Doa Keutuhan (Pemulihan dan
Pemuridan) – Sesi 1-4
©2007, 2006 Freedom for the
Captive Ministries
Semua ayat Alkitab dari Terjemahan
Baru © Lembaga
Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society), 1994
Boleh dikopi untuk pemakaian
pribadi. Tidak untuk diperdagangkan.
Sesi 1: Pengantar dan contoh.
1) Pengikut Yesus sudah
a) diberikan kebebasan dari kuasa dosa. Roma 6:3-13.
b) diberikan hati baru. Yehezkiel 36:26.
c) mempunyai Roh Kudus di dalam dan Dia suka berkomunikasi
dengan kita. Yohanes 14:16-17, 26;
d) Diberikan warisan luar biasa:
i)
Sukacita yang tak
bisa terkatakan 1 Petrus 1:8-9
ii) Harapan yang hidup 1 Petrus 1:3
iii)
Hubungan erat
dengan Tuhan. Yohanes 17:21
iv)
banyak
lainnya. Ephesus 1 dan lain-lain.
2) Pengikut Yesus masih dalam proses.
a) 2 Korintus 3:18b “diubah menjadi serupa dengan
gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”
b) Matius 12:33 Bahasa Yunani sebenarnya berarti “Buatlah
pohon itu menjadi baik…”
c)
Kalau
buah kurang bagus, melihat akarnya. Matius 12:35 “Orang yang baik
mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik…”
d)
Cara
berpikir kita belum sempurna. Beberapa contoh sebabnya adalah:
i) masalah keterunan
ii) masalah kutuk
iii) masalah karena memilih dosa
iv) masalah lain dengan cara pikir (seperti “Saya harus melindungi diri sendiri.”)
3) Kita
berada dalam peperangan rohani.
a) Satu cara untuk berjuang adalah:
i) Menawan pikiran kita (2 Korintus 10:4-5)
ii)
Membawa kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
iii) Menerima pandanganNya
iv) Menerapkan itu di dalam kehidupan sehari-hari.
Ҝ [kunci]: Menawan, Membawa, Menerima, Menerapkan (4 Langkah Dasar)
b) Kalau sukacita kita hilang atau kalau ada pikiran atau tindakan tidak sehat, itu suatu tanda ada sesuatu yang perlu kita garap.
4) Langkah pokok untuk menggarap luka batin berdasarkan keyakinan salah:
a)
Menawan pemicu: perasaan negatif, tindakan
dan/atau pikiran yang tidak sehat.
b)
Membawa kepada
Tuhan dan menanyakan akarnya:
i)
Perasaan negitif
(yang berkaitan dengan pemicu)
ii) Ingatan (baru, lalu sesunguhnya atau serupa).
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
Ҝ: Perasaan,
Ingatan, Keyakinan salah
c) Menerima pandangan Tuhan
d) Menerapkan.
Ҝ: Menawan, Membawa (Perasaan, Ingatan, Keyakinan salah), Menerima, Menerapkan
5)
Tujuan
doa keutuhan (pemulihan dan pemuridan):
a)
Mengasihi Tuhan
dengan segenap hati, kekuatan dan pikiran (hubungan Tuhan tambah erat).
b)
Mengasihi orang lain seperti diri sendiri (hubungan dengan orang lain tambah sehat).
c) Berbuah dalam
i) PI, pemuridan dan pelatihan kepemimpinan
ii) Transformasi (perubahan) untuk pribadi, hubungan, kelompok, dan masyarikat.
6) Perubahan paradigma dan prinsip dasar untuk yang melayani:
a) Mendengar suara Tuhan langsung mengenai masalah dll.
b) Menolong orang lain untuk mendengar suara Tuhan langsung.
c) Menawan pikiran dan mengarapnya (termasuk perasaan dan dasar tindakan)
d) Doa 3 arah

a)
Tuhan yang
memimpin (bukan
kita!).
b) Kita bermitra dengan Tuhan dan belajar:
i) Berdiam dan
ii) Mendengar
c) Rendah hati: ↔ (sejajar) bukan ↓ (atas ke bawah).
d) Jangan membuka rahasia!
7) Kurang sesuai dengan prinsip doa ini adalah:
a) Menasihati langsung
b) Menyuruh langsung
c) Membuka Alkitab langsung dan mengajar
d) Doa permohonan biasa.
8) Tahap belajar:
a) Mulai dengan diri sendiri
b) Melatih menolong orang lain untuk mengarap isu-isu
i) di kelas ini
ii) di luar kelas ini
c) Memimpin kelompok yang belajar
d) Belajar bagaimana mengajar orang lain dalam prinsip doa ini
e) Mengajar orang lain dalam prinsip doa ini.
9) Dalam isu seperti apa prinsip ini bisa dipakai dalam kehidupan diri sendiri atau konteks melayani?
10) PR – Garaplah modul 2 dengan pasangan hidup (kalau belum menika garaplah dengan orang lain). (hl 12-18)
Sesi 2. Modul 1 dan 6.
