Doa Keutuhan – Rencana untuk Sesi
3[1]
©2007, 2006 Freedom for the
Captive Ministries
Semua ayat Alkitab dari Terjemahan
Baru © Lembaga
Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society), 1994
Boleh dikopi untuk pemakaian pribadi. Tidak untuk diperdagangkan.
Sesi
3. (Sekitar 2 jam)
CONNECTION
(SAMBUNGAN): (10 menit)
·
Buka dalam doa. (2 menit)
·
Pengalaman Doa Keutuhan – hanya menceritakan cerita Anda sendiri, bukan
cerita orang lain. (4 menit)
·
Pertanyaan dari Sesi
1&2. (4 menit)
CONTENT (BAHAN POKOK): (61 [+19] menit)
§
Dasar alkitabiah (2 menit) - 2 Korintus 3:18 “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak
berselubung. Dan karena kemuliaan itu
datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan
gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
·
Pengikut Yesus dapat berubah dalam bagian macet (walaupun
sudah lama macet) (Transformasi, tambah dewasa)
·
Ada banyak cara yang Tuhan memakai untuk
menjadi umatnya serupa dengan gambar-Nya.
Doa keutuhan salah-satunya.
§
Mengulangi beberapa
konsep dari Sesi 1 dan 2 (5+5 [+7] menit), terus menjelaskan konsep Sesi 3 (49 [+12] menit)
Diulangi dari Sesi 1: (5 menit)
1) 4
langkah dasar (Ҝ) doa pemulihan dan pemuridan:
a) Menawan pikiran kita (2 Korintus 10:4-5)
b) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
c) Menerima pandanganNya
d)
Menerapkan itu
sekarang dan di dalam kehidupan sehari-hari.
Ҝ: Menawan, membawa, menerima, menerapkan
Catatan: Saya sering berterimakasih dalam setiap
langkah, untuk hasil langkah sebelumnya.
2)
Kalau sukacita kita hilang atau kalau ada pikiran atau tindakan
tidak benar, itu suatu tanda ada sesuatu yang perlu kita garap. (seperti tikus dalam rumah -
merusak)
3)
Langkah
pokok (Ҝ) untuk menggarap luka batin berdasarkan
keyakinan salah:
a)
Menawan
pemicu: perasaan negatif,
tindakan dan/atau pikiran yang tidak benar.
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
i)
Perasaan
negitip (yang berkaitan dengan pemicu)
ii) Ingatan (baru, lalu sesunguhnay atau serupa).
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
c) Menerima pandangan Tuhan
d) Menerapkan.
Ҝ: Menawan, Membawa (perasaan, ingatan, keyakinan salah), Menerima, Menerapkan
4)
Perubahan
paradigma dan prinsip dasar untuk yang melayani:
a)
Mendengar suara Tuhan langsung mengenai masalah
dll.
b)
Menolong orang lain untuk mendengar suara Tuhan langsung.
Prinsip pokok: Bermitra
dengan Tuhan untuk menolong orang yang didoakan bertumbuh dalam hubungan erat
dengan Tuhan dan mendengar pandangan Tuhan mengenai akar masalah dll.
Catatan: Suatu bagian dalam bermitra bersama Tuhan
adalah mengajar sesuatu kalau orang yang didoakan belum mengerti apapun
mengenai itu.
c)
Menawan pikiran dan menggarapnya (termasuk perasaan dan dasar tindakan)
d)
Doa 3
arah 
e)
Tuhan yang memimpin (bukan kita!).
f) Kita bermitra dengan Tuhan dan belajar:
i) Berdiam dan
ii) Mendengar
g) Rendah hati: ↔ (sejajar) bukan ↓ (atas ke bawah).
h) Jangan membuka rahasia!
5)
Kurang sesuai dengan prinsip doa ini adalah:
a) Menasihati langsung
b) Menyuruh langsung
c) Membuka alkitab langsung dan mengajar
d) Doa permohonan biasa.
