Kebebasan Dari Belenggu Keturunan
Diterjemahkan dari “Out of Darkness into Light
Wholeness Prayer Basic Modules”
©2007, 2005, 2004 Freedom for the Captives Ministries
Semua ayat Alkitab
dari Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab
Boleh
difotokopi untuk pemakaian pribadi
Tidak untuk diperdagangkan
“Tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat” (Keluaran 34: 7).
“Jadi apabila Anak itu
memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yohanes
“Buah tidak jatuh jahu dari
pohonnya.”
Tiap orang dipengaruhi secara positip atau negatip oleh anggota-anggota keluarganya. Kita belajar dengan memperhatikan dan menirukan orang-orang yang ada di sekitar kita. Pada awal masa pembentukan dasar kepribadian, orang-orang yang paling sering berada sekitar kita adalah: orang tua, saudara kandung, pembantu, kerabat serta beberapa sahabat atau tetangga dekat. Orang-orang yang mempunyai pengaruh awal ini mempunyai pengaruh kuat pada cara kita berpikir dan berperilaku. Misalnya bila pertengkaran mulut diamati setiap hari, maka pertengkaran mulut menjadi norma dalam hubungan antar sesama. Dengan begitu perkelahian diterima sebagai cara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam hidup orang itu.
Salah satu cara untuk menolong orang supaya bebas dari belenggu adalah dengan melihat pengaruh, kecenderungan dan pola kebiasaan keturunan yang ada dalam silsilah keluarga. Langkah pertama adalah mengenali semua orang yang ada dalam silsilah keluarga: orang tua, kakek - nenek serta kakek - nenek buyut. Langkah berikutnya adalah mengkaji pola kebiasaan yang ada. Misalnya, ketika melihat hubungan-hubungan dalam silsilah keluarga, mungkin ada pola perceraian pada salah satu pihak keluarga, atau ketagihan akan narkoba, atau tidak mempunyai toleransi terhadap agama tertentu, atau pelecehan seksual, atau apa saja yang ditemukan.
Untuk
menolong seseorang menemukan pola kebiasaan ini, ajukanlah
pertanyaan-pertanyaan:
Ketika
Anda menyelidiki silsilah keturunan, maka pola kebiasaan akan muncul dan tiap
dosa keturunan akan tampak sebagai suatu tema yang diturunkan dari satu
generasi kegenerasi berikutnya. Beberapa
tema dapat dilihat dalam “Lampiran 1: Daftar dosa keturunan, pola kebiasaan negatif dan
sifat-sifat yang diturunkan” dalam modul ini.
Bila
suatu kecenderungan atau suatu pola kebiasaan menampakkan diri selama beberapa
generasi, kemungkinan besar ada dosa keturunan dalam garis keluarga. Dosa keturunan adalah sama seperti dosa
lainnya yang harus diakui kepada Tuhan dengan menyatakan penyesalan atas
perbuatan yang telah dilakukan.
Proses langkah-demi-langkah[2] -
Kebebasan dari Belenggu Keturunan [3]
Catatan:
Lihat “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar” untuk memulai dan mengakhiri
langkah-langkah, dan keterangan tentang bagaimana memakai modul-modul untuk
berbagai keadaan.
1.
Bicaralah dengan orang yang dilayani tentang dosa-dosa dan pola kebiasaan
keturunan, serta maksud dari Keluaran 34: 7.
2.
Berdoalah. Mohonlah supaya Tuhan menyatakan
semua dosa-dosa dan pola kebiasaan keturunan (yang ada pada salah satu pihak
keluarga) yang perlu didoakan.
3.
Tolonglah orang yang dilayani untuk memikirkan apa yang diketahui tentang orang
tua, kakek - nenek dan kakek - nenek buyut. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang dinyatakan
Tuhan. Buatlah daftar dari semua
kemungkinan adanya dosa keturunan atau pola kebiasaan negatif yang perlu
didoakan.
Untuk dosa dan pola kebiasaan negatif yang mungkin melibatkan nenek moyang, lihat “Lampiran 1 – Daftar Dosa dan Pola Kebiasaan Keturunan”, dan “Lampiran 2. Daftar Kegiatan Rohani Diluar Isa Almasih”, kedua-duanya dalam modul ini, dan “Lampiran 4 –Kebenaran untuk Hidup Sehari-hari” dalam “Modul 12: Hidup dalam Terang”.
