Anda lakukan adalah salah, dan untuk itu
Anda mohon pengampunan kepadaNya. Berpaling
dari dosa berarti memilih jalan baru untuk hidup dalam kekudusan dan
bukan memilih jalan lama untuk hidup dalam dosa. Bagian Anda adalah memilih jalan baru
dan memohon supaya Tuhan menguatkan Anda menempuh jalan ini. Ini mencakup memohon supaya Tuhan menolong
Anda menawan dan membawa pikiran Anda (termasuk perasaan) kepada Tuhan dan
memperoleh pandanganNya. Dalam hal ini
mungkin juga termasuk mencari kesembuhan untuk
luka batin dimasa lalu. (Lihat “Modul 5:
Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri” dan “Modul 6: Kesembuhan dari Luka
Batin”).
Penggambaran Proses: Modul 4 – Mengakui
dan Berpaling dari Dosa
§
Doa
pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan mengungkapkan dosa-dosa yang perlu diakui dan ditinggalkan. §
Bila Anda belum menyerahkan hidup anda kepada
Tuhan, ada baiknya untuk melakukannya sekarang. §
Bila Anda pernah terlibat dalam kegiatan okultisme,
lakukanlah “Lampiran 1: Keterlibatan dalam Okultisme” dalam modul ini. §
Bila Anda telah melakukan dosa seksual atau dibidang kecongkakan, lihat contoh doa dalam Modul
4. Carilah kesembuhan untuk luka
batin yang terkait dengan dosa ini.
Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”. Lihat pula modul-modul lain yang sesuai
untuk situasi Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu
dalam diri Anda yang mempengaruhi Anda memilih berbuat dosa itu. Carilah kesembuhan untuk luka
batin yang terkait dengan dosa ini.
Garaplah isu-isu
lain. Lihat modul-modul yang
berkaitan. §
Akuilah
dosa-dosa Anda kepada
Tuhan dan mintalah pengampunanNya.
Pada saat Anda berpaling dari dosa, mohonlah supaya Tuhan
mengungkapkan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk follow-up.
§
Bila ada roh-roh
jahat yang pernah mempunyai kesempatan mengganggu Anda karena sesuatu
hal tetapi yang sekarang sudah beres, perintahkan dalam nama Yesus
untuk pergi sekarang juga ke tempat yang ditunjuk Yesus dan
perintahkan juga supaya jangan pernah kembali. Mohonlah supaya Yesus melindungi Anda
dan memenuhi dengan DiriNya semua bagian-bagian kosong yang ada dalam diri
Anda. §
Belajarlah lebih banyak tentang jalan Tuhan. Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda dapat berjalan di jalan Tuhan. §
Buatlah keputusan untuk tidak berbuat dosa
lagi. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda tidak berbuat dosa lagi. §
Mohonlah supaya Tuhan terus menunjukkan bila Anda
berbuat dosa. Ketika Tuhan
menunjukkannya, segeralah akui kepadaNya dan berpalinglah dari dosa
tersebut. Lakukanlah langkah-langkah di atas yang sesuai
bagi Anda. §
Ucaplah
syukur kepada Tuhan untuk
keberadaan Dia dan untuk segala yang telah
Ia lakukan, yang sedang Ia lakukan dan yang akan Ia lakukan didalam diri Anda. §
Doa
penutup §
Follow-up: §
Ikutilah, dengan pertolongan Tuhan,
langkah-langkah follow-up yang telah dinyatakan Tuhan. Bila ada pertanyaan, mintalah saran dari
pengikut Yesus yang sudah dewasa rohani. §
Ceritakanlah
kepada orang lain apa yang Tuhan telah lakukan untuk Anda. §
Teruskan menerapkan modul-modul
lain sesuai dengan situasi Anda.
Contoh Doa - Mengakui dan
Berpaling dari Dosa
Contoh Doa (dan Follow-up) untuk
Menyerahkan Hidup Anda kepada Tuhan
Tuhan Yesus, saya menyadari bahwa saya telah
berdosa dan akibatnya saya dipisahkan dari Engkau. Saya percaya bahwa Engkau mati untuk membayar
dosa saya, dan kemudian bangkit dari kematian oleh kuasa Tuhan. Sekarang saya mohon kepadaMu untuk mengampuni
dan menyelamatkan saya dari semua dosa saya.
Saya menyerahkan hidup saya kepadaMu.
Hiduplah didalam diriku, dan tolonglah saya untuk mengasihiMu dengan
segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan saya.
Sebagai follow-up dari doa ini, ceritakanlah
kepada seseorang tentang keselamatan Anda! Akuilah dengan mulut Anda bahwa
Yesus itu Tuhan. Temuilah pengikut-pengikut
Yesus lainnya dengan siapa Anda bisa berbicara tentang Yesus. Bacalah Alkitab [10] dan berdoalah. Belajarlah lebih banyak tentang bagaimana
mengikut Yesus. Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda “menawan pikiran Anda” dan memperoleh pandanganNya untuk segala
hal. Teruskanlah
melakukan modul ini dan modul-modul lain,
sesuai dengan kebutuhan Anda.
Contoh Doa untuk Pengakuan Dosa
Seksual [11]
Saya menyatakan iman saya didalam Yesus Kristus
bahwa Ia adalah Tuhan dan Juruselamat saya.
Tuhan, saya datang menghadap Engkau untuk mengakui
dosa seksual saya. Saya mohon ampun dan
penyucianMu seperti dijanjikan dalam 1 Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa
kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa
kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”.
Saya mengaku bahwa saya telah menyerahkan diri
saya kepada nafsu kedagingan dan telah menyerahkan anggota-anggota tubuh saya
sebagai senjata kelaliman (Roma 6: 13). Saya tidak mau dikuasai oleh dosa (Roma
6: 14). Saya tidak mau lagi memberi
kesempatan kepada iblis (Efesus 4: 27).
Tuhan, saya berdoa supaya Roh KudusMu sekarang
mencelikkan saya semua situasi dalam hidup saya dimana saya telah memakai tubuh
saya sebagai alat untuk melakukan ketidakbenaran melalui perbuatan tidak
senonoh. Saya mohon Engkau selalu
menunjukkan keadaan-keadaan dimana saya telah melanggar hukum suciMu agar saya
bisa meletakkan dosa saya dihadapanMu.
Untuk tiap kejadian, doakan:
Tuhan, saya mengakui dan bertanggungjawab karena
dosa seksual ketika saya melakukan ---------
(nama kegiatan) dengan ---------- (nama orang).
Saya menyangkal keterlibatan seksual saya dengan ----------- (nama
orang). Saya mengikat dosa ini pada
salib Yesus Kristus dan memohon pengampunanMu.
Sekarang saya menerima pengampuan yang hanya Engkau dapat berikan. Tuhan, sekarang sucikanlah saya dari
ketidakbenaran saya. Sucikanlah saya,
Tuhan, dan bebaskanlah saya oleh kasih karuniaMu.
Tuhan, saya berpaling kepadaMu dan memohon
pertolonganMu. Saya memilih untuk
berpaling dari dosa ---------- (sebutkan).
Singkirkanlah dari saya keinginan untuk berbuat dosa dengan cara ini di
waktu yang akan datang. Saya berjanji
untuk patuh mengikuti jalan suciMu. Saya
mohon supaya Engkau mematahkan semua ikatan atau kesempatan yang diperoleh
iblis melalui keterlibatannya dalam perbuatan berdosa ini. Saya juga mohon
supaya Engkau mematahkan semua ikatan satu-daging atau ikatan lain sebagai
akibat dari hubungan ini. Saya menempatkan salib Yesus Kristus
antara saya dan --------- (nama orang).
Saya berdoa dalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Tunjukkanlah kepada saya semua luka-luka batin
yang ikut berperan dalam membuat keputusan saya melakukan dosa ini. Tolonglah supaya saya tidak berbuat dosa
dengan cara ini lagi, tetapi mengetahui jalanMu dan menuntun saya berjalan di
jalanMu ini. Terima kasih Tuhanku dan
Rajaku. Amin.
Setelah selesai dengan doa-doa di atas, doakanlah:
Tuhan, saya mempersembahkan tubuh saya kepadaMu
sebagai kurban yang hidup, kudus dan layak diterima oleh Engkau. Saya memilih
untuk memakai tubuh saya untuk seks hanya dalam pernikahan. Saya mohon Engkau menyucikan saya
seluruhnya. Saya menyangkal kebohongan
iblis bahwa tubuh saya belum suci, kotor atau tidak layak diterima sebagai
akibat dari pengalaman lalu. Tuhan, saya
terima pengampunanMu untuk dosa-dosa saya.
Saya mengucap syukur karena Engkau menyucikan saya seluruhnya, karena
Engkau menghilangkan semua tuduhan dan karena Engkau menerima saya. Saya melepaskan kepadaMu semua rasa bersalah
dan malu yang berhubungan dengan dosa-dosa ini, dan sekarang saya memilih untuk
menerima diri saya sebagai sesuatu yang kudus.
Terima kasih, Tuhan, untuk KasihMu. Terima kasih bahwa Engkau mengampuni dan
membebaskan saya. Sekarang saya memilih
untuk taat kepada firmanMu dan menaruh kepercayaan saya padaMu. Tolonglah supaya saya hidup kudus dan
mengasihi Engkau dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan saya. Saya berdoa dalam namaMu yang ajaib Tuhan
Yesus. Amin.
Contoh Doa untuk Pengakuan untuk Dosa Kecongkakan [12]
Saya menyatakan
iman saya dalam Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juruselamat saya.
Tuhan,
sekarang saya merendahkan diri dihadapanMu sebagai orang berdosa, dimana saya
telah hidup mandiri, ingin menguasai dan penuh kecongkakan. Di Yeremia 2:13 Engkau mengatakan “Sebab dua
kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup,
untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak
dapat menahan air”.
Tuhan, saya
mengakui bahwa saya telah meninggalkan Engkau dan telah mencoba untuk hidup
dengan kekuatan dan sumberdaya sendiri.
Saya telah percaya bahwa saya bisa menentukan jalan hidup sendiri dan
memilih untuk memuja diri sendiri.
Saya telah
membutakan diri terhadap kebenaran tentang pengampunan yang ada pada salib
Yesus Kristus dan dengan congkak telah mencoba menghapuskan dosa saya melalui usaha sendiri.
Tuhan, Engkau
telah mengatakan dalam Amsal 16: 18: “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan
tinggi hati mendahului kejatuhan”. Saya
datang kepadaMu sekarang dengan hati yang hancur. Saya telah mencoba untuk menjalankan hidup
ini sendiri, tanpa pertolongan orang lain dan khususnya tanpa Engkau.
Tuhan, dalam
Yakobus 4:10 Engkau mengatakan “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia
akan meninggikan kamu”. Saya datang
kepadaMu dalam keadaan hampa dan hancur.
Tuhan, tolonglah saya. Saya
membutuhkan Engkau sekarang. Tunjukkanlah kepada saya bagaimana kecongkakan
saya telah melanggar jalan kudusMu.
Tuhan, saya
mengaku dan bertanggung jawab sepenuhnya untuk cara-cara berikut ini dimana
dengan congkak saya telah berdosa padaMu: [Pilihlah dosa yang ada di daftar
yang berkaitan dengan Anda]
Tuhan, saya menolak semua cara-cara hidup saya yang
congkak dan berpusat pada diri sendiri.
Sekarang saya memilih untuk merendahkan diri. Saya menyerahkan diri saya kepadaMu dan
berdoa agar Engkau bekerja melalui kelemahan-kelemahan saya.
Saya mengikat dosa kecongkakan pada salib Yesus dan
menerima pengampunanNya. Sucikanlah saya
dari ketidakbenaran. Bebaskanlah saya
dengan kasih karuniaMu. Nyatakanlah
kepada saya semua luka batin yang ikut membentuk dosa ini.
Tuhan, sekarang saya berpaling kepadaMu dan memohon
pertolonganMu untuk mengatasi pergumulan ini.
Saya memilih untuk berpaling dari semua cara-cara kecongkakan saya. Singkirkanlah dari dalam diri saya keinginan
untuk congkak. Tolonglah agar saya
rendah hati dan memancarkan belas-kasih Kristus. Sekarang saya berjanji untuk mengasihi orang
lain dengan kesediaan untuk berkorban, seperti dikatakan dalam Yohanes 15:
11-12 “Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah
mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang
memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”.
Tuhan, patahkanlah kuasa kecongkakan yang ada dalam hidup
saya. Tolonglah saya menjadi pelayan
yang baik dan setia yang hidup menurut kehendakMu dan bukan kehendak saya. Tuhan, saya melepaskan kesombongan saya
kepadaMu dan mengucap syukur bahwa hanya Engkau yang saya butuhkan. Bebaskanlah saya dari keinginan untuk selalu
perfek dan keinginan untuk bergumul sendiri.
Tuhan Yesus,
terima kasih untuk pengorbananMu di atas salib.
Terimakasih Engkau mati untuk saya dan telah membayar dosa kecongkakan
saya, sehingga saya dapat bebas. Terima
kasih untuk kasih karuniaMu. Sekarang
saya menerima diri saya sebagai orang yang disucikan, bebas dan siap
melayaniMu. Tolonglah supaya saya
berjalan dalam kebebasan ini.
Tunjukkanlah
selalu semua cara-cara dimana saya tergoda untuk memilih menjadi congkak. Tolonglah supaya saya memilih kerendahan
hati. Tunjukkanlah pula bagian-bagian
dimana saya mengalami luka batin yang mempengaruhi saya untuk memilih menjadi
congkak. Saya ingin mengikuti
cara-caraMu dan bebas dari pola kebiasaan masa lalu yang tidak sehat.
Saya memuji
Engkau sebagai Tuhan yang ajaib dalam kasih dan damai. Saya berlutut di hadapanMu sebagai tanda
penyerahan diri, kerendahan hati dan harapan.
Saya mendoakan ini dalam nama Tuhan Yesus Kristus yang ajaib. Amin.
Dasar Alkitabiah – Tentang Keterlibatan dalam Okultisme
“Sebab
janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena Tuhan, yang nama-Nya
Cemburuan, adalah Allah yang cemburu”. (Keluaran 34: 14)
“… Untuk
inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan
perbuatan-perbuatan Iblis itu’. (1 Yohanes 3: 8b).
Keterangan Singkat – Keterlibatan dalam Okultisme[14]
Bila kita
mengakui keterlibatan kita dan menyangkalnya dan memohon Yesus untuk mengampuni
kita, maka hak-hak yang diperoleh dari roh-roh jahat yang telah mempengaruhi
hidup kita akan diambil. Kuasa Yesus
melebihi kuasa kegelapan. Kita
kehilangan keuntungan yang tampaknya menolong padahal tidak, tetapi sebagai
gantinya kita menerima sesuatu langsung dari Tuhan Yesus.
Seringkali,
kekecewaan membuat kita ingin terlibat dalam okultisme. Dosa okultisme dari nenek moyang bisa membuat
kita terlibat dalam kegiatan okultisme.
Kita menantikan Tuhan supaya mengingatkan kita tentang hal-hal ini, dan
membawa tiap situasi kepadaNya.
Penggambaran Proses Modul
4, Lampiran 1 – Keterlibatan dalam
Okultisme
(Dianjurkan agar Anda melakukan proses ini bersama pengikut Yesus lain
yang cukup dewasa rohani.) §
Doa
pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan menyatakan kepada Anda semua cara-cara dimana Anda
terlibat dalam okultisme. Bila ada keterlibatan, maka: §
Berdoalah. §
Carilah kesembuhan untuk luka-luka batin
yang berhubungan dengan keputusan itu.
§
Garaplah modul-modul
lain yang sesuai dengan situasi Anda. §
Mohonlah
supaya Tuhan menyatakan kepada Anda semua cara dimana orang-orang lain
terlibat dalam okultisme demi Anda (baik itu hal “baik” maupun buruk).
Bila demikian, maka: §
Berdoalah. §
Ambillah langkah
follow-up yang sesuai, seperti menghancurkan semua benda-benda
berhala. §
Lihatlah
bagian “B.2: Merasa Dikutuk – Sengaja dan Tidak Sengaja” dalam “Modul 5:
Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri”. §
Carilah kesembuhan
untuk luka batin yang berkaitan dengan hal-hal di atas. §
Ampunilah orang-orang yang terlibat. §
Garaplah modul-modul lain yang sesuai dengan situasi Anda.
§
Mohonlah supaya Tuhan mengingatkan akan benda-benda
berhala lain yang Anda miliki dan belum dihancurkan. §
Mintalah kepada orang yang sudah dewasa rohani untuk
menolong Anda menghancurkan semua benda berhala yang Anda
miliki. Tanyalah kepada orang ini bila ada
pertanyaan. §
Untuk
tiap benda berhala, proses menghancurkan adalah sebagai berikut: §
Berdoa
bersama untuk mematahkan kuasa yang ada dalam benda itu. §
Memohon
supaya Tuhan mematahkan semua kuasa yang berkaitan dengan benda itu yang telah mempengaruhi Anda. §
Membakar
atau memecahkan benda itu hingga tak dapat dikenal dan dipakai lagi. §
Membuang
benda itu di tempat di mana tidak seorang pun akan tergoda untuk
mengambilnya. §
Sebagai
tambahan: §
Jangan lagi memikirkan tentang benda itu. Sebaliknya, pikirkanlah hal-hal yang
benar, yang manis dan yang suci (Filipi 4: 8). Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda. §
Sering
bersekutu dengan pengikut Yesus lainnya. §
Bertumbuhlah dalam Kristus. Lihat “Modul 11: Menemukan Rasa Aman
Sejati” dan “Modul 12: Hidup dalam Terang”. §
Lihat
“Modul 2: Kebebasan dari Belenggu Keturunan”. §
Garaplah “Penggambaran Proses – Mengakui dan Berpaling
dari Dosa” dalam modul ini. §
Doa
penutup
Dasar
Alkitabiah – Mematahkan Benteng di Dalam Diri Sendiri
“Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara
duniawi, karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi,
melainkan senjata yang diperlengkapi dengan
kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan
merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang
pengenalan akan Allah. Kami menawan
segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus
10:3-5).
Keterangan
Singkat - Mematahkan Benteng di Dalam Diri Sendiri
Benteng, seperti
didefinisikan dalam 2 Korintus 10: 3-5, mencakup “argumen-argumen dan siasat yang dibentuk tapi bertentangan dengan
pengetahuan Tuhan”. Benteng di dalam diri sendiri adalah segala sesuatu
yang dibentuk di dalam diri Anda yang bertentangan dengan pengetahuan
Tuhan. Benteng ini merupakan
“perlawanan” yang kuat terhadap Tuhan untuk mengisi penuh setiap bagian dari
keberadaan Anda. Benteng ini merupakan
dinding antara Anda dan apa yang ingin Tuhan lakukan didalam diri Anda.
Mematahkan
bermacam-macam tipe benteng di dalam diri sendiri akan didiskusikan di
bagian-bagian berikut ini:
A. Membatalkan Keputusan Pribadi Yang Bertentangan dengan Kehendak Tuhan
B. Mematahkan Pengaruh Serangan
terhadap Jiwa
C. Mematahkan Kontrak yang Bertentangan dengan
Kehendak Tuhan
Bagian-bagian ini juga mengacu kepada
“Penggambaran Proses – Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri – Proses Umum”
(berikut ini).
Modul 5 – Mematahkan Benteng di Dalam Diri Sendiri – Proses Umum
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan benteng yang ada dalam
diri Anda. §
Garaplah “Proses
Langkah-demi-Langkah” yang terkait (di
bagian yang ada di bawah) untuk mematahkan
tiap benteng. §
Mohonlah supaya Tuhan mengisi Anda dengan kebenaranNya –
khususnya di bagian-bagian di mana benteng-benteng telah dipatahkan. Carilah
ayat-ayat Alkitab yang berhubungan dengan ini. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda menerapkan ayat-ayat tadi dengan
sungguh-sungguh dari lubuk hati dan hidup
dalam kebenaran. Lihat juga “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin.” §
Bila ada roh jahat yang pernah mempunyai
kesempatan dalam diri Anda karena suatu hal tapi sekarang sudah
dipatahkan, perintahkan dalam nama
Yesus agar roh-roh ini pergi ke tempat yang ditentukanNya, dan agar
jangan pernah kembali. Mohonlah
supaya Yesus melindungi Anda dan mengisi semua bagian yang kosong dalam
diri Anda dengan diriNya. §
Mohonlah supaya Tuhan
meneruskan mengubah Anda dengan memperbaharui
pikiran. Serahkanlah kepadaNya seluruh keberadaan Anda. Mohonlah supaya Tuhan memenuhi Anda
dengan diriNya (Efesus 5:18b) dan menolong Anda untuk berjalan di
jalanNya. Belajarlah lebih banyak
tentang jalan Tuhan. §
Ucaplah syukur kepada Tuhan untuk keberadaanNya, dan untuk
semua hal yang telah, sedang dan akan dilakukanNya dalam diri Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan terus menunjukkan benteng yang ada dalam diri Anda. Bila Dia menunjukkan suatu benteng
kepada Anda, lakukanlah Penggambaran Proses yang terkait (di bagian A, B
dan C dari modul 5). §
Lakukanlah langkah-langkah follow-up yang
terkait. §
Teruskanlah melakukan modul-modul
lain yang sesuai dengan situasi Anda. §
Doa penutup.
5.A. Membatalkan Keputusan Pribadi yang
Bertentangan dengan Kehendak Tuhan
Keputusan ini
mencakup penghakiman, sumpah, kutuk,
kesimpulan, pandangan, anggapan, sikap, harapan dan bentuk keputusan lainnya
yang telah Anda buat dan yang mempunyai pengaruh negatif pada bagaimana Anda
berinteraksi dengan Tuhan, diri Anda dan orang lain.
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena
dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan
ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata
saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada
saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok
di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka
engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata
saudaramu." (Matius 7:1-5).
Keterangan
singkat – Penghakiman
Menghakimi
seseorang adalah membentuk pendapat negatif yang mempunyai pengaruh luas
mengenai orang itu atau sifatnya. Bila
Anda menghakimi seseorang, Anda memusatkan pada penilaian karakter orang itu, bukan perbuatannya. Semua penghakiman negatif yang telah Anda
buat perlu dipatahkan.
