Ringkasan dan Pengantar
Diterjemahkan dari “Out of Darkness into Light
Wholeness Prayer Basic Modules”
©2007, 2005, 2004 Freedom for the Captives Ministries
Semua ayat Alkitab
dari Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab
Boleh
difotokopi untuk pemakaian pribadi
Tidak untuk diperdagangkan
Ringkasan
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku,
oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan
kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan
kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan
dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan
Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk
pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar,
supaya orang menyebutkan mereka “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman Tuhan”
untuk memperlihatkan keagungan-Nya. Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah
berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu
menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang
telah turun-temurun menjadi sunyi” (Yesaya: 61: 1-4).
Ayat di atas
adalah nubuatan tentang Kristus. Bila Anda berada dalam Kristus, Anda diundang
untuk menjadi rekan sekerjaNya melalui berbagai cara, termasuk melihat orang
dibebaskan dari belenggu perasaan negatif dan belenggu rohani.
Tujuan
dari modul-modul dasar ini adalah:
Memberdayakan
pengikut-pengikut Yesus menjadi rekan sekerja Allah,
untuk
melihat Dia memperoleh kemuliaan,
karena banyak orang yang
tadinya terbelenggu secara rohani dan oleh perasaan negatif
dibebaskan untuk
hidup dalam kebenaran.
Tujuan
ini merupakan bagian dari visi yang lebih luas:
Untuk melihat datangnya kerajaan Allah dan agar kehendak
Allah terjadi di atas bumi
– pada orang-orang, hubungan antar sesama, kelompok dan
seluruh masyarakat –
seperti yang terjadi di surga (Matius 6: 9-10).
Ketika orang
dibebaskan dalam Kristus:
Kebebasan
ini memberi dampak pada hubungan antar sesama dan masyarakat lebih luas dimana
orang menjadi bagiannya, sehingga memudahkan kedatangan Kerajaan Allah dan
terjadinya kehendakNya dalam masyarakat itu.
Pelatihan dasar ini terdiri dari 12 modul. Tiap modul mencakup bahan
tulisan yang sederhana. Konsep-konsep
yang ada dimaksudkan untuk diajarkan secara lisan, melalui contoh konsep dan
bimbingan (sesuai keperluan).
Untuk
modul-modul 2 hingga 12:
o
Dasar-dasar alkitabiah
o
Keterangan Singkat
o
Proses Langkah-demi-Langkah. 1
o
Contoh Hal-hal yang Dibahas
o
Contoh Doa-doa
o
Follow-up (kelanjutan)
o
Lampiran-lampiran.
Ke-12 Modul-Modul Dasar adalah:
1. Ringkasan
dan Pengantar
2. Kebebasan dari
Belenggu Keturunan
3.
Mengganti Kutuk Keluarga
dengan Berkat Tuhan
4. Mengakui dan
Berpaling dari Dosa
5.
Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri
6. Kesembuhan
dari Luka Batin
7. Mengampuni
Orang Lain
8. Mengampuni
Orang Tua Anda
9. Mengampuni dan
Menerima Diri Sendiri
10. Mengganti
Pola Kebiasaan Tidak Sehat
11. Menemukan
Rasa Aman Sejati
12. Hidup dalam
Terang
Suatu prinsip dasar untuk
modul-modul ini adalah komunikasi dengan Tuhan
- sumber yang diperlukan untuk hidup dan kesalehan kita (2 Petrus 1:3). Tuhanlah yang mempunyai kuasa menolong kita
untuk hidup berkemenangan didalam Dia.
Langkah-langkah dasar (diterangkan didalam
modul-modul ini) yang memudahkan
agar hidup berkemenangan dalam Kristus mencakup:
Modul-modul ini ditulis bagi pengikut-pengikut Yesus. Pengikut-pengikut Yesus dapat memakai
prinsip-prinsip ini untuk memudahkan pertumbuhannya dalam Kristus. Pengikut-pengikut Yesus dapat juga memakai
prinsip-prinsip ini (sebagai teman, pembimbing, pendeta, penasihat, atau pengikut Yesus biasa) untuk menolong pengikut
Yesus lainnya. Beberapa prinsip dapat
juga dipakai untuk menolong mereka yang belum mengikut Yesus. Untuk
keterangan lebih lanjut, lihat “Pengantar B & C” dalam modul ini.