4.
Berdoalah. Mohonlah supaya Tuhan menyatakan
(atau mengingatkan orang yang dilayani) dosa keturunan atau pola kebiasaan
negatif yang masih ada pada salah satu pihak keluarga. Tambahkanlah ini kedalam daftar tadi.
5.
Mintalah kepada orang yang dilayani untuk membaca tanpa suara contoh doa untuk
mengakui, menyangkal dan bertobat dari dosa nenek moyang, dan kemudian putuskan
apakah contoh doa ini memang ingin didoakan. Katakan kepadanya bahwa ia dapat
mengubah isi doa jika mau.
6. Mintalah kepada orang itu untuk berdoa dengan bersuara, dengan isi doa yang telah diubah.
7.
Berdoalah. Bersyukurlah kepada Tuhan
untuk apa yang telah dilakukanNya.
Saya
mengaku dosa-dosa nenek moyang saya berikut ini. (Bacakan semua dosa yang ada di daftar). Saya menyangkal, menolak dan melepaskan semua
dosa nenek moyang saya. Saya menyesal
akan kepercayaan, perbuatan dan perilaku tidak benar dari mereka. Saya menyatakan dengan tegas agar kutuk dan
kuasa akibat kutuk-kutuk ini menjadi tidak berdaya dan tidak berlaku. Saya mematahkan semua keterikatan akibat
dosa-dosa ini yang ada dalam hidup saya dan saya tidak lagi hidup dibawah kuasa
dosa-dosa ini karena saya adalah milik Yesus Kristus.
Saya
menempatkan salib Yesus Kristus di antara saya dan segala sesuatu dimana saya
memerlukan perlindungan sehubungan dengan tiap anggota keluarga saya (yang
tercantum dalam silsilah keluarga) serta semua anggota lainnya yang tidak saya
kenal atau yang tidak disebut. Saya
menolak semua dan tiap cara yang dilakukan iblis agar saya menjadi miliknya.
Dengan
kuasa dari Yesus Kristus saya perintahkan tiap roh keluarga dan roh nenek
moyang untuk diikat dengan rantai dan ditanggali semua baju baja, perlengkapan
senjata, kuasa, otoritas dan khayalan. Saya perintahkan agar dihadapan salib
Yesus Kristus mereka membuang semua rencana, program, agenda dan tugas yang
mereka buat untuk hidup saya. Saya
perintahkan agar sekarang juga mereka mengembalikan semua yang telah dicuri
dari saya secara emosional, mental, fisik dan rohani. Saya perintahkan agar mereka pergi ke tempat
yang Yesus tentukan bagi mereka.
Yesus,
saya mengundang Engkau untuk memenuhi saya dengan Roh KudusMu. Saya mohon agar Engkau membangun dinding
perlindungan rohani antara saya dan segala sesuatu dimana saya memerlukan
perlindungan sehubungan
dengan ibu saya, dan antara saya
dan segala sesuatu dimana saya memerlukan perlindungan sehubungan dengan bapak
saya serta semua nenek moyang dari kedua belah pihak orang tua. Buatlah dinding-dinding pelindung ini setinggi
dan selebar sesuai keperluan agar ada perlindungan rohani yang utuh, serta
meteraikanlah dinding-dinding ini dengan Darah Kristus. Pada
saat yang bersamaan, berkatilah hubungan saya dengan tiap anggota keluarga yang
masih ada dan tolonglah kami untuk bertumbuh bersama dengan cara-cara yang baik
dan sehat.
Saat
ini saya datang kehadapanMu Tuhan Yesus sebagai anak yang telah dibeli oleh
Darah Kristus. Biarlah Darah Kristus
membersihkan seluruh garis keturunan saya. Saya menyerahkan pikiran dan hati saya untuk diperbaharui
serta mengarahkan kehendak saya sesuai dengan kehendakMu yang baik dan
sempurna. Semua ini saya lakukan dalam
nama dan kuasa dari Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Follow-up - Kebebasan
dari Belenggu Keturunan
1.