Contoh
penghakiman yang mempunyai pengaruh negatif pada bagaimana Anda berinteraksi
dengan Tuhan, diri Anda dan orang lain
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
A.1. Penghakiman
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan kepada Anda semua cara
dimana Anda telah menghakimi seseorang.
§
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan semua hal didalam diri
Anda yang ikut mengambil bagian dalam membuat keputusan untuk menghakimi
orang ini. Satu pertanyaan yang
mungkin berguna dalam proses ini adalah bertanya kepada Tuhan mengapa Anda memilih menghakimi
orang ini. Carilah kesembuhan untuk semua luka batin. Garaplah
modul-modul lain yang berkaitan. §
Ketahuilah hanya
Yesus yang mempunyai otoritas untuk menghakimi. Buatlah
keputusan untuk menyerahkan semua penghakiman yang perlu dilakukan
kepadaNya. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda untuk tidak
menghakimi orang lagi. Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda untuk hidup dalam
pengertian tentang kasih karuniaNya dalam Kristus terhadap Anda. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda mengasihi dan mengampuni orang lain, karena kasih dan pengampunan yang telah
diberikanNya kepada Anda. §
Teruskanlah bertumbuh dalam
pengertian siapa diri Anda dalam Kristus. §
Bersukacitalah dalam kasih Tuhan dan
dalam “kekayaan kasih karunia-Nya,
yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian”
(Efesus 1:7b-8). §
Doa penutup §
Follow-up: §
Tanyalah kepada Tuhan
apakah ada orang yang telah Anda hakimi dan yang Tuhan inginkan agar Anda minta ampun kepada orang itu. Kadang-kadang ini menolong, kadang-kadang
tidak. Bila orang itu tidak
menyadari bahwa Anda telah menghakiminya, biasannya lebih baik tidak menceritakan kepadanya, karena dengan
menceritakan bisa merusak hubungan.
Bila
orang itu menyadari akan penghakiman Anda, mungkin sebaiknya Anda minta ampun
kepadanya.
5.A.2. Sumpah – Sengaja dan Tidak Sengaja
Dasar
Alkitabiah – Mengenai Sumpah
“Kamu telah
mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah
palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik
demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi
adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota
Raja Besar; janganlah juga engkau
bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau
menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah
kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat”
(Matius 5:33-37).
Keterangan
Singkat – Sumpah
Membuat sumpah
adalah berjanji untuk “melakukan tindakan atau membuat persembahan atau
korban”. [16]
Sumpah dapat dibuat kepada Tuhan, kepada roh-roh, kepada orang lain atau
kepada diri sendiri.
Sumpah yang tidak
bijaksana mungkin dibuat dengan maksud yang positif. Anda mungkin telah membuat sumpah yang tidak
bijaksana yang tidak dapat dipenuhi dikemudian hari. Sumpah ini telah dibuat dengan kekuatan
kedagingan dan bukan karena keinginan Tuhan.
Sumpah yang
negatif mungkin telah dibuat sebagai upaya untuk melindungi diri Anda dari luka
hati yang lebih lanjut. Sekalipun Anda
tidak mengingat sumpah yang telah dibuat dimasa lalu, Anda masih dipengaruhi
oleh sumpah itu.
Contoh
dari sumpah yang tidak bijaksana
Contoh sumpah yang negatif
kepada Tuhan, diri sendiri atau orang lain [17]
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
A.2. Sumpah – Sengaja dan Tidak
Sengaja

Contoh
Doa – Mengenai Sumpah Tidak Bijaksana atau Negatif
Contoh Doa Mengenai Sumpah Tidak
Bijaksana[18]
Tuhan, ampunilah saya karena bersumpah [sebutkan
sumpahnya)] dengan kekuatan sendiri.
Tunjukkanlah semua semua luka hati yang ikut mendorong agar saya membuat
sumpah ini. Ampunilah saya karena tidak
memenuhi sumpah ini. Saya mohon supaya
Engkau menunjukkan bagian apa, bila ada, dari sumpah ini yang Engkau ingin agar
saya memenuhinya, dan tolonglah saya bisa memenuhinya. Yesus, terima kasih Engkau mati di atas salib
untuk dosa saya. Saya memuji Engkau
karena kuasa kebangkitan, yang memberdayakan saya untuk melakukan apa saja yang
Engkau inginkan.
Contoh Doa Mengenai Sumpah Negatif[19]
Tuhan, ampunilah saya
karena saya bersumpah [sebutkan
sumpahnya]. Saya mohon supaya sumpah ini
tidak berlaku lagi. Dalam nama Yesus,
saya mematahkan kuasa dan pengaruh sumpah tadi dalam hidup saya, sejak hari
ini. Saya tidak mau lagi berlindung dibawah
sumpah ini. Saya memandang kepadaMu
untuk melindungi saya. Saya tidak mau
lagi dituntun oleh sumpah ini. Saya
memandang kepadaMu untuk menuntun saya dalam segala hal. Saya meletakkan kepercayaan saya padaMu. Saya ingin mengikuti Engkau dan berjalan
dijalanMu. Terima
kasih untuk kematianMu di atas salib untuk dosa saya.
Mohon
supaya Engkau menunjukkan semua luka hati yang mendorong saya membuat sumpah
ini. Gantilah semua kebohongan dengan
kebenaranMu.
5.A.3. Mengutuk – Sengaja dan Tidak Sengaja
Dasar
Alkitabiah – Mengenai Mengutuk
“Janganlah engkau mengutuki Allah dan janganlah engkau menyumpahi seorang pemuka di
tengah-tengah bangsamu” (Keluaran 22:28).
“Dengan lidah
kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang
diciptakan menurut rupa Allah, dari
mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak
boleh demikian terjadi”
(Yakobus 3:9-10).
“Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya
akan padam pada waktu gelap” (Amsal 20:20).
“Berkatilah
siapa yang menganiaya kamu, berkatilah
dan jangan mengutuk!”
(Romans 12:14).
Keterangan
Singkat – Mengutuk
“Menyumpahi seseorang adalah mengharapkan
terjadinya bencana atas dia, atau mengucapkan hal-hal negatif yang berhubungan
dengan dia atau masa depannya… Kita bisa mengutuk Tuhan, mengutuk diri sendiri
, mengutuk orang lain atau membayar seorang okultis untuk mengutuk seseorang”.[20]
Bersumpah dapat dilakukan dengan sengaja atau tidak sengaja.
Contoh
kutuk yang tidak disengaja [21]
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
A.3. Mengutuk – Sengaja dan
Tidak Sengaja – Bagian 1
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan hal-hal dan semua cara yang Anda lakukan ketika mengutuk Tuhan, diri sendiri atau
orang lain, atau cara-cara yang pernah ditanyakan kepada seorang okultis atau membayar okultis
untuk mengutuk seseorang. ·
Untuk tiap cara dimana
Anda telah mengutuk Tuhan: §
Untuk tiap cara dimana
Anda telah mengutuk diri sendiri:
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
A.3. Mengutuk – Sengaja dan
Tidak Sengaja – Bagian 2
§
Mohonlah ampun kepada Tuhan.
§
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan semua hal yang ada
dalam diri Anda yang membuat Anda mengambil keputusan untuk mengutuk orang
ini. Garaplah isu-isu ini
sambil mengacu kepada modul-modul yang sesuai. Misalnya: §
Bila ada luka (-luka) batin yang mungkin
membuat Anda mengambil keputusan di atas, lihatlah “Modul 6: Kesembuhan
dari Luka Batin”. §
Bila ada keinginan untuk membalas dendam
sehingga Anda mengambil keputusan di atas, lihatlah “Modul 7: Mengampuni
Orang Lain”. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda tidak melakukan dosa
ini lagi. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda untuk melihat orang
itu seperti Dia melihat orang itu. Lihat “Modul 7: Mengampuni Orang
Lain”. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda untuk bertumbuh dalam
pengetahuan siapa diri Anda didalam Dia. Lihat “Modul 11: Menemukan Rasa Aman
Sejati” dan “Modul 12: Hidup dalam Terang”. §
Mohonlah supaya Tuhan mematahkan kutuk dan mengubahnya
menjadi berkat. Lihat “Contoh
Doa”, di bagian lain dari modul ini.
Catatan: Bila kutuk itu disengaja dan melibatkan okultisme,
disarankan Anda melakukan langkah ini dengan kehadiran pengikut Yesus lain
yang cukup dewasa rohaninya. Lihat juga “Lampiran 1 – Keterlibatan
Okultisme” dalam modul ini. §
Ucaplah syukur kepadaNya. §
Mintalah kepada Tuhan hikmat apakah Anda perlu
mendatangi orang itu dan minta
ampun kepadanya. §
Tanyalah Tuhan apakah
Dia menginginkan supaya Anda melaksanakan langkah-langkah follow-up lainnya. §
Teruskan melakukan modul-modul lain yang sesuai
dengan situasi Anda. §
Doa penutup
Contoh
Doa-doa – Mengenai Mengutuk
Contoh Doa Mengenai Mengutuk Diri Sendiri [22]
Tuhan, ampunilah saya karena
dosa mengutuk diri sendiri. Saya telah
mengatakan atau memikirkan [sebutkan hal-hal yang dikatakan atau dipikirkan
secara negatif, yang merendakan diri sendiri dan yang merusak diri sendiri ]. Dalam nama Yesus yang telah menjadi kutuk
untuk saya, kami mematahkan kuasa dari kutuk ini atas saya. Sembuhkanlah saya dari semua akibat dari
kutuk ini yang telah masuk kedalam hidup saya, dan ubahlah kutuk ini menjadi
berkatMu. Tunjukkanlah pula luka batin yang mendorong saya untuk mengutuk diri
sendiri.
Contoh Doa-doa Mengenai Mengutuk
Orang Lain (Umum) [23]
Tuhan, saya mengakui bahwa saya telah mengutuk
[sebutkan nama] dengan mengatakan atau memikirkan [sebutkan sifat kutuk]. Ampunilah saya Tuhan, karena karya Kristus di
atas salib. Saya menyangkal kutuk
ini. Kami mematahkan kuasanya dalam nama
Yesus. Bebaskanlah [sebutkan nama] dari
akibat kutuk saya. Bukan kutuk saya yang
berlaku, tapi curahkanlah [sebutkan nama] dengan berkatMu. Bebaskanlah saya dari kuasa dosa mengutuk ini
yang ada didalam hidup saya.
Tunjukkanlah ganti rugi apa, bila ada, yang Kau inginkan untuk saya
lakukan. Tunjukkanlah juga semua luka
batin yang membuat saya mengutuk orang ini.
Contoh Doa Mengenai Membayar
Seorang Okultis untuk Mengutuk Seseorang [24]
Tuhan, saya mengaku bahwa saya telah meminta atau
membayar [sebutkan nama] untuk mengutuk [sebutkan nama] atas nama saya dengan
[sebutkan sifat kutuk]. Ampunilah
saya. Dengan kuasaMu, hilangkanlah
akibatnya di alam roh yang disebabkan transfer uang di dunia nyata. Saya menyangkal kutuk ini. Kami mematahkan kuasanya dalam nama
Yesus. Bebaskanlah [sebutkan nama] dari
akibat kutuk saya. Bukan kutuk saya yang
berlaku, tapi curahkanlah [sebutkan nama] dengan berkatMu. Bebaskanlah saya dari kuasa dari dosa
mengutuk ini yang ada didalam hidup saya.
Tunjukkanlah ganti rugi apa, bila ada, yang Kau inginkan untuk saya
lakukan. Tunjukkanlah juga semua luka
batin yang membuat saya mengutuk orang ini.
Contoh Doa Mengenai Dibayar
untuk Mengutuk Orang Lain [25]
Tuhan, saya mengaku bahwa saya telah menerima
bayaran atau pemberian lainnya untuk mengutuk [sebutkan nama] atas nama
[sebutkan nama] dengan [sebutkan sifat kutuk].
Ampunilah saya. Dengan kuasaMu,
hilangkanlah akibatnya di alam roh yang disebabkan transfer uang di dunia
nyata. Tunjukkanlah apa yang harus
dilakukan dengan uang atau pemberian yang diperoleh melalui dosa ini. Saya menyangkal kutuk ini. Kami mematahkan kuasanya dalam nama
Yesus. Bebaskanlah [sebutkan nama] dari
akibat kutuk saya. Bukan kutuk saya yang
berlaku, tapi curahkanlah [sebutkan nama] dengan berkatMu. Bebaskanlah saya dari kuasa dari dosa
mengutuk yang ada didalam hidup saya.
Tunjukkanlah ganti rugi apa, bila ada, yang Kau inginkan untuk saya
lakukan. Tunjukkanlah juga semua luka
batin yang membuat saya mengutuk orang ini.
5.A.4. Kesimpulan, Persepsi, Asumsi, Sikap, Harapan dan
Bentuk Keputusan Lainnya
Dasar
Alkitabiah – Keputusan
“Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus”
(2 Korintus 10:5b).
Keterangan
Singkat – Keputusan
Beberapa
kesimpulan, persepsi, asumsi, sikap dan harapan yang kita punyai tidak dibuat
atas dasar kebenaran Tuhan. Anda mungkin
telah membuat suatu kesimpulan mengenai suatu situasi berdasarkan pengetahuan
yang kurang tentang situasi ini. Hal ini
mudah terjadi di masa anak-anak, khususnya bila tidak ada orang yang dapat
menolong Anda memberi pandangan yang benar ketika membuat keputusan-keputusan
penting:
Contoh – Keputusan
Positif:
Negatif:
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri – A.4. Kesimpulan, Persepsi, Asumsi, Sikap, Harapan dan Bentuk Keputusan Lainnya
§
Doa pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan segala hal
didalam diri Anda yang ikut mengambil bagian dalam membuat keputusan. Garaplah isu-isu ini sambil mengacu
kepada modul-modul yang sesuai. §
Bila keputusan Anda adalah suatu dosa,
akuilah kepada Tuhan dan berpalinglah dari dosa ini. Mohonlah supaya Tuhan mengampuni Anda. Tanyalah kepada Tuhan apakah ada
seseorang yang perlu Anda minta
ampun darinya. §
Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan kebenaranNya sehubungan dengan keputusan ini. Mohonlah kepadaNya untuk mengubah semua kebohongan menjadi
kebenaranNya. Lihat juga “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin.” §
Terapkanlah kebenaranNya didalam hidup Anda. §
Follow-up: §
Doa penutup
5.B. Mematahkan Akibat Serangan pada Jiwa
Ini mencakup penghakiman dan kutuk – baik yang formal
maupun yang tidak formal.
Untuk “Dasar
Alkitabiah” dan “Keterangan Singkat” yang lebih banyak, lihat “Membatalkan
Keputusan Pribadi Yang Bertentangan dengan Kehendak Tuhan – Penghakiman”, yang
ada dalam modul ini.
Keterangan
Singkat – Merasa Dihakimi
Bila Anda merasa
telah dihakimi oleh orang lain (atau Anda telah menghakimi diri sendiri), Anda
mungkin bergumul dengan akibat dari penghakiman orang itu (atau penghakiman
Anda sendiri) terhadap Anda. Hal ini
merupakan tanda bahwa ada serangan pada jiwa Anda dibidang ini. Dengan kuasa dan otoritas Yesus Anda bisa
mematahkan akibat-akibat dari serangan ini.
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
B.1. Merasa Dihakimi

Contoh
Doa Mengenai Merasa Dihakimi [26]
Tuhan, saya merasa dihakimi oleh [sebutkan nama]
ketika ia mengatakan atau melakukan [sebutkan apa yang dikatakan atau
dilakukan]. Saya mohon supaya Engkau
menghancurkan akibat yang disebabkan penghakiman ini didalam hidup saya.
Tolonglah saya untuk mengampuni [sebutkan
nama]. Tolonglah mengingatkan saya bahwa
Engkaulah Hakim saya, dan Engkau mampu membuat saya berdiri. Terima kasih bahwa, seperti dikatakan dalam
Mazmur 27:10, “Sekalipun ayahku dan ibuku
meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”. Terima kasih untuk menerima saya karena Darah
Kristus. Saya membuka hati saya
kepadaMu. Ungkapkanlah kepada saya semua
luka batin yang berhubungan dengan perasaan penghakiman ini. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus, Amin.
5.B.2. Merasa Dikutuk – Dengan Sengaja dan Tidak
Sengaja
Untuk “Dasar
Alkitabiah” dan “Keterangan Singkat” yang lebih banyak, lihat “Membatalkan
Keputusan Pribadi Yang Bertentangan dengan Kehendak Tuhan – Mengutuk” dalam
modul ini.
Dasar
Alkitabiah – Merasa Dikutuk
“Seperti burung
pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena” (Amsal 26:2).
“Karena semua
orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang
yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum
Taurat” (Galatia 3:10).
“Kristus telah menebus kita dari
kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis:
"Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
(Galatia 3:13).
“Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga
dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini
sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh
Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana
dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah
mereka” (Matius 18:18-20).
“Kasihilah
musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang
yang mencaci kamu” (Lukas 6:27b-28).
Keterangan
Singkat – Merasa Dikutuk
“Dosa kita dapat
menyebabkan kutuk Tuhan jatuh atas kita.
Kita sendiri bisa dikutuk oleh [orang] lain. Amsal mengatakan kutuk yang tidak patut
diterima tidak akan terjadi. Tetapi siapa diantara kita adalah orang tanpa
dosa? Pengalaman menunjukkan bahwa [pengikut
Yesus] pun [bisa] dipengaruhi oleh kutuk orang lain. Cara menuju kebebasan dari kutuk adalah dengan
mengakui segala sesuatu yang mungkin memberi peluang [atau dasar] kepada kutuk,
dan mematahkan kuasa kutuk dalam nama Yesus, yang ‘menebus kita dari kutuk hukum
Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita’ (Galatia 3:13b)”.[27]
Bila Anda ada
dalam Kristus, Anda tidak perlu takut akan kutuk. Anda bisa memohon kepada Tuhan untuk
melindungi Anda dari semua kutuk dan akibatnya.
Bila Anda menyangka seseorang mungkin berusaha mengutuk Anda dengan
sengaja, Anda bisa berdoa untuk orang itu dan berdoa menolak kutuk itu.
Kata-kata yang menyakitkan yang diucapkan kepada Anda, yang telah
menembus hati Anda, adalah contoh dari kutuk yang tidak disengaja. Bila Anda menyangka bahwa suatu kutuk (baik
sengaja maupun tidak sengaja) mungkin mempengaruhi Anda, lihatlah proses
langkah-demi-langkah untuk mematahkan kutuk (di bawah).
Contoh Doa-doa – Mengenai Merasa Dikutuk
Contoh Doa Untuk Kutuk yang
Disebabkan Dosa [28]
Tuhan, saya merasa bahwa saya dikutuk karena dosa
saya [sebutkan dosanya]. Saya mengakui
dosa ini kepadaMu. Ampunilah saya. Sucikanlah hati saya dari dosa ini dan
angkatlah akibat kutuk ini atas hidup saya.
Tunjukkanlah apakah saya perlu melakukan ganti rugi. Bebaskanlah saya dan keluarga saya dari
akibat kutuk ini, sejak hari ini. Dalam
nama Yesus, Amin.
Contoh Doa Untuk Mematahkan
Akibat Karena Dikutuk oleh Seseorang [29]
Tuhan, saya merasa bahwa saya telah dikutuk oleh
[sebutkan nama] dibidang [sebutkan bentuk kutuk]. Ampunilah saya untuk dosa [sebutkan dosa yang
mungkin telah ikut berperan terjadinya kutuk ini atau yang membuat Anda rentan
terhadap kutuk ini]. Sucikanlah hati
saya dari semua akibat kutuk ini pada saya.
Kami batalkan kutuk ini dalam nama Yesus dan menghancurkan kuasanya atas
hidup saya dan hidup anak-anak saya, sejak hari ini. Tuhan, ambillah kutuk ini dan ubahlah menjadi
suatu berkat. Tolonglah saya untuk
mengampuni [sebutkan nama orang yang mengutuk Anda] dan memberkatinya. Tunjukkanlah luka batin yang selama ini ada
karena kutuk ini dan sembuhkanlah saya darinya.
Saya ingin menerima terang kebenaranMu.
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
B.2. Merasa Dikutuk
Catatan: Untuk kutuk
yang lebih berat, atau bila Anda tidak yakin akan otoritas Anda dalam
Kristus, mintalah pengikut Yesus lainnya untuk berdoa bersama mematahkan
kutuk (Lihat Matius: 18: 18-20).
Lihat juga “Modul 12: Hidup
dalam Terang”. §
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan segala sesuatu yang
perlu digarap sebelum mematahkan kutuk. Garaplah isu-isu ini sekarang. §
Bila Anda merasa pernah
dikutuk karena Anda telah
berbuat suatu dosa: §
Bila Anda merasa telah dikutuk karena suatu dosa dari nenek moyang, lihat “Modul 2: Kebebasan dari
Belenggu Keturunan”. §
Bila Anda merasa dikutuk oleh orang lain §
Lakukanlah bagian-bagian lain yang ada di Modul 5, atau di modul-modul
lain yang sesuai dengan isu-isu
yang masih ada yang terkait
dengan kutuk ini dan akibatnya dalam hidup Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan memberitahukan
adanya kutuk atau kutuk yang dicoba ditujukan kepada Anda (baik sengaja
maupun tidak sengaja) yang perlu
diketahui. Doakanlah untuk semua orang yang terlibat dan doakanlah untuk
menolak dan membatalkan kutuk ini. §
Ucaplah syukur kepada Tuhan untuk
perlindunganNya. Pujilah Dia dan
bersukacitalah didalam kebaikanNya! §
Doa penutup §
Follow-up: Lakukanlah tindakan-tindakan
yang telah ditunjukkan Tuhan kepada Anda.
5.C. Mematahkan
Kontrak Yang Bertentangan dengan Kehendak Tuhan
Ini mencakup hubungan ketakutan, hubungan tidak seimbang,
ikatan emosional tidak sehat lainnya, hubungan satu daging dan perjanjian.
Catatan:
Bagian ini hanya diperuntukkan kontrak-kontrak yang tidak diakui oleh pemerintah manusia atau suatu sistem hukum. Tidak dimaksudkan untuk diterapkan pada
pernikahan, adopsi, kontrak rumah dan bentuk-bentuk kontrak hukum yang diakui
oleh pemerintah manusia.