Menerapkan
prinsip-prinsip yang ada dalam modul-modul ini dapat menolong Anda dan orang
lain untuk:
o
Keakraban dengan Tuhan dan orang lain
o
Pengertian bahwa Anda diterima sepenuhnya dan dikasihi tanpa syarat
o Kehidupan berdasarkan rasa terlindung dan rasa aman sejati
o Kepercayaan bahwa Tuhan sungguh-sungguh baik dan dapat dipercaya dengan
seluruh keberadaan Anda
o Kemampuan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan
Anda
o Kemampuan mengasihi orang lain seperti diri Anda sendiri.
Kelompok masyarakat Kristen yang sehat adalah
bagian penting untuk memudahkan proses ini.
Bila orang mempunyai masalah, mereka seringkali
mencari jalan keluar. Modul-modul ini
dirancang untuk menolong mereka menemukan jalan yang mengangkat. “Jalan yang
mengangkat” ini adalah hidup dalam realitas yang semakin bertambah tentang siapa
diri kita sebagai pengikut Yesus, dan apa yang telah diberikan kepada kita
melalui Dia. Kita akan semakin menyadari
bahwa “Karena kuasa ilahi-Nya telah
menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh
oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang
mulia dan ajaib” (2 Petrus 1: 3).
Yesus memahami pergumulan kita. Kita diundang untuk datang kepadaNya memohon
pertolonganNya. “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi
semua langit, yaitu Yesus Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada
pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang
tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan
kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan
penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat
dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya”
(Ibrani 4: 14-16). Dia adalah Penasihat Ajaib. (Yesaya 9:
5).
Kalau kita semakin hidup dalam kebenaran Kristus
dan dalam realitas siapa kita didalam Dia, kita akan mengalami semakin banyak
buah Roh bertumbuh dalam hidup kita. “Tetapi
buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan,
kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Galatia 5: 22 – 23a).
A. Beberapa hal yang perlu
diingat
A.1. Kebebasan Bagi Yang
Terbelenggu mempunyai dasar doa dan tidak
mengajarkan bagaimana memberi nasihat kepada orang lain. Dalam proses ini kita menjadi rekan sekerja
dari Penasihat Agung dan menolong orang untuk menjalin hubungan yang lebih baik
dengan Dia.
A.2. Modul-modul dasar ini
mengemukakan beberapa solusi alkitabiah dasar untuk pergumulan yang bersifat
umum. Solusi-solusi ini tidak mencakup
semua masalah. Bila Anda berdoa bersama
seseorang atau sendiri, dan kemudian muncul masalah-masalah yang lebih rumit
padahal Anda belum siap untuk menanganinya, carilah kemungkinan lain. Dengan izin orang tadi (sebelum menceritakan
hal-hal khusus), mintalah saran dari pembimbing Anda.[2] Mungkin ada baiknya Anda meminta kepada orang yang sedang dilayani apakah
ia bersedia dilayani orang lain.
Walaupun tidak ada yang terlalu sulit untuk ditangani Tuhan dan walaupun
kita adalah rekan sekerjaNya, benar juga bahwa mungkin ada
orang lain yang lebih mampu untuk menolong orang tadi daripada kita.
A.3. Orang yang telah
mengalami trauma berat, atau yang kebutuhan dasar jiwanya masih kurang, seperti saling percaya dan keakraban, akan
membutuhkan suatu kelompok pendukung yang menolong orang ini dalam proses
kesembuhan. Pertama-tama
kita mempelajari konsep-konsep dasar, seperti kasih dan kebaikan, dari orang
lain. Kemudian, dalam proses pendewasaan
mental, kita belajar lebih banyak bagaimana konsep-konsep ini diterapkan untuk
Tuhan.
Dalam
proses Anda menolong orang menjalin hubungan dengan Penasihat Agung dan
Penyembuh, ingatlah bahwa ada orang yang belum mampu memahami beberapa konsep,
karena kebutuhan jiwanya kurang terpenuhi.