Bila, pada saat Anda sedang melakukan proses di atas dengan seseorang, Tuhan
mengingatkan akan dosa-dosa yang ada dalam hidup orang yang dilayani yang harus
diakui, doronglah agar ia melakukannya sekarang juga. (Lihat “Modul 4: Mengaku dan Berpaling dari
Dosa”).
2. Ajaklah
orang yang dilayani untuk terus melakukan modul-modul lain bila dirasakan perlu,
untuk kebutuhan mereka dan membahas akibat dari pola kebiasaan yang ada.
Misalnya:
setelah mematahkan dosa-dosa keturunan, orang yang dilayani menyadari bahwa
masih ada pola kebiasaan akibat dosa keturunan dalam hidupnya, seperti
kebiasaan marah. Jadi meskipun ia sudah bisa mengampuni orang tua, ternyata masih ada
konflik yang belum terselesaikan, misalnya dengan seorang rekan kerja atau tetangga. Untuk itu pelajarilah dan terapkanlah “Modul
7: Mengampuni Orang Lain.”
Bila orang yang bersangkutan
belum mengampuni nenek moyangnya, anjurkan dia
untuk melakukan "Modul 7: Mengampuni Orang Lain" dan "Modul 8:
Mengampuni
Orang Tua Anda".
Bila kemungkinan ada kutuk-kutuk keturunan, lihat bagian "B.2. Kutuk"
dalam "Modul 5: Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri". Bila
kemungkinan ada perjanjian dengan roh jahat yang bersifat keturunan, lihat
bagian "C.5. Perjanjian" dalam "Modul 5: Mematahkan Benteng Di
Dalam Diri Sendiri".
3. Kalau masih ada pola kebiasaan negatif yang
sering muncul kembali dalam sikap orang yang dilayani, meskipun sudah berberapa
kali mohon ampun kepada Tuhan, maka hal itu perlu diatasi. Silakan mempelajari dan menerapkan modul yang
isinya membahas masalah, seperti contoh di nomor 2. Misalnya: orang yang dilayani menyadari bahwa
ia mempunyai watak cepat marah dan sudah mohon ampun kepada Tuhan. Tetapi sikap marah ini sering muncul kembali
tanpa ia kehendaki. Silakan memperlajari
dan menerapkan modul yang sesuai.
Penggambaran Proses: Modul 2 – Kebebasan dari Belenggu
Keturunan
§
Doa
pembukaan §
Mohonlah
supaya Tuhan menyatakan semua dosa-dosa dan pola kebiasaan keturunan
(yang ada pada salah satu pihak keluarga) yang perlu didoakan. §
Buatlah
daftar dari semua
kemungkinan adanya dosa keturunan atau pola kebiasaan negatif yang perlu
didoakan. §
Mohonlah
supaya Tuhan menyatakan (atau mengingatkan orang yang dilayani) dosa
keturunan atau pola kebiasaan negatif yang masih ada pada salah satu pihak
keluarga. Tambahkanlah ini
kedalam daftar tadi. §
Mintalah
kepada orang yang dilayani untuk membaca tanpa suara contoh
doa untuk mengakui, menyangkal dan bertobat dari dosa nenek moyang, dan
kemudian putuskan apakah contoh doa ini memang ingin didoakan. Katakan kepadanya bahwa ia dapat mengubah
isi doa jika mau.
§
Mintalah
kepada orang itu untuk berdoa dengan bersuara, dengan isi doa yang
telah diubah. §
Bersyukurlah kepada Tuhan untuk apa yang telah dilakukanNya. §
Doa
penutup §
Follow-up: §
Bila,
pada saat Anda sedang melakukan proses di atas dengan seseorang, Tuhan
mengingatkan akan dosa-dosa yang ada dalam hidup orang yang
dilayani yang harus diakui, doronglah agar ia melakukannya sekarang
juga. §
Ajaklah
orang yang dilayani untuk terus melakukan modul-modul lain bila
dirasakan perlu, untuk kebutuhan mereka dan membahas akibat dari pola
kebiasaan yang ada. ·
Bila
orang yang bersangkutan belum mengampuni nenek moyangnya, anjurkan
dia untuk melakukan "Modul 7: Mengampuni Orang Lain" dan
"Modul 8: Mengampuni Orang Tua Anda". ·
Bila
kemungkinan ada kutuk-kutuk keturunan, lihat bagian
"B.2. Merasa Dikutuk" dalam "Modul 5: Mematahkan
Benteng Di Dalam Diri Sendiri". ·
Bila
kemungkinan ada perjanjian dengan roh jahat yang bersifat keturunan,
lihat bagian "C.5. Perjanjian" dalam "Modul 5: Mematahkan
Benteng Di Dalam Diri Sendiri". §
Share what God has done in you through
this process §
Closing prayer
Lampiran 1.