5.C.1. Hubungan Ketakutan [30]
Dasar
Alkitabiah – Mengenai Hubungan Ketakutan
“Di dalam
kasih tidak ada ketakutan: kasih yang
sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan
barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (1 Yohanes 4:18).
Keterangan
Singkat – Hubungan Ketakutan
Hubungan
ketakutan antara dua
orang terjadi bila salah satu hidup dalam ketakutan terhadap orang satunya, dan
hubungan mereka didasarkan pada ketakutan.
Ciri-ciri hubungan ketakutan adalah “adanya sakit hati, penghinaan,
tidak adanya pengharapan, perasaan malu, perasaan salah dan/ atau ketakutan
ditolak, ditinggalkan dan akibat merugikan lainnya [31]
“Bila [hubungan] diperintah oleh ketakutan, perasaan takut muncul ketika
kedua orang berdekatan. Ketakutan bisa
juga berkembang karena keadaan dimana orang terpisah dari seseorang”. [32]
Kita seringkali tidak menyadari bahwa yang memotivasi kita dalam suatu hubungan adalah ketakutan. Khususnya, hubungan ketakutan berputar sekitar ketakutan berikut ini:
Hubungan kasih “didasarkan pada kasih dan dicirikan oleh kebenaran, kedekatan, sukacita, damai, ketahanan dan ketulusan dalam memberi”. [34]
Langkah-langkah penting untuk bergeser dari hubungan ketakutan ke hubungan kasih mencakup:
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
C.1. Hubungan Ketakutan
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan
mengungkapkan kepada Anda semua hubungan
ketakutan didalam hidup Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan apakah Anda siap
bertanya kepadaNya untuk mematahkan
hubungan ketakutan ini dan mengubahnya dengan hubungan kasih. Bila Anda belum siap, tanyalah kepadaNya
mengapa. Beberapa kemungkinan
mencakup: §
Bila Anda siap, mohonlah supaya Tuhan
mematahkan hubungan ketakutan dan mengubahnya dengan hubungan kasih. Ini
mungkin prosesnya. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan bagaimana memberi
respons kepada orang (dengan siapa Anda mempunyai hubungan ketakutan)
dengan cara yang sehat dan supaya Tuhan menolong Anda melakukan ini. Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan kepada
Anda apakah Dia ingin agar Anda menceritakan tentang arahan yang baru ini
kepada orang itu. Bila ada, mohonlah
supaya Tuhan menolong Anda melakukan hal ini dengan kasih dan hikmat. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda meneruskan untuk: (Diringkas dari “Living From the Heart
Jesus Gave You,” by James G. Friesen, Ph.D.; E. James Wilder, Ph.D.; Anne
M. Bierling, M.A.; Rick Koepcke, M.A.; and Maribeth
Poole, M.A., halaman 18-19.) §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda bertumbuh untuk §
Doa penutup §
Follow-up:
5.C.2. Hubungan Tidak Seimbang
Dasar
Alkitabiah – Mengenai Hubungan Tidak Seimbang
“Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama
serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui
untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya”
(Kolose 3:9-10).
“…tiap-tiap
orang akan memikul tanggungannya sendiri
( Galatia 6:5).
Dua orang
dengan hubungan tidak seimbang saling mencampurkan pikiran mereka hingga suatu
ketika mereka sama-sama percaya akan suatu kebohongan. Persepsi yang salah ini biasanya tampak menguntungkan tiap orang yang terlibat dalam
hubungan semacam ini.
Contoh – Hubungan Tidak
Seimbang
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
C.2. Hubungan Tidak Seimbang
§
Doa pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan apakah Anda berhubungan
dengan seseorang secara tidak seimbang.
Jika demikian, mohonlah supaya Tuhan menunjukkan isu-isu yang mendasari hubungan
ini. Bertobatlah dari semua
dosa yang terkait (kalau ada). Garaplah isu-isu terkait sambil mengacu kepada modul-modul yang sesuai. §
Mohonlah
supaya Tuhan mematahkan hubungan tidak seimbang ini dan
menolong Anda membangun hubungan
yang wajar dan sehat dengan orang ini.
Mohonlah supaya Dia menunjukkan langkah-demi-langkah apa maksudnya. §
Doa penutup §
Follow-up
Dasar
Alkitabiah – Mengenai Ikatan Emosional yang
Tidak Sehat Lainnya
“Karena kita
mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban
dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam
perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang
memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan,
yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang
disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah”
(Ibrani 12:1-2).
Keterangan
Singkat – Ikatan Emosional yang Tidak Sehat Lainnya
Ikatan emosional yang tidak sehat bisa sepihak atau melibatkan kedua
belah pihak. Ikatan ini menarik Anda
kepada orang secara emosional yang tidak sehat.
Ini menghalangi Anda mengikuti Yesus dengan segenap hati. Co-dependency dan hubungan ketakutan
merupakan dua contoh dari ikatan emosional yang tidak sehat. Kedekatan romantis yang tidak sehat adalah
bentuk lain dari ikatan emosional yang tidak sehat. Dalam suatu hubungan bisa ada lebih dari satu
bentuk ikatan emosional yang tidak sehat.
Contoh
– Ikatan Emosional yang Tidak Sehat Lainnya
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
C.3. Ikatan Emosional yang
Tidak Sehat Lainnya
§
Doa pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan semua kedekatan
emosional yang tidak sehat yang ada dalam diri Anda. Untuk tiap
kedekatan , mohonlah supaya Tuhan menunjukkan segala hal di pihak Anda yang ikut membentuk kedekatan ini. Bertobatlah
dari semua dosa yang terkait dengan kedekatan emosional yang tidak sehat
ini. Garaplah isu-isu terkait sambil
mengacu kepada modul-modul yang
sesuai. o
Bila Anda mempunyai luka batin yang berhubungan dengan
kedekatan emosional yang tidak sehat, mohonlah supaya Tuhan menyembuhkan
Anda. Lihatlah “Modul 6:
Kesembuhan dari Luka batin”. o
Bila
ada hubungan ketakutan yang
berhubungan dengan kedekatan ini, lakukanlah “Proses Langkah-demi-Langkah
– Hubungan Ketakutan” yang ada dalam modul ini. §
Mohonlah
supaya Tuhan mematahkan ikatan emosional yang tidak sehat
dan menolong Anda membangun hubungan
yang wajar dan sehat dengan orang itu.
Mohonlah supaya Dia menunjukkan apa artinya ini,
langkah-demi-langkah. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan (Matius
22: 37, Ulangan 6: 5). Mohonlah
supaya Dia menolong Anda bergembira
didalam Dia (Mazmur 37: 4). §
Doa penutup §
Follow-up
“Sebab itu
laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
sehingga keduanya itu menjadi satu
daging” (Efesus 5: 31).
“Atau tidak
tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul,
menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: ‘Keduanya akan menjadi satu daging’” (1
Korintus 6:16).
Hubungan satu daging diciptakan melalui hubungan seksual. Hubungan seksual melibatkan suatu kontrak
yang menyangkut tanggung jawab hubungan.
Positif:
Negatif:
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri –
C.4. Hubungan Satu Daging
§
Doa pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan menolong Anda mengingatkan semua hubungan satu daging yang tidak sehat dalam hidup Anda. §
Mohonlah
supaya Tuhan mematahkan semua
hubungan satu-kedagingan yang tidak sehat dalam hidup Anda. Mohonlah supaya Dia memulihkan segala sesuatu yang hilang akibat hubungan
ini. Mohonlah supaya Dia menyucikan Anda dari segala hal
yang tidak kudus yang datang sebagai akibat hubungan ini. §
Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan segala
sesuatu yang ada dalam diri Anda yang turut membentuk keputusan Anda untuk
melakukan dosa ini. Misalnya: §
Serahkanlah tubuh Anda kepada Tuhan. Ambillah keputusan untuk tidak berbuat dosa lagi dengan cara ini. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda. §
Doa penutup §
Follow-up: Kembangkanlah batas-batas yang sehat di bidang
ini. Misalnya, suatu batas yang
sehat untuk menghindari Anda dari dosa seksual ini
adalah: jangan berdua saja
dengan seseorang dalam keadaan apa pun dimana
dosa seksual bisa terjadi. Lihat
“Modul 12: Hidup dalam Terang”.
Catatan: Untuk pembahasan
lebih lanjut tentang perjanjian yang berhubungan dengan okultisme, lihatlah
“Lampiran 1: Keterlibatan Okultisme” dalam “Modul 4: Mengakui dan Berpaling
dari Dosa”.
Dasar
Alkitabiah – Perjanjian
Antara Tuhan dan
manusia: “Maka inilah perjanjian yang
Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman
Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya
dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi
umat-Ku” (Ibrani 8:10).
Antara manusia
dan manusia (Yakob dan Laban): “Maka
sekarang, marilah kita mengikat
perjanjian, aku dan engkau, supaya itu menjadi kesaksian antara aku dan
engkau” (Kejadian 31:44).
Keterangan
Singkat – Perjanjian
Perjanjian
adalah kontrak dimana dua orang atau kelompok setuju untuk berpikir dan
berperilaku dengan cara tertentu.
Kekuatan dari suatu perjanjian adalah kepercayaan bahwa perjanjian itu
tidak dapat diputuskan.
Contoh – Perjanjian
Positif:
Negatif:
Modul 5 – Mematahkan Benteng di
Dalam Diri Sendiri – C.5. Perjanjian
§
Doa pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan segala perjanjian
tidak sehat yang Anda buat. Bertobatlah dari dosa ini. o
Bila
perjanjian itu melibatkan okultisme,
lihat “Lampiran 1 – Keterlibatan Okultisme” di “Modul 4: Mengakui dan
Berpaling dari Dosa”. o
Bila
perjanjian itu melibatkan mengutuk
orang lain, lihat bagian “A. Membatalkan Keputusan Pribadi yang
Bertentangan dengan kehendak Tuhan – Mengutuk” dalam Modul 5. o
Lihatlah bagian-bagian lain dalam Modul 5 dan modul-modul lain yang
sesuai. §
Patahkanlah dalam nama Yesus semua dinamika roh yang negatif yang ada dibelakang perjanjian
ini. Mohonlah supaya Tuhan melindungi Anda. §
Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan segala
sesuatu yang ada dalam diri Anda yang turut membentuk keputusan Anda untuk
memasuki perjanjian ini. Garaplah isu-isu ini sambil mengacu kepada modul-modul yang dapat diterapkan. Misalnya:
§
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan tindakan lanjutan apa yang perlu
Anda ambil. §
Doa penutup §
Follow-up: o Teruskan dengan tindakan
yang ditunjukkan Tuhan kepada Anda.
o Carilah nasihat dari pengikut Yesus, bila Anda tidak yakin akan langkah-langkah
follow-up yang tepat. Carilah ayat-ayat Alkitab yang terkait
dengan prinsip-prinsip.
Contoh
Doa untuk Langkah 2 (untuk pengikut Yesus) [36]
Yesus, saya mengaku bahwa saya berdosa ketika saya
[sebutkan jenis dosa] dan ketika saya masuk perjanjian tidak kudus ini
[sebutkan perjanjian yang dibuat].
Sekarang saya bertobat dari dosa-dosa ini. Ampunilah saya.
Tuhan Yesus, saya mohon perlindunganMu untuk tiap
bidang kehidupan saya. Saya mohon supaya
Engkau mematahkan semua akibat dari perjanjian tidak kudus ini. Dalam namaMu, saya menyatakan bahwa semua
pekerjaan, kutuk dan kuasa akibat perjanjian ini sekarang tidak ada lagi dan
menjadi kosong. Saya
menempatkan salib Yesus Kristus antara saya dan perjanjian itu. Saya menolak semua cara iblis untuk memiliki
saya.
Dengan otoritas yang saya punyai dalam Yesus
Kristus, sekarang saya memerintahkan tiap roh yang berhubungan dengan
perjanjian yang saya pernah buat untuk diikat dengan rantai dan dilucuti
senjata, kuasa, otoritas dan ilusi. Saya
memerintahkan agar mereka membuang di kaki salib Yesus Kristus semua rencana,
program, agenda dan tugas yang diperuntukkan dalam hidup saya. Saya memerintahkan agar mereka mengembalikan
segala sesuatu yang telah dicuri dari saya secara emosional, mental, fisik dan
rohani. Saya memerintahkan supaya mereka
pergi ke tempat yang ditunjuk Yesus.
Yesus, saya mengundang Engkau untuk memenuhi saya
dengan Roh KudusMu. Saya mohon supaya
Engkau membangun dinding perlindungan rohani antara saya dan orang lain yang
terlibat dalam perjanjian tidak kudus ini.
Buatlah dinding-dinding ini setinggi dan selebar mungkin agar memberi
perlindungan rohani yang utuh, dan meteraikan dinding-dinding itu dengan darah
Kristus.
Sekarang saya datang kepadaMu Tuhan Allah, sebagai
anakMu yang telah dibeli oleh Darah Kristus. Biarlah Darah Kristus
betul-betul menyucikan saya dan keturunan saya.
Saya menyerahkan diri saya untuk pembaharuan pikiran saya, dan saya
menyesuaikan kehendak saya dengan kehendakMu yang baik dan sempurna. Tunjukkanlah langkah tindakan yang perlu saya
diambil agar saya sungguh-sungguh dibebaskan dari perjanjian tidak kudus
ini. Dalam nama dan otoritas Tuhan Yesus
Kristus. Amin.
Kesembuhan dari Luka Batin[37]
Dasar
Alkitabiah – Kesembuhan dari Luka Batin
“Dan kamu berakar
serta berdasar di dalam kasih. Aku
berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami,
betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan
dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku
berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” (Efesus 3:17b-19).
Banyak perasaan
yang kurang enak dialami karena masalah keyakinan salah. Akan tetapi, perasaan yang kurang enak juga
dapat berakar dalam kebenaran.
Beberapa contoh
dari perasaan kurang enak berdasarkan sesuatu yang benar adalah:
Modul 6 – A. Mengundang Tuhan Menanggung Perasaan Tidak Menyenangkan
Berdasarkan Sesuatu yang Benar

Catatan: Tuhan mungkin
tidak langsung menghilangkan semua kepedihan dari perasaan Anda yang kurang enak. Tetapi, sekalipun Dia membiarkan kepedihan
itu untuk beberapa waktu, Dia menawarkan kelegaan kepada Anda dan menawarkan
juga untuk berjalan bersama Anda dalam perjalanan hidup Anda.
Luka batin adalah tempat di hati Anda yang menyakitkan (yang membuat Anda merasa pedih). Luka batin berdasarkan keyakinan salah mungkin mempunyai akar ketika Anda menyalahartikan suatu pengalaman atau menerima informasi salah tapi tampaknya benar yang diberikan orang lain. [39]
Anda mungkin
mempunyai keyakinan salah karena Anda percaya akan kata-kata tidak benar yang
menyakitkan yang disampaikan kepada Anda, atau kata-kata yang didengar oleh
Anda. Atau Anda mungkin telah membuat
kesimpulan keliru mengenai diri Anda, orang lain atau lingkungan Anda pada
umumnya. Keyakinan salah seolah-olah
merupakan kesimpulan terbaik atau merupakan satu-satunya kesimpulan pada waktu
itu.
Beberapa contoh
keyakinan salah adalah:
·
“Tak
seorang pun mengasihi saya”.
· “Saya tidak berharga”.
·
“Hidup
ini tidak punya harapan”.
·
“Saya
tidak pernah bisa berubah”.
·
“Saya
tidak pernah bisa mempercayai seseorang”.
Kepedihan yang
ada dalam luka batin dapat dipicu oleh suatu peristiwa yang secara samar-samar
serupa dengan situasi dimana luka batin itu terjadi pertama kali. “Pemicu” ini sebenarnya menjadi kesempatan
untuk pertumbuhan dan kesembuhan, ketika Anda menawan dan membawa kepada Yesus
pikiran dan perasaan yang berkaitan dengan luka batin itu, dan mencari
pandangan Tuhan untuk masalah ini.
Mendapatkan pandangan Tuhan memang tidak mengubah peristiwa yang
sebenarnya, tetapi pandangan Tuhan dapat mengubah secara luar biasa cara
berpikir dan cara merasakan Anda terhadap apa yang pernah terjadi.
Proses ini melibatkan:
Melakukan proses ini dapat menolong membebaskan Anda secara luar biasa dari pola kebiasaan yang bukan berasal dari Tuhan dalam cara hidup dan berpikir, ketika Anda memohon supaya Yesus menunjukkan masalah keyakinan salah dan mengungkapkan dimana Anda mempelajari masalah ini. Kemudian Anda memohon pandangan Tuhan masuk ke lubuk hati Anda.

1. Ketika Yesus mengungkapkan kebenaran untuk mengoreksi tiap keyakinan salah, kebenaran itu mengubah perasaan orang itu terhadap ingatan orisinal dan semua situasi serupa dimasa lalu. Hal ini juga memberi dampak untuk semua situasi serupa yang mungkin ada dimasa mendatang.
Akan tetapi, kebanyakan dari kita mempunyai banyak keyakinan salah. Mengalami perubahan (transform) oleh pembaharuan pikiran kita merupakan proses yang memakan waktu.
Kadang-kadang setelah melalui proses kesembuhan untuk perasaan atau keyakinan tertentu, orang kemudian mengalami perasaan atau pikiran serupa dengan yang telah digarap.
Ini bisa berarti:
2. Lihat “Modul 10: Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat” bila:
3. Prinisip yang diuraikan dalam modul ini dapat dipakai dengan hasil yang luar biasa dalam hidup sehari-hari. Kita tidak perlu menunggu untuk sesuatu menjadi luka batin dari masa lalu sebelum memperoleh pandangan Tuhan mengenai hal ini.
Beberapa langkah
untuk memakai modul ini dalam hidup sehari-hari adalah:
a. Pilihlah bahwa Anda menginginkan pandangan
Tuhan untuk tiap hal yang berarti.
b. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda menawan
pikiran (dan perasaan):
4. Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan semua hal
yang ada didalam diri Anda yang menghalangi Anda mengasihi Dia dengan segenap
hati, jiwa, pikiran dan kekuatan; dan menginginkan KerajaanNya dan
kebenaranNya. Bawalah ini
kepadaNya. Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda mengenali apa isu yang sebenarnya. Carilah penyelesaianNya untuk tiap isu. Lihatlah modul-modul lain bila sesuai.
Kertas Isian untuk Menggarap Luka Batin
Modul 6B -
Dari Gelap ke Dalam Terang
©2005 Freedom for the
Captives Ministries. Boleh difotokopi untuk pemakaian pribadi. Tidak
untuk diperdagangkan.
1. Perasaan yang kurang enak:
2. Suatu peristiwa yang memicu perasaan ini:
a. Perasaan dalam peristiwa
ini:
b. Pikiran/keyakinan dalam peristiwa ini:
3. Ingatan
pertama/kunci (yang mengandung perasaan/pikiran yang mirip dengan
perasaan/pikiran dalam peristiwa yang memicu perasaan yang sedang digarap):
a.
Perasaan:
b.
Pikiran/keyakinan:
c.
Pandangan Yesus (kebenaran):
4. Pandangan Yesus dalam peristiwa yang memicu
perasaan yang digarap:
5. Terapan (untuk kehidupan sekarang dan
seterusnya):
“Bersukacitalah
dengan orang yang bersukacita, dan
menangislah dengan orang yang menangis.” (Roma 12: 15).
“Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”
(Matius 5: 4).
Keterangan
Singkat - Bersedih karena Kehilangan Seseorang atau Sesuatu
Kesedihan adalah proses dengan
tahap-tahap yang jelas. Tahap-tahap ini dapat merupakan
siklus.

Modul 6 –
Lampiran 1. Bersedih karena Kehilangan
Seseorang atau Sesuatu
§
Catatan: Disarankan supaya seorang teman
yang dapat dipercaya menolong Anda melakukan proses ini. Hubungan
dengan seseorang merupakan bagian penting untuk menggarap kesedihan dan
kehilangan. §
Doa
pembukaan §
Ketahuilah bahwa
perasaan pedih, marah, bersalah, kehilangan, takut, bingung dan sebagainya
adalah wajar dalam proses berduka.
Tanyalah kepada Tuhan apakah Anda telah menekan perasaan Anda. Mohonlah supaya Tuhan menolong untuk mengenali bagaimana perasaan Anda. §
Ketika Anda mengenali
perasaan Anda, bawalah perasaan itu kepada Tuhan. Katakan
kepadanya bagaimana Anda merasa.
Ajukanlah kepadaNya pertanyaan-pertanyaan Anda. Dengarkan pandanganNya. §
Bila ada perasaan
yang belum mendapatkan penyelesaian, khususnya marah, rasa bersalah
atau takut, doakan. §
Bila ada trauma
dimana Anda terlibat dalam kehilangan (misalnya, syok ketika mendapat
berita tentang kehilangan), doakan
tiap bagian yang berarti dari trauma.
Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan pandanganNya untuk tiap hal. §
Bila Anda mengalami depresi berkepanjangan, mohonlah supaya Tuhan menunjukkan sebab-sebabnya. Doakan
tiap perasaan negatif yang belum mendapatkan penyelesaian. §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan adanya “kehilangan yang tersembunyi” yang
ada dalam perkara itu. Bersedihlah untuk kehilangan ini
juga. §
Jangan menyepelekan
kehilangan Anda, tetapi bawalah kehilangan
itu kepada Tuhan. Ceritakan
kepadaNya bagaimana perasaan Anda.
Mohonlah supaya Dia mengangkat
kepedihan Anda. Mohonlah supaya
Dia memberikan pandanganNya
untuk tiap hal dari kehilangan itu. §
Bila ada situasi yang rasanya belum beres atau belum ditangani dengan baik, bicarakan hal ini dengan
Tuhan. Ceritakan kepadaNya bagaimana perasaan Anda. Doakan untuk ingatan-ingatan yang belum beres. Mohonlah supaya Tuhan memberikan pandanganNya kepada Anda. Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan tindakan apa lagi perlu dilakukan yang dapat menolong Anda untuk
membereskan ingatan-ingatan dengan cara sehat. §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan apakah Anda menanggung beban kepedihan orang lain. Bila demikian, mintalah supaya Dia yang menanggung beban itu, dan
menunjukkan kepada Anda, langkah
demi langkah, cara yang Dia inginkan Anda terlibat. Bila sulit untuk menyerahkan beban ini,
tanyalah Tuhan apa sebabnya. Garaplah isu-isu yang Dia ungkapkan. Lihat modul-modul yang sesuai. §
Teruskan
melakukan Bagian A yang ada Modul 6. §
Doa
peutup §
Follow-up:
lihat Lampiran 1 dalam Modul 6.