Diulangi dari Sesi 2: (5 [+7] menit)
1) Penjelasan lanjut mengenai proses:
a)
Semua pengikut Yesus bisa
belajar prinsip doa ini.
b)
Dalam
paradigma ini perasaan tidak disembunyikan
(seolah-olah tidak ada) atau diatasi sendiri,
melainkan ditawan, dibawa kepada Tuhan, dan digarap
bersama Dia.
c)
Kalau
kita mendoakan orang lain, kita bertujuan agar mereka mendengar suara Tuhan
langsung dan bertumbuh dalam hubungan akrab dengan Dia. (Posisi kita sebagai teman Tuhan dan teman
mereka. Kita “memegang tangan”
kedua-duanya, dan memberdayakan orang yang didoakan untuk
bergandengan tangan langsung dengan Tuhan.)
Catatan: Kalau
orang yang didoakan tidak mau meneruskan prosesnya, munkin dia tidak akan
mendengar suara Tuhan. (Walaupun Tuhan
masih bicara dan ingin dia mendengar.)
Juga ada beberapa hal lain yang dapat menghambat orang mendengar suara Tuhan. (Lihat Modul 1.)
2)
Kunci (Ҝ) untuk mengganti kutuk keluarga dengan
berkat Tuhan
a) Terima
berkat
b)
Kutuk diubah menjadi suatu berkat
3)
Kunci
(Ҝ) untuk luka batin
berdasarkan keyakinan salah:
a) Menawan
b) Membawa
(1) Perasaan
(2) Ingatan
(3) Keyakinan salah
c) Menerima
d) Menerapkan
4)
Kunci (Ҝ) untuk mengundang Tuhan menanggung
perasaan yang tidak menyenangkan berdasarkan sesuatu yang benar:
a)
Tuhan menanggung beban
b)
Berikan beban kepada Tuhan.
Pengalaman: Sukaciti dicuri. Merasa hampa
dan kecewa. Banyak hal yang mengecewakan
yang belum diserahkan kepada Tuhan dengan sepenuhnya. Waktu diserahkan sukacita kembali. Juga berkaitan dengan batas wajar (termasuk
cukup beristerahat). Penting serahkan hasilnya.
5) Kunci (Ҝ) untuk menggarap perasaan amarah:
a) Amarah bukan perasaan dasar.
b) Menggarap perasaan dasar: bisaanya frustrasi, ketakutan, malu, atau sakit hati.
6) Kunci (Ҝ) untuk mencari kesembuhan ilahi akibat trauma: (hl 70).
a) Menggarap
setiap peristiwa
b) Tuhan
menanggung semua beban
c) Mengusir
semua roh jahat.
7) Kunci (Ҝ) untuk menggarap kehilangan seseorang atua sesuatu: (hl 66).
a)
Proses dengan tahap-tahap
b)
Kalau macet dalam proses dapat menggarapnya
c)
Tuhan ingin berjalan bersama orangnya dan
memikul bebannya
d) Pendengar yang baik dapat sangat
menolong prosesnya.
8) [Apa saja situasi yang cocok untuk
menerapkan prinsip-prinsip ini? dari pengalaman sendiri, dari
konseling atau menemani orang (sesuai rahasia).]
[Mainan
peran – fasilitator menjadi orang yang didoakan, namanya Ibu Eti (atau Bp.
Asep). Murid mendoakan (secara bergiliran) dan
memakai bahan dari kelas ini dan Modul 6 (hl 64 dan Lampiran 3). (7 menit)]
Ibu Eti (atau Bp. Asep) merasa marah karena tindakan anaknya. Apa
yang cocok didoakan? Di belakang
marah itu adalah rasa malu dan takut ditolak.
Dia juga kurang percaya diri. Isu-isu
lain (yang belum dipelajari) yang mungkin muncil
adalah:
·
Tidak mau mengampuni (anaknya,
dirinya, dan orang tuanya);
·
Membuat sumpah (”Anak saya akan
selalu bertindak dengan baik.”),
·
Merasa dikutuk (Tidak akan
berhasil.)