1) Penjelasan lanjut mengenai proses:
a)
Semua pengikut Yesus bisa
belajar prinsip doa ini.
b)
Kalau
isu tidak terlalu berat dan orangnya sudah mengerti prinsip doa ini, mereka
bisa melakukan prosesnya langsung dengan Tuhan:
↑↓ (2 arah)
c)
Dalam
paradigma ini perasaan tidak disembunyikan
(seolah-olah tidak ada) atau diatasi sendiri,
melainkan ditawan, dibawa kepada Tuhan, dan digarap
bersama Dia.
d)
Kalau
kita mendoakan orang lain, kita bertujuan agar mereka mendengar suara Tuhan
langsung dan bertumbuh dalam hubungan akrab dengan Dia. (Posisi kita sebagai teman Tuhan dan teman
mereka. Kita “memegang tangan” kedua-duanya,
dan memberdayakan orang yang didoakan untuk bergandengan tangan
langsung dengan Tuhan.)
e)
Suatu
hasil doa ini adalah orang bertumbuh dalam hubungan erat dengan
Tuhan.
f)
Orang
yang didoakan tidak perlu menceritakan seluruh masalah kepada
orang yang mendoakannya. Cukup
kalau mereka menceritakan garis besarnya – supaya orang
yang mendoakannya tahu dimana dia berada dalam prosesnya.
g) Perhatikan wajah dan “bahasa tubuh” orang yang didoakan, sambil mendoakan mereka.
h) Kalau orang yang didoakan kelihatan “kemacetan” (susah keluar) dari perasaan negatif atau kurang enak (kalau perasaan itu terasa lebih dari dua atau tiga menit), mungkin baik Anda mendoakan mereka dengan ayat-ayat yang cocok untuk menghiburkan atau menyampaikan kebenaran. Memohon supaya Tuhan memberikan Anda kebijaksaan mengenai hal tersebut.
i) Ceritakan hasil doa ini kepada orang yang dapat dipercaya. Ini dapat mempermudah proses menerapkan (dalam kehidupan sehari-hari) kebenaran yang diterima dari Tuhan.
j) Langkah-langkah berisi langkah-langkah umum ketika menggarap suatu isu. Ubahlah sesuai situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
k)
l)
Kalau
ada sesuatu yang dipicu dalam Anda sendiri saat mendoakan orang lain, garaplah isu ini.
Kalau Anda mau, minta orang
lain menolong Anda menggarap isu ini bersama Tuhan.
m)
Memakai belas kasihan yang tidak mengikatkan diri
kepada masalahnya.
2)
Modul
1 (hl. 8-9) – Prinsip-prinsip untuk:
a) doa pembukaan
b) doa penutup
c) langkah-langkah kalau ada ganguan roh
d) dilakukan oleh orang yang didoakan dan orang yang mendoakannya, sesudah berdoa.
3) Modul 6B (hl. 60-64) – Langkah-langkah untuk menggarap luka batin berdasarkan keyakinan salah (hl 61):
a) Doa
pembukaan
b) Menawan
pemicu: perasaan negatif,
tindakan dan/atau pikiran yang tidak benar.
(1) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan perasaan negatif yang berkaitan dengan pemicu
itu.
(2) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan peristiwa yang baru terjadi yang memicu perasaan
negatif itu.
(3)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan pikiran/keyakinan dalam peristiwa itu.
c)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
i) Perasaan negatif
(1)
Merasakan
dan memikirkan (sejauh mana Tuhan inginkan) perasaan negatif dan
pikiran/keyakinan itu.
ii) Ingatan (sesungguhnya atau serupa)
(1)
Memohon
supaya Tuhan memunculkan saat pertama kali (atau saat kunci atau kebiasaan)
Anda merasa seperti itu.
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan semua keyakinan salah (atau isu-isu lain yang perlu digarap) dalam ingatan pertama/kunci/kebiasaan.
d) Menerima pandangan Tuhan:
(1) Merasakan dan memikirkan (sejauh mana Tuhan inginkan) perasaan negatif dan pikiran/keyakinan yang ada dalam ingatan ini.
(2) Memohon supaya Tuhan memasukkan kebenaranNya ke dalam ingatan itu.
(3) Menguji apakah semua yang diterima sesuai dengan Firman Tuhan (supaya tidak tertipu oleh iblis), lalu menerima semua kebenaran Tuhan.
(4) Memohon supaya Tuhan mengungkapkan kalau ada sesuatu dalam ingatan yang belum beres. Mungkin ada orang yang perlu diampuni, sumpah kurang sehat yang perlu dipatahkan, atau isu lain. Melakukan semua yang Tuhan tunjukan.
(5) Mengikuti proses ini sampai semua bagian dalam ingatan ini dirasakan berdamai.