Daftar Dosa Keturunan, Pola Kebiasaan Negatif atau Sifat yang Diturunkan[5]
|
Dosa seksual |
Kecanduan |
Kematian |
||
|
|
|
|
|
|
|
perzinahan |
alkohol |
keguguran |
||
|
hubungan seks dengan binatang,
mayat |
rokok |
aborsi |
||
|
percabulan |
narkoba |
lahir mati |
||
|
pelecehan seksual |
judi |
mati muda |
||
|
mengumbar hawa nafsu |
makanan |
mati karena kecelakaan |
||
|
hubungan seks dengan
saudara kandung |
obsesi-kompulsi |
bunuh diri |
||
|
pornografi |
gila kerja |
pembunuhan |
||
|
|
|
|
||
|
Perasaan tidak sehat |
|
Pelecehan |
||
|
|
|
|
|
|
|
kemarahan yang berlebihan |
kepahitan |
badaniah |
||
|
tidak mau mengampuni |
keangkuhan |
emosional |
||
|
ketakutan yang berlebihan |
kekuatiran |
spritual |
||
|
perasaan bersalah yang
berlebihan |
perasaan ditolak
|
seksual |
||
|
keinginan kuat untuk
menguasai orang lain |
perfeksionisme |
|
||
|
perasaan malu yang
berlebihan |
|
Masalah fisik |
||
|
perasaan ditinggalkan |
|
depresi |
||
|
benci pada wanita atau
pria
|
Lain-lain |
gangguan perasaan |
||
|
perasaan rendah diri |
mata duitan |
skizophrenia |
||
|
|
|
autisme |
||
|
|
|
keterbelakangan mental |
||
|
Menyalahkan / |
Hubungan dengan sesama |
|
||
|
Menghukum diri sendiri |
|
|
|
|
|
|
|
menghindari tanggungjawab |
iri |
|
|
menyalahkan diri
sendiri |
menipu
|
curiga |
||
|
menuduh diri sendiri |
memanipulasi orang
lain |
kawin cerai |
||
|
membenci diri sendiri |
kemalasan |
suka mem- berontak |
||
|
merusak diri sendiri |
mendendam |
sombong |
||
|
mengeritik diri sendiri |
mengalihkan kesalahan
kepada orang lain |
|||
|
menghakimi diri sendiri |
hanya memikirkan
kepentingan sendiri |
|||
|
malu pada diri sendiri |
mengeritik (selalu mencari
kekurangan orang lain) |
|||
|
marah pada diri sendiri |
prasangka negatif (selalu
berprasangka buruk) |
|||
|
|
|
|
||
|
Komunikasi verbal |
|
|||
|
|
|
|
|
|
|
mefitnah |
membohong |
mengomel selalu |
||
|
obrolan/ lelucon seks |
menipu |
menghujat |
||
|
menggosip |
mengeluh selalu |
|
mengutuk |
|
Lampiran 2. Daftar Kegiatan Rohani Diluar Isa Almasih[6]
1. adat kepercayaan bahwa
nenek moyang mengatur segala sesuatu dalam kehidupan
2. anak dijadikan korban atau
persembahan
3. dijadikan tumbal:
sesuatu yg dipakai untuk menolak (penyakit dsb)*
4. animisme: kepercayaan
kepada roh-roh yang mendiami benda (pohon, batu, sungai, gunung, dsb)*
5. batu ali adalah
batu untuk cincin yang kadang-kadang difungsikan untuk memperoleh kesaktian.