·
Masalah dosa (mementingkan diri
sendiri)
·
Mempunyai pola kebiasaan kurang
sehat (keturunan dari orang tua - cara mendidik anak). ]
Sesi 3. Pengampunan
(Modul 7-8), Sumpah (Modul 5.A.2), Merasa dikutuk (Modul 5.B.2), Masalah dosa
dan okultisme (Modul 4), PI (49 [+12] menit)
1) Kita harus mengampuni orang lain dengan segenap hati (Matius 18:21-35). (hl 71)
a)
Apa saja tanda-tanda yang
menunjukkan bahwa Anda mengampuni
sepenuhnya seseorang? (hl 72) (3 menit)
i)
Anda mempunyai
belas kasihan kepadanya.
ii)
Anda tidak
berkata-kata negatif tentang dia.
iii)
Anda bisa
memberkatinya dengan bebas.
iv)
Anda dibebaskan dari semua
kepahitan, amarah dan kebencian terhadapnya.
v)
Anda tidak
menuduh, menyalahkan atau menghakimi dia.
vi)
Anda tidak membalas dendam dan tidak
menuntut dia membayar hutang budi.
vii)
Anda melepaskan
supaya pelanggaran berlalu. Diserahkan kepada Tuhan supaya
Dia yang urus.
b)
Apa
saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda belum
mengampuni sepenuhnya seseorang? (hl 72) (2
menit)
i)
Anda
masih mempunyai perasaan negatif terhadap dia.
ii)
Anda berkata-kata negatif tentang
dia.
iii)
Anda mengutuk dia.
iv)
Anda merasa pahit, marah atau benci
kepadanya.
v)
Anda
menuduh, menyalahkan atau menghakimi dia.
vi)
Anda
ingin membalas dendam atau menuntut dia membayar
hutang budi.
vii)
Anda
mengingat-ingat pelanggaran yang telah dilakukannya. Masih mencoba
mengurus sendiri.
2)
Mengampuni orang berarti masalah dan akibatnya diserahkan kepada Tuhan,
tidak berarti orang itu benar atau harus dipercaya lagi. (1 menit)
Cerita
(pengampunan bukan sama dengan kepercayaan):
Misalnya ada perampas yang pernah masuk ke rumah seseorang dan mencuri
sesuatu, lalu ditankap. Mengampuni dia
bukan berarti akan menungdang dia dan teman-temannya ke rumah itu, lalu semua
orang lain pergi!
3)
3 bagian yang berkaitan dengan mengampuni orang: (1 menit)
a)
Mengusir roh jahat
b)
Mengampuni dosa (dan
mempunyai belas kasihan untuk kelemahan dan luka batin)
c)
Menerima
orang. (dengan batas yang sehat)
4) Langkah-langkah untuk mengampuni orang lain: (hl 74) (9 menit)
a) Doa pembukaan
b) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5).
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan nama-nama siapa yang Anda perlu mengampuni.
(2) Untuk setiap orang, memohon supaya Tuhan menunjukkan apa saja yang pernah dilakukannya yang belum Anda ampuni.
c)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
(1)
Memeriksa
apakah Anda dapat
menyerahkan sepunuhnya setiap masalah kepada
Yesus.
(2)
Untuk masalah
atau perasaan negatif yang tidak bisa Anda
lepaskan sepenuhnya, memohon supaya Tuhan menyatakan sebabnya
(akar-akar perasaan, kesimpulan dan pandangan Anda). Garaplah bersama Tuhan.
Illustrasi ”bola, karet, dan
kayu”: Memohon supaya Tuhan
menyatakan: ”Apakah orangnya siap
melepas semua masalah, atau apakah masih ada yang sulit dilepas - seperti karet menarik bola kembali ke kayu?”
[Ini semacam mainan anak-anak. Ada kayu
yang dipegang. Ditempel ke kayu itu
adalah karet yang kira-kira 30 cm panjangnya.
Di ujung karet itu adalah bola kecil.