(6) Menerima pandangan Tuhan dalam peristiwa yang memicu perasaan negatif.
e) Menerapkan:
(1) Memohon supaya Tuhan mengungkapkan bagaimana kebenaranNya diterapkan dalam kehidupan sekarang dan seterusnya.
f) Meneruskan:
(1) Bertanya kepada Tuhan apa yang Dia ingin lakukan berikutnya. Ikutilah Dia ke ingatan lain, perasaan negatif lain, atau isu lain, dan garaplah bersama Dia.
g) Bersyukur
h) Doa penutup
i) Tindak lanjut: Lihat Modul 1 dan hl 62-63.
Ҝ: Menawan, Membawa (Perasaan, Ingatan, Keyakinan salah), Menerima, Menerapkan
4)
Modul
6A (hl. 59) – Langkah-langkah untuk mengundang Tuhan menanggung perasaan
yang tidak menyenangkan berdasarkan sesuatu yang benar: (Dapat juga tercampur dengan 6B.)
a) Doa
pembukaan
b) Menawan: perasaan yang tidak menyenangkan
berdasarkan sesuatu yang benar
(1) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan semua perasaan yang kurang enak berdasarkan sesuatu
yang benar.
(2) Kalau
disebabkan dukacita dan kehilangan: lihat lampiran 1.
(3)
Kalau
perasaan amarah: lihat lampiran 2.
c)
Bersyukur
kepada Tuhan, bahwa Anda sebagai pengikut Yesus:
(1)
Anda
dihubungkan (ada kuk) dengan Dia (Matius 11:28-30).
(2)
Dia
menawarkan Anda kelegaan (Matius 11:28-30).
(3)
Dia
menanggung kesengsaraan Anda (Yesaya 53:4b).
(4)
Kalau
kebenaran ini susah diterima, garaplah.
(Lihat 6B.)
d)
Membawa
kepada Tuhan setiap
perasaan kurang enak berdasarkan sesuatu yang benar:
(1)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda merasakan kepedihan sebanyak yang Dia inginkan
sekarang, didalam hadiratNya.
e) Menerima pandangan Tuhan:
(1) Memohon supaya Tuhan menanggung beban ini.
(2) Berikan kepadaNya beban Anda.
f) Menerapkan:
(1) Bersyukur kepadaNya untuk apa yang telah Dia lakukan.
g) Doa penutup
h) Tindak lanjut: Lihat Modul 1. Juga lihat catatan di hl 59.
Ҝ: Tuhan menanggung
beban, Berikan beban
5) Langkah-langkah untuk menggarap perasaan amarah:
a) Doa
pembukaan
b) Menawan perasaan amarah
c)
Membawa kepada Tuhan dan menanyakan akarnya.
(1)
Memohon
supaya Tuhan mengungkapkan perasaan negatif yang ada dibelakang
amarah Anda.
(a) Memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan bagaimana perasaan Anda pas sebelum Anda menjadi marah. Perasaan yang sering dibelakang amarah adalah:
(i) Frustrasi
(ii) Ketakutan
(iii)
Malu atau
(iv) Sakit
hati.
d) Menerima pandanganNya
(1) Ikuti proses kesembuhan yang sesuai dengan apa yang sedang digarap (6A atau 6B), dimulai dengan perasaan dibelakang amarah Anda.
e) Menerapkan kebenaran itu dalam kehidupan sehari-hari.
(1) Di dalam ingatan pertama/kunci/kebiasaan, memohon supaya Tuhan mengungkapkan apakah amarah Anda masih perlu karena alasan apapun. Garaplah semua alasan yang ada.
(2) Memohon supaya Tuhan mengambil amarah dan memberikan damaiNya kepada Anda. (Berkaitan dengan ini mungkin Anda juga perlu mengampuni seseorang. Lihat Modul 7-9.)
(3) Mengikuti terus proses kesembuhan yang sesuai dengan apa yang sedang digarap (6A atau 6B).
f) Bersyukur
g) Doa penutup
h) Tindak lanjut: Lihat Modul 1.
Ҝ: Amarah
bukan perasaan dasar. Menggarap
perasaan dasar: bisaanya frustrasi, ketakutan, malu, atau sakit hati.
6) Langkah-langkah khusus untuk mencari kesembuhan ilahi akibat trauma: (hl 70).
a) Menggarap setiap peristiwa yang belum penuh rasa damai. (Lihat 6B.)
b) Memohon supaya Tuhan menanggung semua beban yang ada dalam trauma.
c) Menggarap isu pengampunan orang, rasa kehilangan, rasa takut, dan isu lainnya.
d) Mengusir semua roh jahat yang berkaitan dengan trauma.
Ҝ: Menggarap setiap peristiwa, Tuhan menanggung
semua beban, Mengusir semua roh jahat.