Bila Anda menolong seseorang menggarap
kesedihan dan kehilangan, sebaiknya Anda:
·
Ada bersama dia (Salah satu contoh
mengenai hal ini ada dalam Ayub 2: 13).
·
Menahan keinginan untuk mencoba “menolong” dengan memberi nasihat atau menyatakan kebenaran.
·
Mendengar secara aktif. Memperhatikan tanda-tanda non-verbal. Mengatakan kembali kepadanya
apa yang dikatakan. Dapatkan konfirmasi
dari orangnya bahwa Anda mengerti apa yang ingin dikatakan.
·
Katakan bahwa perasaannya benar. Jangan mendiamkan kesedihan.
·
Perlihatkan bahwa Anda peduli.
Bertindaklah dengan tulus.
·
Tawarkan
pengharapan dan penghiburan (2 Korintus 1: 4).
·
Mengajaknya
untuk membawa perasaannya kepada “Tuhan sumber segala penghiburan” (2 Korintus
1: 3).
·
Mencoba
menolong orang itu untuk melakukan langkah berikutnya untuk memproses kesedihan.
Tunggulah akan waktu Tuhan.
Jangan coba mempercepat menghilangkan
kesedihan.
Modul 6 Lampiran 2. Bila Perasaan Negatif adalah Amarah
Keterangan
Singkat – Bila Perasaan Negatif adalah Amarah
Biasanya amarah
bukanlah perasaan negatif pertama yang muncul dalam suatu situasi.
Beberapa amarah
berakar pada kebenaran. Meskipun
demikian, kita diperintah untuk, “janganlah matahari terbenam, sebelum padam
amarahmu.” (Efesus 4:26b).
Orang tidak
dirancang menanggung amarah untuk waktu yang lama. Sifatnya merusak. Lagipula “…sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran
di hadapan Allah” (Yakobus 1:20).
Bersamaan dengan mengatasi amarah, Snda (atau
orang dengan siapa Anda berdoa bersama) juga perlu menyerahkan sikap
menghakimi, tidak mengampuni dan keinginan untuk membalas dendam. Lihat “Module 5: Mematahkan
Benteng Di Dalam Diri Sendiri” dan “Modul 7: Mengampuni Orang Lain”.
Modul 6 – Lampiran 2.
Bila
Perasaan Negatif adalah Amarah
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan perasaan negatif apa yang ada dibelakang amarah Anda. o
Memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan bagaimana perasaan Anda pas sebelum Anda menjadi marah
(baik yang terjadi baru-baru ini atau yang dulu)
bisa memudahkan proses. §
Ikutilah proses kesembuhan yang diuraikan dalam
Bagian A atau B dalam Modul 6 (yang sesuai dengan yang sedang digarap),
dimulai dengan perasaan dibelakang amarah Anda. §
Putuskanlah apakah Anda bersedia menyerahkan amarah Anda. Kadang-kadang menyerahkan amarah perlu
dilakukan sebelum melanjutkan proses kesembuhan. Disaat lain, Tuhan mungkin ingin
terlebih dulu mengatakan kebenaran, mengoreksi keyakinan salah yang
menyebabkan perasaan dibelakang amarah.
Bila Anda belum bersedia menyerahkan amarah Anda, mungkin Anda
merasa bahwa amarah itu perlu untuk melindungi Anda. Bila
masih ingin melakukan proses
ini, baik Anda bersedia atau tidak bersedia menyerahkan amarah Anda: §
Doa penutup
Modul 6 Lampiran 4. Mencari Kesembuhan Ilahi Akibat Trauma
Dasar
Alkitabiah – Mencari Kesembuhan Ilahi Akibat Trauma
“Biarlah bergirang dan bersukacita karena
Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan
dari pada-Mu selalu berkata: ‘Allah itu besar!’
Tetapi aku ini sengsara dan
miskin – ya Allah, segeralah datang!
Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah
lambat datang!” (Mazmur 70: 5-6).
“Keinginan
orang-orang yang tertindas telah Kaudengarkan, ya TUHAN; Engkau menguatkan hati
mereka, Engkau memasang telinga-Mu, untuk memberi keadilan kepada anak
yatim dan orang yang terinjak; supaya tidak ada lagi seorang manusia di bumi
yang berani menakut-nakuti” (Mazmur 10:17-18).
“Aku telah
mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala
kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu
kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu
tersipu-sipu. Orang
yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari
segala kesesakannya. Malaikat TUHAN
berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan
mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah
orang yang berlindung pada-Nya!” (Mazmur 34:5-9).
“Tetapi
sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang
dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas
Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena
pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang
mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakkan depadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:4-5).
“Berbahagialah
orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Matius 5:4).
Keterangan
Singkat – Mencari Kesembuhan Ilahi Akibat Trauma
Tuhan ingin mengungkapkan pandanganNya
kepada orang yang sungguh-sungguh mencariNya.
Bagi semua pengikut Isa Al Masih, Dia juga ingin memberikan rasa damai
dan kebebasan dari ketakutan.
Waktu trauma
terjadi, kita diberikan kesempatan besar untuk mencari pandangan Tuhan.
Penggambaran Proses – Mencari Kesembuhan Ilahi Akibat Trauma

Mengampuni Orang Lain[40]
“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang
lain, penuh kasih mesra dan saling
mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”
(Efesus 4: 32).
“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada
Yesus: ‘Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia
berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh
kali?’ Yesus berkata kepadanya:
‘Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai
tujuh puluh kali tujuh kali.
Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang
raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setalah ia Mulai mengadakan perhitungan itu,
dihadapakanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu
melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak
isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hiutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyenbah dia,
katanya: Sabarlah dahulu, segala
hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah
hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan
menghapuskan hutangnya.
Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu
dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu,
katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon
kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu
akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan
menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Melihat itu kawan-kawannya yang lain
sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan
berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat,
seluruh hutangmy telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah enkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani
engkau? Maka marahlah tuannya itu dan
menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat
demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni
saudaramu dengan segenap hatimu’”
(Matius 18:21-35).
Pengampunan
datang dari hati. (Lihat Matius
18:21-35.) Pengampunan tidak bergantung
pada orang yang diampuni. Mengampuni
seseorang berarti membebaskan dia dari hutang kepada
Anda. Dalam proses itu, Anda juga dibebaskan.
Apa saja tanda-tanda
yang menunjukkan bahwa Anda mengampuni sepenuhnya seseorang?
Apa saja
tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda belum mengampuni sepenuhnya seseorang?
Kadang-kadang
mengampuni seseorang tampaknya tidak mungkin dilakukan. Atau Anda mungkin telah
mencoba mengampuni, tetapi ternyata masih menyimpan amarah dan sakit hati
terhadap orang tsb, masih berpikiran negatif tentang dia, atau mengalami tanda-tanda lain bahwa Anda belum mengampuni
sepenuhnya orang itu untuk pelanggaran yang telah dilakukannya. Dalam keadaan demikian, mungkin Anda
beranggapan bahwa mengingat-ingat pelanggaran lebih baik daripada memilih untuk
membiarkan supaya pelanggaran berlalu.
Hal ini bisa disebabkan karena masih ada
suatu perasaan atau anggapan tertentu terhadap orang itu. Misalnya: tetap marah pada orang itu atau Anda mempunyai perasaan tidak
berharga. Tampaknya kedua reaksi tadi
merupakan satu-satunya pilihan Anda.
Bila Anda sulit
menghilangkan amarah pada seseorang, mungkin Anda beranggapan bahwa amarah itu
melindungi Anda terhadap sesuatu yang lebih buruk. Dengan mengetahui perasaan negatif apa yang
menyebabkan amarah (misalnya: rasa takut atau malu), maka kesembuhan luka batin
dapat memberi pelepasan dari perasaan negatif yang menyebabkan
amarah. (Lihat “Modul 2: Kesembuhan dari Luka Batin” untuk keterangan
lebih lanjut.) Kesembuhan ini akan membuat Anda mampu untuk melepaskan amarah.
Bila Anda berada
dalam situasi dimana terdapat banyak pelanggaran, maka pengampunan harus
dilakukan terus menerus. Pengampunan
tidak sama dengan pemulihan. Pemulihan
melibatkan kedua belah pihak.
Mengampuni
seseorang tidak terlepas dari belajar dari masa lalu. “Sikap mengampuni si pelanggar tidak berarti
bahwa kita melepaskan dia dari tanggungjawab pada perbuatan yang telah
dilakukannya. Juga tidak berarti bahwa
kita melupakan saja pelanggaran yang telah dilakukannya seakan-akan tidak
pernah terjadi … Bila si pelanggar tidak menyesali perbuatannya, kita serahkan
dia kepada Tuhan dan biarlah Tuhan berperkara dengannya, bukan kita.”[41]
Modul 7
– Mengampuni Orang Lain
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan nama-nama dari orang-orang yang perlu diampuni. Buatlah daftar. §
Untuk tiap orang,
mohonlah supaya Tuhan menunjukkan apa
saja yang pernah dilakukannya yang Anda belum ampuni. Buatlah daftar. §
Periksalah apakah Anda bisa menyerahkan
sepenuhnya tiap masalah kepada Yesus. §
Untuk masalah atau
perasaan negatif yang tidak bisa
Anda lepaskan sepenuhnya, mohonlah supaya Tuhan menyatakan sebabnya. Mohonlah memperoleh pengertian dari Tuhan untuk akar-akar perasaan, kesimpulan dan
pandangan Anda. Serahkanlah setiap keputusan tidak
bijaksana yang Anda buat. §
Bila Anda sanggup menyerahkan sepenuhnya
masalah-masalahnya kepada Yesus, lakukanlah. Ketika menyerahkan tiap masalah kepada
Yesus, mohonlah supaya Dia mengambil luka batin akibat pelanggaran. Ampunilah orang tsb untuk tiap pelanggaran
yang dilakukan. Serahkanlah amarah,
kepahitan, kebencian dan penghakiman Anda kepada orang itu. §
Mohonlah supaya Tuhan
membantu Anda melihat orang itu
sebagaimana Tuhan melihatnya. Mohonlah agar Anda mempunyai belas kasihan kepadanya. §
Doakanlah doa berkat untuk orang itu. §
Bila
mengalami kesukaran dengan
langkah-langkah ini, mohonlah supaya Tuhan menyatakan sebabnya. Garaplah isu-isu. Lihatlah modul-modul yang sesuai untuk
masalah Anda. §
Bila ada roh-roh jahat yang karena sesuatu hal mempunyai kesempatan untuk
mencengkram Anda ketika masalah sedang digarap, perintahkan dalam nama Yesus agar roh-roh jahat ini pergi ke
tempat yang telah ditentukan Yesus dan perintahkan supaya jangan
kembali. Mohonlah supaya Yesus
mengisi tempat-tempat kosong yang ada dalam diri Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan
selalu mengingatkan agar memilih
jalan pengampunan, kasih dan belaskasihan. §
Ucaplah syukur untuk segala sesuatu yang telah dilakukan
Tuhan. §
Doa penutup. §
Follow-up: §
Tanyakanlah kepada Tuhan apakah Anda perlu
mendatangi seseorang dan menerangkan tentang pelanggaran yang dilakukannya. §
Mohonlah supaya Yesus menunjukkan respons yang
bagaimana yang tepat untuk menghadapi orang itu. Lakukankanlah dalam batas-batas yang
sesuai. Lihat “Modul 12: Hidup
dalam Terang”. §
Teruslah bertumbuh untuk belajar dan menerapkan
bagaimana Tuhan menghendaki Anda menunjukkan kasihNya kepada orang ini. §
Lakukanlah terus proses pelepasan ini dengan memakai
modul-modul yang sesuai untuk situasi Anda.
Contoh
Doa – Mengampuni Orang Lain
Contoh Doa – Mengenai Orang yang
Perlu Diampuni Diungkapkan
Saya
menyatakan dengan iman bahwa Tuhan Yesus Kristus Yang Benar dari Nazareth
adalah Tuhan dan Juruselamat saya.
Tuhan, Engkau menghendaki supaya saya mengampuni orang lain seperti
Engkau telah mengampuni saya.
Anugerahkanlah saya dengan kemurahan, belaskasihan dan kuasa untuk
mengampuni mereka yang telah melukai batin saya. Roh Kudus, ungkapkanlah nama-nama orang-orang
yang perlu saya ampuni.
Contoh Doa untuk Mengampuni Orang
Tuhan, saya mengampuni (nama orang) untuk
(sebutkan semua pelanggaran yang melukai batin yang dinyatakan Tuhan didalam
pikiran Anda dan katakanlah bahwa Anda sudah siap untuk melepaskannya).
Tuhan, saya menyerahkan kepadaMu sekarang juga
semua ingatan yang melukai batin. Saya mohon Engkau datang dan mengambil semua
hal-hal yang menyakitkan yang berkaitan dengan ingatan tadi, dan membebaskan
saya.
Tuhan, saya menyerahkan keinginan untuk membalas
dendam kepada (nama orang) dan sekarang saya menyerahkan (nama orang) kepadaMu.
Saya juga melepaskan semua kepahitan, amarah dan kebencian yang saya simpan
terhadap (nama orang).
Tuhan, saya juga mengaku dan menyangkal dosa
menghakimi (nama orang). Saya mohon ampun untuk dosa menghakimi dan mengikat
dosa ini pada salib Yesus Kristus. Sekarang saya mau berjalan di jalan kasih,
pengampunan dan belaskasih. Amin.
Contoh Doa untuk Menolak Roh-Roh
Jahat
Tuhan, saya datang menghadap Engkau sebagai anak
yang telah ditebus oleh Darah Kristus.
Saya bertekad agar pikiran saya diperbaharui dan
agar kehendak saya disesuaikan dengan kehendakMu yang baik dan sempurna. “Tuhan, saya menyangkal semua upaya iblis dan
roh-roh jahatnya untuk tinggal didalam saya melalui amarah atau luka batin,
sehingga menyebabkan masalah untuk saya dan orang lain. Dalam nama Yesus Kristus saya perintahkan
semua roh jahat untuk pergi dari saya dan jangan sekali-kali kembali lagi.”[42] Tuhan, penuhilah saya sekarang dengan Roh
Kudus dan biarlah TerangMu menyinari kegelapan yang pernah ada. Dalam nama Yesus saya berdoa. Amin.
Modul 7
Lampiran – Mengampuni Orang Lain
1. Bila
Anda Masih Merasa Tidak Bisa atau Tidak Mau Mengampuni Seseorang
“dan ampunilah
kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah
kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi
lepaskanlah kami dari pada yang jahat [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan
dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin]. Karena
jikakalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni
kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan
mengampuni kesalahanmu. (Matius 6: 12-15)
“Jangan
kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang
kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai
untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di
dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku
mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan
jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Matius 7:
1-5).
Kadang-kadang terkesan bahwa apa yang telah
dilakukan seseorang sangat melukai batin atau dosanya dirasakan terlalu berat
untuk diampuni sehingga Anda terlalu sulit mengampuninya.
Atau Anda tidak dapat mengampuni orang itu karena alasan lain. Bila Anda merasa tidak bisa atau tidak mau mengampuni seseorang, ada
baiknya memikirkan akibat-akibatnya untuk kehidupan Anda.
Bila Anda memilih untuk tidak mengampuni
seseorang, maka Anda memilih untuk tidak terlepas dari akibat pelanggaran
itu. Akhirnya sebagai reaksi Anda akan
terlalu memusatkan perhatian kepada pelanggaran dan tindakan. Bila Anda memusatkan perhatian kepada
pelanggaran, meskipun hanya terjadi sewaktu-waktu, Anda tidak sepenuhnya
memusatkan perhatian kepada Tuhan dan tidak berjalan di jalanNya[43].
Sebaliknya Anda memilih memusatkan perhatian ke hal yang menyakitkan.
Mungkin saja Anda memilih untuk tidak mengampuni
seseorang karena ingin membalas dendam, ingin membuktikan sesuatu, ingin
menghukum orang yang telah melukai Anda atau karena alasan lain. Apa pun alasannya, keputusan-keputusan Anda
dipengaruhi secara negatif oleh orang yang melukai Anda. Anda melakukan tindakan sebagai reaksi kepada orang itu, dan Anda tetap tidak
bebas dari luka batin karena
pelanggaran. Hal ini akan menambah rasa
sakit hati Anda, karena ada penambahan pada luka perasaan yang sudah ada.
Bila Anda memilih untuk tidak mengampuni seseorang, atau memilih untuk menghakiminya, Anda
memilih untuk hidup dalam belenggu.
Belenggu ini menarik Anda ke bawah.
Biasanya mengakibatkan keputusan-keputusan yang lebih buruk lagi, luka
batin bertambah dan Anda makin terbelenggu.
Memilih untuk tidak mengampuni orang lain mengakibatkan Anda sendiri
tidak diampuni (Matius 7:1). Memilih
untuk menghakimi seseorang mengakibatkan Anda dihakimi (Matius 6: 15). Memilih untuk membalas dendam kepada seseorang
bisa mengakibatkan Anda paling banyak menderita
akibat pilihan itu.
Bila Anda memilih untuk mengampuni seseorang, Anda
beruntung dalam banyak hal. Anda
dilepaskan dari ikatan tidak sehat dengan pelanggaran. Anda bisa memohon supaya Yesus menyembuhkan
luka batin akibat pelanggaran dan mengisi hati Anda dengan sukacita yang
luarbiasa. Anda terlepas sehingga bisa
lebih memusatkan perhatian ke Kristus dan KasihNya yang besar untuk Anda.
Bila Anda memilih untuk mengampuni seseorang, Anda
menyerahkan orang itu kepada Tuhan agar Tuhan sendiri menangani perkara dengan
caraNya. Tuhanlah yang akan menentukan
penghakiman atau hukuman yang perlu terjadi.
Yesus adalah Satu-Satunya yang memiliki otoritas untuk menghakimi. “Sebab
sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga
diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah
memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”
(Yohanes 5: 26-27).
Proses
Langkah-demi-Langkah[44] – Mengenai “Merasa Tidak Bisa
atau Tidak Mau Mengampuni Seseorang”
1. Putuskanlah apakah Anda mau mengampuni
seseorang.
2. Serahkanlah kepada Yesus untuk menghakimi dan
menghukum orang tsb.
3. Mohonlah supaya Yesus mengampuni Anda karena
sebelumnya Anda memilih jalan untuk tidak mengampuni.
4. Mohonlah agar Yesus menolong Anda “kenakanlah belas kasihan, kemurahan,
kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap
yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh
dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu
perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, …”.
(Kolose 3: 12b-14a).
5. Lakukanlah terus “Penggambaran Proses –
Mengampuni Orang Lain,” di modul ini.
“Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang
penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang
umurmu di bumi” (Ef 6:2-3).
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak
dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi
dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Mat
7:1-2).
“dan ampunilah
kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah
kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan, tetapi
lepaskanlah kami dari pada yang jahat [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan
dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin]. Karena jikakalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga
akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu
juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6: 12-15).
Bila Anda
belum mengampuni ayah atau ibu, maka Anda mempunyai kecenderungan untuk
melakukan tindakan tertentu sebagai reaksi bahwa sesungguhnya Anda ingin
dibebaskan. Perilaku Anda bisa makin
menyerupai mereka (misalnya: makin sering mengeluh) atau bisa makin berbeda dari
orang tua untuk meyakinkan bahwa diri Anda tidak seperti orang tua (misalnya:
Anda bersikap terlalu lembut terhadap anak-anak Anda untuk menghindari sikap
yang terlalu keras). Hal ini bisa
disebabkan karena sumpah di masa kecil dan muda, misalnya “saya tidak akan
pernah menjadi seperti ayah”, atau “saya tidak mau berbicara lagi dengan ibu
saya”. Bila sikap Anda merupakan reaksi
terhadap orang tua, maka fokus Anda adalah pada mereka dan tidak pada Tuhan dan
JalanNya. “Selama kita tidak menerima
ayah, ibu atau kedua-duanya sebagaimana adanya dan tidak mengampuni mereka,
maka identitas kita akan selalu menyatu dengan mereka. Karena itu kita belum bebas untuk menjadi dan menerima diri kita
sendiri. Karena itu kita berada dalam
kondisi tidak menguntungkan karena makin lama kita betul-betul menyerupai
mereka.”[46]
Bila keputusan negatif (seperti menyumpah di masa kecil dan muda) ini
dipatahkan dan Anda mengampuni dengan tulus orang tua serta menerima mereka
sebagaimana adanya, maka Anda dibebaskan sehingga dapat mengikuti jalan Tuhan
dan tidak bereaksi terhadap jalan orang tua.
Satu hal yang dapat menghalangi kemampuan Anda
untuk mengampuni orang tua adalah pikiran bahwa mengampuni mereka berarti
menerima dosa-dosa mereka.
Kecenderungan anak-anak melihat siapa orang tua mereka tidak dapat
dipisahkan dari dosa dan kekurangan orang tua.
“Seorang anak melihat orang tua dan perilaku mereka sebagai satu
kesatuan. Kelak, bila si anak ingin dibebaskan, ia harus dapat memisahkan
antara orang tua dan dosa atau kekurangan mereka. Si anak harus mengampuni dosa dan menerima si
pendosa.”[47]
(Untuk keterangan lebih lanjut, khususnya mengenai
pengampunan dalam problem hubungan antar sesama, lihat juga “Modul 7: Mengampuni Orang Lain”).
Modul 8
– Mengampuni Orang Tua Anda
§
Doa pembukaan §
Lakukanlah proses ini untuk ayah, ibu atau
keduanya, sesuai keperluan. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda agar bisa melihat
orang tua secara objektif
sebagaimana Dia melihat orang tua Anda.
Mohonlah supaya Dia menolong Anda untuk memisahkan antara pribadi orang tua dan dosa mereka. §
Mohonlah supaya Dia
menolong Anda untuk menerima pribadi
orang tua dan mengampuni dosa mereka.
