Doa Keutuhan – Rencana untuk Sesi
2[1]
©2007, 2006 Freedom for the
Captive Ministries
Semua ayat Alkitab dari Terjemahan
Baru © Lembaga
Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society), 1994
Boleh dikopi untuk pemakaian pribadi. Tidak untuk diperdagangkan.
Sesi 2. (About 2 hours)
CONNECTION (SAMBUNGAN): (10 menit)
a.
Buka dalam doa. (2 menit)
b.
Pertanyaan dari Sesi 1.
(4 menit)
c.
Pengalaman sejak Sesi
1, termasuk pengalaman dengan Modul 2 – hanya menceritakan cerita Anda sendiri,
bukan cerita orang lain. (4 menit)
CONTENT (BAHAN POKOK): (66 [+7] menit)
Mengulangi konsep-konsep dari Sesi 1, lalu melanjut ke
Sesi 2.
Diulangi dari Sesi 1:
(10 + 5 menit)
1) 4
langkah dasar Doa Keutuhan:
a)
Menawan pikiran kita (2 Korintus 10:4-5) (termasuk perasaan)
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
c) Menerima pandanganNya
d)
Menerapkan itu
sekarang dan di dalam kehidupan sehari-hari.
Ҝ: Menawan, Membawa,
Menerima, Menerapkan (4 Langkah Dasar)
Tuhan senang berbicara
kepada orang.
2)
Kalau sukacita kita hilang atau kalau ada pikiran atau tindakan
tidak benar, itu suatu tanda ada sesuatu yang perlu kita garap.
3)
Langkah pokok untuk
menggarap luka batin berdasarkan keyakinan salah:
a)
Menawan
pemicu: perasaan negatif,
tindakan dan/atau pikiran yang tidak benar.
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
i)
Perasaan negitip
(yang berkaitan dengan pemicu)
ii) Ingatan (baru, lalu sesunguhnay atau serupa).
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
c) Menerima pandangan Tuhan
d) Menerapkan.
Ҝ: Menawan, Membawa (Perasaan, Ingatan, Keyakinan salah), Menerima, Menerapkan
Contoh: Keyakinan salah: “Saya selalu akan gagal.”
4)
Tujuan Doa Keutuhan:
a)
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, kekuatan dan pikiran (hubungan Tuhan tambah erat).
b)
Mengasihi orang lain seperti diri sendiri (hubungan dengan orang lain tambah sehat).
c) Berbuah dalam
i) PI, pemuridan dan pelatihan kepemimpinan
PI: Menghancurkan halangan, Mengerti
masalah sering mirip, Mendengar cerita
dan masalah, menawar berdoa dalam nama Isa Al
Masih (menjelaskan, berdoa), Melanjut (menawar
memperkenalkan, jangan mendorong)
ii) Transformasi (perubahan) untuk pribadi, hubungan, kelompok, dan masyarikat.
5) Perubahan paradigma dan prinsip dasar untuk yang melayani:
a) Mendengar suara Tuhan langsung mengenai masalah dll.
b) Menolong orang lain untuk mendengar suara Tuhan langsung.
c) Menawan pikiran dan menggarapnya (termasuk perasaan dan dasar tindakan)
d) Doa
3 arah 
e)
Tuhan yang memimpin (bukan kita!).
f) Kita bermitra dengan Tuhan dan belajar:
i) Berdiam dan
ii) Mendengar - Kepada Tuhan; Kepada orang yang didoakan – untuk apa yang perlu ditawan dalam doa.
Mengulangi 4 langkah dasar.
Dalam beberapa contoh yang
berikut : (1) Apa isu-isu yang mungkin
baik ditawan? (2) Apa yang mungkin cocok berdoa untuk bagian
pertama?:
1)
Saya marah
sekalai terhadap bos saya karena dia tidak memenuhi janjinya. (marah,
mengampuni; Dia merasa apa saja pas sebelum dia mulai merasa marah?)
2)
Saya sulit tidur tadi malam. (Belum jelas; Mengapa?)
3)
Harapan saya untuk dapat perkerjaan itu, tetapi tidak
titawarkan. (Belum jelas; Bagaimana perasaan mengenai itu?)
4)
Saya takut PI, khusnya kepada orang ________. (mengapa; Takut mengenai apa? Kapan
mulai merasa seperti ini?)
g)
Rendah hati: ↔ (sejajar) bukan ↓ (atas ke
bawah).
h)
Jangan membuka rahasia!
