Doa Keutuhan (Pemulihan dan
Pemuridan) – Sesi 4
©2007, 2006 Freedom for the Captive Ministries
Semua ayat Alkitab dari Terjemahan Baru © Lembaga
Alkitab
Boleh dikopi untuk pemakaian
pribadi. Tidak untuk diperdagangkan.
Diulangi
dari Sesi 1:
1) 4 langkah dasar (Ҝ) Doa Keutuhan:
a) Menawan pikiran kita (2 Korintus 10:4-5)
b) Membawanya
kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
c) Menerima pandanganNya
d)
Menerapkan itu
sekarang dan di dalam kehidupan sehari-hari.
Ҝ: Menawan, membawa, menerima, menerapkan
2)
Kalau sukacita kita hilang atau kalau ada pikiran atau tindakan
tidak benar, itu suatu tanda ada sesuatu yang perlu kita garap.
3)
Langkah
pokok (Ҝ) untuk menggarap luka batin berdasarkan keyakinan salah:
a)
Menawan
pemicu: perasaan negatif,
tindakan dan/atau pikiran yang tidak benar.
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
i)
Perasaan
negitip (yang berkaitan dengan pemicu)
ii) Ingatan (baru, lalu sesunguhnay atau serupa).
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
c) Menerima pandangan Tuhan
d) Menerapkan.
Ҝ: Menawan, Membawa (perasaan, ingatan, keyakinan salah), Menerima, Menerapkan
4)
Perubahan
paradigma dan prinsip dasar untuk yang melayani:
a)
Mendengar suara Tuhan langsung mengenai masalah dll.
b)
Menolong orang lain untuk mendengar suara Tuhan langsung.
c)
Menawan pikiran dan menggarapnya (termasuk perasaan dan dasar tindakan)
d) Doa 3 arah

e)
Tuhan yang memimpin (bukan kita!).
f) Kita bermitra dengan Tuhan dan belajar:
i) Berdiam dan
ii) Mendengar
g) Rendah hati: ↔ (sejajar) bukan ↓ (atas ke bawah).
h) Jangan membuka rahasia!
5)
Kurang sesuai dengan prinsip doa ini adalah:
a) Menasihati langsung
b) Menyuruh langsung
c) Membuka alkitab langsung dan mengajar
d) Doa permohonan biasa.
Diulangi dari Sesi 2:
1) Penjelasan lanjut mengenai proses:
a) Semua pengikut Yesus dapat belajar prinsip doa ini.
b) Dalam paradigma ini perasaan tidak disembunyikan (seolah-olah tidak ada) atau diatasi sendiri, melainkan ditawan, dibawa kepada Tuhan, dan digarap bersama Dia.
c) Kalau
kita mendoakan orang lain, kita bertujuan agar mereka mendengar suara Tuhan
langsung dan bertumbuh dalam hubungan akrab dengan Dia. (Posisi kita sebagai teman Tuhan dan teman
mereka. Kita “memegang tangan”
kedua-duanya, dan memberdayakan orang yang didoakan untuk
bergandengan tangan langsung dengan Tuhan.)
2)
Kunci
(Ҝ) – Luka batin berdasarkan
keyakinan salah:
a) Menawan
b) Membawa
(1) Perasaan
(2) Ingatan
(3) Keyakinan salah
c) Menerima
d) Menerapkan
3) Kunci (Ҝ) untuk
mengundang Tuhan menanggung perasaan yang tidak menyenangkan berdasarkan sesuatu yang benar:
a)
Tuhan menanggung beban
b)
Berikan beban
4) Kunci (Ҝ) untuk menggarap perasaan amarah:
a) Amarah bukan perasaan dasar.
b) Menggarap perasaan dasar: bisaanya frustrasi, ketakutan, malu, atau sakit hati.
5) Kunci (Ҝ) untuk mencari kesembuhan ilahi akibat trauma: (hl 70).
a) Menggarap setiap peristiwa
b) Tuhan menanggung
semua
beban
c) Mengusir semua roh jahat.