Tujuan untuk terus memukul bola dengan kaya. Karet menarik bola terus kembali ke kayu
itu.] Kalau ada yang sulit dilepas,
isu-isu yang berkaitan dengan mengapa
perlu digarap. Sesudah digarap, memohon
supaya Tuhan mematahkan karet itu.
(Contoh isu-isu tercakup: percobaan untuk melindungi diri sendiri atau
membalas dendam.)
(3)
Serahkan setiap
keputusan yang tidak bijaksana yang telah Anda
buat. Kalau hal ini sulit, garaplah.
(4)
Serahkan setiap masalah kepada Tuhan dan memohon supaya Dia mengambil luka batin akibat
pelanggaran. Kalau hal ini sulit,
garaplah.
(5)
Mengampuni orang
tersebut untuk setiap pelanggaran yang telah dilakukan.
(6)
Serahkan amarah, kepahitan, kebencian dan penghakiman Anda terhadap orang
tersebut.
d)
Menerima pandanganNya
(1)
Memohon
supaya Tuhan membantu Anda melihat orang itu sebagaimana Tuhan
melihatnya.
(2)
Memohon
agar Anda mempunyai belas kasihan kepadanya.
e)
Menerapkan
(1)
Mendoakan doa
berkat atas orang tersebut.
f)
Doa
penutup.
g)
Tindak
lanjut.
Catatan: Untuk masalah
yang lebih berat, termasuk pola tidak sehat seperti salah mengunakan orang
lain, dapat perlu proses (lebih dari
satu kali berdoa) untuk mengampuni dengan sepenuhnya. Selain mengampuni, juga perlu menggarap isu
lain yang berkaitan bersama Tuhan.
Bisa
banyak isu yang berkaitan, termasuk
merasa sedih, merasa kecewa, akibat-akibatnya, trauma, kihilangan, membangun batas
wajar, pola kebiasaan tidak sehat, dsb.
Misalnya, kalau ada pola kebiasaan yang tidak sehat, sering ada trauma
dan isu lain yang perlu digarap.
Mungkin masalah dan akibat akan disadari tahap demi tahap.
Kalau ada yang baru disadari, menggarap itu bersama Tuhan (dan menajak
orang lain untuk menolong/mendoakan, kalau ingin).
Langkah (1) untuk mengampuni orang
adalah memilih untuk
mengampuni semuanya, langkah demi langkah.
Langkah (2) adalah, menjalani.
Kalau Anda masih
dalam keadaan kurang sehat dengan orang yang sulit, mungkin terus akan ada banyak hal yang Anda perlu ampuni. Ini juga berkaitan dengan membangun batas-batas sehat. (nanti dalam bahan ini)
Contoh
dari tadi: marah kepada anaknya. [Ibu Eti (atau Bp. Asep) merasa
marah karena tindakan anaknya. Di
belakang marah itu adalah rasa malu dan takut ditolak. Dia juga kurang percaya diri. ]
Ҝ: Mengusir
(roh-roh jahat), Mengampuni (Apakah siap melepas semuanya, atau
masih ada yang sulit dilepas? (seperti karet menarik bola kembali ke
kayu – kalau masih ada ”karet” perlu digarap supaya dipatahkan), Menerima (orangnya); Memberkati (berdoa doa berkat).
5)
Langkah-langkah
khusus untuk mengampuni orang tua Anda: (hl 80) (7
menit) Sebagian dari langkah-langkah ini juga
cocok dipakai untuk mengampuni orang lain.
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5).
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
(1)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda agar dapat melihat orang tua secara
objektif sebagaimana Dia melihat orang tua Anda.
(2)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda untuk memisahkan antara pribadi orang tua
dan dosa mereka.
(3)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda untuk menerima pribadi orang tua dan
mengampuni dosa mereka.
(4)
Memohon
supaya Tuhan menganugerahkan kepada Anda belas kasihan kepada orang
tua.
(5)
Memohon
supaya Tuhan menyatakan semua tindakan Anda yang merupakan reaksi
terhadap orang tua.