6) Kurang sesuai dengan prinsip doa ini
adalah:
a) Menasihati langsung
b) Menyuruh langsung
c) Membuka alkitab langsung dan mengajar
d) Doa permohonan biasa.
Seperti contoh-contoh
dalam mainan peran Sesi 1.
7)
Pertanyaan
Sesi 2. (51 [+7] menit) (atau tambah
bahan dalam #1 dan #2 ke Sesi 1)
1) Penjelasan lanjut mengenai proses: (8 menit)
a) Semua pengikut Yesus bisa belajar prinsip doa ini.
b) Kalau isu tidak terlalu berat dan orangnya sudah mengerti prinsip doa ini, mereka bisa melakukan prosesnya langsung dengan Tuhan: ↑↓ (2 arah)
c) Dalam paradigma ini perasaan tidak disembunyikan (seolah-olah tidak ada) atau diatasi sendiri, melainkan ditawan, dibawa kepada Tuhan, dan digarap bersama Dia.
i)
Menawan pikiran – termasuk perasaan – dan membawa kepada Tuhan
(1)
Kuasa Tuhan (salib,
kebangkitan)
(2)
Menyembunyikan tidak
akan menolong
d) Kalau kita mendoakan orang lain, kita bertujuan agar mereka mendengar suara Tuhan langsung dan bertumbuh dalam hubungan akrab dengan Dia. (Posisi kita sebagai teman Tuhan dan teman mereka. Kita “memegang tangan” kedua-duanya, dan memberdayakan orang yang didoakan teman ↔ teman untuk bergandengan tangan langsung dengan Tuhan.)
e) Suatu hasil doa ini adalah orang bertumbuh dalam hubungan erat dengan Tuhan.
f) Orang yang didoakan tidak perlu menceritakan seluruh masalah kepada orang yang mendoakannya. Cukup kalau mereka menceritakan garis besarnya – supaya orang yang mendoakannya tahu dimana dia berada dalam prosesnya.
g) Perhatikan wajah dan “bahasa tubuh” orang yang didoakan, sambil mendoakan mereka. Takut, marah, gelisah, dll. Misalnya kaki atau tangan mereka bergerak terus.
h) Kalau orang yang didoakan kelihatan “kemacetan” (susah keluar) dari perasaan negatif atau kurang enak (kalau perasaan itu terasa lebih dari dua atau tiga menit), mungkin baik Anda mendoakan mereka dengan ayat-ayat yang cocok untuk menghiburkan atau menyampaikan kebenaran. Memohon supaya Tuhan memberikan Anda kebijaksaan mengenai hal tersebut.
i) Ceritakan hasil doa ini kepada orang yang dapat dipercaya. Ini dapat mempermudah proses menerapkan (dalam kehidupan sehari-hari) kebenaran yang diterima dari Tuhan.
j) Langkah-langkah berisi langkah-langkah umum ketika menggarap suatu isu. Ubahlah sesuai situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
k) Ada juga buku lengkap.
l) Kalau ada sesuatu yang dipicu dalam Anda sendiri saat mendoakan orang lain, garaplah isu ini. Kalau Anda mau, minta orang lain menolong Anda menggarap isu ini bersama Tuhan.
m) Memakai belas kasihan yang tidak mengikatkan diri kepada masalahnya. “Care but don’t carry.”
2) Modul 1 (hl. 8-9) – Prinsip-prinsip untuk: (3 menit)
a) doa pembukaan
b) doa penutup
c) langkah-langkah kalau ada ganguan roh
d) dilakukan oleh orang yang didoakan dan orang yang mendoakannya, sesudah berdoa.
3) Langkah-langkah khusus untuk mengganti kutuk keluarga dengan berkat Tuhan (hl. 19-21) (8 menit)
a)
Mengetahui masa-masa penting dalam hidup Anda :
i)
Ketika Anda merasa diberkati oleh orang tua atau anggota keluarga lain yang
penting.
(1)
Terima berkat ini dalam nama Yesus.
ii)
Ketika Anda merasa dikutuk atau tidak menerima berkat (merasa kosong) dari
orang tua atau anggota keluarga lain yang penting.
(1)
Memohon supaya Tuhan mengubahnya menjadi suatu berkat.
Ҝ: Terima berkat, kutuk diubah menjadi
suatu berkat
Contoh: waktu lahir, kecil, remaja, menika, anak
pertama lahir, dll.
Berdoa
untuk kelas. (Memakai contoh doa
pembukaan dan doa penutup dari Modul 1.)
4)
Modul
6B (hl. 60-64) – Langkah-langkah untuk menggarap luka batin berdasarkan
keyakinan salah (hl 61): (12 menit)
a) Doa
pembukaan hl. 8
b) Menawan
pemicu: perasaan negatif,
tindakan dan/atau pikiran yang tidak benar.
Contoh: Saya selalu akan gagal.
(1) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan perasaan negatif yang berkaitan dengan pemicu
itu. Putus asa.
(2) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan peristiwa yang baru terjadi yang memicu perasaan
negatif itu. Bos
saya menkritik pekerjaan saya.
(3)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan pikiran/keyakinan dalam peristiwa itu.
Saya selalu akan gagal.
c)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
i) Perasaan negatif
(1) Merasakan
dan memikirkan (sejauh mana Tuhan inginkan) perasaan negatif dan
pikiran/keyakinan itu. Putus asa. Saya selalu
akan gagal.
ii) Ingatan (sesungguhnya atau serupa)
(1)
Memohon
supaya Tuhan memunculkan saat pertama kali (atau saat kunci atau kebiasaan)
Anda merasa seperti itu. Waktu saya kecil bapak saya sering menkritik hasil pekerjaan
saya. Suatu hari saya membuat sesuatu. Dia melihat, terus berkata ”Gagal terus.”
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan semua keyakinan salah (atau isu-isu lain yang perlu digarap) dalam ingatan pertama/kunci/kebiasaan. Saya selalu akan gagal. Lebih baik tidak berusaha.
d) Menerima pandangan Tuhan:
(1) Merasakan dan memikirkan (sejauh mana Tuhan inginkan) perasaan negatif dan pikiran/keyakinan yang ada dalam ingatan ini.
(2) Memohon supaya Tuhan memasukkan kebenaranNya ke dalam ingatan itu. (Mungkin melalui ayat, pikiran, gambar, suara, atau bentuk lain.) Phil 4:13 “Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang membuat kekuatan kepada ku.” Berusaha bersama Tuhan. Dia penolong.
(3) Menguji apakah semua yang diterima sesuai dengan Firman Tuhan (supaya tidak tertipu oleh iblis), lalu menerima semua kebenaran Tuhan. benar
(4) Memohon supaya Tuhan mengungkapkan kalau ada sesuatu dalam ingatan yang belum beres. Mungkin ada orang yang perlu diampuni, sumpah kurang sehat yang perlu dipatahkan, atau isu lain. Melakukan semua yang Tuhan tunjukan. Mengampuni ayah, masalah sumpah (rencana untuk belajar isu ini dalam sesi 3)
(5) Mengikuti proses ini sampai semua bagian dalam ingatan ini dirasakan berdamai. Sedih (hl 5 dalam bahan ini)
(6) Menerima pandangan Tuhan dalam peristiwa yang memicu perasaan negatif. Hanya sedikit dalam hasil pekerjaan saya yang sebenarnya perlu diperbaiki. Saya mampu. J
e) Menerapkan:
(1) Memohon supaya Tuhan mengungkapkan bagaimana kebenaranNya diterapkan dalam kehidupan sekarang dan seterusnya. Kerja sama dengan Tuhan. Hafalkan Phil 4:13. Serahkan hasil pekerjaan ke tangan Tuhan.
f) Meneruskan:
(1) Bertanya kepada Tuhan apa yang Dia ingin lakukan berikutnya. Ikutilah Dia ke ingatan lain, perasaan negatif lain, atau isu lain, dan garaplah bersama Dia.
g) Bersyukur
h) Doa penutup (hl 8)
i)
Tindak
lanjut: Lihat Modul 1 dan hl 62-63.
Ҝ: Menawan, Membawa (Perasaan, Ingatan, Keyakinan salah), Menerima, Menerapkan
Catatan: Kalau orang yang didoakan mengalami kesusahan mengetahui apa yang dia
rasakan, mungkin dia pernah bersumpah
(Sesi 3) seperti ”Saya tidak akan merasa apa-apa lagi.” Mungkin juga ada ingatan yang berkaitan. Sering menolong kalau orang seperti itu memutuskan dalam doa bahwah mau merasa
sesuai yang Tuhan inginkan. (Tuhan yang
menjaga perasaan mereka – seperti pintu
kain nyamuk – yang cocok diterima bisa masuk, yang kurang cocok tidak bisa
masuk). Sering orang seperti ini merasa
bahwah: ”Kalau saya buka pintu perasaan
saya, saya pasti kewalahan. Jadi lebih
baik pintu tetap tutup.” Selain
menggarap sumpah atau keputusan (kalau ada), mungkin juga orang itu akan perlu
belajar lebih lagi mengenai perasaan-perasaan mereka sendiri (karena masih
mengalami, hanya dulu disembunyikan.)
Catatan: (1) Hal pertama yang muncil dalam pikiran
biasanya hal yang perlu ditawan.
(2) Menawan dan memohon sesuatu.
(3) Berterimakasih terus.
5)
Modul
6A (hl. 59) – Langkah-langkah untuk mengundang Tuhan menanggung perasaan
yang tidak menyenangkan berdasarkan sesuatu yang benar: (Dapat juga tercampur dengan 6B.) (5 menit)
a) Doa
pembukaan
b) Menawan: perasaan yang tidak menyenangkan
berdasarkan sesuatu yang benar
(1) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan semua perasaan yang kurang enak berdasarkan sesuatu
yang benar. Menuruskan
dengan contoh tadi. Sedih karena
perkataan ayah.
(2) Kalau
disebabkan dukacita dan kehilangan: lihat lampiran 1.
(3)
Kalau
perasaan amarah: lihat lampiran 2.
c)
Bersyukur
kepada Tuhan, bahwa Anda sebagai pengikut Yesus.
(1)
Anda
dihubungkan (ada kuk) dengan Dia (Matius 11:28-30).
(2)
Dia
menawarkan Anda kelegaan (Matius 11:28-30).
(3)
Dia
menanggung kesengsaraan Anda (Yesaya 53:4b).
(4)
Kalau
kebenaran ini susah diterima, garaplah.
(Lihat 6B.)
d)
Membawa
kepada Tuhan setiap
perasaan kurang enak berdasarkan sesuatu yang benar:
(1)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda merasakan kepedihan sebanyak yang Dia inginkan
sekarang, didalam hadiratNya.
e) Menerima pandangan Tuhan:
(1) Memohon supaya Tuhan menanggung beban ini.
(2) Berikan kepadaNya beban Anda.
f) Menerapkan:
(1) Bersyukur kepadaNya untuk apa yang telah Dia lakukan.
g) Doa penutup
h) Tindak lanjut: Lihat Modul 1. Juga lihat catatan di hl 59.
Ҝ: Tuhan menanggung
beban, Berikan beban
6) Langkah-langkah untuk menggarap perasaan amarah: (5 menit)
a) Doa
pembukaan
b) Menawan perasaan amarah
c)
Membawa kepada Tuhan dan menanyakan akarnya.
(1)
Memohon
supaya Tuhan mengungkapkan perasaan negatif yang ada dibelakang
amarah Anda.
(a) Memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan bagaimana perasaan Anda pas sebelum Anda menjadi marah. Perasaan yang sering dibelakang amarah adalah:
(i) Frustrasi
(ii) Ketakutan
(iii)
Malu dan/atau
(iv) Sakit
hati.
Marah
karena takut akan gagal.
d) Menerima pandanganNya
(1) Ikuti proses kesembuhan yang sesuai dengan apa yang sedang digarap (6A atau 6B), dimulai dengan perasaan dibelakang amarah Anda.
e) Menerapkan kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari.
(1) Di dalam ingatan pertama/kunci/kebiasaan, memohon supaya Tuhan mengungkapkan apakah amarah Anda masih perlu karena alasan apapun. Garaplah semua alasan yang ada.
(2) Memohon supaya Tuhan mengambil amarah dan memberikan damaiNya kepada Anda (kalau masih ada). (Berkaitan dengan ini mungkin Anda juga perlu mengampuni seseorang. Lihat Modul 7-9.)
(3) Mengikuti terus proses kesembuhan yang sesuai dengan apa yang sedang digarap (6A atau 6B).
f) Bersyukur
g) Doa penutup
h) Tindak lanjut: Lihat Modul 1.
Ҝ: Amarah
bukan perasaan dasar. Menggarap
perasaan dasar: bisaanya frustrasi, ketakutan, malu, atau sakit hati.
7) [Langkah-langkah khusus untuk mencari kesembuhan ilahi akibat trauma: (hl 70). (3 menit)]
a) Menggarap setiap peristiwa yang belum penuh rasa damai. (Lihat 6B.)
b) Memohon supaya Tuhan menanggung semua beban yang ada dalam trauma.
c) Menggarap isu pengampunan orang, rasa kehilangan, rasa takut, dan isu lainnya.
d) Mengusir semua roh jahat yang berkaitan dengan trauma.
Contoh: Pendeta dituduh oleh orang
yang dia menolong. Walaupun tuduhan tidak benar, dia
merasa bawah namanya dihancurkan (karena tuduh disebarkan).
Ҝ: Menggarap setiap peristiwa, Tuhan menanggung
semua beban, Mengusir semua roh jahat.
8) [Langkah-langkah khusus untuk menggarap kehilangan seseorang atua sesuatu: (hl 66). (4 menit)]
a)
Menggarap kehilangan seseorang atau sesuatu juga proses yang perlu
waktu.
b)
Ada perbedaan orang dalam cara berdukacita.
c)
Ada tahap-tahap bersedih yang biasanya dialami untuk memproses kehilangan. (hl 65)
d)
Orang yang berdukacita bisa macet dalam prosesnya. Kemacetan ini bisa digarap.
e)
Tuhan ingin berjalan bersama orang yang berdukacita dan menanggung
perasaan kurang enak (Isaiah 53:4).
f)
Kadang-kadang orang yang berdukacita menanggung beban kepedihan orang
lain. Kalau hal ini terjadi, isu itu
perlu digarap. Contoh:
adik waktu jodohnya meninggal.
g)
Baik kalau orang yang berdukacita mempunyai teman yang siap menjadi
pendengar yang baik.
h)
Juga ada beberapa langkah-langkah lain untuk menolong orang yang
berdukacita. (Lihat hl 66.)
Ҝ:
Proses dengan tahap-tahap, Kalau macet
dalam proses dapat digarap, Tuhan ingin berjalan bersama orangnya dan
memikul bebannya, Pendengar yang baik dapat sangat menolong prosesnya.
Mainan
peran – Ibu Eti – Bagian 1. Dengarlah
apa yang mungkin cocok ditawan dan didoakan. (10
menit)
CHALLENGE (TANTANGAN): (11
menit)
·
Pertanyaan (5 menit)
·
Baik kalau mengingat 4 langkah dasar, dan kunci-kunci
dari setiap isu. Mengulangi. (1 menit)
·
Apa
saja situasi yang cocok untuk menerapkan prinsip-prinsip ini? Respon pendek (2 menit)
Catatan
(3 menit):
(1)
Juga dapat memakai prinsip-prinsip ini
untuk sehari-hari (Apa pendapat
Tuhan sekarang? Dia berada di mana? Dia ingin lakukan apa?) Perkacapan
3 arah (dan 2 arah) – sering berdoa dan mendengar.
(2)
Dan dapat memakai prinsip dan langkah untuk hal-hal yang mungkin
dianggap sepele. Misalnya:
frustrasi karena orang lain tidak menemuhi jangi, masalah uang, merasa
kewalahan dalam pekerjaan yang bertumpuk, merasa kecewa dalam hasil pelayanan,
merasa frustrasi karena tindakan orang lain.
(3)
Kalau tidak ada akar yang
berkaitan, masih memohon supaya Tuhan menyatakan pandangan Dia.
(4)
Orang dapat memakai langkah-langkah doa ini sambil berjalan, bekerja (seperti mencuci piring), berolahraga,
dsb.
CHANGE (PERUBAHAN): (27
menit)
a.
Latihan dalam kelompok
(berdua atau bertiga – 1 yang diam) – murid mendoakan murid lain dengan prinsip
dan langkah dasar doa keutuhan, pelati menolong kalau ada pertanyaan. (15 menit) Lihat langkah-langkah yang
cocok. Juga melihat contoh doa pembukaan
dan doa penutup. Doakan dulu
(termasuk untuk menggarap hal yang dianggap sepele).
b.
Pertanyaan (5
menit)
c.
Doa penutup dan Follow-up (3 menit) Memohon
supaya Tuhan mengurapi.
d.
Melatih!
e.
Rencana untuk Sesi 3: Pengampunan (Modul 7-8), Sumpah (Modul
5.A.2), Merasa dikutuk (Modul 5.B.2), Masalah dosa dan okultisma (Modul 4). (1 menit)
f.
Pengumunan (3 menit)