7) Langkah-langkah khusus untuk menggarap kehilangan seseorang atua sesuatu: (hl 66).
a) Menggarap kehilangan seseorang atau sesuatu juga proses yang perlu waktu.
b)
Ada perbedaan orang dalam cara berdukacita.
c)
Ada tahap-tahap bersedih yang biasanya dialami untuk memproses
kehilangan.
d) Orang yang berdukacita bisa macet dalam prosesnya. Kemacetan ini bisa digarap.
e) Tuhan ingin berjalan bersama orang yang berdukacita dan menanggung perasaan kurang enak (Yesaya 53:4).
f) Kadang-kadang orang yang berdukacita menanggung beban kepedihan orang lain. Kalau hal ini terjadi, isu itu perlu digarap.
g) Baik kalau orang yang berdukacita mempunyai teman yang siap menjadi pendengar yang baik.
h) Juga ada beberapa langkah-langkah lain untuk menolong orang yang berdukacita. (Lihat hl 66.)
Ҝ: Proses dengan tahap-tahap, Kalau
macet dalam proses dapat digarap, Tuhan ingin berjalan bersama
orangnya dan memikul bebannya, Pendengar yang baik dapat sangat
menolong prosesnya.
8) Apa saja situasi yang cocok untuk menerapkan prinsip-prinsip ini?
9) Rencana untuk Sesi 3: Pengampunan (Modul 7-8), Sumpah (Modul 5.A.2), Merasa dikutuk (Modul 5.B.2), Masalah dosa dan okultisma (Modul 4), PI.
Sesi 3. Pengampunan (Modul 7-8), Sumpah (Modul 5.A.2), Merasa dikutuk (Modul 5.B.2), Masalah dosa dan okultisme (Modul 4), PI.
1)
Kita harus mengampuni orang lain dengan segenap hati (Matius 18:21-35). (hl 71)
a)
Apa
saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda mengampuni
sepenuhnya seseorang? (hl 72)
i)
Anda mempunyai
belas kasihan kepadanya.
ii)
Anda tidak
berkata-kata negatif tentang dia.
iii)
Anda bisa
memberkatinya dengan bebas.
iv)
Anda dibebaskan dari semua
kepahitan, amarah dan kebencian terhadapnya.
v)
Anda tidak
menuduh, menyalahkan atau menghakimi dia.
vi)
Anda tidak membalas dendam dan tidak
menuntut dia membayar hutang budi.
vii)
Anda melepaskan
supaya pelanggaran berlalu.
b)
Apa
saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda belum
mengampuni sepenuhnya seseorang? (hl 72)
i)
Anda
masih mempunyai perasaan negatif terhadap dia.
ii)
Anda berkata-kata negatif tentang
dia.
iii)
Anda mengutuk dia.
iv)
Anda
merasa pahit, marah atau benci kepadanya.
v)
Anda
menuduh, menyalahkan atau menghakimi dia.
vi)
Anda
ingin membalas dendam atau menuntut dia membayar hutang
budi.
vii)
Anda
mengingat-ingat pelanggaran yang telah dilakukannya.
2) Mengampuni orang berarti masalah dan
akibatnya diserahkan kepada Tuhan, tidak berarti orang itu benar atau harus
dipercaya lagi.
3)
3 bagian yang berkaitan dengan mengampuni orang:
a)
Mengusir roh jahat
b)
Mengampuni dosa
c)
Menerima orang.
4)
Langkah-langkah
untuk mengampuni orang lain: (hl 74)
a) Doa pembukaan
b) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5).
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan nama-nama siapa yang Anda perlu mengampuni.
(2) Untuk setiap orang, memohon supaya Tuhan menunjukkan apa saja yang pernah dilakukannya yang belum Anda ampuni.
c) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
(1) Memeriksa apakah Anda dapat menyerahkan sepunuhnya setiap masalah kepada Yesus.
(2)
Untuk masalah
atau perasaan negatif yang tidak bisa Anda
lepaskan sepenuhnya, memohon supaya Tuhan menyatakan sebabnya
(akar-akar perasaan, kesimpulan dan pandangan Anda). Garaplah
bersama Tuhan.
(3)
Serahkan setiap
keputusan yang tidak bijaksana yang telah Anda
buat. Kalau hal ini sulit, garaplah.
(4)
Serahkan setiap masalah kepada Tuhan dan memohon supaya Dia mengambil luka batin akibat
pelanggaran. Kalau hal ini sulit,
garaplah.
(5)
Mengampuni orang
tersebut untuk setiap pelanggaran yang telah dilakukan.
(6)
Serahkan amarah, kepahitan, kebencian dan penghakiman Anda terhadap orang
tersebut.
d)
Menerima pandanganNya
(1)
Memohon
supaya Tuhan membantu Anda melihat orang itu sebagaimana Tuhan
melihatnya.
(2)
Memohon
agar Anda mempunyai belas kasihan kepadanya.
e)
Menerapkan
(1)
Mendoakan doa
berkat atas orang tersebut.
f)
Doa
penutup.
g)
Tindak
lanjut.
Ҝ: Mengusir
(roh-roh jahat), Mengampuni (Apakah siap melepas semuanya, atau
masih ada yang sulit dilepas? (seperti karet menarik bola kembali ke kayu –
kalau masih ada ”karet” perlu digarap supaya dipatahkan), Menerima (orangnya); Memberkati
(berdoa doa berkat).