6)
Kunci (Ҝ) untuk menggarap kehilangan
seseorang atua sesuatu: (hl
66).
a)
Proses
dengan tahap-tahap
b)
Kalau macet dalam proses dapat menggarapnya
c)
Tuhan ingin berjalan bersama orangnya dan
memikul bebannya
d) Pendengar yang baik dapat sangat
menolong prosesnya.
Diulangi dari Sesi 3:
1)
Kita
harus mengampuni orang lain dengan segenap hati (Matius 18:21-35). (hl 71)
2)
Kunci (Ҝ) untuk mengampuni orang lain:
a)
Mengusir
(roh-roh jahat)
b)
Mengampuni
(Apakah siap melepas semuanya, atau masih ada yang sulit dilepas? (seperti
karet menarik bola kembali ke kayu –
kalau masih ada ”karet” perlu digarap supaya dipatahkan)
c)
Menerima (orangnya)
d)
Memberkati (berdoa doa berkat)
3)
Kunci (Ҝ) untuk mengampuni orang tua Anda:
a)
Memisahkan
antari pribadi orang tua (menerima) dan dosa mereka (mengampuni)
b) Mematahkan sumpah
c)
Bertanggungjawab
atas reaksi
d)
Memberkati
(berdoa doa berkat)
4)
Kunci (Ҝ) untuk menggarap sumpah
negatif:
a)
Menggarap
mengapa (akarnya)
b)
Memohon
supaya ditiadakan
5)
Kunci (Ҝ) untuk menggarap perasaan dikutuk:
a)
Menggarap
semua isu yang berkaitan
b)
Dipatahkan
dan diganti
dengan suatu berkat
c)
Dilindungi
6)
Kunci (Ҝ) untuk menggarap masalah dosa:
a)
Menggarap
segala sesuata yang mempengaruhi untuk memilih
berbuat dosa itu. (mengapa memilih)
7)
Langkah-langkah
untuk menggarap masalah okultisme (Modul 4, hl. 28).
Sesi 4: Pola kebiasaan tidak sehat, dosa seksual,
ketagihan, batasan sehat.
1)
Langkah-langkah
khusus untuk mengganti pola kebiasaan tidak sehat dengan yang
sehat mencakup: (Modul
10, hl. 93)
a) Mengenali pola
kebiasaan
b) Menemukan akarnya (yaitu perasaan tidak menyenangkan pertama, dan apa yang memicunya)
c) Menemukan cara sehat untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan yang awal
d) Memohon supaya Tuhan menunjukkan bagaimana Anda memberi respons
terhadap situasi awal dengan cara
sehat
e) Mengerti
dan menerapkan pola kebiasaan baru dan sehat.
Ҝ: Mengenali pola
lama termasuk perasaan ”pertama” dan pemicunya; Menerima
pandangan Tuhan pada akarnya; Mengetahui pola sehat untuk mengatasi perasaan ”pertama” dan pemicu; Melatih.
2) Beberapa
cara mempelajari pola kebiasaan sehat mencakup:
a) Mengenali orang-orang
yang Anda tahu mempunyai pola
kebiasaan sehat
dalam hidup mereka, lalu:
i)
Melihat pola kebiasaan mereka sebagai contoh.
ii)
Mengajukan
pertanyaan untuk belajar lebih banyak tentang pola kebiasaan ini.
iii)
Membicarakan kasus-kasus (dengan cara sesuai dengan “tidak membuka
rahasia”).
iv)
Memainkan peran (“role-playing”: Anda dan orang lain
memainkan peran seolah-olah suatu kasus dijadikan sandiwara) yang sesuai untuk
menolong Anda belajar menerapkan pola kebiasaan sehat dalam situasi Anda.
b)
Belajar tentang pola kebiasaan sehat dari buku-buku
(kalau cocok untuk Anda)
c)
Tuhan langsung menolong Anda menciptakan dan
melaksanakan pola kebiasaan sehat.