(a)
Untuk
setiap tindakan, memohon supaya Tuhan menyatakan apakah masih ada sumpah
yang diucapkan di masa kecil atau muda, yang hingga kini masih berpengaruhi, atau
masih ada keinginan atau perasaan yang tidak sehat sebagai reaksi
terhadap orang tua. Mematahkan
ini semua.
(b)
Menggarap isu-isu lainnya.
c)
Menerima pandanganNya
d) Menerapkan
(1)
Anda
harus bertanggungjawab atas reaksi Anda terhadap orang tua. Untuk itu Anda perlu mengaku dan bertobat
untuk dosa-dosa Anda sendiri. Garaplah
bersama Tuhan.
(2)
Memberkati (atau minta kepada seseorang untuk mengucapkan doa berkat atas) semua
hal-hal yang baik yang ada didalam Anda yang diturunkan orang tua.
(3)
Berdoa
(a)
doa berkat untuk
orang tua dan
(b)
doa untuk menerima mereka.
(4)
Memohon
supaya Tuhan selalu menolong Anda untuk mengasihi,
mengampuni dan memberkati orang tua.
Contoh:
Merasa pilihannya hanya untuk merasa marah atau merasa tidak berharga.
Ҝ: Memisahkan di antara pribadi
orang tua (menerima) dan dosa mereka
(mengampuni), patahkan sumpah,
bertanggungjawab atas reaksi, memberkati
(berdoa doa berkat).
6)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap sumpah: (5.A.2. hl. 34)
(3 menit)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukan semua sumpah yang tidak bijaksana atau yang negatif. (Lihat contoh dan keterangan singkat pada hl. 34.)
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1)
Untuk
sumpah yang tidak bijaksana, memohon supaya Tuhan
mengampuni. Bertanya kapadaNya untuk
menunjukkan bagian mana dari sumpah itu, bila ada, yang Dia ingin Anda penuhi.
(2)
Untuk
sumpah negatif:
(a)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan apa saja yang ada dalam diri Anda yang membuat Anda
mengambil keputusan untuk membuat sumpah itu.
Garaplah.
(b)
Memohon
pengampunan kepada Tuhan karena Anda membuat sumpah itu.
(c)
Memohon
supaya Tuhan meniadakan sumpah itu.
c)
Menerima pandanganNya
(1)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan kebenaranNya, dan sebagiamana cocok, terapkannya
sekarang.
d)
Menerapkan
Contoh
dari tadi: Sumpah: ”Anak saya akan
selalu bertindak dengan baik.” (Sebenarnya sebagian ini diluar kontrol
dia. Tetapi memang sebagai orang tua dia
harus bertanganjawab untuk bagian dia.)
Ҝ [kunci] untuk sumpah negatif: menggarap
mengapa (akar), memohon supaya ditiadakan.
7)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap perasaan dikutuk: (5.B.2. hl. 44)
(4 menit)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan segala
sesuatu yang perlu digarap sebelum mematahkan kutuk. Garaplah.
(2) Bila Anda merasa pernah dikutuk karena Anda telah berbuat suatu dosa:
(a)
Mengakui
dosa Anda kepada Tuhan. Memohon pengampunanNya.
(b)
Memohon
supaya Tuhan menyucikan Anda dan membebaskan dari akibat-akibat selanjutnya
karena kutuk ini.
(3)
Bila
Anda merasa telah dikutuk karena
suatu dosa dari nenek moyang, lihat
Modul 2.
(4)
Bila
Anda merasa dikutuk oleh
orang lain:
(a)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang ada didalam diri Anda yang membuat
Anda menjadi rentan terhadap kutuk itu.
Garaplah.
(b)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang perlu Anda ketahui yang terkait
dengan mematahkan kutuk.
c) Menerima pandanganNya
(1) Memohon supaya Tuhan mematahkan kutuk
dan menggantikannya dengan suatu berkat.
d)
Menerapkan
(1)
Mengampuni
orang yang mengutuk Anda dan doakannya agar berkat
dicurahkan atasnya.
(2)
Memohon
supaya Tuhan melindungi Anda dari semua kutuk dan
akibat-akibatnya.