5) Langkah-langkah
khusus untuk mengampuni orang tua Anda:
(hl 80)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5).
b) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
(1) Memohon supaya Tuhan menolong Anda agar dapat melihat orang tua secara objektif sebagaimana Dia melihat orang tua Anda.
(2) Memohon supaya Tuhan menolong Anda untuk memisahkan antara pribadi orang tua dan dosa mereka.
(3) Memohon supaya Tuhan menolong Anda untuk menerima pribadi orang tua dan mengampuni dosa mereka.
(4) Memohon supaya Tuhan menganugerahkan kepada Anda belas kasihan kepada orang tua.
(5) Memohon supaya Tuhan menyatakan semua tindakan Anda yang merupakan reaksi terhadap orang tua.
(a)
Untuk setiap tindakan, memohon supaya Tuhan
menyatakan apakah masih ada sumpah yang diucapkan di masa
kecil atau muda, yang hingga kini masih berpengaruhi, atau
masih ada keinginan atau perasaan yang tidak sehat sebagai reaksi
terhadap orang tua. Mematahkan ini semua.
(b)
Menggarap isu-isu lainnya.
c)
Menerima pandanganNya
d) Menerapkan
(1)
Anda
harus bertanggungjawab atas reaksi Anda terhadap orang tua. Untuk itu Anda perlu mengaku dan bertobat
untuk dosa-dosa Anda sendiri. Garaplah
bersama Tuhan.
(2)
Memberkati (atau minta kepada seseorang untuk mengucapkan doa berkat atas) semua
hal-hal yang baik yang ada didalam Anda yang diturunkan orang tua.
(3)
Berdoa
(a)
doa berkat untuk orang tua dan
(b)
doa untuk menerima mereka.
(4)
Memohon
supaya Tuhan selalu menolong Anda untuk mengasihi,
mengampuni dan memberkati orang tua.
Ҝ: Memisahkan di antara pribadi orang tua (menerima) dan dosa mereka (mengampuni), mematahkan sumpah,
bertanggungjawab atas reaksi, memberkati
(berdoa doa berkat).
6) Langkah-langkah khusus untuk menggarap sumpah: (5.A.2. hl. 34)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukan semua sumpah yang tidak bijaksana atau yang negatif. (Lihat contoh dan keterangan singkat pada hl. 34.)
b) Membawanya
kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Untuk sumpah yang tidak bijaksana, memohon supaya Tuhan mengampuni. Bertanya kapadaNya untuk menunjukkan bagian mana dari sumpah itu, bila ada, yang Dia ingin Anda penuhi.
(2)
Untuk
sumpah negatif:
(a)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan apa saja yang ada dalam diri Anda yang membuat Anda
mengambil keputusan untuk membuat sumpah itu.
Garaplah.
(b)
Memohon
pengampunan kepada Tuhan karena Anda membuat sumpah itu.
(c)
Memohon
supaya Tuhan meniadakan sumpah itu.
c)
Menerima pandanganNya
(1)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan kebenaranNya, dan sebagiamana cocok, terapkannya
sekarang.
d)
Menerapkan
Ҝ [kunci] untuk sumpah negatif: menggarap mengapa (akar), memohon supaya ditiadakan.
7)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap perasaan dikutuk: (5.B.2. hl. 44)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
b) Membawanya
kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang perlu digarap sebelum
mematahkan kutuk. Garaplah.
(2) Bila Anda merasa pernah dikutuk karena Anda telah berbuat suatu dosa:
(a) Mengakui dosa Anda kepada Tuhan. Memohon pengampunanNya.
(b) Memohon supaya Tuhan menyucikan Anda dan membebaskan dari akibat-akibat selanjutnya karena kutuk ini.
(3)
Bila
Anda merasa telah dikutuk karena
suatu dosa dari nenek moyang, lihat
Modul 2.
(4)
Bila
Anda merasa dikutuk oleh
orang lain:
(a)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang ada didalam diri Anda yang membuat
Anda menjadi rentan terhadap kutuk itu.
Garaplah.
(b)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang perlu Anda ketahui yang terkait dengan
mematahkan kutuk.
c) Menerima pandanganNya
(1) Memohon
supaya Tuhan mematahkan kutuk dan
menggantikannya dengan suatu berkat.
d)
Menerapkan
(1)
Mengampuni
orang yang mengutuk Anda dan doakannya agar berkat
dicurahkan atasnya.
(2)
Memohon
supaya Tuhan melindungi Anda dari semua kutuk dan
akibat-akibatnya.
(3)
Melakukan semua
tindak lanjut yang Tuhan tunjukkan.
Ҝ: Menggarap semua
isu yang berkaitan; Dipatahkan dan diganti dengan suatu berkat; Dilindungi.