3)
Mengganti pola kebiasaan tidak sehat dengan yang
sehat membangun hubungan yang sehat dengan orang lain: (hl. 94-95)
a)
Suami/istri
b)
Orang tua.
4)
Langkah-langkah untuk menggarap dosa seksual: (hl. 24-25, 53-54)
a)
Doa pembukaan
b)
Menawan
pikiran
Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya
Tuhan menolong Anda mengingatkan semua hubungan satu daging yang tidak sehat dalam hidup
Anda.
c) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1)
Memohon supaya Tuhan mematahkan semua hubungan
satu-kedagingan yang tidak sehat dalam hidup Anda. Mohonlah supaya Dia memulihkan segala sesuatu
yang hilang sebagai akibat hubungan ini.
Mohonlah supaya Dia menyucikan Anda dari segala hal yang tidak kudus yang datang
sebagai akibat hubungan ini.
(a)
Memohon supaya Tuhan menunjukkan
segala sesuatu yang ada
dalam diri Anda yang turut membentuk keputusan Anda untuk melakukan dosa ini.
(b) Menggarap.
d) Menerima pandanganNya
e) Menerapkan
(1) Serahkanlah tubuh Anda kepada Tuhan. Ambillah keputusan untuk tidak berbuat dosa lagi dengan cara ini. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
ii)
Doa penutup
iii)
Tindak
lanjut: Kembangkanlah batas-batas yang sehat di bidang ini. Misalnya, suatu batas yang sehat untuk
menghindari Anda dari dosa seksual ini adalah: jangan berdua saja dengan seseorang dalam
keadaan apa pun dimana dosa seksual dapat
terjadi.
c)
Contoh doa
ada di halaman 24-25.
Ҝ: Menggarap
segala sesuatu yang turut membentuk keputasan untuk melakukan dosa ini (mengapa
memilih); mematahkan, memulikan, menyucikan; membangun batas sehat.
5)
Langkah-langkah untuk mengembangkanlah
batas-batas sehat: (hl. 117) (Catatan:
Bila memungkinkan, carilah batas-batas sehat sebelum Anda
melibatkan diri dalam suatu situasi.
Mengawali dengan batas-batas sehat lebih mudah daripada mencari batas-batas
tersebut kemudian. Lebih mudah untuk
melonggarkan batas-batas daripada mengencangkan batas-batas itu.)
a)
Carilah batas-batas yang bagaimana yang sesuai untuk kondisi
Anda.
i)
Carilah firman Tuhan untuk prinsip-prinsip yang relevan (Anda dapat
meminta bantuan orang lain).
ii)
Tanyalah kepada pengikut Yesus yang sudah
dewasa rohani yang mengerti kondisi Anda.
iii)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda
mengetahui batas-batas sehat untuk situasi Anda. Ingatlah untuk melihat seluruh situasinya.
iv)
Serahkanlah hasil interaksi Anda (yang disebutkan di atas) kepada Tuhan dan ujilah batas-batas itu dengan firmanNya.
b)
Pakailah batas-batas sehat yang telah diberikan Tuhan kepada
Anda.
i)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
ii)
Bila ada hal-hal di dalam diri Anda yang menghalangi Anda untuk memakai
batas-batas sehat ini, garaplah isu ini.
iii)
Bila ada orang lain yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas,
carilah hikmat bagaimana Anda dapat melanjutkannya. Carilah hikmat dengan:
(1)
Bertanya
kepada Tuhan.
(2)
Bertanya
kepada Tuhan bagaimana menerapkan hikmat yang diberikanNya.
(3)
Bertanya
kepada pengikut Yesus yang sudah dewasa rohani untuk nasihat.