Mohonlah supaya Dia menganugerahkan Anda belaskasihan kepada orang tua. §
Mohonlah supaya Tuhan
menyatakan semua tindakan Anda yang
merupakan reaksi terhadap orang tua.
Untuk tiap tindakan, mohonlah supaya Tuhan menyatakan apakah masih
ada sumpah yang diucapkan di
masa kecil dan muda yang hingga kini masih
mempengaruhi, atau masih ada keinginan
atau perasaan yang tidak sehat sebagai
reaksi terhadap orang tua. Patahkanlah ini semua. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda menuliskan daftar
tentang hal-hal yang diperbuat orang tua yang perlu Anda ampuni. §
Periksalah apakah Anda bisa menyerahkan
sepenuhnya tiap masalah kepada Yesus. §
Bila ada masalah atau
perasaan negatif yang Anda tidak
sanggup serahkan sepenuhnya, mohonlah supaya Tuhan memberi petunjuk mengapa tidak sanggup. Mohonlah
supaya Tuhan menyatakan akar
dari perasaan negatif dan akar dari kesimpulan dan pandangan Anda yang salah. Serahkan
semua keinginan dan pikiran Anda yang tidak
sehat. §
Bila Anda sanggup menyerahkan sepenuhnya
masalah-masalah kepada Yesus, lakukanlah.
Ketika Anda menyerahkan masalah kepada Yesus, mohonlah supaya Dia mengambil semua perasaan yang
menyakitkan akibat pelanggaran.
Lepaskanlah orang tua
dari tiap pelanggaran. Serahkanlah semua amarah,
kepahitan, kebencian dan penghakiman Anda terhadap orang tua. Serahkanlah
pula keinginan untuk membalas
dendam kepada orang tua. §
Bila Anda mengalami kesulitan dengan langkah-langkah
ini, mohonlah supaya Tuhan menunjukkan sebabnya. Garaplah
langkah dalam Modul 8, dan modul-modul lain sesuai keperluan. §
Anda harus bertanggungjawab
untuk reaksi Anda terhadap orang tua.
Untuk
itu Anda perlu mengaku dan bertobat untuk dosa-dosa Anda sendiri. §
Bila ada roh-roh jahat
yang karena sesuatu hal mempunyai kesempatan dalam masalah yang sedang
digarap, perintahkan dalam nama
Yesus agar roh-roh jahat ini pergi ke tempat yang telah ditentukan Yesus
dan perintahkan juga supaya jangan kembali. Ikatlah
semua akibat dari dosa orang
tua pada Anda dan keturunan Anda. §
Berkatilah (atau mintalah kepada
seseorang untuk mengucapkan doa berkat atas) semua hal-hal yang baik yang
ada didalam Anda yang diturunkan orang tua. §
Doakanlah doa berkat
untuk orang tua dan doa untuk menerima mereka. §
Mohonlah supaya Tuhan selalu menolong Anda untuk dapat mengasihi, mengampuni dan memberkati
orang tua.. §
Bersyukurlah untuk
segala perbuatanNya! §
Doa penutup §
Follow-up:
lihat Modul 8.
Contoh doa untuk Mengampuni Orang Tua Anda
Tuhan, sekarang saya
mengampuni (nama orang tua) untuk (katakanlah secara terinci tiap pelanggaran
yang menyakitkan yang dinyatakan oleh Tuhan dalam pikiran Anda dan bahwa Anda
siap untuk melepaskannya).
Tuhan, sekarang saya menyerahkan kepadaMu semua ingatan masa lalu
yang menyakitkan. Datanglah Tuhan dan
ambillah semua hal-hal yang menyakitkan yang berkaitan dengan ingatan itu serta
bebaskanlah saya.
Tuhan, sekarang saya menyerahkan keinginan untuk membalas dendam
terhadap (nama orang tua) dan sekarang saya melepaskan dan menyerahkan dia
kepada Tuhan. Saya juga melepaskan semua
kepahitan, amarah dan kebencian saya
terhadap (nama orang tua).
Tuhan, saya juga mengaku dan
menyangkal semua dosa menghakimi (nama orang tua). Saya bertobat telah menghakiminya dan saya
ikat penghakiman itu pada salib Yesus Kristus.
Saya memutuskan untuk berjalan dalam kasih, pengampunan dan
belaskasihan. Amin.
Contoh Doa untuk Mengaku dan Bertobat untuk
Dosa-dosa Anda Sendiri
Tuhan, sekarang saya datang
kepadaMu sebagai anakMu yang telah dibeli oleh Darah Kristus. Tuhan perbaharuilah pikiran saya dan
jadikanlah kehendak saya seperti kehendakMu yang baik dan sempurna. “Tuhan, saya menolak semua upaya iblis dan
roh-rohnya untuk tinggal dalam diri saya melalui amarah saya atau hal-hal yang
menyakitkan saya , sehingga menimbulkan kesulitan bagi saya dan orang lain. Dalam nama Yesus Kristus saya perintahkan
agar semua roh-roh jahat pergi dari saya dan jangan pernah kembali lagi.”[48] Dalam nama Yesus saya juga mengikat semua
akibat dosa orang tua pada saya dan keturunan saya. Tuhan, bebaskanlah saya dan keturunan saya
dari semua halangan yang ada didalam roh dan jiwa kami karena dosa orang
tua. Tuhan, sekarang penuhilah saya
dengan Roh KudusMu dan sinarilah kegelapan yang pernah ada dengan
terangMu. Dalam nama Yesus saya berdoa.
Amin.
Contoh Doa untuk Memberkati Orang Tua (disesuaikan)
“Allah Bapa, saya mengucapkan
terimakasih kepadaMu untuk menciptakan ayah menurut gambarMu. Dengan sepenuh hati saya mengampuni ayah
karena ia tidak menjadi ayah seperti yang Kau ciptakan. Saya menyadari sekarang bahwa ayah juga
memerlukan kesembuhan batin seperti yang saya terima sekarang ini. Entah bagaimana caranya Tuhan, ketika saya
menerima dan mengampuni ayah, mohon Engkau mengubah hidupnya menjadi seperti
yang Engkau rencanakan semula. Tuhan, saya
sungguh-sungguh mengampuni semua pelanggaran ayah terhadap saya. Saya sungguh-sungguh menerima ayah sebagaimana adanya, yaitu sebagai orang
yang belum disembuhkan batinnya dan yang sedang mengalami masalah. Saya mengucap syukur karena Engkau telah
menciptakan dan membuat ayah. Jadikanlah
ayah seperti yang Engkau kehendaki. Saya
mau mencari hal-hal baik yang ada didalam ayah, dan dalam namaMu saya
menegaskan hal ini. Saya sekarang
memandang kepadaMu untuk memperoleh kata-kata yang membesarkan hati yang sampai sekarang saya inginkan dari ayah. Tuhan, kasihilah ayah dan perkenankanlah
kasih itu disalurkan melalui saya.”[49] Tuhan, tolonglah saya untuk tidak lagi
memberi reaksi negatif terhadap ayah[50],
melainkan “dengan tenang boleh mendekati ayah untuk memberkatinya bila kesempatan memungkinkan.”[51]
1. Belajarlah bagaimana memberi respons kepada
orang tua dengan cara sehat dan dalam batas wajar (Misalnya, bila Anda pernah
dilecehkan secara seksual oleh salah satu orang tua Anda, hindarkan Anda berdua
saja dengan orang tua tersebut. Ini
merupakan batas yang baik).
2. Belajarlah memberkati orang tua dan nyatakanlah
dengan wajar kasih Allah kepada mereka.
3. Lihat juga “Modul 7: Mengampuni Orang Lain” dan “Modul 3: Mengubah Kutuk Keluarga Menjadi Berkat
Tuhan”.
4. Teruskan melakukan modul-modul lain sesuai
situasi Anda. Lihat “Lampiran 1: Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai” dalam
“Modul 1: Ringkasan dan Pengantar”.
Modul 9: Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri [52]
Dasar
Alkitabiah – Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri
“Demikianlah sekarang tidak ada
penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan
kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.” (Roma 8:1-2).
“Sebab itu jadilah
penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam
kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah
menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi
Allah.” (Efesus 5:1-2).
“Tetapi
hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling
mengampuni, sebagaimana Allah di dalam
Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32).
“Sebab itu
terimalah satu akan yang lain, sama
seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”
(Roma 15:7).
Keterangan
Singkat - Mengampuni Diri Sendiri
Bila Anda pengikut
Yesus, Anda sudah diampuni oleh Tuhan (Efesus 4: 32). Mengampuni diri sendiri adalah bagian dari
mencontoh Tuhan dan hidup didalam kasih (Efesus 5: 1-2).
Rasa bersalah
yang belum terselesaikan cenderung melumpuhkan orang dan memusatkan perhatian
pada kepedihan dan bukan memusatkan pada perubahan yang diperlukan. Kepedihan ini bisa membuat Anda merasa
seakan-akan ada utang yang harus dibayar dan satu-satunya jalan untuk membayar
hutang itu adalah dengan melakukan pembayaran
itu oleh Anda sendiri. Hal ini berarti tidak menangkap maksud
dari arti kematian Yesus di atas salib.
Bila Anda hidup dengan rasa bersalah yang belum terselesaikan, Anda
merasa tidak diampuni, meskipun Kristus telah mengampuni Anda.
Jalan rasa
bersalah dan kesedihan duniawi merupakan jalan keterikatan (lihat diagram di
bawah).

Alternatif untuk hidup dengan rasa bersalah yang belum
terselesaikan adalah menerima kasih karunia dan pengampunan Tuhan. Kasih
karunia adalah anugerah yang diberikan tanpa syarat kepada Anda melalui
Kristus. Menerima kasih karunia dan
pengampunan Tuhan membebaskan Anda untuk mencari perubahan produktif.
Kebenarannya
adalah: Tuhan menerima Anda atas dasar apa yang Dia lakukan melalui Kristus,
tidak atas dasar usaha Anda. Hidup
seakan-akan tidak diampuni berarti Anda mencoba
untuk menghukum diri sendiri. Hal ini
berlawanan dengan apa yang Tuhan inginkan untuk Anda.
Ketika Anda berbuat
dosa, Tuhan ingin Anda memberi respons dengan mengakui dan berpaling dari dosa
Anda, bukan dengan menghukum diri sendiri.
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia
akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1
Yohanes 1:9). Lihat juga “Modul 4:
Mengakui dan Berpaling dari Dosa”.
Mengikuti jalan
kasih karunia dan kesedihan ilahi membebaskan Anda supaya mengalami hidup
berkelimpahan dalam Kristus (lihat diagram di bawah).

Faktor lain yang mungkin menyulitkan Anda untuk mengampuni
diri sendiri adalah keyakinan salah tentang Tuhan, diri Anda, orang lain atau
masyarakat umumnya. Keyakinan salah ini mungkin berakar pada pengalaman
hidup yang disalahartikan atau telah mendapat kesan salah dari orang
lain. Bila misalnya orang tua Anda atau orang lain mengatakan sesuatu
yang memalukan atau mengutuk Anda, mungkin Anda mempercayainya. Misalnya, Anda mungkin percaya akan
kata-kata "Kamu tidak bisa melakukan sesuatu dengan benar”, meskipun
firman Tuhan mengajarkan bahwa pengikut Yesus mempunyai kemampuan untuk
melakukan semua perkara melalui Kristus yang menguatkan kita (Filipi
Bila sulit atau tampaknya tak mungkin Anda mengampuni diri
sendiri, bertanya kepada Tuhan mengapa
hal ini sulit merupakan langkah awal baik. Kemudian garaplah, bersama Tuhan, isu-isu yang
ditunjukkanNya. Proses ini dapat
mencakup:
Modul 9
– Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri –
A.
Mengampuni Diri Sendiri
§
Doa pembukaan §
Bedakan antara kesedihan ilahi
dan kesedihan duniawi. §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan jalan
mana yang Anda tempuh – jalan rasa
bersalah dan kesedihan duniawi atau jalan kasih karunia dan kesedihan
ilahi. Bila Anda ada di jalan
rasa bersalah dan kesedihan duniawi, maka: (Bila ada langkah-langkah
yang sulit atau yang tampaknya tak mungkin dilakukan, tanyalah kepada
Tuhan mengapa. Bersama Tuhan garaplah isu-isu yang ditunjukkanNya.) §
Pilihlah untuk berjalan di atas
jalan kasih karunia dan kesedihan ilahi. §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan dosa-dosa yang perlu diakui, kalau ada. §
Akuilah dosa (-dosa) Anda. Mohonlah supaya Tuhan mengampuni Anda dan menolong Anda
untuk berubah dan berjalan di jalanNya. §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan kalau ada luka batin di dalam diri Anda yang ikut mempengaruhi Anda
berbuat dosa. Carilah kesembuhan
untuk ini. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan apakah Dia sudah atau belum mengampuni dosa-dosa Anda yang
telah diakui. Dengan iman, terimalah pengampunanNya. §
Pilihlah untuk mengampuni diri
sendiri (Efesus 4; 32 & 5: 1). Lakukanlah. §
Bersukacitalah didalam kebaikan Tuhan. Renungkan
ayat-ayat mengenai siapa Anda didalam Kristus §
Bila ada
langkah-langkah yang sulit atau yang tampaknya tak mungkin dilakukan,
tanyalah kepada Tuhan mengapa.
Bersama Tuhan garaplah isu-isu
yang ditunjukkanNya. §
Lihat juga “Modul 11: Menemukan Rasa Aman Sejati” dan Modul 12: Hidup
dalam Terang”. §
Doa penutup §
Follow-up:
lihat Modul 9.
Saya menyatakan iman saya didalam Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Saya mengaku bahwa saya selama ini tidak hidup
didalam kebebasan dari salib Yesus Kristus.
Sebaliknya, saya telah membiarkan kecongkakan saya memimpin saya kedalam
suatu keyakinan bahwa saya dapat membenarkan diri dan menebus dosa-dosa saya
sendiri melalui pekerjaan dan perbuatan.
Saya juga mengaku bahwa perasaan bersalah telah mempengaruhi saya untuk
mengeritik diri sendiri, membenci diri sendiri dan menghukum diri sendiri. Saya ingin bebas dari ikatan ini hari ini
juga.
Tuhan Yesus, saya mengakui kegagalan saya
memperoleh pengampunan melalui usaha-usaha saya yang salah arah. Saya bertobat dari semua usaha saya untuk
membenarkan diri sendiri. Ampunilah
saya. Saya memilih sekarang untuk
menerima pengampunan dariMu.
Tolonglah mengungkapkan kepada saya sekarang semua
cara dimana saya tidak mengizinkan pengampunan Yesus Kristus masuk ke diri
saya. Saya menyerahkan tiap cara di atas
kepadaMu sekarang. Saya tidak mau lagi
memakai cara(-cara) ini untuk mencoba membenarkan
diri sendiri. Sebaliknya tolonglah saya
untuk hidup dalam realitas kasih karuniaMu.
Sebagai anakMu yang dikasihi, sekarang saya
menerima pengampunan dan memilih untuk mengampuni diri sendiri. Terimakasih untuk pengampunanMu melalui
Kristus. Ambillah semua kepedihan yang
berkaitan dengan sikap saya dulu yang tidak mengampuni diri sendiri. Bebaskanlah saya untuk mengasihiMu, diri
sendiri dan orang lain. Saya mendoakan
ini dalam nama Yesus yang ajaib. Amin.
Keterangan
Singkat - Menerima Diri Sendiri
Tuhan memilih
Anda, sebelum penciptaan dunia, untuk menjadi
kudus dan tak bercela menurut pandanganNya.
Dia sekarang melihat
Anda kudus dan tak bercela karena Yesus telah mengambil dosa Anda. Anda telah diangkat oleh Tuhan dan diterima
olehNya (Efesus 1: 4-8). Menerima diri
Anda adalah bagian dari mencontoh Tuhan dan hidup berdasarkan kasih (Efesus 5:
1-2).
Bila sukar untuk
menerima diri sendiri, ini mungkin disebabkan karena untuk waktu lama Anda
meyakini kebohongan tentang siapa diri Anda sebenarnya. Beberapa kebohongan mungkin berasal dari
hal-hal yang menyakitkan yang dikatakan orang lain kepada atau mengenai
Anda.
Belajar melihat
diri sendiri melalui mata Kristus membebaskan Anda untuk semakin hidup dalam
realitas siapa diri Anda sebenarnya didalam Dia. Anda juga akan mampu melihat lebih banyak
bakat dan kemampuan yang telah diberikan Tuhan. Dan Anda akan lebih mampu untuk
hidup dalam kehidupan baru yang mulia yang diberikan Tuhan kepada Anda (2 Korintus 5: 17).
Saya menyatakan iman saya didalam Yesus sebagai
Tuhan dan Juruselamat. Saya mengakui
bahwa saya telah melihat diri sendiri melalui mata yang salah akibat dosa saya,
melalui keadaan belum mengampuni diri sendiri dan melalui kebohongan mengenai
diri sendiri yang dipercayai. Saya juga
telah terperangkap dalam perasaan tidak benar bahwa saya harus berperang supaya
diterima dan dibenarkan.
Saya menyangkal kebohongan ini. Sekarang saya memilih untuk melihat diri saya
melalui mata Yesus Kristus dan keselamatanNya.
Sekarang ungkapkanlah lebih banyak kepada saya
bagaimana Yesus melihat saya. Tolonglah
agar saya memahami ‘siapa saya’ yang Kau ciptakan. Tolonglah supaya saya tahu siapa diri saya
sebenarnya dalam Kristus. Tuhan Allah,
saya memilih untuk menerima diri saya sebagai [tuliskan apa yang Tuhan
ungkapkan atau ingatkan].
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau bersedia
dikorbankan supaya saya bisa bebas mengetahui siapa saya sesungguhnya didalam
Engkau. Engkau telah mengampuni dan
menerima saya. Terima kasih. Karena itu saya memilih untuk menerima diri
saya sebagaimana saya dibuat berharga melalui Kristus. Saya melepaskan diri saya dari menghakimi
diri sendiri dan menerima kebenaranMu tentang diri saya. Saya berdoa agar bisa membawa kemuliaan
kepadaMu dengan cara hidup dalam realitas siapa diri saya sesungguhnya didalam
Engkau.
Terima kasih untuk kasihMu yang kekal; dan menarik
saya kepadaMu dengan kasih (Yeremia 31: 3).
Modul 9
– Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri – B. Menerima Diri Sendiri

1. Teruskan
mencari kesembuhan untuk luka-luka batin yang masih ada didalam diri Anda. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin.
2. Teruskan dengan menawan pikiran Anda dan
membawanya kepada Yesus. Mintalah
pandangan Tuhan untuk pikiran itu.
Untuk informasi
lebih banyak tentang mengubah keyakinan salah dengan kebenaran, lihat “Modul 5:
Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri”, “Modul 11: Menemukan Rasa Aman
Sejati” dan “Modul 12: Hidup dalam Terang”.
3. Bila Anda berdosa, cepatlah mengaku dan
berpaling dari dosa itu. Ikutilah jalan
kasih karunia dan kesedihan ilahi. Ingatlah
untuk mengampuni diri sendiri. Lihat
juga “Modul 4: Mengakui dan Berpaling dari Dosa”.
4. Teruskan dengan belajar lebih banyak tentang
realitas siapa diri Anda didalam Kristus.
Ceritakan kepada orang lain apa yang sedang Anda pelajari.
5. Carilah ayat-ayat tentang siapa diri Anda
dalam Kristus; bagaimana Dia telah mengampuni dan menerima Anda; serta kasih
karunia, rahmat dan kebaikanNya terhadap Anda.
Carilah juga firman Tuhan tentang siapa Tuhan, seberapa banyak Dia
mengasihi Anda serta apa yang telah dilakukanNya buat Anda. Renungkan ayat-ayat
ini. Bicarakan ayat-ayat ini. Bersukacitalah karena realitas yang
disampaikan ayat-ayat ini. Mohonlah
supaya Tuhan menolong agar hidup dan pandangan Anda dibentuk oleh ayat-ayat
ini. (Lihat “Modul 12: Hidup dalam
Terang”.)
6. Carilah lebih banyak tentang karunia dan
kemampuan yang Tuhan telah berikan kepada Anda.
Teruskan mengembangkan karunia dan kemampuan ini. Mengucap syukurlah kepada Tuhan untuk
keberadaanNya dan karena Dia menciptakan Anda sesuai dengan rencanaNya.
7. Teruskan melakukan modul lain yang sesuai
dengan situasi Anda. Lihat “Lampiran 1:
Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai” di “Modul 1: Pengantar dan Ringkasan”.
Modul 10: Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat
Dasar
Alkitabiah – Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat
“Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui
kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak
Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus
4:22-24).
Manusia mempunyai
keinginan untuk mengalami sukacita[53].
“Dua tahun pertama dalam kehidupan seorang anak, keinginan untuk
mengalami sukacita dalam hubungan kasih merupakan kekuatan terbesar dalaFm
hidup seseorang. Beberapa ahli syaraf
sekarang mengatakan bahwa kebutuhan dasar manusia adalah menjadi ‘cahaya dimata
seseorang’. …Cukup mengherankan bahwa keinginan murni ini yang dimulai dimasa
anak-anak berlanjut sepanjang hidup.
Hidup menjadi berarti dan diberdayakan oleh sukacita bila kita berada
dalam hubungan kasih dengan orang lain dan orang itu pun dengan tulus ‘senang
berada bersama kita’. … Sukacita juga datang dari hubungan kita dengan
Tuhan. Alkitab dengan jelas mengatakan
bahwa sukacita penuh kuasa datang dari hubungan dengan Tuhan yang mengetahui
segala hal mengenai saya dan Tuhan masih ‘bersukacita-sungguh-sungguh’ bersama
saya dalam keadaan apa pun”. [54]
“Tahun pertama
perkembangan bayi merupakan dasar dimana ia belajar mengembangkan
sukacita. Diatas 12 bulan bayi mulai
belajar untuk kembali bersukacita setelah mengalami perasaan tidak menyenangkan”.
[55]
Mengetahui bagaimana cepat bersukacita kembali dari perasaan tidak
menyenangkan melancarkan berlangsungnya pola kebiasaan sehat didalam hidup
seseorang. Pola kebiasaan sehat adalah sejalan dengan kebenaran Alkitab. Pola kebiasaan sehat ini terdiri dari respons
yang bersifat dewasa dan rohani terhadap situasi dan perasaan.
Bila Anda belum
belajar bagaimana cepat bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan,
Anda masih dapat belajar hal ini. Bagian
otak yang terlibat dalam bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan
“adalah bagian otak yang menyimpan kemampuan untuk terus bertumbuh sepanjang
hidup kita, yang berarti bahwa “kekuatan sukacita” dapat selalu berlanjut untuk
tumbuh!” [56]
Seringkali ada
perasaan tidak menyenangkan tetapi orang belum belajar bagaimana untuk langsung
bersukacita kembali. Bila Anda mempunyai
perasaan seperti ini, Anda cenderung untuk mencari perasaan penengah, yaitu
suatu perasaan yang sudah Anda ketahui untuk dapat bersukacita kembali. Misalnya:
Anda tidak tahu bagaimana untuk bersukacita kembali dari frustrasi, tetapi tahu
bagaimana bersukacita kembali dari kesedihan.
Bila Anda frustrasi, Anda menjadi sedih; lalu
Anda bersukacita kembali. Bersedih dulu sebagai perasaan
penengah lebih sering terjadi pada wanita.
Marah dulu sebagai perasaan penengah lebih sering terjadi pada pria.
Bila Anda tidak mempunyai ‘cara tidak langsung’
untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan (“tidak ada jalan
keluar”), Anda cenderung mengembara kemana-mana dari perasaan negatif ke
perasaan negatif. Misalnya:
Anda frustrasi dan ingin menyerah. Kalau
menyerah Anda merasa gagal. Jadi, Anda
merasa tidak dapat menyerah dan terus berusaha.
Anda merasa tidak layak dan menjadi lebih frustrasi. Dan seterusnya.
Bila Anda tidak
mempunyai ‘cara langsung’ untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak
menyenangkan, mungkin Anda mengikuti pola kebiasaan tidak sehat. Pola
kebiasaan tidak sehat merupakan urutan kebiasaan dari respons-respons tidak
sehat, yang dibuat sebagai usaha untuk bersukacita kembali dari perasaan
negatif. Respons-respons tidak sehat ini
merupakan bagian dari pola kebiasaan lama, dan bukan merupakan pola kebiasaan
baru (Efesus 4: 22-24). Lihat “Contoh –
Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat” yang ada dalam modul ini.
Pola kebiasaan
tidak sehat mungkin mencakup banyak langkah menurut urutannya, atau mungkin
mencakup beberapa langkah saja. Umumnya
pola kebiasaan tidak sehat dipicu oleh perasaan tidak menyenangkan yang muncul
dalam suatu situasi dimana tidak ada cara langsung untuk bersukacita kembali.
Beberapa tanda
yang menunjukkan adanya kemungkinan
Anda mempunyai pola kebiasaan tidak sehat adalah:
Bila ada pola
kebiasaan tidak sehat dalam hidup Anda:
Langkah-langkah
mengganti pola kebiasaan tidak sehat
dengan yang sehat mencakup:
Beberapa cara mempelajari pola kebiasaan sehat mencakup:
o
melihat
pola kebiasaan mereka sebagai contoh
o mengajukan pertanyaan untuk belajar lebih banyak tentang pola kebiasaan ini
o membicarakan kasus-kasus
o memainkan peran (“role-playing”: Anda dan orang lain memainkan peran seolah-olah suatu kasus dijadikan sandiwara) yang sesuai untuk menolong Anda belajar menerapkan pola kebiasaan sehat dalam situasi Anda
Contoh
Merasa malu,
merasa marah, meledak, merasa malu, …
Modul
10 – Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat
![]() |
1. Belajarlah berjalan dengan pola kebiasaan baru. Sering mempraktekkan pola kebiasaan baru akan
menolong menjadi kebiasaan. Menceritakan
kepada orang lain tentang pola kebiasaan baru menolong menguatkan pola
kebiasaan.
2. Bila takut adalah (salah satu dari) perasaan
negatif dalam pola kebiasaan lama, atau bila Anda bergumul dengan takut, lihat
“Lampiran 3: Hidup diluar Takut” dalam modul ini.
3. Bila keinginan tidak sehat untuk menguasai
adalah bagian dari pola kebiasaan lama, atau bila Anda mempunyai keinginan
tidak sehat untuk menguasai, lihat “Lampiran 2: Melepaskan Keinginan Tidak
Sehat untuk Menguasai” dalam modul ini.
4. Bila perfeksionisme merupakan masalah bagi
Anda, lihat “Lampiran 4: Mengatasi Perfeksionisme” dalam modul ini.
5. Mohonlah supaya Tuhan terus menunjukkan
kepada Anda:
Ketika Tuhan
menunjukkan hal ini, lakukan proses di atas sesuai keperluan. Juga lihat
modul-modul lain yang sesuai.
6. Mohonlah supaya Tuhan terus menolong menawan
perasaan tidak menyenangkan yang Anda alami.
Bila Anda belum tahu bagaimana kembali bersukacita dari perasaan tidak
menyenangkan ini, mohonlah supaya Tuhan menunjukkan cara bersukacita kembali
dari perasaan ini. Lihat “Modul 6:
Kesembuhan dari Luka Batin”.
7. Teruskan melakukan prinsip-prinsip yang ada
dalam modul lain sesuai keperluan. Lihat
“Lampiran 1: Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai” dalam “Modul 1: Ringkasan dan
Pengantar”.
Lampiran 1. Pola Putaran Angka Delapan [57]
Kadang-kadang dua
orang terperangkap dalam pola kebiasaan berputar (tidak sehat) secara terus
menerus.
Pola putaran ini
adalah suatu bentuk angka delapan yang berputar terus mencakup pikiran,
tindakan dan perasaan. Didalamnya, tiap
orang mengalami perasaan negatif
dalam interaksinya dengan orang lain. Mulai mengenali suatu pola putaran bisa
dimulai di mana saja dalam pola kebiasaan.
Pikiran (Suami) Pikiran (Isteri)
Perasaan (S) Perasaan (I)

![]()

Tindakan (I) Tindakan (S)
Bila Anda terlibat dalam suatu pola putaran (dimana tentu ada orang lain juga yang terlibat), maka:
- Bila Anda merasa ‘macet’, mulailah dengan mengenali apa yang Anda pikirkan dan lakukan sebelum mengenali perasaan Anda.
- Bila sudah mengenali apa yang Anda pikirkan dan lakukan, mulailah dengan mengenali perasaan Anda.
- Kenalilah pertama-tama perasaan dangkalnya (superficial); setelah itu perasaan yang ada didalamnya (underlying) yang merupakan bagian dari putaran ini.
· Cobalah ubah reaksi Anda sendiri dalam pola putaran ini. Beberapa pertanyaan yang dapat diprosess bersama Tuhan adalah:
- Bagaimana saya bisa berpikir secara berbeda [tentang pemicunya, orangnya]?
- Apa yang bisa saya pilih untuk melakukan dengan cara berbeda?
· Untuk keterangan lebih lengkap, lihat “Penggambaran Proses –Mengganti Pola Tidak Sehat” dalam modul ini.
1 Korintus 13).
Lampiran 2. Hidup
diluar Rasa Takut [58]
Dasar
Alkitabiah – Hidup diluar Rasa Takut
“Aku telah
mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan
aku dari segala kegentaranku.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan
tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia,
lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan
lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung
pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan,
tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik”
(Mazmur 34:5-11).
“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;
sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di
dalam kasih. Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” (1 Yohanes 4:18-19).
“Janganlah
hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal
keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala
akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang
benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,
semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,
pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:6-8).
Anda sebagai pengikut
Yesus telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang Tuhan yang ajaib (1
Petrus 2: 9). Karena Anda semakin hidup
dalam terang ini, Anda akan melihat semakin banyak kenyataan betapa Dia
mengasihi Anda. Karena Anda semakin
mengerti tentang kenyataan ini, dan hidup dalam kenyataan ini, Anda akan
semakin dibebaskan dari takut yang tidak sehat (1 Yohanes 4: 18,19).
Terang
melenyapkan kegelapan. Kasih melenyapkan
takut. Bila Anda hidup dalam kenyataan
terang karena kasih Tuhan, Anda akan hidup diluar takut.
Seperti pohon
raksasa, takut dapat mempunyai banyak akar.
Takut juga dapat mempunyai banyak dahan, seperti pola kebiasaan tidak
sehat, keinginan untuk menguasai dengan cara tidak sehat dan perfeksionisme.
Belajar hidup
diluar takut merupakan proses yang mencakup:
Rencana Tuhan Untuk Mengatasi Kekuatiran
1. Belajarlah menerapkan rencana Tuhan untuk mengatasi kekuatiran (Yesaya 30: 15; Filipi 4: 6-8). Mohonlah supaya Dia menolong Anda.
-
Untuk
kebaikanNya (sekarang dan dimasa lalu)
- Bahwa Dia yang menguasai keadaan
- Bahwa Dia mengasihi Anda
-
Bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan (Roma
2. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda mefokus
pada semua yang mulia, yang manis, yang disebut kebajikan dan yang patut dipuji
(Filipi 4: 8). Praktekkan ini.
Modul
10 – Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat –
Lampiran
2. Hidup diluar Rasa Takut
§
Doa pembukaan §
Pilihlah bahwa
Anda ingin hidup diluar takut. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda. §
Bila takut merupakan masalah
keturunan, lihat “Modul 2: Kebebasan dari Belenggu Keturunan”. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda menawan pikiran yang membuat Anda takut. Setiap
kali Anda merasa takut: §
Carilah kesembuhan untuk
luka-luka batin yang terkait. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka
Batin”. §
Lihat juga modul-modul lain yang sesuai
dengan isu-isu yang terlibat. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan respons-respons lain
terhadap hal-hal yang memicu takut.
Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan pandanganNya terhadap situasi serta caraNya menyelesaikan dilema (kebimbangan) yang ada. §
Bertumbuhlah dalam pengertian
bahwa Anda aman dalam Kristus. §
Bertumbuhlah dalam
pengertian (berdasarkan pengalaman) betapa
Tuhan mengasihi Anda (Efesus §
Mohonlah supaya Tuhan menyembunyikan Anda dalam naungan
SayapNya (Mazmur 17: 8). §
Pilihlah untuk menaruh harapan Anda didalam Tuhan. Mohonlah supaya Dia menolong Anda untuk mempercayai Dia sepenuhnya. Mohonlah supaya Dia menunjukkan segala hal dalam diri Anda yang
membuat sulit memilih atau melakukan hal-hal ini. Garaplah isu-isu ini. Lihat modul-modul yang sesuai. §
Bila takut adalah
bagian dari pola kebiasaan tidak
sehat, lakukanlah “Proses Langkah-demi-Langkah – Mengganti Pola
Kebiasaan Tidak Sehat” dalam modul ini. §
Belajarlah menerapkan rencana Tuhan untuk
mengatasi kekuatiran
(Yesaya 30: 15; Filipi 4: 6-8). Mohonlah supaya Dia menolong Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda mefokus pada
semua yang mulia, yang manis, yang disebut kebajikan dan yang patut dipuji
(Filipi 4: 8). Praktekkan ini. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda hidup dengan pujian dan ucapan syukur. Praktekkan
ini. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda bertumbuh dalam hubungan
akrab dengan Dia. Kembangkanlah
kebiasaan untuk memproses bersama Dia segala hal yang berarti. §
Carilah firman Tuhan yang mengatakan: §
Doa penutup §
Lihat “Modul 12: Hidup
dalam Terang”. §
Ingatlah bahwa belajar
hidup diluar takut merupakan suatu proses,
sehingga membutuhkan waktu.
Lampiran 3.
Menyerahkan Kontrol (Menguasai) Tidak Sehat [59]
Dasar
Alkitabiah – Menyerahkan Kontrol (Menguasai) Tidak Sehat
“Sebab
beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan
diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu."
Tetapi kamu enggan, kamu berkata: "Bukan, kami mau naik kuda dan lari
cepat," maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: "Kami mau
mengendarai kuda tangkas," maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi. Seribu orang akan lari melihat ancaman satu
orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan
seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas
bukit. Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu;
sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang
menanti-nantikan Dia!” (Yesaya 30:15-18).
Keterangan
Singkat - Menyerahkan Kontrol Tidak Sehat
Kontrol bisa
sehat [60] atau tidak sehat. Berusaha memaksa atau memanipulasi seseorang
adalah contoh dari kontrol tidak sehat.
Kontrol tidak sehat merupakan bagian dari pola kebiasaan manusia lama,
bukan manusia baru (Efesus 4: 22-24).
Kontrol tidak sehat merupakan ikatan.
Bila Anda tidak
tahu cara untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan, seperti
takut yang tidak sehat, malu, sakit hati, rasa bersalah, cemas atau marah, Anda
mungkin mencoba menghindari pengalaman perasaan
tidak menyenangkan dengan berusaha menguasai situasi atau orang lain. Bila strategi ini tidak berhasil, Anda
mungkin akan coba lebih menguasai situasi atau orang lain. Bila ini tidak berhasil, Anda mungkin menjadi
seorang perfeksionis. Bila ini pun tidak berhasil, Anda mungkin menjadi ketagihan
(addiction) akan sesuatu.
Kontrol tidak
sehat, perfeksionisme dan ketagihan semua terfokus pada pandangan yang tidak
benar tentang diri Anda dalam Kristus.
Fokus ini membuat Anda semakin sulit mendengar suara Tuhan dan semakin
sulit mengerti siapa Anda sesungguhnya dalam Kristus.
Kontrol tidak
sehat menyamar sebagai suatu kekuatan, padahal
sebenarnya menghalangi penyelesaian perasaan yang menyakitkan. Jalan keluarnya mencakup bertobat dan berdiam
diri; tenang dan percaya (Yesaya 30: 15).
Jalan keluarnya mengikuti jalan percaya (kepada Tuhan) dan berserah diri
(kepada Tuhan), dan bukan menguasai dan memilih jalan sendiri.
Bila Anda sukar mempercayai Tuhan dan berserah diri kepadaNya, mungkin Anda tidak belajar mempercayai orang ketika masih muda. Bila demikian, mengenali kebenaran ini merupakan langkah pertama yang baik. Langkah-langkah lain mencakup:
Hidup dengan ‘mempercayai’ dan ‘berserah diri’ kepada Tuhan, dan adanya sukacita yang memperlancar proses, menolong otak Anda untuk berfungsi lebih baik. Anda berpikir lebih terang dalam keadaan tidak tertekan. Ini menolong Anda menemukan penyelesaian masalah dengan lebih mudah. Dan karena Anda tidak sibuk mendengar suara Anda sendiri, maka Anda lebih mudah mendengar suara Tuhan. Ini adalah jalan menuju kepada kekuatan sejati.
Catatan: Bagaimana mengatasi ketagihan (addiction) tidak dibahas dalam
pelatihan dasar ini.
Modul 10 – Mengganti Pola
Kebiasaan Tidak Sehat –
Lampiran 3 – Menyerahkan
Kontrol (Menguasai) Tidak Sehat
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan apakah ada kontrol tidak sehat dalam diri Anda. §
Bila ada, mohonlah supaya Tuhan menunjukkan perasaan tidak sehat yang mana yang
membuat Anda ingin menguasai. §
Carilah kesembuhan untuk luka-luka
batin yang berkaitan dengan perasaan negatif ini. Lihat “Modul 6:
Kesembuhan dari Luka Batin”. §
Lakukanlah modul-modul lain,
sesuai keperluan, supaya bisa bersukacita
kembali dari perasaan ini. §
Lakukanlah proses langkah-demi-langkah yang ada di bagian utama dalam
Modul 10 untuk pola kebiasaan tidak
sehat yang terkait. §
Bertumbuhlah dalam pengertian siapa
diri Anda dalam Kristus. Mohonlah supaya Dia
menolong Anda. §
Bertumbuhlah dalam kemampuan
Anda untuk mempercayai Tuhan dan berserah diri kepadaNya. Mohonlah
supaya Dia menolong Anda. §
Pilihlah supaya Tuhan menguasai sepenuhnya
hidup Anda. Mohonlah supaya Dia menolong Anda
bertumbuh untuk hidup dikuasai Tuhan. §
Mohonlah supaya Tuhan mengingatkan bila Anda mencoba
menguasai seseorang atau suatu keadaan dengan cara tidak sehat. Mohonlah supaya Dia menolong Anda menjadi peka bila orang lain memberi
respons yang menandakan bahwa Anda menguasai dengan cara tidak sehat. §
Ceritakanlah apa yang
Tuhan telah lakukan dan masih melakukan didalam diri Anda kepada orang
yang Anda percayai. §
Doa penutup §
Follow-up
Lampiran 4. Mengatasi Perfecksionisme
Keterangan Singkat –
Mengatasi Perfeksionisme
Seorang
perfeksionis “menuntut dari dirinya dan orang lain hasil baik yang mutunya
sangat tinggi”. [61]
Hidup dengan cara ini cenderung terpusat pada hukum (Roma 8: 1-2) dan bukan
pada kasih (Efesus 1:5). Ini merupakan
“kuk perhambaan” (
Bila
Anda bergumul dengan perfeksionisme, maka Anda mungkin:
·
berpikir bahwa diri Anda, orang lain dan situasi-situasi seharusnya
sudah perfek (sempurna).
·
menyalahkan segala sesuatu yang Anda pikir tidak perfek
·
menuntut dari diri Anda atau
orang lain
·
bergumul dengan menghakimi orang lain
·
kurang sukacita
·
percaya bahwa bila Anda berbuat salah, maka akan terjadi sesuatu yang
tidak menyenangkan
·
tidak mampu mengakui atau menerima
o kekurangan Anda
o kesalahan Anda
o kelakuan Anda yang salah
Kebenarannya
adalah bahwa kita semua sedang dalam proses.
Bila kita didalam Kristus, kita disempurnakan, tetapi
belum sempurna. Tuhan bersukacita dalam
proses ini (Efesus 1: 4-5) dan Dia juga mendorong kita untuk bersukacita(Filipi
4: 4; 1 Tesalonika 5: 16; Efesus 5: 1).
Tidak mampu mendengar ketika Anda melakukan
sesuatu secara tidak perfek menghalangi proses untuk disempurnakan. Bila Anda tidak dapat melihat bahwa Anda
melakukan sesuatu dengan salah, tentu Anda tidak menggarap hal ini. Jadi perfeksionisme sebenarnya menghalangi untuk disempurnakan. Perfeksionisme sebenarnya menghalangi tujuan
yang seolah-olah ingin dicapainya.
Cara
mengatasi perfeksionisme mencakup:
·
mengenali bahwa perfeksionisme adalah bagian dari manusia lama, bukan
manusia baru (Efesus
·
mengenali bahwa perfeksionisme menjadi penghalang untuk disempurnakan
·
mengenali bahwa perfeksionisme adalah bagian dari keinginan tidak sehat
untuk menguasai
·
menggarap isu-isu yang
berkaitan dengan kontrol tidak sehat
·
menemukan perasaan-perasaan
yang memicu perfeksionisme
·
mencari kesembuhan untuk
luka-luka batin
·
mengampuni diri sendiri dan
orang lain
·
menerima ketidaksempurnaan diri sendiri dan orang lain
·
menemukan aman sejati didalam Kristus
·
bertumbuh untuk hidup dalam kebenaran
Dasar
Alkitabiah – Menemukan Rasa Aman Sejati
“Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan
sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang
mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa
yang percaya, tidak akan gelisah!” (Yesaya 28:16).
“Aku telah
mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan
aku dari segala kegentaranku.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan
tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia,
lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan
lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung
pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai
orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan
Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN,
tidak kekurangan sesuatupun yang baik” (Mazmur 34:5-11).
Keterangan
Singkat – Menemukan Rasa Aman Sejati
Di lubuk hati
kita rindu akan rasa aman sejati – supaya tahu bahwa kita benar-benar dikasihi,
diterima dan merasa aman. Bila Anda
tidak mengalami rasa aman yang cukup ketika masih kecil, maka mungkin sangat
sukar untuk mempercayai Tuhan sepenuhnya sekarang.
Bila Anda sukar
mempercayai sepenuhnya dalam Tuhan sebagai sumber rasa aman sejati, maka
mengenali fakta ini merupakan langkah awal yang baik. Mencari firman Tuhan tentang kesetiaanNya
bisa menolong. Tetapi mungkin juga ada
faktor lain yang terlibat. Anda mungkin
merasa tidak bisa mempercayai orang lain.
Atau Anda mungkin kecewa terhadap Tuhan ketika Dia tidak bertindak
sesuai dengan apa yang Anda pikirkan sebagai yang terbaik.
Anda mungkin juga
mencari Tuhan atau seseorang untuk memenuhi pengertian Anda tentang kasih,
penerimaan atau keselamatan.
Pengertian-pengertian ini mungkin tidak sama dengan pengertian
Tuhan. Tuhan menawarkan kasih,
penerimaan atau keselamatan sejati kepada mereka yang memilih
ini. Tuhan begitu mengasihi kita sehingga
Dia mengutus Puteranya untuk mati bagi kita.
Tuhan menerima semua yang memilih
untuk mengikuti Kristus. Dan Dia
menawarkan keselamatan kekal kepada semua yang percaya akan NamaNya. Dia tidak menawarkan untuk menerima mereka
yang memilih jalan sendiri, atau yang mengartikan kasih sebagai hal tanpa
disiplin, atau keselamatan sebagai hal dimana Anda berpikir tidak ada sesuatu
yang buruk yang pernah terjadi dalam hidup Anda.
Anda mungkin
mengejar keinginan yang tidak benar untuk mencari kepuasan. Mungkin Anda berpikir bahwa hal ini adalah
yang diinginkan, tetapi sebenarnya hal ini merupakan pengganti keinginan yang
lebih dalam dan berarti. Beberapa contoh
adalah: ingin mencari kekuasaan dan bukannya bersikap mempercayai dan berserah
diri; ingin melakukan perbuatan seksual dan bukannya mencari keintiman sejati;
atau ingin akan kekayaan duniawi dan bukan kekayaan surgawi. Mencari keinginan yang tidak benar dapat
merupakan strategi untuk menyelesaikan luka batin. Sebetulnya, strategi seperti ini menhalangi
proses menyelesaikan luka batin.