8)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap masalah dosa: (Modul 4, hl. 23)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan dosa-dosa yang perlu diakui dan ditinggalkan.
b) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu dalam diri Anda yang
mempengaruhi Anda untuk memilih berbuat dosa itu. Garaplah.
c) Menerima pandanganNya
(1)
Mengakui
dosa-dosa Anda kepada Tuhan dan meminta pengampunanNya.
d) Menerapkan
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk tindak lanjut.
Ҝ: Menggarap
segala sesuata yang mempengaruhi
untuk memilih berbuat dosa itu. (mengapa
memilih)
9) Langkah-langkah khusus untuk menggarap masalah okultisme: (Modul 4, hl. 28)
(Dianjurkan agar Anda melakukan proses ini bersama
pengikut Yesus lain yang cukup dewasa rohani.)
10)
Bagaimana
kita bisa memakai prinsip doa ini untuk PI? (Sebagian cocok – misalnya Modul 6,
sebagian kurang cocok – misalnya Modul 2.)
11)
Rencana untuk Sesi 4: Pola kebiasaan tidak sehat, dosa seksual,
ketagihan, batasan sehat.
Sesi 4: Pola kebiasaan tidak sehat, dosa seksual,
ketagihan, batasan sehat.
1)
Langkah-langkah
khusus untuk mengganti pola kebiasaan tidak sehat dengan yang
sehat mencakup: (Modul
10, hl. 93)
a) Mengenali
pola kebiasaan
b) Menemukan akarnya (yaitu perasaan tidak menyenangkan pertama, dan apa yang memicunya)
c) Menemukan cara sehat untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan yang awal
d) Memohon
supaya Tuhan menunjukkan bagaimana Anda memberi respons terhadap
situasi awal dengan cara sehat
e) Mengerti
dan menerapkan pola kebiasaan baru dan sehat.
Ҝ: Mengenali pola
lama termasuk perasaan ”pertama” dan pemicunya; Menerima
pandangan Tuhan pada akarnya; Mengetahui pola sehat untuk mengatasi perasaan ”pertama” dan pemicu; Melatih.
2) Beberapa cara mempelajari pola kebiasaan sehat mencakup:
a) Mengenali orang-orang yang Anda tahu mempunyai pola kebiasaan sehat dalam hidup mereka, lalu:
i)
Melihat pola kebiasaan mereka sebagai contoh.
ii)
Mengajukan pertanyaan untuk belajar
lebih banyak tentang pola kebiasaan ini.
iii)
Membicarakan kasus-kasus (dengan cara sesuai dengan “tidak membuka
rahasia”).
iv)
Memainkan peran (“role-playing”: Anda dan orang lain
memainkan peran seolah-olah suatu kasus dijadikan sandiwara) yang sesuai untuk
menolong Anda belajar menerapkan pola kebiasaan sehat dalam situasi Anda.
b)
Belajar tentang pola kebiasaan sehat dari buku-buku
(kalau cocok untuk Anda)
c)
Tuhan langsung menolong Anda menciptakan dan
melaksanakan pola kebiasaan sehat.
3)
Mengganti pola kebiasaan tidak sehat dengan yang sehat
membangun hubungan yang sehat dengan orang lain: (hl. 94-95)
a)
Suami/istri
b)
Orang tua.
4)
Langkah-langkah untuk menggarap dosa seksual: (hl. 24-25, 53-54)
a)
Doa pembukaan
b)
Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya Tuhan
menolong Anda mengingatkan semua hubungan satu daging yang tidak sehat dalam hidup
Anda.
ii)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon supaya
Tuhan mematahkan semua hubungan
satu-kedagingan yang tidak sehat dalam hidup Anda. Mohonlah supaya Dia memulihkan segala sesuatu
yang hilang sebagai akibat hubungan ini.
Mohonlah supaya Dia menyucikan Anda dari segala hal yang tidak kudus yang datang
sebagai akibat hubungan ini.
(a) Memohon supaya
Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang ada dalam diri Anda
yang turut membentuk keputusan Anda untuk melakukan dosa ini.
(b) Menggarap.
iii) Menerima pandanganNya
i)
Menerapkan
(1) Serahkanlah tubuh Anda kepada Tuhan. Ambillah keputusan untuk tidak berbuat dosa lagi dengan cara ini. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
ii)
Doa penutup
iii)
Tindak
lanjut: Kembangkanlah batas-batas yang sehat di bidang ini. Misalnya, suatu batas yang sehat untuk
menghindari Anda dari dosa seksual ini adalah: jangan berdua saja dengan seseorang dalam
keadaan apa pun dimana dosa seksual dapat terjadi.
c)
Contoh doa
ada di halaman 24-25.
Ҝ: Menggarap
segala sesuatu yang turut membentuk keputasan untuk melakukan dosa ini (mengapa
memilih); mematahkan, memulikan, menyucikan; membangun batas sehat.
5)
Langkah-langkah untuk mengembangkanlah
batas-batas sehat: (hl. 117) (Catatan:
Bila memungkinkan, carilah batas-batas sehat sebelum Anda
melibatkan diri dalam suatu situasi.