Bahasa Jawa: ali-ali= cincin
6. berendam di air sungai
atau berdiri di bawah air terjun untuk memperoleh kesaktian
7. cukur rambut dan turun
tanah untuk anak-anak. Turun tanah: upacara menurunkan kanak-kanak ke tanah
untuk pertama kali*
8. debus. Dabus (debus):
(pertunjukan) kekebalan terhadap senjata tajam atau api dengan menyiksa diri
(dengan menusuk, menyayat, atau membakar bagian tubuh)*
9. hipnotisme: keadaan
seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada
dibawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya
menjadi tidak sadar samasekali; keadaan tidur karena kekuatan sihir*
10. dinamisme:
kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan yang dapat
mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan
hidup*
11. horoskop: pengamatan
posisi bintang-bintang pada waktu tertentu, seperti pada hari lahir seseorang
dengan tujuan untuk meramalkan masa depannya*
12. kuntilanak: hantu
berkelamin perempuan dan suka mengambil anak kecil atau mengganggu orang
perempuan yang baru saja melahirkan*
13. melihat pada daun sirih
di dalam piring putih untuk mencari barang yang hilang,
mendapat jodoh, ingin tahu bila dikutuk
14. menari atau memukul orang
karena kemasukan roh
15. menghitung hari naas atau
hari baik untuk mengadakan pernikahan, khitanan, acara selamatan
16. gadis tidak boleh mandi
waktu magrib
17. gelang dari akar bahar
untuk perlindungan
18. guna-guna: jampi-jampi
(mantra dsb) untuk menarik hati orang*
19. jampi: kata-kata atau
kalimat yang dibaca atau diucapkan, dapat mendatangkan daya gaib (untuk mengobati
penyakit dsb); mantra*
20. ikat pinggang dari kain
yang diisi untuk perlindungan
21. pelet: menarik
(memikat) hati perempuan dsb dengan minyak pelet (guna-guna). Minyak yang
dipakai adalah dari ikan duyung*
22. menari tor-tor, kuda
lumping. Kuda lumping: kuda-kudaan dari kulit atau anyaman bambu; bermain
seakan-akan mengendarai kuda*
23. ilmu halimunan: mantra
yang diucapkan dapat membuat diri tidak kelihatan*
24. ilmu hitam:
pengetahuan tentang kebatinan yang berhubungan dengan pekerjaan setan (seperti
membuat orang gila, mencuri dengan bantuan mahluk halus, dsb)*
25. ilmu putih: ilmu
kebatinan yang dipergunakan untuk melawan ilmu hitam (untuk mengobati orang
sakit, orang kena guna-guna, mengusir setan, dsb)*
26. ilmu semu gunting:
membuat hangus badan orang lain
27. jalangkung:
permainan dengan memanggil roh orang yang sudah meninggal (orang halus)*
28. jimat: benda yang
dianggap mengandung kesaktian (dapat menolak penyakit, menyebabkan kebal, dsb)*
29. mendatangi gunung, gua,
pohon atau kuburan keramat untuk minta anak, kesembuhan, rejeki, kesaktian,
kuasa, berkat. Keramat: suci dan bertuah yang dapat memberikan efek magis
dan psikologis kepada pihak lain*
30. kesurupan: kemasukan
(setan, roh)*
31. kutuk dari orang tua
32. mandi dengan tujuh macam
kembang
33. melihat bulan
tanpa berkedip pada hari keliwon atau bulan purnama. Keliwon = hari pasaran
yang kelima*
34. memanggil arwah nenek
moyang atau pahlawan
35. memasang bawang, cabe
atau sejenisnya di depan pintu untuk menangkal setan
36. membeli jarum pada malam
hari
37. memelihara keris atau
barang-barang pusaka
38. mempunyai teman khayal
atau roh pembimbing untuk persahabatan atau bimbingan
39. mencoba bermimpi untuk
mendapat bimbingan
40. menaburkan garam dicampur
abu di sekeliling rumah untuk menolak hantu pada Jumat keliwon dan Selasa
keliwon diwaktu senja (pukul 18.00)
41 mengunjungi dukun,