(4)
Menguji
nasihat mereka apakah sesuai dengan firman Tuhan.
iv)
Bagikan
pengalaman Anda dengan orang lain yang dapat dipercaya (untuk tidak membocorkan
rahasia dan untuk tidak menghakimi orang-orang yang terlibat) dan yang dapat
cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan
keadaan Anda kepadanya. Mintalah
supaya orang itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan
keadaan Anda secara rutin.
c)
Contoh-contoh dari hal-hal yang memerlukan batas-batas sehat:
i)
Keseimbangan
antara kerja dan istirahat
ii)
Kekudusan,
termasuk kekudusan seksual
iii)
Mengetahui batas mana pekerjaan Anda dan batas mana pekerjaan orang lain
iv)
Berpegang
pada apa yang Anda ketahui sebagai hal benar, meskipun orang lain tidak setuju
v)
Tidak mengikuti “orang banyak” untuk berbuat dosa atau membuat pilihan yang
tidak bijaksana
vi)
Keseimbangan hubungan.
Ҝ: Carilah,
Pakailah
6)
Ketagihan[1]
a)
Penjelasan: Ketagihan lebih daripada masalah kebiasaan
yang kurang sehat. Sebagian dari
ketagihan adalah ketagihan kimia. Pada
akar ketagihan adalah perasaan negatif yang menghambat orang agar sulit kembali
ke sukacita.[2]
(Lihat Modul 10.)
b)
Tahap-tahap yang sering terjadi: Perasaan negatif → kontrol yang tidak sehat →
perfeksionisme (dua macam) → ketagihan
c)
“Pada
umumnya, orang yang ketagihan mulai memakai sesuatu (atau
bertindak) dengan cara kurang sehat, untuk mencari perasaan enak atau
menghindari perasaan negatif.
Hasilnya, perasaan mereka diubahkan.
Ada banyak macam pengalaman yang dicari oleh mereka, tetapi semua
pengalaman mempunyai suatu kesamaan, yaitu keinginan untuk mengulangi pengalamannya. Ada empat macam pengalaman yang
demikian:
i)
Membangun perasaan kegembiraan
ii)
Mengurangi perasaan kegelisaan atau perasaan negatif lainnya
iii)
Membangun perasaan kekuasaan atau kepercayaan kepada diri sendiri
iv)
Membangun perasaan hubungan atau kesatuan.”[3]
d)
Tiga hal yang perlu digarap untuk mengatasi ketagihan:
i)
Perasaan-perasaan negatif yang
mendasarkannya, termasuk bagaimana
orang dapat langsung kembali ke sukacita dari perasaan
negatif tersebut. Perasaan negatif itu
berasal dari:
(1)
Pola keluarga yang tidak sehat
(penyelewengan fungsi)
(2)
Trauma.
ii)
Ketagihan
kemia
iii)
Tekanan dari masyarakat. (Contoh: iklan-iklan.)
e)
Mengatasi
masalah ketagihan adalah proses. Hubungan
sehat dalam komuitas yang saling mengasihi dapat
sangat menolong prosesnya.
Ҝ (Mengatasi ketagihan lebih rumit daripada mengatasi masalah-masalah yang sudah
dipelajari. Beberapa kunci untuk mengatasi ketagihan
adalah):
[4]7) Langkah-langkah khusus untuk menggarap
ketagihan pornografi:
a)
Mengetahui segala sesuatu dalam diri Anda yang turut membentuk keputusan untuk
melakukan dosa ini. Menggarapnya.
b)
Memohon supaya Tuhan menunjukkan semua keinginan-keinginan yang palsu (yang
tidak benar) yang Anda telah memilih untuk mengikuti. Menggarap semuanya bersama Tuhan. Untuk menggarap setiap
keinginan yang palsu: (hl. 107)
i)
Mengakuilah. (Lihat juga “Modul
4: Mengakui dan Berpaling dari Dosa”).
ii)
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan keinginan-keinginan
Anda yang sesungguhnya
yang tersembunyi dibawah keinginan palsu itu.
iii)
Mohonlah supaya Tuhan menolong untuk memperoleh
keinginan-keinginan yang sebenarnya
dan bukan keinginan palsu itu.
iv)
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan apa saja
yang menyebabkan Anda sulit mencari keinginan
yang sesungguhnya. (Misalnya,
Anda mungkin takut ditolak.)
v)
Untuk tiap hal
yang diungkapkanNya, tanyalah
kepadaNya dimana Anda merasakan perasaan ini untuk
pertama kali, atau mengira bahwa hal
ini yang benar. Garaplah. Dapatkan pandangan Tuhan untuk hal ini.
vi)
Ketika Tuhan mengungkapkan
pandanganNya, pilihlah
apakah Anda mau:
(1)
Memilih mengikuti jalanNya
(2)
MempercayaiNya dengan keinginan Anda yang sesungguhnya dalam pergumulan
ini.
vii)
Kalau hal-hal ini sulit, garaplah bersama Tuhan.
viii) Terus melakukan proses ini
sesuai keperluan.
c)
Menggarap perasaan malu yang berkaitan dengan dosa ini.
d)
Bertanya
kepada Tuhan mengenai hubungan Anda denganNya.
i)
Adakah gangguan dalam hubungan Anda dengan Tuhan?
ii)
Apakah hubungan itu terasa intim? (Kalau
tidak, Apakah Anda mengetahui bagaimana berhubungan intim dan sehat dengan
Tuhan?)
iii)
Apakah Anda mengetahui bahwah Tuhan mendengar dan menjawab doa Anda?
iv)
Menggarap semua isu-isu.
e)
Bertanya
kepada Tuhan mengenai hubungan Anda dengan orang lain:
i)
Apakah Anda mengetahui bagaimana membangun hubungan sehat dengan orang
lain?
ii)
Pertanyaan
khusus untuk laki-laki: Apakah
Anda mengetahui bagaimana membangun hubungan sehat dengan seorang perempuan?
(1)
Pandanglah
“perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai
adikmu dengan penuh kemurnian” (1 Tim 5:2).
f)
Membangun pola sehat, berkaitan dengan:
i)
Masalah
apapun yang mempengaruhi Anda untuk memilih dosa ini
ii)
Mempercayai
Tuhan dengan keinginan Anda yang sesungguhnya
iii) Mengatasi perasaan malu
iv)
Berhubungan
secara sehat dengan Tuhan
v)
Berhubungan
secara sehat dengan orang lain, khususnya perempuan.
g)
Bagikan pengalaman Anda dengan orang lain (segenis Anda) yang dapat
dipercaya (untuk tidak membocorkan rahasia dan untuk tidak menghakimi
orang-orang yang terlibat) dan yang dapat cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan keadaan Anda kepadanya. Mintalah supaya orang
itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan keadaan
Anda secara rutin.
Ҝ: Ketagihan; Keinginan palsu;
Perasaan malu; Hubungan-hubungan; Pola sehat; Pertanggungjawaban
8)
Langkah-langkah
khusus untuk mengganti kutuk keluarga dengan berkat Tuhan (hl. 19-21)
a)
Mengetahui masa-masa penting dalam hidup Anda :
i)
Ketika Anda merasa diberkati oleh orang tua atau anggota keluarga lain yang
penting.
(1)
Terima berkat ini dalam nama Yesus.
ii)
Ketika Anda merasa dikutuk atau tidak menerima berkat dari orang tua atau anggota keluarga lain
yang penting.
(1)
Memohon supaya Tuhan mengubahnya menjadi suatu berkat.
Ҝ: Terima berkat, Kutuk diubah menjadi suatu berkat
[1] Pola singkat ini
mengenai ketagihan berdasarkan prinsip yang diadaptasi (dengan izin) dari seminar Addictions
and Pornography, oleh Alfred Davis, disampaikan di
[2] Prinsip langsung kembali ke sukacita diambil dari “The Life Model: Living From the Heart Jesus Gave You,” by James G. Friesen, Ph.D.; E. James Wilder, Ph.D.; Anne M. Bierling, M.A.; Rick Koepcke, M.A.; and Maribeth Poole, M.A.,
[3] Halaman 13, Overcoming
Addiction: A Common Sense Approach, oleh Michael Hardiman, © 2000 Michael Hardiman
[4] Gambar ini dari seminar “Addictions and Pornography”, oleh Alfred Davis. Lihat catatan 1.