Ketika Anda dan orang lain hidup dalam hubungan sehat dengan orang-orang
yang terluka batinnya, mereka mungkin lebih mampu untuk memahami sifat-sifat
baik yang tak terbatas dari Tuhan, karena melihat pancaran
sifat-sifat baik Anda. (Misalnya, Tuhan memiliki kebaikan yang tak
terbatas, dapat dipercaya sepenuhnya, selalu melindungi kita dan selalu
mengasihi kita).
A.4. Pelatihan dasar ini
tidak membahas Gangguan Identitas (Dissociative Identity Disorder – DID [3]) atau kondisi psikologis yang serius.
Beberapa orang mungkin hanya
ingin memakai modul-modul ini untuk memudahkan pertumbuhan kepribadian
sendiri. Adapula yang ingin memakai
bahan-bahan ini untuk menolong orang lain dibebaskan.
Bila Anda ingin memakai modul-modul ini untuk
menolong orang lain, pertama-tama
pakailah modul-modul ini untuk diri Anda dulu. Carilah kesembuhan untuk masalah Anda
sendiri, bila perlu. Kenalilah
prinsip-prinsip dalam tiap modul.
Terapkanlah sesuai dengan situasi Anda.
B.1. Anda dapat memakai modul-modul ini sendiri
atau bersama pengikut Yesus yang kedewasaan rohaninya cukup baik. (Kebanyakan modul dirancang agar mudah
dipakai oleh diri sendiri. Akan tetapi,
beberapa isu akan lebih mudah ditangani bersama pengikut Yesus lainnya. Dan beberapa orang lebih ingin ditolong oleh
seseorang ketika menggarap isu-isu mereka).
Bila Anda mulai menerapkan modul-modul ini untuk
diri sendiri, mintalah kepada pengikut Yesus lain untuk menolong dalam isu-isu
dimana Anda:
·
mengalami “kemacetan” (tidak dapat maju)
·
mengalami perasaan negatif yang berlebihan
·
merasa diserang secara rohani
·
mempunyai alasan untuk mencurigai bahwa peperangan rohani mungkin
menjadi bagian dari isu yang akan ditangani
·
mulai merasa bahwa Anda memerlukan pengikut Yesus lain untuk menggarap
isu-isu Anda.
Bila Anda menerapkan modul-modul ini untuk diri sendiri dan mempunyai pertanyaan, mintalah kepada pembimbing Anda untuk menolong. Bila Anda tidak mempunyai pembimbing, berusahalah untuk mendapatkan pembimbing melalui orang yang memberikan modul-modul ini.
B.2. Modul-modul ini mempunyai
dasar doa. Bila Anda merasa sulit untuk mendengar suara Allah, tanyalah
kepadaNya mengapa. Beberapa kemungkinan
mencakup:
·
Anda tidak yakin bahwa Tuhan berbicara kepada orang-orangNya. Dalam
Yohanes 10: 27, Yesus mengatakan: “Domba-domba-Ku
mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”.
Lihat pula “Apakah Tuhan Mau Berkomunikasi Langsung dengan Saya?” dalam
“Lampiran 3: Ringkasan Dasar Alkitabiah untuk Mencari Kesembuhan untuk Luka
Batin” dalam “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”.
·
Tuhan berbicara kepada Anda, tetapi Anda belum belajar bahwa Tuhan
mungkin berbicara dengan cara yang Dia pakai sekarang. Beberapa cara Tuhan
berbicara adalah:
o
Melalui pikiran, kenangan atau kesan yang ada di benak Anda
o
Dengan mengingatkan Anda akan sesuatu, atau dengan menunjukkan suatu
hal yang penting
o
Dengan memberikan pengertian baru untuk suatu isu
o
Melalui ayat-ayat Alkitab
o
Melalui mimpi dan penglihatan
o
Dengan mendengarkan Dia berbicara.