Mengawali dengan batas-batas sehat lebih mudah daripada mencari
batas-batas tersebut kemudian. Lebih
mudah untuk melonggarkan batas-batas daripada mengencangkan batas-batas itu.)
a)
Carilah batas-batas yang bagaimana yang sesuai untuk kondisi
Anda.
i)
Carilah firman Tuhan untuk prinsip-prinsip yang relevan (Anda dapat
meminta bantuan orang lain).
ii)
Tanyalah kepada pengikut Yesus yang sudah
dewasa rohani yang mengerti kondisi Anda.
iii)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda
mengetahui batas-batas sehat untuk situasi Anda. Ingatlah untuk melihat seluruh situasinya.
iv)
Serahkanlah hasil interaksi Anda (yang disebutkan di atas) kepada Tuhan dan ujilah batas-batas itu dengan firmanNya.
b)
Pakailah batas-batas sehat yang telah diberikan Tuhan kepada
Anda.
i)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
ii)
Bila ada hal-hal di dalam diri Anda yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas
sehat ini, garaplah isu ini.
iii)
Bila ada orang lain yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas,
carilah hikmat bagaimana Anda dapat melanjutkannya. Carilah hikmat dengan:
(1)
Bertanya
kepada Tuhan.
(2)
Bertanya
kepada Tuhan bagaimana menerapkan hikmat yang diberikanNya.
(3)
Bertanya
kepada pengikut Yesus yang sudah dewasa rohani untuk nasihat.
(4)
Menguji
nasihat mereka apakah sesuai dengan firman Tuhan.
iv)
Bagikan
pengalaman Anda dengan orang lain yang dapat dipercaya (untuk tidak
membocorkan rahasia dan untuk tidak menghakimi orang-orang yang terlibat) dan yang
dapat cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan
keadaan Anda kepadanya. Mintalah
supaya orang itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan
keadaan Anda secara rutin.
c)
Contoh-contoh dari hal-hal yang memerlukan batas-batas sehat:
i)
Keseimbangan antara kerja
dan istirahat
ii)
Kekudusan, termasuk
kekudusan seksual
iii)
Mengetahui batas mana pekerjaan Anda dan batas mana pekerjaan orang lain
iv)
Berpegang pada apa yang Anda ketahui
sebagai hal benar, meskipun orang lain tidak setuju
v)
Tidak mengikuti “orang banyak” untuk berbuat dosa atau membuat pilihan yang
tidak bijaksana
vi)
Keseimbangan hubungan.
Ҝ: Carilah,
Pakailah
6)
Ketagihan[1]
a)
Penjelasan: Ketagihan lebih daripada masalah kebiasaan yang
kurang sehat. Sebagian dari ketagihan
adalah ketagihan kimia. Pada akar
ketagihan adalah perasaan negatif yang menghambat orang agar sulit kembali ke
sukacita.[2]
(Lihat Modul 10.)
b)
Tahap-tahap yang sering terjadi: Perasaan negatif → kontrol yang tidak sehat →
perfeksionisme (dua macam) → ketagihan
c)
“Pada
umumnya, orang yang ketagihan mulai memakai sesuatu (atau
bertindak) dengan cara kurang sehat, untuk mencari perasaan enak atau
menghindari perasaan negatif.
Hasilnya, perasaan mereka diubahkan. Ada banyak macam pengalaman yang dicari oleh
mereka, tetapi semua pengalaman mempunyai suatu kesamaan, yaitu keinginan untuk
mengulangi pengalamannya. Ada empat
macam pengalaman yang demikian:
i)
Membangun perasaan kegembiraan
ii)
Mengurangi perasaan kegelisaan atau perasaan negatif lainnya
iii)
Membangun perasaan kekuasaan atau kepercayaan kepada diri sendiri
iv)
Membangun perasaan hubungan atau kesatuan.”[3]
d)
Tiga hal yang perlu digarap untuk mengatasi ketagihan:
i)
Perasaan-perasaan negatif yang
mendasarkannya, termasuk bagaimana
orang dapat langsung kembali ke sukacita dari perasaan
negatif tersebut. Perasaan negatif itu
berasal dari:
(1)
Pola keluarga yang tidak sehat (penyelewengan fungsi)
(2)
Trauma.
ii)
Ketagihan kemia
iii)
Tekanan dari masyarakat. (Contoh: iklan-iklan.)
e)
Mengatasi
masalah ketagihan adalah proses.
Hubungan sehat dalam komuitas yang saling mengasihi dapat sangat menolong prosesnya.