Strategi ini dapat berhasil untuk sementara, tetapi Tuhan menawarkan
jalan yang lebih baik.
Kabar baiknya
adalah bahwa jawaban untuk semua keinginan Anda yang benar ada dalam
Kristus. Ketika Anda bersukacita didalam
Dia, Dia akan memberikan kepada Anda, pada saatNya, semua keinginan Anda yang
benar. Hal ini mungkin sangat berbeda dari apa yang Anda pikirkan tentang
keinginan. Berbeda dengan mencari kuasa,
kesejahteraan atau keakraban duniawi, adalah realita surgawi: “Dan
supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah
yang terkandung dalam panggilan-Nya (keakraban, kasih, penerimaan
dan rasa aman sejati): betapa kayanya kemuliaan bagian yang
ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus (kesejahteraan sejati), dan
betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya (kuasa sejati)” (Efesus 1:18-19a).
Anda diajak untuk
bertumbuh dalam pengertian berdasarkan pengalaman Anda tentang siapa Tuhan dan
pengertian tentang seberapa banyak Dia mengasihi Anda. Semakin Anda mengerti, Anda akan bertumbuh
didalam kemampuan untuk mengasihi dan mempercayai Dia. Dan Anda akan mendapatkan rasa aman sejati
semakin banyak didalam Dia. Karena rasa
aman ini, Anda akan lebih mampu memberi perhatian kepada hal-hal diluar Anda
dan lebih mampu mengasihi orang lain.
Anda juga akan lebih mampu mendengar suara Tuhan serta menikmati warisan
Anda berupa sukacita dan kebebasan (1 Petrus 1:8; 2:16).
Langkah-lankah
yang bisa menolong Anda untuk menemukan rasa aman sejati didalam Kristus mencakup:
·
belajar
lebih banyak dari orang lain apa sebenarnya ‘hubungan atas dasar percaya’
·
menawan
pikiran-pikiran Anda, mendapatkan pandangan Tuhan untuk ini
·
belajar
berjalan dengan cara-cara baru
·
mempelajari
bagaimana sikap orang tua (atau orang lain) dan bagaimana sikap itu sama atau
berbeda dengan sikap Tuhan
· mengampuni orang tua Anda
· belajar bagaimana memberi respons kepada Tuhan yang penuh dengan kebaikan.
Penggambaran
Proses: Modul 11 –
Menemukan Rasa Aman Sejati
§
Doa pembukaan §
Putuskanlah apakah
Anda mau mempercayai Tuhan sebagai
dasar yang teguh. Bila demikian, mohonlah
supaya Dia menolong Anda bertumbuh dalam hal ini. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan dimana Anda pernah melihat contoh relasi aman, meskipun contoh tsb tidak sempurna. §
Bila Anda belum mengalami atau melihat
relasi yang agak aman, mohonlah
supaya Tuhan menolong menemukan
relasi yang demikian buat Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan keamanan dan perlindungan macam apa yang Dia
tawarkan, dan bagaimana keamanan dan perlindungan ini dibandingkan dengan relasi yang aman dan terlindung yang
pernah Anda lihat di sekeliling Anda. §
Pilihlah untuk mempercayai Tuhan (sesuai dengan kemampuan Anda sekarang). §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan segala sesuatu didalam
diri Anda yang membuat Anda sulit mempercayai Dia. §
Bila sulit bagi Anda
untuk mempercayai orang-orang yang berarti dimasa lalu, tanyalah Tuhan
apakah ada hal-hal tertentu didalam diri mereka, sehingga Anda anggap
karakter Tuhan mirip dengan mereka.
Bila demikian, mohonlah supaya Tuhan menolong Anda memisahkan pengertian Anda tentang
karakter mereka dari karakter Dia. §
Ketika Tuhan menolong
Anda melihat lebih banyak realita tentang karakterNya, pilihlah untuk mempercayaiNya dengan cara baru ini. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda berjalan di
jalan baru ini. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda bersukacita didalam Dia.
§
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda mempercayakan keinginan-keinginan Anda padaNya. §
Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan apakah Anda telah memilih mengikuti keinginan-keinginan yang palsu
(yang tidak benar). Bila demikian, maka: §
Mengakulah (lihat
juga “Modul 4: Mengakui dan Berpaling dari Dosa”). §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan keinginan-keinginan
Anda yang sesungguhnya yang tersembunyi dibawah keinginan palsu tadi. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong untuk memperoleh keinginan-keinginan
yang sebenarnya dan bukan keinginan palsu tadi. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan apa yang menyebabkan
Anda sulit mencari keinginan yang sesungguhnya. §
Untuk tiap hal yang
diungkapkanNya, tanyalah kepadaNya dimana
Anda merasakan perasaan ini untuk pertama
kali, atau mengira bahwa hal ini yang benar. Dapatkan
pandangan Tuhan untuk hal ini. §
Ketika Dia
mengungkapkan pandanganNya, pilihlah
apakah Anda mau §
Memilih mengikuti jalanNya §
MempercayaiNya dengan keinginan Anda yang sesungguhnya dalam
pergumulan ini §
Teruskan melakukan proses ini
sesuai keperluan. §
Carilah ayat-ayat dalam firman Tuhan yang
berkaitan dengan kebenaran yang ditunjukkan
Tuhan. §
Mohonlah supaya Tuhan meneruskan menunjukkan segala sesuatu yang menghalangi Anda mempercayai Dia
sepenuhnya. Juga mohonlah
supaya Dia meneruskan mengungkapkan semua keinginan palsu yang masih Anda cari. Teruskan menawan pikiran dan perasaan Anda. Ingatlah Anda sedang dalam proses. Teruskan! §
Doa penutup §
Ceritakan kepada
seseorang apa yang telah dan sedang Tuhan lakukan didalam diri Anda,
termasuk hal yang masih menjadi pergumulan Anda. §
Follow-up: lihat
Modul 11.
Modul 11: Follow-up – Menemukan Rasa Aman Sejati
1. Lakukanlah modul-modul lain sesuai dengan kebutuhan Anda.
2. Ingatlah apa yang Tuhan telah lakukan untuk Anda dimasa lalu. Bersyukurlah kepadaNya. Ceritakan kepada orang lain tentang kebaikanNya kepada Anda.
3. Carilah ayat-ayat firman Tuhan yang
memperlihatkan karakter Tuhan. Renungkan
ayat-ayat ini.
4. Sediakan waktu untuk memuji dan menyembah
Dia.
5. Ceritakan kepada orang lain betapa ajaib
Tuhan.
6. Teruskan bertumbuh didalam Kristus. Belajarlah lebih banyak mengenai apa artinya
mengikuti Tuhan dan berjalan di jalanNya.
7. Carilah pengikut Yesus yang dapat diajak
berbicara tentang Dia.
8. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda “menawan
pikiran” dan memperoleh pandanganNya mengenai segala hal.
9. Bicaralah dengan Tuhan mengenai segala hal
yang berarti dalam hidup Anda.
10. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun
juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati
dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:6-7).
Bila Anda
merasa cemas, ikutilah prinsip-prinsip dalam Filipi 4:6-7. Berdoalah sambil mengucap syukur. Mintalah kepada Tuhan apa yang Anda perlukan. Bila Anda masih merasa cemas, tanyalah
kepadaNya apa sebabnya. Keterangan yang
lebih lengkap tentang prinsip-prinsip ini ada di “Rencana Tuhan untuk Mengatasi
Kekuatiran” di “Lampiran 2: Hidup Diluar Ketakutan” yang ada di “Modul 10:
Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat”.
Lihat juga “Modul 5: Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri”, “Modul
6: Kesembuhan dari Luka Batin” dan “Modul 10: Mengganti Pola Kebiasaan Tidak
Sehat”.
11. “Jadi
akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil,
semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang
disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang
telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat
padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu”
(Filipi 4:8-9).
Pikirkan
hal-hal baik. Praktekkan hal-hal yang Anda pelajari tentang Tuhan dan
jalanNya. Mohonlah supaya Dia menolong
Anda.
12. Teruskan melakukan modul-modul lain sesuai
situasi Anda. Lihat “Pedoman Memilih
Modul untuk Dipakai” yang ada di “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar”.
Hidup dalam Terang
Dasar
Alkitabiah – Hidup dalam Terang
“Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan
memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita
memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa” (Kolose
1:13-14).
“Tetapi
kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat
kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang
besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar
dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat
Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak
dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan” (1
Petrus 2: 9-10).
Keterangan
Singkat – Hidup dalam Terang
Bila Anda pengikut
Yesus, Anda memiliki realita yang mulia. Sebagian dari realita ini adalah karena:
Ketika Anda
keluar dari kegelapan masuk kedalam terangNya yang ajaib, Anda menanggalkan
manusia lama (yang merupakan bagian dari kegelapan) dan menjadi manusia baru
(yang merupakan bagian dari terang) (Efesus 4: 22-24). Ini adalah bagian dari pengertian datanglah
kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga (Matius 6: 9b-10).
Ini memberikan
pengaruh yang mulia pada hubungan Anda dengan Tuhan dan orang lain. Ketika di bumi, Yesus berdoa supaya “Aku didalam mereka dan Engkau didalam Aku
supaya mereka sempurna menjadi satu (Yohanes 17: 23). Dan Dia mengajarkan bahwa perintah
terbesar adalah “Kasihilah Tuhan,
Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap
akal budimu” dan “Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22: 37-39).
Tuhan menginginkan hubungan akrab dengan Anda. Dia selalu bersama Anda. Dia ingin menjadi teman Anda seumur hidup:
Menjadi rekan sekerja Tuhan dan semakin hidup dalam terang melancarkan:
Modul 12 – Hidup dalam
Terang
§
Doa
pembukaan §
Putuskan bahwa
Anda ingin hidup dalam terang. Katakan
hal ini kepada Tuhan. §
Mohonlah supaya
Tuhan menolong Anda semakin hidup
dalam terangNya. §
Mohonlah supaya
Tuhan menunjukkan lebih banyak tentang kebenaranNya. §
Mohonlah supaya
Tuhan menunjukkan segala jalan Anda
yang menyimpang dari terangNya.
Untuk setiap masalah ini, terapkan langkah 4
dalam Modul 12. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong menawan pikiran-pikiran Anda.
Bila Anda terpaku pada
perasaan negatif, seperti takut yang tidak sehat, mohonlah supaya Dia
menunjukkan: §
Mengapa Anda merasakan seperti ini
§
Apakah Anda perlu merasakan
seperti ini §
Bila tidak, perasaan
lain apakah yang mungkin dapat Anda rasakan §
Carilah firman Tuhan yang berhubungan
dengan hal-hal yang ditunjukkanNya.
§
Mohonlah supaya
Tuhan menolong Anda untuk selalu
bertumbuh dalam hubungan akrab dengan Dia §
Mohonlah supaya
Tuhan menolong Anda agar bertumbuh
terus dalam §
Pilihlah untuk
memberikan kepada Tuhan tempat
pertama dalam hidup Anda.
Pilihlah untuk mengasihi Dia
(sebagai respons terhadap kasihNya yang besar untuk Anda) dengan segenap
hati, jiwa, pikiran dan kekuatan (Ulangan 6: 5; Matius §
Pilihlah untuk mengasihi orang lain seperti Anda
mengasihi diri sendiri.
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda. Mohonlah
supaya Tuhan menolong Anda melihat
orang lain dengan mataNya. §
Putuskan bahwa
Anda ingin hidup sebagai “terang dunia” (Matius 5:
14). Katakan hal ini kepada
Tuhan. Mohonlah supaya Dia menolong
Anda hidup dengan cara ini setiap hari dan menunjukkan apa artinya ini. §
Tanyalah kepada
Tuhan bagaimana Dia ingin Anda memberitahukan
tentang Dia kepada bangsa-bangsa. §
Mohonlah kepada
Tuhan supaya “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu
di bumi seperti di sorga” (Matius
6: 10). §
Pilihlah untuk
menjadi rekan sekerja Yesus
seumur hidup §
Bersukacitalah! Ingatlah bahwa Anda sedang dalam proses dan bahwa proses ini baik karena Tuhan yang melakukan proses
ini. Nikmatilah proses ini. Berikanlah
kemuliaan kepada Tuhan. §
Bila
Anda mengalami kesulitan untuk memilih atau mengikuti langkah-langkah di
atas, maka: §
Doa
penutup §
Follow-up:
lihat Modul 12.
Follow-up – Hidup dalam
Terang
1. Terapkanlah secara konsisten prinsip-prinsip dari “Langkah-demi-Langkah – Hidup dalam Terang” dalam modul ini. Ikutilah dengan tindakan.
2. Lihat “Lampiran 1: Tidak Lagi Dikenakan Kuk Perhambaan – Diberdayakan oleh Kasih Tuhan”
“Lampiran 2: Dalam Kristus Kita …”
“Lampiran 3: “Ayat-ayat Mengenai Hubungan Satu Dengan Lainnya” dan
“Lampiran 4: “Kebenaran yang Diterapkan Setiap Hari”
Mohonlah supaya
Tuhan menolong Anda melakukan kebenaran-kebenaran ini.
3. Mohonlah supaya Tuhan terus menerus memenuhi Anda dengan terangNya dan kebenaranNya.
4. Mohonlah supaya Tuhan terus menerus menunjukkan cara-cara Anda yang tidak sesuai dengan kebenaranNya.
Garaplah masalah-masalah ini (seperti dibicarakan dalam langkah 4 di
bagian “Proses Langkah demi Langkah – Hidup dalam Terang” dalam modul ini).
5. Pelajarilah lebih banyak tentang kebenaran Tuhan. Ini mencakup:
6. Berusaha mengerti
dan menerapkan lebih banyak kebenaran
Tuhan untuk isu-isu yang sedang digarap.
7. Teruskan melakukan modul-modul lain yang
sesuai dengan situasi Anda. Lihat
“Lampiran 1: Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai” dalam “Modul 1: Ringkasan dan
Pengantar”.
Lampiran 1. Tidak Lagi Dikenakan Kuk Perhambaan –
Diberdayakan oleh Kasih Tuhan
Dasar
Alkitabiah - Tidak Lagi Dikenakan Kuk Perhambaan
“Supaya kita sungguh-sungguh
merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan
mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Galatia 5:1).
“Sebab itu hendaklah setiap
orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada
waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah
persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau
mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak” (Mazmur 32:6-7).
“Dan meminta kepada Allah
Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan
kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk
mengenal Dia dengan benar. Dan
supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa
kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa
hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,
yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang
mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari
segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama
yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang
akan dating” (Efesus 1:17-21).
Keterangan
Singkat – Tidak Lagi Dikenakan Kuk Perhambaan
Sebagai pengikut Yesus,
maka:
·
Anda
telah
o Dibebaskan dari kuasa kegelapan. “Ia
telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam
Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita,
yaitu pengampunan dosa” (Kolose
o Dibebaskan oleh darah domba.
o Didamaikan dengan Tuhan.
·
Warisan
Anda mencakup
o Bersukacita selalu (Filipi 4:4).
o Gigih dalam
penderitaan (Kisah Rasul-rasul 14:22; Roma 12:12).
o Mengatasi yang
jahat –oleh “darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena
mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut” (Wahyu 12:11).
o Kebebasan dari
belenggu – keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang (1 Petrus 2:9)
·
Anda
penerima kasih yang melampaui segala pengetauan (Efesus
·
Anda mempunyai tempat persembunyian. Anda dilindungi (Mazmur 32:6-7).
·
Anda tidak lagi hidup tanpa kuasa. Kuasa Tuhan bekerja di dalam diri Anda (Efesus
·
Anda
tidak perlu lagi merasa tanpa pengharapan (Efesus
·
Anda tidak lagi dikenakan kuk perhambaan. Anda telah dibebaskan (
Tuhan mengasihi Anda, telah menyelamatkan Anda dan ingin memberdayakan Anda. Anda tidak perlu lagi hidup dalam belenggu. Tuhan ingin melatih Anda untuk menghadapi
peperangan rohani dan memberikan kemenangan kepada Anda.
Modul
12 - Hidup dalam Terang – Lampiran 1.
Tidak Lagi Dikenakan Kuk Perhambaan – Diberdayakan oleh Kasih Tuhan
§
Doa
pembukaan §
Mohonlah supaya
Tuhan menolong Anda mengerti bahwa
Anda tidak lagi perlu dikenakan kuk
perhambaan. Bila hal ini sulit untuk dimengerti, tanyalah
kepada Tuhan mengapa. Carilah kesembuhan untuk luka
batin yang terkait. Lihat modul yang sesuai dengan situasi
Anda. Lakukanlah
langkah-langkah follow-up yang
diberikan Tuhan. §
Mohonlah supaya Tuhan: §
Menjadi tempat
persembunyian Anda dan melindungi Anda dari kesusahan (Mazmur 32:6-7; 91:1-2). §
Mengelilingi Anda dengan lagu-lagu pelepasan (Mazmur 32:7). §
Bila Anda merasa diserang, maka terapkanlah strategi yang ada dalam Mazmur 18.
Juga: §
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan hal-hal yang ada didalam diri Anda
yang mungkin merupakan bagian dari mengapa Anda merasa diserang.
Lakukanlah modul-modul yang sesuai. §
Mencari penyelesaian Tuhan untuk masalah yang
dihadapi. §
Bila Anda merasa takut atau mempunyai perasaan
negatif lain, tanyalah kepada Tuhan mengapa.
Carilah kesembuhan untuk
luka batin yang terkait. Lihat
“Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”.
Lihat juga modul lain
yang sesuai dengan situasi Anda. Lakukanlah tindakan-tindakan yang diberikan
Tuhan. §
Mintalah strategi
Tuhan untuk situasi Anda. Carilah ayat-ayat yang berhubungan dengan ini. §
Bila
orang lain menjadi isu, Anda mungkin perlu memberi batas yang wajar.
§
Bila Anda merasa
ditakut-takuti oleh si jahat, maka:
§
Bertumbuhlah dalam pengertian siapa diri Anda
didalam Kristus. §
Bertumbuhlah
dalam pengertian bahwa otoritas Anda ada didalam Kristus.
§
Memohon
kepada Tuhan untuk menunjukkan apakah ada benteng dalam diri Anda yang belum digarap. Kalau
ada, garaplah. §
Tanyalah
kepada Tuhan apakah ada sesuatu didalam diri Anda yang memberi
kesempatan kepada iblis (Efesus §
Bersukacitalah! Warisan Anda adalah mengalami sukacita
yang mulia (1 Petrus 1:8-9). §
Doa
penutup. §
Follow-up:
lihat Lampiran 1 dalam Modul 12.
Follow-up
– Tidak Lagi Dikenakan Kuk Perhambaan
1. Bernyanyilah untuk Tuhan.
2. Teruskan untuk bertumbuh dalam pengertian
siapa diri Anda didalam Kristus. Lihat
“Lampiran 2: Dalam Kristus Kita…” dalam modul ini, dan langkah 5 didalam
“Proses Langkah-demi-Langkah – Tidak lagi Dikenakan Kuk Perhambaan”, dalam
bagian ini.
3. Teruskan bertumbuh dalam
pengertian bahwa otoritas Anda ada didalam Kristus. Carilah firman Tuhan yang sesuai.
Misalnya, Efesus 1: 2-8
mengatakan bahwa pengikut Yesus:
·
diberkati dengan segala berkat rohani dari Kristus
·
dipilih untuk berada didalam Dia sebelum dunia
dijadikan
·
kudus dan dan tak bercacat dihadapanNya
·
dikasihi
·
ditentukan
untuk menjadi anak-anakNya sesuai dengan kerelaan kehendakNya
·
ditebus
oleh darahNya
·
diampuni
pelanggaran-pelanggarannya
Dan bahwa mereka
mempunyai:
·
kasih
karunia yang dilimpahkanNya
·
kasih
karuniaNya diberikan secara berlimpah atas mereka.
4. Pakailah prinsip-prinsip Mazmur
18 untuk menjadi rekan sekerja Tuhan dalam peperangan rohani, dalam
situasi-situasi dimana Anda tidak terlibat langsung:
·
Belajarlah cara melakukan peperangan rohani.
·
Berperang bersama Tuhan dan Anda diberdayakan
olehNya.
·
Memperoleh
kemenangan penuh.
·
Memberikan kepada Tuhan segala kemuliaan.
·
Pujilah Dia, percayalah kepadaNya dan sembahlah Dia
selama proses berlangsung.
5. Terapkanlah prinsip-prinsip peperangan rohani
yang ada di Alkitab.
Misalnya,
dalam 2 Tawarikh 20: 3-22, prinsip-prinsip berikut ini dapat ditemukan:[62]
·
Mencari Tuhan (ayat 3, 4).
·
Mengaku keberadaan Tuhan (ayat 6).
o Percaya
sepenuhnya akan sifatNya.
o Percaya
sepenuhnya akan kedaulatanNya atas bangsa-bangsa dan bagaimana kedaulatan itu
relevan dengan situasi yang sedang Anda doakan.
o Percaya
sepenuhnya akan perbuatanNya dimasa lalu dan relevansinya dengan situasinya
(tanyalah kepada diri Anda “Bagaimana Dia telah melakukan perbuatan dimasa lalu
seperti yang sekarang saya ingin melihat Dia melakukan di sini?”).
·
Undanglah Tuhan
untuk bertindak dengan kuasaNya. Akuilah
kelemahan Anda. Pandanglah Dia untuk
memperoleh jawaban yang tepat dan mulia (ayat 12, 13).
·
Responslah
kepada Tuhan dengan segenap diri Anda (ayat 18,19).
·
Mohonlah akan
kuasa Tuhan melalui puji-pujian (ayat 21,22).
Hal ini:
o Membawa
kita lebih dekat dengan realita surgawi.
o Menjadikan
realita surgawi suatu pengalaman nyata dan suatu kenyataan di bumi, sehubungan
dengan situasi kita.
Penerapan
puji-pujian untuk peperangan:
·
Tanyalah kepada
Tuhan: “Di mana Tuhan ingin kita berperang pada
hari ini? Ke mana doa syafaat kita difokuskan?”
·
Fokuskan pikiran Anda kepada Tuhan dan agar
kemuliaanNya dicurahkan.
·
Sembahlah Dia. Diantara lagu-lagu pujian berdoalah,
dengarlah suara Tuhan atau katakan apa yang Anda pikirkan akan dinyatakan
Tuhan.
6. Banyak dari firman Tuhan dapat
dipakai untuk mendoakan diri Anda, orang lain dan bermacam situasi. Misalnya:
·
Mazmur
dapat membantu mencurahkan isi hati Anda kepada Tuhan.
·
Banyak
ayat dapat dipakai untuk mendoakan diri sendiri dan orang lain. Misalnya, Mazmur, Efesus 1:3-12; 3:14-20,
Filipi 1:9-11, and Kolose 1:9-12.
7. Ceritakan kepada orang lain hal-hal istimewa
yang dilakukan Tuhan.[63] Berikan kepadaNya segala kemuliaan!
8. Kembangkanlah batas-batas sehat (bila
diperlukan).
·
Bila memungkinkan, carilah batas-batas sehat sebelum
Anda melibatkan diri dalam suatu situasi.
Mengawali dengan batas-batas sehat lebih mudah daripada mencari
batas-batas tersebut kemudian. Lebih
mudah untuk melonggarkan batas-batas daripada mengencangkan batas-batas
itu.
Untuk mengembangkan batas-batas sehat:
·
Carilah
batas-batas yang bagaimana yang sesuai untuk kondisi Anda.
o Carilah firmanNya untuk prinsip-prinsip yang
relevan (Anda bisa minta bantuan orang lain).
o Tanyalah kepada pengikut Yesus yang sudah
dewasa rohani yang mengerti kondisi Anda.
o Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda
mengetahui batas-batas sehat untuk situasi Anda. Ingatlah untuk melihat seluruh situasinya.
o Serahkanlah hasil interaksi Anda (yang
disebutkan di atas) kepada Tuhan dan ujilah batas-batas itu dengan firmanNya.
·
Pakailah
batas-batas sehat yang telah diberikan Tuhan kepada Anda.
o Mohonlah supaya
Tuhan menolong Anda.
o Bila ada hal-hal
di dalam diri Anda yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas sehat ini,
garaplah isu ini.
o Bila ada orang
lain yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas, carilah hikmat bagaimana
bisa melanjutkan. Carilah hikmat
dengan:
§
Bertanya
kepada Tuhan
§
Bertanya
kepada Tuhan bagaimana menerapkan hikmat yang diberikanNya
§
Bertanya
kepada pengikut Yesus yang sudah dewasa rohani untuk nasihat
§
Menguji
nasihat mereka apakah sesuai dengan firman Tuhan.
o Bagikan
pengalaman Anda dengan orang lain.
Ceritakan keadaan Anda kepadanya.
Mintalah supaya orang itu menanyakan keadaan Anda.
Contoh-contoh dari
hal-hal yang memerlukan batas-batas sehat:
·
Keseimbangan
antara kerja dan istirahat
Lampiran 2.
Dalam Kristus Kita …
|
Ada kuasa Tuhan yang bekerja di dalam kita |
Efesus 3:20 |
|
Adalah anak-anak
janji |
|
|
Adalah anak-anak
Tuhan |
Yohanes 1:12 |
|
Adalah bait Allah |
1 Korintus 3:16 |
|
Adalah bait Roh
Kudus |
1Korintus |
|
Adalah bangsa yang
kudus |
1 Petrus 2:9 |
|
Adalah bangsa yang
terpilih |
1 Petrus 2:9 |
|
Adalah buatan Allah |
Efesus 2:10 |
|
Adalah ciptaan baru |
2 Korintus 5:17 |
|
Adalah garam dunia |
Matius 5:13 |
|
Adalah hamba Allah |
1 Petrus 2:16 |
|
Adalah imamat yang
rajani |
1 Petrus 2:9 |
|
Adalah kudus |
Ibrani 3:1 |
|
Adalah
pelayan-pelayan pendamaian |
2 Korintus 5:18 |
|
Adalah sahabat Tuhan
|
Yohanes 15:15 |
|
Adalah terang dunia |
Matius 5:14 |
|
Adalah umat kepunyaan Tuhan sendiri |
1 Petrus 2:9 |
|
Adalah warga surga |
Filipi 3:20 |
|
Berani dan penuh
kepercayaan untuk mendekati Tuhan |
Efesus 3:12 |
|
Dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih
karunia |
Ibrani 4: 16 |
|
Diampuni |
Efesus 1:7, Kolose
1:14 |
|
Dibaharui dari hari ke hari |
2 Korintus 4:16 |
|
Dibangkitkan bersama
dengan Kristus |
Kolose 3:1 |
|
Dibenarkan karena
iman |
Roma 5:1 |
|
Diberikan kemenangan oleh Yesus Kristus |
1 Korintus 15:57 |
|
Diberikan tempat bersama-sama dengan Kristus di
surga |
Efesus 2:6 |
|
Dikasihi Tuhan |
Roma 1:7 |
|
Dilahirkan kembali |
1 Petrus 1:23 |
|
Dilepaskan dari
kuasa kegelapan |
Kolose 1:13 |
|
Dilimpahkan kekayaan
kasih karuniaNya |
Efesus 1:7-8 |
|
Dilindungi Allah dan
si jahat tidak dapat menjamah kita |
1 Yohanes 5:18 |
|
Dimerdekakan dalam
Kristus dari hukum dosa dan hukum maut |
Roma 8:2 |
|
Dimerdekakan oleh
Kristus |
|
|
Dipanggil dan
dijadikan orang-orang kudus |
Roma 1:7 |
|
Dipanggil menjadi
milik Kristus |
Roma 1:6 |
|
Dipilih di dalam Dia
|
Efesus 1:4,11 |
|
Diselamatkan karena
kasih karunia |
Efesus 2:8 |
|
Ditebus |
Kolose 1:14 |
|
Diterima |
Roma 15:7 |
|
Diubah menjadi serupa dengan gambarNya |
2 Korintus 3:18 |
|
Hidup dalam damai
sejahtera dengan Tuhan |
Roma 5:1 |
|
Mampu untuk berdiri
teguh di dalam Kristus |
2 Korintus 1:21 |
|
Mampu untuk menanggung segala perkara di dalam
Kristus |
|
|
yang memberi kekuatan kepada kita |
Filipi 4:13 |
|
Masing-masing adalah anggota tubuh Kristus |
1 Korintus 12:27 |
|
Mengambil bagian dalam kodrat ilahi |
2 Petrus 1:4 |
|
Menjadi anak-anakNya |
Efesus 1:5 |
|
Menjadi perabot
rumah untuk maksud yang mulia |
2 Timotius 2:21 |
|
Semua adalah satu di
dalam Kristus Yesus |
|
|
Tak bercacat |
1 Korintus 1:8 |
|
Telah dibaptis dalam kematian Kristus supaya
kita hidup |
|
|
dalam
hidup yang baru |
Roma 6:3-4 |
|
Telah mati bagi
dosa, tetapi hidup bagi Tuhan dalam Kristus Yesus |
Roma 6:11 |
|
Telah mengenakan
Kristus |
|
“Bersukacitalah senantiasa dalam
Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4:4).
Lampiran 3. Ayat-ayat Mengenai Hubungan Satu Dengan Lainnya
“Karena
itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya,
kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan
kesabaran. Sabarlah kamu seorang
terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang
menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu,
kamu perbuat jugalah demikian. Dan di
atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan
menyempurnakan” (Kolose
Roma
12:10—Saling mengasihi dan saling mendahului dalam memberi hormat
Roma 12:16—Sehati
sepikir dalam hidup bersama
Roma
13:8-10—Saling mengasihi
Roma
14:13—Janganlah kita saling menghakimi
Roma 15:1—Yang
kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat
Roma
15:7—Terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima
kita
2 Korintus
1:11---Saling mendoakan
2 Korintus
7:5-7—Saling menghibur dan saling memperlihatkan keprihatinan dengan cara-cara
praktis
Galatia
6:2—Bertolong-tolonglah menanggung beban. Demikianlah kamu memenuhi hukum
Kristus
Efesus
4:2—Tunjukkanlah kasih dalam hal saling membantu
Efesus 4:15,
25—Berkatalah benar seorang kepada yang lain
Efesus
4:29—Pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka
yang mendengarnya, beroleh kasih karunia
Efesus
4:32—Hendaklah ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling
mengampuni
Efesus
5:21—Rendahkanlah seorang kepada yang lain didalam takut akan Kristus
Kolose
3:16—Mengajar dan menegur seorang akan yang lain
1 Tesalonika
4:18—Hiburkanlah seorang akan yang lain
Yakobus
1:19—Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar
Yakobus
5:16—Saling mengaku dosa dan saling mendoakan
Lampiran
4. Kebenaran untuk Hidup Sehari-hari
Ayat-ayat di bawah ini
hanya merupakan contoh kecil. Alkitab sarat dengan jawaban-jawaban untuk semua
jenis pertanyaan mengenai hidup sehari-hari.
Bila Anda mempunyai masalah, katakanlah hal itu kepada Tuhan. Mohonlah supaya Dia memberikan pandanganNya
kepada Anda. Bila terpaku, tanyalah
kepada Tuhan mengapa. Lakukanlah
modul-modul yang sesuai dengan situasi Anda.
Ikutilah dengan tindakan-tindakan yang dinyatakan Tuhan. Carilah prinsip-prinsip alkitabiah yang
berkaitan dan terapkanlah didalam hidup Anda.
“Hidup di dalam terang sama
seperti Dia ada di dalam terang” (1 Yohanes 1:7).
|
Keluar dari
Kegelapan – Perasaan |
Masuk Kedalam TerangNya
yang Ajaib |
Amarah
|
“Setiap
orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan
juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di
hadapan Allah” (Yakobus 1:19b-20). “Janganlah matahari terbenam, sebelum padam
amarahmu” (Efesus 4:15b, 25-27) “Tetapi
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus
dihukum” (Matius 5:22a). |
|
Bersedih
& Kehilangan |
“Berbahagialah
orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur” (Matius 5:4). “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang
ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya” (Yesaya 53:4a). “Terpujilah
Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah
sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami,
sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam
penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah”
(2Korintus 1:3-4). |
|
Frustrasi
|
“Dengan bertobat
dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya
terletak kekuatanmu" (Yesaya 30:15b). “Kita tahu
sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil
sesuai dengan rencana Allah” (Roma |
|
Keangkuhan |
“dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau
puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang
seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri”
(Filipi 2:3). “Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah
atas kelemahanku” (2 Korintus |
Diterjemahkan dari “Out of
Darkness into Light Wholeness Prayer Basic Modules”
©2007, 2005, 2004 Freedom for
the Captives Ministries.
Boleh
difotokopi untuk pemakaian pribadi. Tidak
untuk diperdagangkan.
|
Fungsi |
Definisi dan Keterangan
tentang Peran |
Karunia dan Sifat yang
Diperlukan |
|
Yang Didoakan |
Orang yang menerima pelayanan doa: Orang ini sedang diberdayakan untuk mendengarkan
kebenaran Alkitab langsung dari Tuhan ditempat yang dibutuhkan. |
Kesadaran adanya kebutuhan. Keinginan untuk berubah Kesediaan untuk didoakan dengan cara yang dijelaskan dalam Dari Gelap
Ke Dalam Terang. |
|
Pendoa |
Orang yang melancarkan waktu doa: Orang ini bekerjasama dengan Tuhan untuk menolong
orang yang didoakan agar ybs. mendengar langsung dari Tuhan pada titik
kebutuhan. (Ini sangat berbeda dengan mendoakan orang). |
Kemampuan untuk melancarkan
proses. …. (Ini termasuk pengetahuan praktis dari proses.) Ketrampilan mendengarkan
dengan baik. Iman, pengharapan, kasih
dan kearifan yang cukup. Kemampuan untuk menyampaikan penegasan yang tulus. Pengetahuan dasar tentang kebenaran Alkitab. Kemampuan untuk membedakan sesuatu yang benar daripada sesuatu yang
palsu. |
|
Orang yang Bernubuat |
Orang ini bisa menerima gambaran-gambaran (atau informasi lain) dari
Tuhan yang menyatakan hal kebutuhan (atau informasi lain). |
Kemampuan untuk berdiam kecuali pendapat diminta olen pendoa.
(Orang ini didorong untuk berkomunikasi dengan pendoa melalui catatan
tertulis, atau berbisik bila keadaan sesuai).
Catatan: makin sulit isu, makin diperlukan orang lain agar proses tetap
berjalan. |
|
Pengetahuan tentang Kebenaran
Alkitab |
Orang ini bisa menerima
Firman dari Tuhan yang menyatakan atau berbicara tentang yang dibutuhkan.
Mereka bisa dipakai Tuhan untu mengajarkan kebenaran Alkitab tentang yang
dibutuhkan. |
Sama dengan Orang yang Bernubuat |
|
Membeda-bedakan Roh |
Orang ini bisa menerima informasi dari Tuhan tentang dinamika roh yang
terlibat. |
Sama dengan Orang yang Bernubuat |
|
Pendukung Pendoa |
Orang ini bisa atau tidak perlu hadir.
Mereka dapat berdoa pada saat yang tepat dengan pelayanan dan/ atau di
saat lain. |
Sama dengan Orang yang Bernubuat |
Tujuan dari pelayan ini: Memberdayakan pengikut
Yesus “biasa” untuk bekerjasama dengan Tuhan yang luar biasa agar melihat orang
yang terbelenggu secara rohani dan emosional dibebaskan.
Karunia tambahan dan sifat yang dibutuhkan untuk semua yang terlibat
kecuali orang yang didoakan:
·
Berjanji dan mampu untuk merahasiakan (tidak menceritakan
kepada orang lain).
·
Kedewasaan rohani
yang cukup.
·
Kemurnian moral.
Kekudusan.
·
Sangat merasa kasihan tanpa terikat. Kemampuan
untuk memperhatikan orang tapi tidak menanggung beban orang itu. Biarkan Tuhan menanggung beban.
·
Hormat kepada
orang yang didoakan – mereka berharga dihadapan Tuhan dan bukan suatu proyek
atau sesuatu hal yang perlu “dibenahi”.
·
Kesabaran
membiarkan Roh Kudus membimbing proses.
·
Kemampuan untuk merespon dengan anggun dan kasih – bukan
penghakiman.
·
Pengetahuan
praktis tentang otoritas Anda (dalam Kristus) atas si jahat.
·
Kerendahan hati.
Memberikan segala kemuliaan kepada Tuhan.
Semakin sulit isu yang didoakan, semakin perlu:
·
Sebelum waktu
doa:
§
Doa pribadi
§
Doa dan puasa
§
Doa kelompok
·
Selama waktu
doa :
§
Tim bertemu tanpa
kehadiran orang yang didoakan.
(Seseorang dapat menemani orang yang didoakan. Atau secara bergilir
menemani orang yang didoakan, sesuai kebutuhan).
·
Setelah waktu
doa:
§
Doa kelompok dan
tanya jawab.
§
“Mandi” secara rohani. (Memohon supaya Tuhan menghilangkan dari
semua anggota tim akibat potensial dari interaksi tadi (misalnya roh-roh jahat
yang ingin mengganggu).
§
Doa pribadi.
§
Doa untuk segala
isu yang terpicu didalam diri anggota-anggota dari tim doa.
·
Follow-up:
§
Melanjutkan doa
untuk segala isu yang terpicu didalam diri
anggota-anggota dari tim doa.
§
Memeriksa kemajuan orang yang didoakan.
§
Melanjutkan doa untuk orang yang didoakan sesuai dengan
pimpinan Tuhan.
§
Mendorong orang yang didoakan untuk membagikan ceritanya
bila memungkinkan.
·
Secara umum:
§
Komunitas yang
sehat.
[1] Misalnya, perasaan tertindas atau ketidakmampuan membaca Alkitab.
[2] Beberapa bagian disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 202.
[3] Disesuaikan (dengan izin) dari “A Theory and Process for
Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 31-33
[4] ibid, halaman 139-140
[5] ibid, halaman 33-34. Mungkin ada hal-hal lain yang tidak ada dalam daftar ini, tapi penting untuk digarap.
[6] Bahan ini disesuaikan dari bahan Neil Anderson dan
Living Waters.
* huruf
miring artinya diambil dari Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 1990, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka
[7] Disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 35-37.
[8] Disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 141-142.
[9] Breaking the Bonds of Our Past oleh Douglas Hayward, PhD., halaman 18.
[10] Bila anda pertama kali baca Alkitab, mulailah dengan injil Yohanes. Kemudian bacalah Mazmur. Lalu Perjanjian Baru. Setelah itu bacalah Amsal dan Yesaya. Kemudian Perjanjian Lama.
[11] Disesuaikan dengan izin dari A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing oleh Alfred Davis, halaman 152-153.
[12] ibid, halaman 157-158
[13] Lampiran ini ditulis untuk konteks yang non-Barat. Banyak bagian dapat diterapkan juga untuk konteks Barat.
[14] Disesuaikan (dengan izin) dari Undivided Heart Prayer Ministry oleh Anna T., halaman 16-17.
[15] Beberapa bagian disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 86-89.
[16]
[17] Disesuaikan dengan izin dari Undivided Heart Prayer Ministry oleh Anna T., halaman 11.
[18] Disesuaikan dengan izin dari Undivided Heart Prayer Ministry oleh Anna T., halaman 12-13.
[19] ibid, halaman 12.
[20] Ibid halaman 13.
[21] Disesuaikan dari ibid.
[22] Disesuaikan dengan izin dari Undivided Heart Prayer Ministry oleh Anna T., halaman 15.
[23] Ibid, halaman 14-15.
[24] Ibid, halaman 15.
[25] Ibid.
[26] Disesuaikan dengan izin dari Undivided Heart Prayer Ministry oleh Anna T., halaman 10
[27] ibid, halaman 13
[28] Disesuaikan dengan izin dari Undivided Heart Prayer Ministry oleh Anna T., halaman 15
[29]Ibid, halaman 15-16
[30] Untuk keterangan yang lebih banyak tentang hubungan kasih dan hubungan takut, lihatlah “The Life Model: Hidup dari Hati yang Diberikan Yesus,” oleh James G. Friesen, Ph.D.; E. James Wilder, Ph.D.; Anne M. Bierling, M.A.; Rick Koepcke, M.A.; and Maribeth Poole, M.A. Dicetak oleh Yayasan Kalam Hidup.
[31]“ The Life Model: Hidup dari
Hati yang Diberikan Yesus” halaman 17
[32] ibid, halaman 16
[33] ibid, halaman 19
[34] ibid, halaman 17
[35] diringkas dari ibid, halaman 18-19
[36] Disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 139-140
[37] Disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for
Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 45-50
and 143-149. Beberapa konsep serupa
dapat juga ditemukan di “Beyond Tolerable
Recovery” oleh Ed Smith.
[38] Beberapa orang merasa bahwa karena suatu situasi selama masa anak-anak, mereka kehilangan kesempatan untuk mengalami tingkahlaku dan kebiasaan seorang anak.
[39] Berdasarkan Beyond Tolerable Recovery, Basic Video Seminar Facilitator Guide, halaman 21
[40] Modul pokok disesuaikan (dengan izin) dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 71-73, 159-161, dan 174
[41] Breaking the Bonds of Our Past oleh Douglas Hayward, PhD, halaman 16
[42] Breaking the Bonds of Our Past oleh Douglas Hayward, PhD, hal. 18
[43] Memang untuk menggarap, dengan
pertolongan Tuhan, isu-isu yang berkaitan dan melepaskan pelanggaran, kita
perlu memfokus sementara pada pelanggaran tersebut. Hal ini memudahkan pengampunan, dan dapat
merupakan bagian dari mencari kehendak Tuhan dengan segenap hati, pikiran dan
kekuatan Anda.
[44] “Proses Langkah-demi-Langkah” berisi
langkah-langkah umum ketika menggarap
suatu isu. Ubahlah sesuai
situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
[45] “Proses
Langkah-demi-Langkah” dan “Contoh-contoh Doa” disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling
& Inner Healing” oleh Alfred Davis, hal. 71-73, 159-161, dan 174
[46] Crisis in Masculinity by LeAnn Payne, hal. 63-64
[47] ibid, halaman 57
[48] Breaking the Bonds of Our Past by Douglas Hayward, PhD, hal. 18
[49] Crisis in Masculinity oleh LeAnn Payne, halaman 60
[50] Konsep dari ibid
[51] Kalimat diambil dari ibid
[53] Satu definisi tentang sukacita adalah “kegembiraan dan kesenangan yang dalam sekali”.
[54] The Life Model: Hidup dari Hati yang Diberikan Yesus, oleh James G. Friesen, Ph.D.; E. James Wilder, Ph.D.; Anne M. Bierling, M.A.; Rick Koepcke, M.A.; and Maribeth Poole, M.A. Dicetak oleh Yayasan Kalam Hidup.; hal. 11-12
[55] ibid, halaman 20
[56] ibid, halaman 16
[57] Disesuaikan dengan izin dari A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing oleh Alfred Davis, hal 41-43
[58] Kata
takut dalam lampiran mengacu pada takut yang tidak sehat.
“Orang Kristen telah dibebaskan dari takut
akan murka Tuhan (lihat 1 Yohanes 4: 18).
Tetapi orang Kristen tidak dibebaskan dari disiplin Tuhan untuk perilaku yang berdosa, dan dalam hal ini orang
Kristen masih takut akan Tuhan. Orang
Kristen tetap mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar (Filipi 2:
12); orang Kristen hidup dalam ketakutan selama menumpang di dunia ini (1
Petrus 1: 17). Akan tetapi bagi anak
Tuhan arti utama dari takut akan Tuhan adalah memuja, menghormat dan mengagumi
(”The Practice of Godliness oleh
Jerry Bridges, hal 26).
[59] Disesuaikan dengan izin dari A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing oleh Alfred Davis
[60] Kontrol
sehat mencakup mengarahkan, mengatur, memerintah atau menguasai seseorang atau
sesuatu yang ada dibawah tanggung jawab Anda tanpa ada usaha untuk memaksa atau
memanipulasi. Menguasai yang sehat
diperlukan untuk melaksanakan tanggungjawab dengan baik. Misalnya: melatih seorang anak
untuk berada dijalan yang benar (Amsal 22: 6); mengendarai mobil; menekuni
suatu tugas; belajar menguasai diri sendiri.
[61]
[62] Disesuaikan dengan izin dari Worship as Warfare, DC