·
Anda merasa bahwa dengan
memohon Tuhan untuk berbicara merupakan hal yang tidak realistis atau tidak
bijaksana apa pun alasannya. Misalnya:
Anda merasa sulit untuk mempercayai Tuhan sepenuhnya. Anda takut bahwa dengan memohon agar Tuhan
berbicara kepada Anda akan membawa kekecewaan atau hukuman. Anda merasa Tuhan jauh, tidak peduli atau
keras. Dalam hal ini carilah tahu
mengapa Anda merasa demikian. Beberapa
kemungkinan adalah:
o Anda merasa hal serupa dengan seseorang yang mempunyai pengaruh sangat
besar dalam hidup Anda, misalnya orang tua.
Karakter Tuhan serupa dengan kelemahan-kelemahan yang Anda lihat dalam
karakter orang ini. Lihat “Modul 11:
Menemukan Rasa Aman Sejati” dan “Modul 8: Mengampuni Orang Tua Anda”.
o
Anda mempunyai luka-luka batin
yang perlu disembuhkan. Lihat “Modul 6: Kesembuhan
dari Luka Batin”.
o
Anda mempunyai benteng di dalam
diri sendiri yang perlu dipatahkan. Lihat “Modul 5” Mematahkan
Benteng Di Dalam Diri Sendiri”.
·
Anda menyimpan dosa yang belum diakui.
Lihat “Modul 4: Mengakui dan Berpaling dari Dosa”.
·
Anda perlu mengampuni seseorang.
Lihat “Modul 7: Mengampuni Orang Lain”, “Modul 8: Mengampuni Orang Tua
Anda” dan “Modul 9: Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri”.
·
Anda sedang marah. Lihat
“Lampiran 2: Bila Perasaan Negatif adalah
Amarah” dalam Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”.
·
Ada isu-isu lain yang perlu
ditangani. Misalnya, kurang mendapatkan pengajaran alkitabiah yang baik tentang
siapa Tuhan. Atau kurang
mendapatkan pengajaran alkitabiah
yang baik pada umumnya. Lihat
modul yang sesuai.
B.3. Bila Anda mempunyai
masalah atau isu khusus yang perlu ditangani:
·
Tanyalah kepada Tuhan untuk mengungkapkan isu-isu yang lebih dalam.
·
Carilah solusiNya. “Karena kuasa ilahi-Nya
telah menganugerahkan kepada kita segala
sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia,
yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib” (2 Petrus 1:3).
·
Lakukanlah modul-modul sesuai petunjuk Tuhan. Lihat “Lampiran 1: Pedoman Memilih
Modul untuk Dipakai” dalam modul ini.
B.4. Sebagai tambahan untuk menggarap isu-isu
tertentu yang Anda sadari, pikirkanlah pertanyaan-pertanyaan umum berikut ini:
· Dari latarbelakang apa orang tua berasal?
· Bagaimana hidup Anda selama proses pertumbuhan dan perkembangan?
· Pola kebiasaan apa yang Anda amati didalam keluarga, ketika Anda sedang bertumbuh dan berkembang, yang ingin dilakukan terus?
·
Pola
kebiasaan apa yang Anda tidak ingin lakukan lagi?
·
Apakah
Anda merasa macet (tidak dapat maju) dalam pola kebiasaan yang tidak ingin
dilakukan lagi?
·
Apakah
ada hal-hal yang Anda gumuli dalam hubungan Anda dengan Tuhan?
·
Apakah
ada hal-hal yang Anda gumuli dalam hubungan Anda dengan orang-orang lain (teman
hidup, anak-anak, orang tua, dsb)?
·
Bagaimana
komunikasi Anda dengan Tuhan?
Tanyalah kepada
Tuhan untuk memperlihatkan hal-hal apa yang Anda perlu doakan. Terapkanlah modul-modul sesuai
keperluan. Lihat “Lampiran 1: Pedoman
Memilih Modul untuk Dipakai” dalam modul ini.
B.5. Kadang-kadang ketika sedang melakukan suatu modul, Anda juga mengacu ke bagian lain dari
modul ini atau mengacu kepada modul lain.
Misalnya, “Melihat “Modul 9:
Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri” atau “Melihat Contoh Doa untuk Langkah 1”. Dalam hal ini, setelah menerapkan
prinsip-prinsip (dari modul atau bagian dari suatu modul yang diacu) untuk
isu-isu yang sedang ditangani, kembalilah ke bagian awal
sebelumnya. Kadang-kadang hal ini
memerlukan sederet acuan yang banyak.