Ҝ (Mengatasi ketagihan lebih rumit daripada
mengatasi masalah-masalah yang sudah dipelajari. Beberapa kunci untuk mengatasi ketagihan
adalah):
[4]7)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap ketagihan pornografi:
a) Mengetahui segala sesuatu dalam diri Anda yang turut membentuk keputusan untuk melakukan dosa ini. Menggarapnya.
b)
Memohon supaya Tuhan menunjukkan semua
keinginan-keinginan yang palsu (yang tidak benar) yang Anda telah memilih untuk
mengikuti. Menggarap semuanya bersama
Tuhan. Untuk menggarap setiap keinginan yang palsu: (hl. 107)
i)
Mengakuilah. (Lihat juga “Modul 4: Mengakui dan Berpaling dari
Dosa”).
ii)
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan keinginan-keinginan Anda yang sesungguhnya yang
tersembunyi dibawah keinginan palsu itu.
iii)
Mohonlah
supaya Tuhan menolong untuk
memperoleh keinginan-keinginan yang sebenarnya dan bukan keinginan palsu itu.
iv)
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan apa saja yang menyebabkan Anda sulit mencari keinginan yang
sesungguhnya. (Misalnya, Anda mungkin takut ditolak.)
v)
Untuk tiap hal
yang diungkapkanNya, tanyalah kepadaNya dimana Anda merasakan perasaan ini
untuk pertama kali, atau mengira bahwa hal ini yang benar. Garaplah. Dapatkan pandangan Tuhan
untuk hal ini.
vi)
Ketika Tuhan
mengungkapkan pandanganNya, pilihlah apakah Anda mau:
(1)
Memilih
mengikuti jalanNya
(2)
MempercayaiNya
dengan keinginan Anda yang sesungguhnya
dalam pergumulan ini.
vii)
Kalau hal-hal ini sulit, garaplah bersama Tuhan.
viii) Terus melakukan proses ini
sesuai keperluan.
c)
Menggarap perasaan malu yang berkaitan dengan dosa ini.
d)
Bertanya
kepada Tuhan mengenai hubungan Anda denganNya.
i)
Adakah gangguan dalam hubungan Anda dengan Tuhan?
ii)
Apakah hubungan itu terasa intim? (Kalau
tidak, Apakah Anda mengetahui bagaimana berhubungan intim dan sehat dengan
Tuhan?)
iii)
Apakah Anda mengetahui bahwah Tuhan mendengar dan menjawab doa Anda?
iv)
Menggarap semua isu-isu.
e)
Bertanya
kepada Tuhan mengenai hubungan Anda dengan orang lain:
i)
Apakah Anda mengetahui bagaimana membangun hubungan sehat dengan orang
lain?
ii)
Pertanyaan
khusus untuk laki-laki: Apakah
Anda mengetahui bagaimana membangun hubungan sehat dengan seorang perempuan?
(1)
Pandanglah
“perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai
adikmu dengan penuh kemurnian” (1 Tim 5:2).
f)
Membangun pola sehat, berkaitan dengan:
i)
Masalah
apapun yang mempengaruhi Anda untuk memilih dosa ini
ii)
Mempercayai
Tuhan dengan keinginan Anda yang sesungguhnya
iii) Mengatasi perasaan malu
iv)
Berhubungan
secara sehat dengan Tuhan
v)
Berhubungan
secara sehat dengan orang lain, khususnya perempuan.
g)
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain (segenis Anda) yang dapat
dipercaya (untuk tidak membocorkan rahasia dan untuk tidak menghakimi
orang-orang yang terlibat) dan yang dapat cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan keadaan Anda kepadanya. Mintalah supaya orang
itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan keadaan
Anda secara rutin.
Ҝ: Ketagihan; Keinginan palsu;
Perasaan malu; Hubungan-hubungan; Pola sehat; Pertanggungjawaban
8)
Langkah-langkah
khusus untuk mengganti kutuk keluarga dengan berkat Tuhan (hl. 19-21)
a)
Mengetahui masa-masa penting dalam hidup Anda :
i)
Ketika Anda merasa diberkati oleh orang tua atau anggota keluarga lain yang
penting.
(1)
Terima berkat ini dalam nama Yesus.
ii)
Ketika Anda merasa dikutuk atau tidak menerima berkat dari orang tua atau anggota keluarga lain
yang penting.
(1)
Memohon supaya Tuhan mengubahnya menjadi suatu berkat.
Ҝ: Terima berkat, Kutuk diubah menjadi
suatu berkat
[1] Pola singkat ini mengenai ketagihan berdasarkan prinsip yang
diadaptasi (dengan izin) dari seminar Addictions and Pornography, oleh
Alfred Davis, disampaikan di
[2] Prinsip langsung kembali ke sukacita diambil dari “The Life Model: Living From the Heart Jesus Gave You,” by James G. Friesen, Ph.D.; E. James Wilder, Ph.D.; Anne M. Bierling, M.A.; Rick Koepcke, M.A.; and Maribeth Poole, M.A.,
[3] Halaman 13, Overcoming Addiction: A Common Sense
Approach, oleh Michael Hardiman, © 2000 Michael Hardiman
[4] Gambar ini dari seminar “Addictions and Pornography”, oleh Alfred Davis. Lihat catatan 1.