Doa Keutuhan (Pemulihan dan
Pemuridan) – Sesi 3
©2007, 2006 Freedom for the
Captive Ministries
Semua ayat Alkitab dari Terjemahan
Baru © Lembaga
Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society), 1994
Boleh dikopi untuk pemakaian
pribadi. Tidak untuk diperdagangkan.
Diulangi dari
Sesi 1:
1) 4 langkah dasar (Ҝ) Doa Keutuhan:
a) Menawan pikiran kita (2 Korintus 10:4-5)
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
c) Menerima pandanganNya
d)
Menerapkan
itu sekarang dan di dalam kehidupan sehari-hari.
Ҝ: Menawan, membawa, menerima, menerapkan
2)
Kalau sukacita kita hilang atau kalau ada pikiran atau tindakan
tidak benar, itu suatu tanda ada sesuatu yang perlu kita garap.
3)
Langkah
pokok (Ҝ) untuk menggarap luka batin berdasarkan keyakinan salah:
a)
Menawan
pemicu: perasaan negatif,
tindakan dan/atau pikiran yang tidak benar.
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
i)
Perasaan
negitip (yang berkaitan dengan pemicu)
ii) Ingatan (baru, lalu sesunguhnay atau serupa).
iii) Keyakinan salah dalam ingatan
c) Menerima pandangan Tuhan
d) Menerapkan.
Ҝ: Menawan, Membawa (perasaan, ingatan, keyakinan salah), Menerima, Menerapkan
4) Perubahan paradigma dan prinsip dasar untuk yang melayani:
a)
Mendengar suara Tuhan langsung mengenai masalah dll.
b)
Menolong orang lain untuk mendengar suara Tuhan langsung.
c) Menawan pikiran dan menggarapnya (termasuk perasaan dan dasar tindakan)
d) Doa 3 arah

e)
Tuhan yang memimpin (bukan kita!).
f) Kita bermitra dengan Tuhan dan belajar:
i) Berdiam dan
ii) Mendengar
g) Rendah hati: ↔ (sejajar) bukan ↓ (atas ke bawah).
h) Jangan membuka rahasia!
5)
Kurang sesuai dengan prinsip doa ini adalah:
a) Menasihati langsung
b) Menyuruh langsung
c) Membuka alkitab langsung dan mengajar
d) Doa permohonan biasa.
Diulangi dari
Sesi 2:
1) Penjelasan lanjut mengenai proses:
a)
Semua pengikut Yesus bisa
belajar prinsip doa ini.
b)
Dalam
paradigma ini perasaan tidak disembunyikan
(seolah-olah tidak ada) atau diatasi sendiri,
melainkan ditawan, dibawa kepada Tuhan, dan digarap
bersama Dia.
c)
Kalau
kita mendoakan orang lain, kita bertujuan agar mereka mendengar suara Tuhan
langsung dan bertumbuh dalam hubungan akrab dengan Dia. (Posisi kita sebagai teman Tuhan dan teman
mereka. Kita “memegang tangan”
kedua-duanya, dan memberdayakan orang yang didoakan untuk
bergandengan tangan langsung dengan Tuhan.)
2)
Kunci (Ҝ) untuk mengganti kutuk keluarga dengan
berkat Tuhan:
a) Terima
berkat
b)
Kutuk diubah menjadi suatu berkat
3)
Kunci
(Ҝ) untuk luka batin
berdasarkan keyakinan salah:
a) Menawan
b) Membawa
(1) Perasaan
(2) Ingatan
(3) Keyakinan salah
c) Menerima
d) Menerapkan
4)
Kunci (Ҝ) untuk mengundang Tuhan menanggung
perasaan yang tidak menyenangkan berdasarkan sesuatu yang benar:
a)
Tuhan menanggung beban
b)
Berikan beban kepada Tuhan.
5)
Kunci (Ҝ) untuk menggarap perasaan amarah:
a) Amarah bukan perasaan dasar.
b) Menggarap perasaan dasar: bisaanya frustrasi, ketakutan, malu, atau sakit hati.
6) Kunci (Ҝ) untuk mencari kesembuhan ilahi akibat trauma:
a) Menggarap
setiap peristiwa
b) Tuhan menanggung semua beban
c) Mengusir
semua roh jahat
7) Kunci (Ҝ) untuk menggarap
kehilangan seseorang atua sesuatu:
a)
Proses dengan tahap-tahap
b) Kalau
macet dalam proses dapat digarap
c)
Tuhan ingin berjalan bersama orangnya dan memikul
bebannya
d) Pendengar yang baik dapat sangat
menolong prosesnya.
8)
Apa saja
situasi yang cocok untuk menerapkan prinsip-prinsip ini?
Sesi 3. Pengampunan (Modul 7-8), Sumpah (Modul
5.A.2), Merasa dikutuk (Modul 5.B.2), Masalah dosa dan okultisme (Modul 4), PI
1)
Kita harus mengampuni orang lain dengan segenap hati (Matius 18:21-35). (hl 71)
a)
Apa
saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda mengampuni
sepenuhnya seseorang? (hl 72)
i)
Anda mempunyai
belas kasihan kepadanya.
ii)
Anda tidak
berkata-kata negatif tentang dia.
iii)
Anda bisa
memberkatinya dengan bebas.
iv)
Anda dibebaskan dari semua
kepahitan, amarah dan kebencian terhadapnya.
v)
Anda tidak
menuduh, menyalahkan atau menghakimi dia.
vi)
Anda tidak membalas dendam dan tidak
menuntut dia membayar hutang budi.
vii)
Anda melepaskan
supaya pelanggaran berlalu.
b)
Apa
saja tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Anda belum
mengampuni sepenuhnya seseorang? (hl 72)
i)
Anda
masih mempunyai perasaan negatif terhadap dia.
ii)
Anda berkata-kata negatif tentang
dia.
iii)
Anda mengutuk dia.
iv)
Anda merasa pahit, marah atau benci
kepadanya.
v)
Anda
menuduh, menyalahkan atau menghakimi dia.
vi)
Anda
ingin membalas dendam atau menuntut dia membayar
hutang budi.
vii)
Anda mengingat-ingat
pelanggaran yang telah dilakukannya.
2)
Mengampuni orang berarti masalah dan akibatnya diserahkan kepada Tuhan, tidak
berarti orang itu benar atau harus dipercaya lagi.
3)
3 bagian yang berkaitan dengan mengampuni orang:
a)
Mengusir roh jahat
b)
Mengampuni dosa
c)
Menerima orang.
4)
Langkah-langkah
untuk mengampuni orang lain: (hl 74)
a) Doa pembukaan
b) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5).
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan nama-nama siapa yang Anda perlu mengampuni.
(2) Untuk setiap orang, memohon supaya Tuhan menunjukkan apa saja yang pernah dilakukannya yang belum Anda ampuni.
c)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
(1)
Memeriksa
apakah Anda dapat
menyerahkan sepunuhnya setiap masalah kepada
Yesus.
(2)
Untuk masalah
atau perasaan negatif yang tidak bisa Anda
lepaskan sepenuhnya, memohon supaya Tuhan menyatakan sebabnya
(akar-akar perasaan, kesimpulan dan pandangan Anda). Garaplah bersama Tuhan.
(3)
Serahkan setiap
keputusan yang tidak bijaksana yang telah Anda
buat. Kalau hal ini sulit, garaplah.
(4)
Serahkan setiap masalah kepada Tuhan dan memohon supaya Dia mengambil luka batin akibat
pelanggaran. Kalau hal ini sulit,
garaplah.
(5)
Mengampuni orang
tersebut untuk setiap pelanggaran yang telah dilakukan.
(6)
Serahkan amarah, kepahitan, kebencian dan penghakiman Anda terhadap orang
tersebut.
d)
Menerima pandanganNya
(1)
Memohon
supaya Tuhan membantu Anda melihat orang itu sebagaimana Tuhan melihatnya.
(2)
Memohon
agar Anda mempunyai belas kasihan kepadanya.
e)
Menerapkan
(1)
Mendoakan doa
berkat atas orang tersebut.
f)
Doa
penutup.
g)
Tindak
lanjut.
Ҝ: Mengusir (roh-roh jahat), Mengampuni
(Apakah siap melepas semuanya, atau masih ada yang sulit dilepas? (seperti
karet menarik bola kembali ke kayu – kalau masih ada ”karet” perlu digarap
supaya dipatahkan), Menerima (orangnya);
Memberkati (berdoa doa berkat).
5)
Langkah-langkah
khusus untuk mengampuni orang tua Anda: (hl 80)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5).
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya:
(1)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda agar dapat melihat orang tua secara
objektif sebagaimana Dia melihat orang tua Anda.
(2)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda untuk memisahkan antara pribadi orang tua dan
dosa mereka.
(3)
Memohon
supaya Tuhan menolong Anda untuk menerima pribadi orang tua dan
mengampuni dosa mereka.
(4)
Memohon
supaya Tuhan menganugerahkan kepada Anda belas kasihan kepada orang
tua.
(5)
Memohon
supaya Tuhan menyatakan semua tindakan Anda yang merupakan reaksi
terhadap orang tua.
(a)
Untuk
setiap tindakan, memohon supaya Tuhan menyatakan apakah masih ada sumpah
yang diucapkan di masa kecil atau muda, yang hingga kini masih berpengaruhi, atau
masih ada keinginan atau perasaan yang tidak sehat sebagai reaksi
terhadap orang tua. Mematahkan
ini semua.
(b)
Menggarap isu-isu lainnya.
c)
Menerima pandanganNya
d) Menerapkan
(1)
Anda
harus bertanggungjawab atas reaksi Anda terhadap orang tua. Untuk itu Anda perlu mengaku dan bertobat
untuk dosa-dosa Anda sendiri. Garaplah bersama
Tuhan.
(2)
Memberkati (atau minta kepada seseorang untuk mengucapkan doa berkat atas) semua
hal-hal yang baik yang ada didalam Anda yang diturunkan orang tua.
(3)
Berdoa
(a)
doa berkat untuk
orang tua dan
(b)
doa untuk menerima mereka.
(4)
Memohon
supaya Tuhan selalu menolong Anda untuk mengasihi,
mengampuni dan memberkati orang tua.
Ҝ: Memisahkan di antara pribadi
orang tua (menerima) dan dosa mereka
(mengampuni), patahkan sumpah,
bertanggungjawab atas reaksi, memberkati
(berdoa doa berkat).
6)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap sumpah: (5.A.2. hl. 34)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukan semua sumpah yang tidak bijaksana atau yang negatif. (Lihat contoh dan keterangan singkat pada hl. 34.)
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1)
Untuk
sumpah yang tidak bijaksana, memohon supaya Tuhan
mengampuni. Bertanya kapadaNya untuk
menunjukkan bagian mana dari sumpah itu, bila ada, yang Dia ingin Anda penuhi.
(2)
Untuk
sumpah negatif:
(a)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan apa saja yang ada dalam diri Anda yang membuat Anda
mengambil keputusan untuk membuat sumpah itu.
Garaplah.
(b)
Memohon
pengampunan kepada Tuhan karena Anda membuat sumpah itu.
(c)
Memohon
supaya Tuhan meniadakan sumpah itu.
c)
Menerima pandanganNya
(1)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan kebenaranNya, dan sebagiamana cocok, terapkannya
sekarang.
d)
Menerapkan
Ҝ [kunci] untuk menggarap sumpah negatif: menggarap mengapa (akar), memohon supaya ditiadakan.
7)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap perasaan dikutuk: (5.B.2. hl. 44)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan segala
sesuatu yang perlu digarap sebelum mematahkan kutuk. Garaplah.
(2) Bila Anda merasa pernah dikutuk karena Anda telah berbuat suatu dosa:
(a)
Mengakui
dosa Anda kepada Tuhan. Memohon pengampunanNya.
(b)
Memohon
supaya Tuhan menyucikan Anda dan membebaskan dari akibat-akibat selanjutnya
karena kutuk ini.
(3)
Bila
Anda merasa telah dikutuk karena
suatu dosa dari nenek moyang, lihat
Modul 2.
(4)
Bila
Anda merasa dikutuk oleh
orang lain:
(a)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang ada didalam diri Anda yang membuat
Anda menjadi rentan terhadap kutuk itu.
Garaplah.
(b)
Memohon
supaya Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang perlu Anda ketahui yang terkait
dengan mematahkan kutuk.
c) Menerima pandanganNya
(1) Memohon supaya Tuhan mematahkan kutuk
dan menggantikannya dengan suatu berkat.
d)
Menerapkan
(1)
Mengampuni
orang yang mengutuk Anda dan doakannya agar berkat
dicurahkan atasnya.
(2)
Memohon
supaya Tuhan melindungi Anda dari semua kutuk dan
akibat-akibatnya.
(3)
Melakukan semua
tindak lanjut yang Tuhan tunjukkan.
Ҝ: Menggarap semua
isu yang berkaitan; Dipatahkan dan diganti dengan suatu berkat; Dilindungi.
8)
Langkah-langkah
khusus untuk menggarap masalah dosa: (Modul 4, hl. 23)
a) Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan dosa-dosa yang perlu diakui dan ditinggalkan.
b)
Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan segala
sesuatu dalam diri Anda yang mempengaruhi Anda untuk
memilih berbuat dosa itu. Garaplah.
c) Menerima pandanganNya
(1)
Mengakui
dosa-dosa Anda kepada Tuhan dan meminta pengampunanNya.
d) Menerapkan
(1) Memohon supaya Tuhan menunjukkan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan untuk tindak lanjut.
Ҝ: Menggarap
segala sesuata yang mempengaruhi
untuk memilih berbuat dosa itu. (mengapa
memilih)
9) Langkah-langkah untuk menggarap dosa seksual: (hl. 24-25, 53-54)
a)
Doa pembukaan
b)
Menawan pikiran Anda (2 Korintus 10:4-5)
(1) Memohon supaya
Tuhan menolong Anda mengingatkan semua hubungan satu daging yang tidak sehat dalam hidup
Anda.
e) Membawanya kepada Tuhan dan menanyakan akarnya
(1) Memohon supaya
Tuhan mematahkan semua hubungan
satu-kedagingan yang tidak sehat dalam hidup Anda. Mohonlah supaya Dia memulihkan segala sesuatu
yang hilang sebagai akibat hubungan ini.
Mohonlah supaya Dia menyucikan Anda dari segala hal yang tidak kudus yang datang
sebagai akibat hubungan ini.
(a) Memohon supaya
Tuhan menunjukkan segala sesuatu yang ada dalam diri Anda
yang turut membentuk keputusan Anda untuk melakukan dosa ini.
(b) Menggarap.
f)
Menerima pandanganNya
g) Menerapkan
(1) Serahkanlah tubuh Anda kepada Tuhan. Ambillah keputusan untuk tidak berbuat dosa lagi dengan cara ini. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
f)
Doa penutup
g)
Tindak
lanjut: Kembangkanlah batas-batas yang sehat di bidang ini. Misalnya, suatu batas yang sehat untuk
menghindari Anda dari dosa seksual ini adalah: jangan berdua saja dengan seseorang dalam
keadaan apa pun dimana dosa seksual dapat
terjadi.
h)
Contoh doa
ada di halaman 24-25.
Ҝ: Menggarap
segala sesuatu yang turut membentuk keputasan untuk melakukan dosa ini (mengapa
memilih); mematahkan, memulikan, menyucikan; membangun batas sehat.
10)
Langkah-langkah untuk mengembangkanlah
batas-batas sehat: (hl. 117) (Catatan:
Bila memungkinkan, carilah batas-batas sehat sebelum Anda
melibatkan diri dalam suatu situasi.
Mengawali dengan batas-batas sehat lebih mudah daripada mencari
batas-batas tersebut kemudian. Lebih
mudah untuk melonggarkan batas-batas daripada mengencangkan batas-batas itu.)
a)
Carilah batas-batas yang bagaimana yang sesuai untuk kondisi
Anda.
i)
Carilah firman Tuhan untuk prinsip-prinsip yang relevan (Anda dapat
meminta bantuan orang lain).
ii)
Tanyalah kepada pengikut Yesus yang sudah
dewasa rohani yang mengerti kondisi Anda.
iii)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda
mengetahui batas-batas sehat untuk situasi Anda. Ingatlah untuk melihat seluruh situasinya.
iv)
Serahkanlah hasil interaksi Anda (yang disebutkan di atas) kepada Tuhan dan ujilah batas-batas itu dengan firmanNya.
b)
Pakailah batas-batas sehat yang telah diberikan Tuhan kepada
Anda.
i)
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda.
ii)
Bila ada hal-hal di dalam diri Anda yang menghalangi Anda untuk memakai
batas-batas sehat ini, garaplah isu ini.
iii)
Bila ada orang lain yang menghalangi Anda untuk memakai batas-batas,
carilah hikmat bagaimana Anda dapat melanjutkannya. Carilah hikmat dengan:
(1)
Bertanya
kepada Tuhan.
(2)
Bertanya
kepada Tuhan bagaimana menerapkan hikmat yang diberikanNya.
(3)
Bertanya
kepada pengikut Yesus yang sudah dewasa rohani untuk nasihat.
(4)
Menguji
nasihat mereka apakah sesuai dengan firman Tuhan.
iv)
Bagikan
pengalaman Anda dengan orang lain yang dapat dipercaya (untuk tidak
membocorkan rahasia dan untuk tidak menghakimi orang-orang yang terlibat) dan yang
dapat cukup mengerti isu-isunya. Ceritakan
keadaan Anda kepadanya. Mintalah
supaya orang itu meminta pertanggungjawaban dari Anda, dengan menanyakan
keadaan Anda secara rutin.
c)
Contoh-contoh dari hal-hal yang memerlukan batas-batas sehat:
i)
Keseimbangan antara kerja
dan istirahat
ii)
Kekudusan, termasuk
kekudusan seksual
iii)
Mengetahui batas mana pekerjaan Anda dan batas mana pekerjaan orang lain
iv)
Berpegang pada apa yang Anda ketahui sebagai hal benar, meskipun orang lain tidak setuju
v)
Tidak mengikuti “orang banyak” untuk berbuat dosa atau membuat pilihan yang
tidak bijaksana
vi)
Keseimbangan hubungan.
Ҝ: Carilah,
Pakailah
11)
Langkah-langkah
untuk menggarap masalah okultisme: (Modul 4, hl. 28)
(Dianjurkan
agar Anda melakukan proses ini bersama pengikut Yesus lain yang cukup dewasa
rohani.)
12)
Bagaimana
kita bisa memakai prinsip doa ini untuk PI? (Sebagian cocok – misalnya Modul 6,
sebagian kurang cocok – misalnya Modul 2.