peramal, petenung, pemantera, paranormal, penyihir, perantara untuk meminta petunjuk,
nasihat, bimbingan, kekuatan, kesembuhan, memperoleh orang yang disukai. Tenung:
kepandaian untuk mengetahui (meramalkan). Paranormal: orang yang menguasai ilmu
kebatinan; dukun. Sihir: perbuatan yang ajaib-ajaib yang dilakukan dengan
pesona dan kekuatan gaib (guna-guna)*, misalnya menjatuhkan orang dari jauh;
membuat orang menjadi sakit, mati atau gila; menusuk boneka dengan jarum
42. mutih: memakan nasi
putih dan meminum air putih saja*
43. makan umbi-umbian untuk
mencapai sesuatu
44. orang hamil harus membawa
gunting atau benda tajam
45. mandi bunting: upacara
mandi ketika mengandung tujuh bulan*
46. opo-opo
47. okultisme: kepercayaan
kepada kekuatan gaib yang dapat dikuasai manusia*
48. penguburan kepala
binatang
49. memakai darah ayam
50. percaya ada
kuasa dalam benda-benda yang dipakai dalam agama Kristen, seperti salib dan air
yang diberkati
51. percaya kepada gerhana
bulan, gerhana matahari, pelangi
52. percaya kepada hantu dan
dedemit. Dedemit: mahluk halus yang jahat dan suka mengganggu manusia; roh
jahat*, seperti tuyul, babi nyegik, ngipri ular, nyai roro kidul, pamacan,
pamonyet. Tuyul: mahluk halus berupa bocah berkepala gundul yang oleh orang
yang memeliharanya dapat diperintah untuk mencuri uang dsb*
53. pernah diserahkan kepada
ilah-ilah di kelenteng karena sakit-sakit ketika kecil
54. pernah ikut bela diri:
yudo, taekwondo, karate, kungfu, silat
55. pernah belajar atau baca
buku tentang okultisme, tafsiran bintang-bintang, tafsiran bulan, tafsiran
mimpi, tenaga dalam, silat, filsafat
56. menghadiri seminar
parapsikologi, feng shui, dsb. Parapsikologi: ilmu kejiwaan yang
menitikberatkan pada hal-hal yang tidak dapat dilihat dengan mata*
57. bertapa
58. bernazar. Nazar: janji
(pada diri sendiri) hendak berbuat sesuatu jika maksud tercapai; kaul*
59. punya piaraan: piara jin
60. ramalan melalui kartu
61. mengadakan selamatan
untuk mencegah bencana alam, memohon perlindungan, menolak ancaman atau kutuk.
62. berdoa dengan kemenyan,
hio
63. sesajen: sajian
(makanan, bunga dsb yang disajikan untuk orang halus dsb)*
64. susuk: jarum emas,
intan dsb yang dimasukkan kedalam kulit, bibir, dahi, dsb disertai mantra agar
tampak menjadi cantik, menarik, manis, dsb*
65. meramal melalui telapak
tangan
66. percaya bila telapak
tangan gatal akan mendapat rejeki
67. ziarah ke kuburan supaya
orang mati diselamatkan dan orang yang mengunjungi mendapat berkat
68. telepati: daya
seseorang untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain yang jauh jaraknya, atau
dapat menangkap apa yang ada di benak orang lain tanpa mempergunakan alat-alat
yang dapat dilihat*
69. tempat beras tidak boleh
kosong
70. ikut dalam aliran Saksi
Yehova, Mormon, Zaman Baru (New Age)
Mei 2004
[1] Disesuaikan (dengan izin) dari “A Theory and Process for
Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 31-33
[2] “Proses
Langkah-demi-Langkah” berisi langkah-langkah umum ketika menggarap suatu
isu. Ubahlah sesuai situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
[3] Disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 31-33
[4] ibid, halaman 139-140
[5] ibid, halaman 33-34. Mungkin ada hal-hal lain yang tidak ada dalam daftar ini, tapi penting untuk digarap.
[6] Bahan ini disesuaikan dari bahan Neil Anderson dan
Living Waters.
* huruf
miring artinya diambil dari Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 1990, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka