Doa Keutuhan – Rencana untuk Sesi
4[1]
©2007, 2006 Freedom for the
Captive Ministries
Semua ayat Alkitab dari Terjemahan
Baru © Lembaga
Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society), 1994
Boleh dikopi untuk pemakaian
pribadi. Tidak untuk diperdagangkan.
Sesi
4. (Sekitar 2
jam)
CONNECTION
(SAMBUNGAN): (10 menit)
·
Buka dalam doa.
·
Pengalaman dan pertanyaan. (Hanya menceritakan
cerita Anda sendiri, bukan cerita orang lain.)
CONTENT
(BAHAN POKOK): (12 [+7] + 40 = 52 [+7] menit)
Mengulangi konsep dari Sesi 1-3 (12 [+7] menit), terus menjelaskan konsep Sesi
4 (40 menit)
Diulangi dari
Sesi 1: (4 menit)
1) 4 langkah dasar (Ҝ) doa pemulihan dan pemuridan:
a) Menawan pikiran kita (2 Korintus 10:4-5)
b) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
c) Menerima pandanganNya
d)
Menerapkan
itu sekarang dan di dalam kehidupan sehari-hari.
Ҝ: Menawan, membawa, menerima, menerapkan
2)
Kalau sukacita kita hilang atau kalau ada pikiran atau tindakan
tidak benar, itu suatu tanda ada sesuatu yang perlu kita garap. (seperti tikus dalam rumah -
merusak)
3)
Langkah
pokok untuk menggarap
luka batin berdasarkan keyakinan salah:
a)
Menawan
pemicu: perasaan negatif,
tindakan dan/atau pikiran yang tidak benar.
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
i)
Perasaan
negitip (yang berkaitan dengan pemicu)
ii) Ingatan (baru, lalu sesunguhnay atau serupa).
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
c) Menerima pandangan Tuhan
d) Menerapkan.
4) Perubahan paradigma dan prinsip dasar untuk yang melayani:
a)
Mendengar suara Tuhan langsung mengenai masalah dll.
b)
Menolong orang lain untuk mendengar suara Tuhan langsung.
Prinsip pokok: Bermitra
dengan Tuhan untuk menolong orang yang didoakan bertumbuh dalam hubungan erat
dengan Tuhan dan mendengar pandangan Tuhan mengenai akar masalah dll.
c)
Menawan pikiran dan menggarapnya (termasuk perasaan dan dasar tindakan)
d) Doa 3 arah

e)
Tuhan yang memimpin (bukan kita!).
f) Kita bermitra dengan Tuhan dan belajar:
i) Berdiam dan
ii) Mendengar
g) Rendah hati: ↔ (sejajar) bukan ↓ (atas ke bawah).
h) Jangan membuka rahasia!
5)
Kurang sesuai dengan prinsip doa ini adalah:
a) Menasihati langsung
b) Menyuruh langsung
c) Membuka alkitab langsung dan mengajar
d) Doa permohonan biasa.
Diulangi dari
Sesi 2 (4 menit)
1) Penjelasan lanjut mengenai proses:
a) Semua pengikut Yesus dapat belajar prinsip doa ini.
b) Dalam paradigma ini perasaan tidak disembunyikan (seolah-olah tidak ada) atau diatasi sendiri, melainkan ditawan, dibawa kepada Tuhan, dan digarap bersama Dia.
c) Kalau
kita mendoakan orang lain, kita bertujuan agar mereka
mendengar suara Tuhan langsung dan bertumbuh dalam hubungan akrab dengan
Dia. (Posisi kita sebagai teman Tuhan
dan teman mereka. Kita “memegang tangan”
kedua-duanya, dan memberdayakan orang yang didoakan untuk
bergandengan tangan langsung dengan Tuhan.)
2)
Kunci
(Ҝ) – Luka batin berdasarkan
keyakinan salah:
a) Menawan
b) Membawa
(1) Perasaan
(2) Ingatan
(3) Keyakinan salah
c) Menerima
d) Menerapkan
3) Kunci (Ҝ) untuk
mengundang Tuhan menanggung perasaan yang tidak menyenangkan berdasarkan sesuatu yang benar:
a)
Tuhan menanggung beban
b)
Berikan beban
4) Kunci (Ҝ) untuk menggarap perasaan amarah:
a) Amarah bukan perasaan dasar.
b) Menggarap perasaan dasar: bisaanya frustrasi, ketakutan, malu, atau sakit hati.
5) Kunci (Ҝ) untuk mencari kesembuhan ilahi akibat trauma: (hl 70).
a) Menggarap
setiap peristiwa
b) Tuhan
menanggung semua beban
c) Mengusir
semua roh jahat.
6) Kunci (Ҝ) untuk menggarap kehilangan seseorang atua sesuatu: (hl 66).
a)
Proses
dengan tahap-tahap
b)
Kalau macet dalam proses dapat menggarapnya
c)
Tuhan ingin berjalan bersama orangnya dan
memikul bebannya
d) Pendengar yang baik dapat sangat
menolong prosesnya.
Diulangi dari Sesi 3 (4 [+7] menit)
1)
Kita
harus mengampuni orang lain dengan segenap hati (Matius 18:21-35). (hl 71)
2)
Kunci
(Ҝ) untuk mengampuni orang lain:
a)
Mengusir
(roh-roh jahat)
b)
Mengampuni
(Apakah siap melepas semuanya, atau masih ada yang sulit dilepas? (seperti
karet menarik bola kembali ke kayu –
kalau masih ada ”karet” perlu digarap supaya dipatahkan)
c)
Menerima (orangnya)
d)
Memberkati (berdoa doa berkat)
3)
Kunci
(Ҝ) untuk mengampuni
orang tua Anda: (hl 80)
a)
Memisahkan
antari pribadi orang tua (menerima) dan dosa mereka (mengampuni)
b) Mematahkan
sumpah
c)
Bertanggungjawab atas reaksi
d)
Memberkati
(berdoa doa berkat)
4)
Ҝ [kunci] untuk menggarap sumpah negatif:
a) Menggarap mengapa (akar)
b)
Memohon
supaya ditiadakan.
5)
Kunci
(Ҝ) untuk menggarap perasaan dikutuk: (5.B.2. hl. 44)
a)
Menggarap
semua isu yang berkaitan
b)
Dipatahkan
dan diganti
dengan suatu berkat
c)
Dilindungi
6)
Kunci
(Ҝ) khusus untuk menggarap masalah dosa: (Modul 4, hl. 23)
a)
Menggarap
segala sesuata yang mempengaruhi untuk memilih
berbuat dosa itu. (mengapa memilih)
7) Langkah-langkah untuk menggarap masalah okultisme (Modul 4, hl. 28)
[Mainan peran: Ibu Eti:
marah karena tindakan anak; malu, takut, kurang percaya diri, berfokus
kepada diri sendiri; dosa (mementingkan diri sendiri, sering meledak, memarahi
anak dengan kelebihan); dikutuk (tidak akan berhasil); perlu mengampuni anak
dan ibu dan diri sendiri; sumpah (Anak saya akan selalu bertindak dengan baik);
pola kebiasaan tidak sehat (dari orang tua – cara mendidik anak); batas wajar (7 menit)]
Sesi 4: Pola kebiasaan tidak sehat, dosa seksual, ketagihan, batasan sehat. (40 menit)
1) Langkah-langkah khusus untuk mengganti pola kebiasaan tidak sehat dengan yang sehat mencakup: (Modul 10, hl. 93) (7 menit)
a) Mengenali
pola kebiasaan
b) Menemukan akarnya (yaitu perasaan tidak menyenangkan pertama, dan apa yang memicunya)
c) Menemukan cara sehat untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan yang awal
d) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan bagaimana Anda memberi respons terhadap
situasi awal dengan cara sehat
e) Mengerti
dan menerapkan pola kebiasaan baru dan sehat.
Ҝ: Mengenali pola
lama termasuk perasaan ”pertama” dan pemicunya; Menerima
pandangan Tuhan pada akarnya; Mengetahui pola sehat untuk mengatasi perasaan ”pertama” dan pemicu; Melatih.
Contoh-contoh:
·
Ibu Eti memarahi anak dengan kelibihan.
·
Pengalaman saya:
o
Pola lama: takut → sedih → baru bersukacita kembali
o
Pola baru: selalu dilingdungi,
selalu aman dan bersukacita!
2)
Beberapa cara mempelajari pola kebiasaan sehat mencakup:
a)
Mengenali orang-orang yang Anda tahu mempunyai pola kebiasaan
sehat dalam hidup mereka, lalu:
(suami saya)
i)
Melihat pola kebiasaan mereka sebagai contoh.
ii)
Mengajukan pertanyaan untuk belajar
lebih banyak tentang pola kebiasaan ini.
iii)
Membicarakan kasus-kasus (dengan cara sesuai dengan “tidak membuka
rahasia”).
iv)
Memainkan peran (“role-playing”: Anda dan orang lain
memainkan peran seolah-olah suatu kasus dijadikan sandiwara) yang sesuai untuk
menolong Anda belajar menerapkan pola kebiasaan sehat dalam situasi Anda.
b)
Belajar tentang pola kebiasaan sehat dari buku-buku
(kalau cocok untuk Anda)
c)
Tuhan langsung menolong Anda menciptakan dan
melaksanakan pola kebiasaan sehat.
Catatan: Suatu bagian:
Menggarap akar-akar yang berkaitan yang ada.
3)
Mengganti pola kebiasaan tidak sehat dengan yang sehat membangun hubungan yang sehat
dengan orang lain: (hl. 94-95)
a)
Suami/istri
b)
Orang tua.
Contoh:
Ibu Eti menggarap pola tidak sehat yang dia belajar dari orang tua
(mengenai bagaimana mendidik anak).
Berkaitan dengan ini dia menggarap kutuk dan perasaan ”tidak akan berhasil”,
dengan akar (perasaan takut).
Contoh:
Orang dengan pola makan yang kurang sehat dan susah diatasi. (Ini dapat termasuk semacam ketagihan.) Dua pertanyaan yang mungkin dapat menolong
untuk menggarap masalah ini adalah:
(1)
Pas sebelum saya bertindak seperti ini, saya merasa ___________.
(2) Kalau
saya tidak bertindak seperti ini, saya akan merasa _____________.
4) Langkah-langkah untuk menggarap dosa
seksual: (hl. 24-25, 53-54) (5 menit)
a)
Doa pembukaan
b)
Menawan pikiran Anda (2 Korintus
10:4-5)
(1)
Memohon supaya Tuhan menolong Anda mengingatkan
semua hubungan satu daging yang tidak sehat dalam
hidup Anda.
c) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1)
Memohon supaya Tuhan mematahkan semua
hubungan satu-kedagingan yang tidak sehat dalam hidup Anda. Mohonlah supaya Dia memulihkan segala
sesuatu yang hilang sebagai akibat hubungan ini. Mohonlah supaya Dia menyucikan Anda
dari segala hal yang tidak kudus yang datang sebagai akibat hubungan ini.
(a)
Memohon supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang ada dalam diri Anda yang
turut membentuk keputusan Anda untuk melakukan dosa ini.
(b)
Menggarap.
d) Menerima
pandanganNya
e) Menerapkan
(1)
Serahkanlah tubuh Anda kepada Tuhan. Ambillah keputusan untuk tidak berbuat dosa lagi dengan cara ini. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
f)
Doa
penutup
g)
Tindak
lanjut: Kembangkanlah batas-batas yang sehat di bidang ini. Misalnya, suatu batas yang sehat untuk
menghindari Anda dari dosa seksual ini adalah: jangan berdua saja dengan seseorang dalam
keadaan apa pun dimana dosa seksual dapat
terjadi.
h)
Contoh doa
ada di halaman 24-25.
Ҝ: Menggarap
segala sesuatu yang turut membentuk keputasan untuk melakukan dosa ini (mengapa
memilih); mematahkan, memulikan, menyucikan; membangun batas sehat.
5)
Langkah-langkah untuk mengembangkanlah
batas-batas sehat: (hl. 117) (6 menit) (Catatan: Bila memungkinkan, carilah
batas-batas sehat sebelum Anda melibatkan diri dalam suatu situasi. Mengawali dengan batas-batas sehat lebih
mudah daripada mencari batas-batas tersebut kemudian. Lebih mudah untuk melonggarkan batas-batas
daripada mengencangkan batas-batas itu.)
Catatan: Sebagian dapat digarap dalam doa. Sebagian mungkin akan perlu diajar. Baik juga kalau ada teladan.
a)
Carilah batas-batas yang bagaimana yang sesuai untuk kondisi
Anda.
i)
Carilah firman Tuhan untuk prinsip-prinsip yang relevan (Anda dapat
meminta bantuan orang lain).
ii)
Tanyalah kepada pengikut Yesus yang sudah
dewasa rohani yang mengerti kondisi Anda.
iii)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda
mengetahui batas-batas sehat untuk situasi Anda. Ingatlah untuk melihat seluruh situasinya.
iv)
Serahkanlah hasil interaksi Anda (yang disebutkan di atas) kepada Tuhan dan ujilah batas-batas itu dengan firmanNya.
b)
Pakailah batas-batas sehat yang telah diberikan Tuhan kepada
Anda.
i)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
ii)
Bila ada hal-hal di dalam diri Anda yang menghalangi Anda untuk memakai
batas-batas sehat ini, garaplah isu ini.
iii)
Bila ada orang lain yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas,
carilah hikmat bagaimana Anda dapat melanjutkannya. Carilah hikmat dengan:
(1)
Bertanya
kepada Tuhan.
(2)
Bertanya
kepada Tuhan bagaimana menerapkan hikmat yang diberikanNya.
(3)
Bertanya
kepada pengikut Yesus yang sudah dewasa rohani untuk nasihat.
(4)
Menguji
nasihat mereka apakah sesuai dengan firman Tuhan.
iv)
Bagikan
pengalaman Anda dengan orang lain yang dapat dipercaya (untuk tidak
membocorkan rahasia dan untuk tidak menghakimi orang-orang yang terlibat) dan yang
dapat cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan
keadaan Anda kepadanya. Mintalah
supaya orang itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan
keadaan Anda secara rutin.
c)
Contoh-contoh dari hal-hal yang memerlukan batas-batas sehat:
i)
Keseimbangan antara kerja
dan istirahat
ii)
Kekudusan, termasuk
kekudusan seksual
iii)
Mengetahui batas mana pekerjaan Anda dan batas mana pekerjaan orang lain
iv)
Berpegang pada apa yang Anda ketahui
sebagai hal benar, meskipun orang lain tidak setuju
v)
Tidak mengikuti “orang banyak” untuk berbuat dosa atau membuat pilihan yang
tidak bijaksana
vi)
Keseimbangan hubungan.
Ҝ: Carilah, Pakailah Contoh: Ibu Eti (Bp. Asep):
bagaimana mendisiplin anak dengan baik.
(Juga mungkin dia perlu belajar cara baik untuk mendidik anak.)
Catatan: Juga ada masalah kecapaian perasaan yang bisa
berkaitan dengan batas-batasnya. Kalau
ada masalah ini, sering kali sebabnya sudah lama terlalu sibuk dan kurang
istirahat.
6)
Ketagihan[2] (10 menit)
a)
Penjelasan: Ketagihan lebih daripada masalah kebiasaan
yang kurang sehat. Sebagian dari ketagihan
adalah ketagihan kimia. Pada akar
ketagihan adalah perasaan negatif yang menghambat orang agar sulit kembali ke
sukacita.[3]
(Lihat Modul 10.)
b)
Tahap-tahap yang sering terjadi: Perasaan negatif → kontrol yang tidak sehat →
perfeksionisme (dua macam) → ketagihan
c)
“Pada
umumnya, orang yang ketagihan mulai memakai sesuatu (atau
bertindak) dengan cara kurang sehat, untuk mencari perasaan enak atau
menghindari perasaan negatif.
Hasilnya, perasaan mereka diubahkan.
Ada banyak macam pengalaman yang dicari oleh mereka, tetapi semua
pengalaman mempunyai suatu kesamaan, yaitu keinginan untuk mengulangi
pengalamannya. Ada empat macam
pengalaman yang demikian:
i)
Membangun perasaan kegembiraan
ii)
Mengurangi perasaan kegelisaan atau perasaan negatif lainnya
iii)
Membangun perasaan kekuasaan atau kepercayaan kepada diri sendiri
iv)
Membangun perasaan hubungan atau kesatuan.”[4]
d)
Tiga hal yang perlu digarap untuk mengatasi ketagihan:
i)
Perasaan-perasaan negatif yang
mendasarkannya, termasuk bagaimana
orang dapat langsung kembali ke sukacita dari perasaan
negatif tersebut. Perasaan negatif itu
berasal dari:
(1)
Pola keluarga yang tidak sehat (penyelewengan fungsi)
(2)
Trauma.
ii)
Ketagihan kemia
iii)
Tekanan dari masyarakat. (Contoh: iklan-iklan.)
e)
Mengatasi
masalah ketagihan adalah proses. Hubungan
sehat dalam komuitas yang saling mengasihi dapat
sangat menolong prosesnya.
Ҝ (Mengatasi ketagihan lebih rumit daripada
mengatasi masalah-masalah yang sudah dipelajari. Beberapa
kunci untuk mengatasi ketagihan adalah):
Catatan
untuk gambaran: Sering kali orang
menunggu untuk mengundang Tuhan dalam proses sampai tahap “tambahan rasa malu
dan bersalah.” Tetapi jauh lebih akan
menolong kalau Tuhan diundang menolong dalam tahap “percayaan dasar” dan
“lamunan”.
[5]
7) Langkah-langkah khusus untuk menggarap
ketagihan pornografi: (7 menit)
a) Mengetahui segala sesuatu dalam diri Anda yang turut membentuk keputusan untuk melakukan dosa ini. Menggarapnya.
b) Memohon supaya Tuhan menunjukkan semua keinginan-keinginan yang palsu (yang tidak benar) yang Anda telah memilih untuk mengikuti. Menggarap semuanya bersama Tuhan. Untuk menggarap setiap keinginan yang palsu: (hl. 107)
i) Mengakuilah. (Lihat juga “Modul 4: Mengakui dan Berpaling dari Dosa”).
ii) Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan keinginan-keinginan Anda yang sesungguhnya yang tersembunyi dibawah keinginan palsu itu.
iii) Mohonlah supaya Tuhan menolong untuk memperoleh keinginan-keinginan yang sebenarnya dan bukan keinginan palsu itu.
iv) Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan apa saja yang menyebabkan Anda sulit mencari keinginan yang sesungguhnya. (Misalnya, Anda mungkin takut ditolak.)
v) Untuk tiap hal yang diungkapkanNya, tanyalah kepadaNya dimana Anda merasakan perasaan ini untuk pertama kali, atau mengira bahwa hal ini yang benar. Garaplah. Dapatkan pandangan Tuhan untuk hal ini.
vi) Ketika Tuhan mengungkapkan pandanganNya, pilihlah apakah Anda mau:
(1) Memilih
mengikuti jalanNya
(2) MempercayaiNya dengan keinginan Anda yang sesungguhnya dalam pergumulan ini.
vii)
Kalau
hal-hal ini sulit, garaplah bersama Tuhan.
viii)
Terus melakukan proses ini sesuai keperluan.
c)
Menggarap perasaan malu yang berkaitan dengan dosa ini.
d)
Bertanya
kepada Tuhan mengenai hubungan Anda denganNya.
i)
Adakah gangguan dalam hubungan Anda dengan Tuhan?
ii)
Apakah hubungan itu terasa intim? (Kalau
tidak, Apakah Anda mengetahui bagaimana berhubungan intim dan sehat dengan
Tuhan?)
iii)
Apakah Anda mengetahui bahwah Tuhan mendengar dan menjawab doa Anda?
iv)
Menggarap semua isu-isu.
e)
Bertanya
kepada Tuhan mengenai hubungan Anda dengan orang lain:
i)
Apakah Anda mengetahui bagaimana membangun hubungan sehat dengan orang
lain?
ii)
Pertanyaan
khusus untuk laki-laki: Apakah
Anda mengetahui bagaimana membangun hubungan sehat dengan seorang perempuan?
(1)
Pandanglah
“perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai
adikmu dengan penuh kemurnian” (1 Tim 5:2).
f)
Membangun pola sehat, berkaitan dengan:
i)
Masalah
apapun yang mempengaruhi Anda untuk memilih dosa ini
ii)
Mempercayai
Tuhan dengan keinginan Anda yang sesungguhnya
iii) Mengatasi perasaan malu
iv)
Berhubungan
secara sehat dengan Tuhan
v)
Berhubungan
secara sehat dengan orang lain, khususnya perempuan.
g)
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain (segenis Anda) yang dapat
dipercaya (untuk tidak membocorkan rahasia dan untuk tidak menghakimi
orang-orang yang terlibat) dan yang dapat cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan keadaan Anda kepadanya. Mintalah supaya orang
itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan keadaan
Anda secara rutin.
Ҝ: Ketagihan; Keinginan palsu;
Perasaan malu; Hubungan-hubungan; Pola sehat; Pertanggungjawaban
8)
Langkah-langkah
khusus untuk mengganti kutuk keluarga dengan berkat Tuhan (hl. 19-21) (5 menit)
a)
Mengetahui masa-masa penting dalam hidup Anda :
i)
Ketika Anda merasa diberkati oleh orang tua atau anggota keluarga lain yang
penting.
(1)
Terima berkat ini dalam nama Yesus.
ii)
Ketika Anda merasa dikutuk atau tidak menerima berkat (merasa kosong) dari
orang tua atau anggota keluarga lain yang penting.
(1)
Memohon supaya Tuhan mengubahnya menjadi suatu berkat.
Ҝ: Terima
berkat, Kutuk diubah menjadi suatu berkat
Contoh: Ibu Eti: waktu lahir, kecil, remaja, menika,
anak pertama lahir, dll.
Berdoa
untuk kelas. (Memakai contoh doa
pembukaan dan doa penutup dari Modul 1.)
CHALLENGE
(TANTANGAN): (15 menit)
·
Pertanyaan (5 minutes)
·
Mengulangi 4 langkah dasar dan kunci-kunci dari setiap macam
isu. (2
minutes)
·
Evaluasi memakai mainan
peran (role play)– dalam kelompok kecil (setiap
kelompok memainkan satu mainan peran), lalu dibahas dalam kelompok besar. (5+3 menit)
Situasi:
1. Kemarin, waktu saya
pulang, istri saya berteriak-teriak keras karena saya terlambat. Dia marah sekali karena saya lupa menelepon
dia untuk mengasihtahunya. Saya ikut
marah dan bicara keras kepada dia.
Sampai sekarang kami sama sekali tidak berbicara lagi satu sama lainnya. Sulit sekali hidup bersama dia!.
2. Kemarin saya
meminjam 1 juta dari R, dan tadi R ke rumah saya dan mendesak saya agar uang
itu cepat dikembalikan. Apakah saya
boleh meminjam 1 juta untuk menyelesaikan masalah ini?
3. Saya selesaikan
pekerjaan yang diberikan oleh atasan, tetapi dia selalu mengkritik saya. Orangnya tidak benar! Saya melakukan semua yang dia minta. Saya sangat benci orang begitu. Saya tidak akan mengampuni dia!
4. Saya sakit
perut. Tolong doakan saya.
CHANGE (PERUBAHAN): (5 [+10] menit)
·
Sesudah kelas ini,
mungkin Tuhan ingin Anda melakukan
apapun dengan prinsip doa ini? (5 menit)
·
Mendoakan mereka dan memohon supaya Tuhan menjelaskan kepada
mereka keinginan Dia.
·
Memohon supaya muncil orang yang mau melatih orang lain dalam
prinsip ini (yang sudah mengerti dan mempraktikkan (dengan diri sendiri dan
untuk mendoakan orang lain) prinsipnya)
·
Memohon supaya masing-masing diberkati
Tuhan dan
o
Tetap belajar tentang prinsip Doa Keutuhan dan memakai prinsipnya – untuk
diri sendiri dan untuk menolong orang lain
o
Tetap maju dalam Tuhan dan hubungan intim dengan Dia
o
Kalau sukacita hilang atau ada masalah lain
§
Menawan pikiran
§
Membawa kepada Yesus dan menggarap
bersama Dia
§
Memerima pandanganNya, sampai
kembali ke sukacita
§
Menerapkan pandanganNya dan
kebenaranNya dalam kehidupan sehari-hari
·
[Berdoa untuk
kelompok-kelompok
·
Melatih dalam kelompok
(2 atau 3 orang). Murid mendoakan murid
lain – cara bergantian, pelati menolong kalau
diperlukan. (Kalau lebih dari 2 orang
dalam kelompok, 1 yang didoakan, 1 yang mendoakan, yang lain diam dan berbisik
ke yang mendoakan kalau ingin memasukan sesuatu). (10 menit)]
[1] Warna hitam – bahan peserta, Warna
biru – catatan fasilitator, Warna unggu –
perkiraan waktu
[2] Pola singkat ini mengenai ketagihan berdasarkan prinsip yang
diadaptasi (dengan izin) dari seminar Addictions and Pornography, oleh
Alfred Davis, disampaikan di
[3] Prinsip langsung kembali ke sukacita diambil dari “The Life Model: Living From the Heart Jesus Gave You,” by James G. Friesen, Ph.D.; E. James Wilder, Ph.D.; Anne M. Bierling, M.A.; Rick Koepcke, M.A.; and Maribeth Poole, M.A.,
[4] Halaman 13, Overcoming Addiction: A Common Sense
Approach, oleh Michael Hardiman, © 2000 Michael Hardiman
[5] Gambar ini dari seminar “Addictions and Pornography”, oleh Alfred Davis. Lihat catatan 2.