(3)
Melakukan semua
tindak lanjut yang Tuhan tunjukkan.
Contoh
dari Sesi 2: merasa dikutuk (Tidak akan
berhasil.) dan membuat sumpah (Tidak akan mencoba berhasil.)
Ҝ: Menggarap semua
isu yang berkaitan; Dipatahkan dan diganti dengan suatu berkat; Dilindungi.
8)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap masalah dosa: (Modul 4, hl. 23)
(2 menit)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan dosa-dosa yang perlu diakui dan ditinggalkan.
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan segala
sesuatu dalam diri Anda yang mempengaruhi Anda untuk
memilih berbuat dosa itu. Garaplah.
c) Menerima pandanganNya
(1)
Mengakui
dosa-dosa Anda kepada Tuhan dan meminta pengampunanNya.
d) Menerapkan
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk tindak lanjut.
Contoh
dari tadi: Ibu Eti (Bp. Asep)
mementingkan diri sendiri, memarahi anak dengan kelebihan.
Ҝ: Menggarap segala sesuata yang mempengaruhi untuk
memilih berbuat dosa itu. (mengapa memilih)
9)
[Langkah-langkah
untuk menggarap dosa seksual: (hl. 24-25, 53-54) (3 menit)
a)
Doa pembukaan
b)
Menawan pikiran Anda (2 Korintus
10:4-5)
(1)
Memohon supaya Tuhan menolong Anda mengingatkan
semua hubungan satu daging yang tidak sehat dalam
hidup Anda.
c) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1)
Memohon supaya Tuhan mematahkan semua
hubungan satu-kedagingan yang tidak sehat dalam hidup Anda. Mohonlah supaya Dia memulihkan segala
sesuatu yang hilang sebagai akibat hubungan ini. Mohonlah supaya Dia menyucikan Anda
dari segala hal yang tidak kudus yang datang sebagai akibat hubungan ini.
(a)
Memohon supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang ada dalam diri Anda yang
turut membentuk keputusan Anda untuk melakukan dosa ini.
(b)
Menggarap.
d) Menerima
pandanganNya
e) Menerapkan
(1)
Serahkanlah tubuh Anda kepada Tuhan. Ambillah keputusan untuk tidak berbuat dosa lagi dengan cara ini. Mohonlah
supaya Tuhan menolong Anda.
f)
Doa
penutup
g)
Tindak
lanjut: Kembangkanlah batas-batas yang sehat di bidang ini. Misalnya, suatu batas yang sehat untuk menghindari
Anda dari dosa seksual ini adalah: jangan berdua saja dengan seseorang dalam
keadaan apa pun dimana dosa seksual dapat
terjadi.
h)
Contoh doa
ada di halaman 24-25.]
Ҝ: Menggarap
segala sesuatu yang turut membentuk keputasan untuk melakukan dosa ini (mengapa
memilih); mematahkan, memulikan, menyucikan; membangun batas sehat.
10)
[Langkah-langkah untuk mengembangkanlah
batas-batas sehat: (hl. 117) (Catatan:
Bila memungkinkan, carilah batas-batas sehat sebelum Anda
melibatkan diri dalam suatu situasi.
Mengawali dengan batas-batas sehat lebih mudah daripada mencari
batas-batas tersebut kemudian. Lebih
mudah untuk melonggarkan batas-batas daripada mengencangkan batas-batas itu.) Catatan: Sebagian
dapat digarap dalam doa. Sebagian
mungkin akan perlu diajar. Baik juga
kalau ada teladan. (4 menit)
a)
Carilah batas-batas yang bagaimana yang sesuai untuk kondisi
Anda.
i)
Carilah firman Tuhan untuk prinsip-prinsip yang relevan (Anda dapat
meminta bantuan orang lain).
ii)
Tanyalah kepada pengikut Yesus yang sudah
dewasa rohani yang mengerti kondisi Anda.
iii)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda
mengetahui batas-batas sehat untuk situasi Anda. Ingatlah untuk melihat seluruh situasinya.
iv)
Serahkanlah hasil interaksi Anda (yang disebutkan di atas) kepada Tuhan dan ujilah batas-batas itu dengan firmanNya.
b)
Pakailah batas-batas sehat yang telah diberikan Tuhan kepada
Anda.
i)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
ii)
Bila ada hal-hal di dalam diri Anda yang menghalangi Anda untuk memakai
batas-batas sehat ini, garaplah isu ini.
iii)
Bila ada orang lain yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas,
carilah hikmat bagaimana Anda dapat melanjutkannya. Carilah hikmat dengan:
(1)
Bertanya
kepada Tuhan.
(2)
Bertanya
kepada Tuhan bagaimana menerapkan hikmat yang diberikanNya.
(3)
Bertanya
kepada pengikut Yesus yang sudah dewasa rohani untuk nasihat.
(4)
Menguji
nasihat mereka apakah sesuai dengan firman Tuhan.
iv)
Bagikan
pengalaman Anda dengan orang lain yang dapat dipercaya (untuk tidak
membocorkan rahasia dan untuk tidak menghakimi orang-orang yang terlibat) dan yang
dapat cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan
keadaan Anda kepadanya. Mintalah
supaya orang itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan
keadaan Anda secara rutin.
c)
Contoh-contoh dari hal-hal yang memerlukan batas-batas sehat:
i)
Keseimbangan antara kerja
dan istirahat
ii)
Kekudusan, termasuk
kekudusan seksual
iii)
Mengetahui batas mana pekerjaan Anda dan batas mana pekerjaan orang lain
iv)
Berpegang pada apa yang Anda ketahui sebagai hal benar, meskipun orang lain tidak setuju
v)
Tidak mengikuti “orang banyak” untuk berbuat dosa atau membuat pilihan yang
tidak bijaksana
vi)
Keseimbangan hubungan.
Contoh: Ibu Eti (Bp. Asep): bagaimana mendisiplin
anak dengan baik. (Juga mungkin dia
perlu belajar cara baik untuk mendidik anak.)
Ҝ: Carilah, Pakailah ]
Catatan: Juga ada masalah kecapaian perasaan yang bisa
berkaitan dengan batas-batasnya. Kalau
ada masalah ini, sering kali sebabnya sudah lama terlalu sibuk dan kurang
istirahat.
11)
[Langkah-langkah
untuk menggarap masalah okultisme: (Modul 4, hl. 28) (1 menit)
(Dianjurkan
agar Anda melakukan proses ini bersama pengikut Yesus lain yang cukup dewasa
rohani.)]
Mainan
peran Ibu Eti – bagian 2. (10 menit)
Pola untuk melanjutkan proses doa
keutuhan dalam berberapa sesi: (2 menit)
(1)
Menutup sesi doa keutuhan kalau belus selesai menggarap sesuatu: yaitu memohon
supaya Tuhan:
(a) Melindungi orang yang didoakan dan bagian dalam
mereka yang masih terluka
(b) Segera memulihkan bagian dalam mereka yang masih
terluka.
(2)
Melanjut doa keutuhan kali berikut:
yaitu bertanya kepada Tuhan
(a) Sudah sampai
kemana?
(b) Sekarang Tuhan
mau mulai dimana?
12)
Bagaimana
kita bisa memakai prinsip doa ini untuk PI? (Sebagian cocok – misalnya Modul 6 memohon supaya Tuhan bicara, menolong, dsb., sebagian
kurang cocok – misalnya Modul 2 dan Modul 9
(mengampuni dan menerima diri sendiri karena sudah diampuni dan diterima Yesus
(seteju dengan Dia) (2 menit)
Catatan: Mengusir roh jahat – jangan supaya “rumah”
kosong dan lebih banyak kembali dan keadaannya tambah berat. Perlu perlindungan Yesus (ada untuk pengikut
Yesus).
Mainan
peran: Berdoa untuk orang yang belum
mengikut Yesus. Dia mengalami banyak stres karena
masalah keuangan. Latar belakang – rasa kehilangan mengenai masalah hubungan
dalam keluarga, merasa tidak dihargai, merasa sumber-sumber keperluan terbatas
”limited good”, bersumpah untuk menyambar “grasp” dan tidak percaya kepada
siapapun. (Proses: Biasannya
lebih sering menduga di mana dalam prosesnya, dan lebih jarang bertanya kepada
orang yang didoakan, jadi pola lebih seperti ini: berdoa sesuatu, lalu menunggu, lalu berdoa
langkah berikut tampah bertanya dulu. Sesudah
beberapa langkah, tutup doa dan bertanya.
Lalu mulai lagi. Jadi beberapa langkah disatukan, lalu hasilnya
dilihat sekalian. Sesudah itu mulai
berdoa lagi. Mereka tidak usah ceritakan
semua perinciaan, hanya garis besar. (2 [+5] menit)
CHALLENGE
(TANTANGAN): (16 menit)
·
Pertanyaan (5 menit)
·
Baik kalau mengingat 4 langkah
dasar, dan kunci-kunci dari setiap isu.
Mengulangi. (2 menit)
·
Dua hal: (1 menit)
(1) Buka
dan tutup dalam doa, termasuk mengikat lalu mengusir roh jahat.
(2)
Sering berterimakasih atas apa yang Tuhan melakukan dalam lankah
sebelumnya.
·
Evaluasi memakai mainan
peran (role play)– dalam kelompok kecil (setiap kelompok memainkan satu mainan
peran), lalu dibahas dalam kelompok besar. (5+3
menit)
Situasi:
1. Kemarin, waktu
saya pulang, istri saya berteriak-teriak keras karena saya terlambat. Dia marah sekali karena saya lupa menelepon
dia untuk mengasihtahunya. Saya ikut
marah dan bicara keras kepada dia.
Sampai sekarang kami sama sekali tidak berbicara lagi satu sama
lainnya. Sulit sekali hidup bersama
dia!.
2. Kemarin saya
meminjam 1 juta dari R, dan tadi R ke rumah saya dan mendesak saya agar uang
itu cepat dikembalikan. Apakah saya
boleh meminjam 1 juta untuk menyelesaikan masalah ini?
3. Saya selesaikan
pekerjaan yang diberikan oleh atasan, tetapi dia selalu mengkritik saya. Orangnya tidak benar! Saya melakukan semua yang dia minta. Saya sangat benci orang begitu. Saya tidak akan mengampuni dia!
4. Saya sakit
perut. Tolong doakan saya.
CHANGE (PERUBUHAN): (3 [+10] menit)
·
Sesudah kelas ini,
mungkin Tuhan ingin Anda melakukan
apapun dengan prinsip doa ini? (3 menit)
·
Mendoakan mereka dan memohon supaya Tuhan menjelaskan kepada
mereka keinginan Dia.
·
Memohon supaya muncil orang yang mau melatih orang lain dalam
prinsip ini (yang sudah mengerti dan mempraktikkan (dengan diri sendiri dan
untuk mendoakan orang lain) prinsipnya)
·
Memohon supaya
masing-masing diberkati Tuhan; tetap belajar dan memakai prinsipnya – untuk
diri sendiri dan untuk menolong orang lain; tetap maju dalam Tuhan dan hubungan
intim dengan Dia; kalau sukacita hilang – (1) Menawan pikiran, (2) Membawa
kepada Yesus, (3) Menggarap bersama Dia dan memerima pandanganNya, sampai kembali ke sukacita, dan (4) Menerapkan pandanganNya dan
kebenaranNya dalam kehidupan sehari-hari)
·
[Berdoa untuk
kelompok-kelompok
·
Melatih dalam kelompok
(2 atau 3 orang). Murid mendoakan murid
lain – cara bergantian, pelati menolong kalau diperlukan. (Kalau lebih dari 2 orang dalam kelompok, 1
yang didoakan, 1 yang mendoakan, yang lain diam dan berbisik ke yang mendoakan
kalau ingin memasukan sesuatu). (10 menit)]