Ada baiknya Anda membuat catatan mengenai asalnya Anda mulai mengacu,
agar Anda dapat kembali ke awal dari deretan yang telah dilakukan. Hal ini akan menolong Anda terus mefokuskan diri kepada isu yang sedang Tuhan tangani.
Misalnya: Anda merasa Tuhan membimbing Anda berdoa
untuk perasaan sangat kesepian yang ada dalam diri Anda. Ketika membaca “Lampiran 1: Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai”, Anda menemukan
banyak modul yang dapat diterapkan untuk situasi Anda. Karena disarankan untuk memulai dengan modul
pertama, Anda mulai dengan “Modul 2:
Kebebasan dari Belenggu Keturunan”.
Setelah menggarap modul tadi, Anda mulai menggarap
“Modul 3: Mengganti Kutuk Keluarga
dengan Berkat Tuhan”. Ketika Anda sampai pada langkah 4 dari proses
langkah-demi-langkah, Anda mengalami kesulitan mendengar suara Tuhan memberkati
Anda di masa-masa penting dalam hidup Anda.
Anda bertanya kepada
Tuhan mengapa. Anda menyadari bahwa Anda
marah kepada ayah Anda.
Anda diminta mengacu kepada
“Modul 8: Mengampuni Orang Tua Anda”. Ketika menggarap modul ini Anda menyadari
bahwa salah satu alasan untuk marah adalah karena ayah Anda tampaknya selalu sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk
Anda. Anda merasa tidak mampu untuk
melepaskan amarah ini.
Anda mengacu kepada “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”. Disini, Anda diingatkan akan suatu masa
ketika ayah Anda tampaknya terlalu sibuk untuk dapat meluangkan waktu bagi
Anda. Tampaknya ini bukan kenangan yang
berarti untuk Anda saat itu, tetapi merupakan hal pertama yang Tuhan hadirkan
dalam pikiran Anda.
Ketika menjalankan proses modul itu, Anda
menyadari bahwa waktu itu Anda dihadapkan pada
dua pilihan, yaitu merasa marah atau merasa tidak berharga (karena Anda tidak
cukup berharga untuk ayah meluangkan waktu bagi Anda). Anda belum mampu
menyerahkan amarah Anda, karena dengan menyerahkan amarah Anda merasa tidak
berharga.
Ketika Tuhan mengatakan kebenaran didalam
ingatan Anda, Anda menyadari bahwa Anda sangat berharga dihadapanNya. Demikian berharganya dihadapan Tuhan sehingga
Dia mengutus PuteraNya yang tunggal untuk mati bagi Anda, supaya Anda dapat
dibebaskan. Dia ingin meluangkan waktu
bersama Anda dan Dia selalu bersama Anda.
Anda tidak perlu merasa kesepian lagi. Anda merasa sangat lega. Sekarang dengan sukacita Anda menyerahkan
amarah Anda.
Anda kembali ke “Modul 8: Mengampuni Orang Tua Anda”, dan sekarang mampu mengampuni
ayah karena dia tidak menyediakan waktu untuk Anda.
Anda kembali ke “Modul 3: Mengganti Kutuk Keluarga dengan Berkat Tuhan”,dan sekarang
mampu mendengar suara Tuhan memberkati Anda di masa-masa penting dalam hidup
Anda. Kemudian Anda melanjutkan dengan
langkah-langkah yang belum dilakukan yang ada di modul itu. Anda merasa diberdayakan untuk memperhatikan
orang lain.
Anda melanjutkan dengan melakukan modul-modul lain
sesuai dengan situasi Anda.
B.6.
Ada beberapa modul yang kemungkinan besar cukup dilakukan satu kali; misalnya, “Modul 2: Kebebasan dari Belenggu
Keturunan”. Modul-modul lain mungkin
perlu dilakukan beberapa kali karena banyaknya isu yang digumuli, seperti “Modul 6: Kesembuhan dari Luka
Batin”.
B.7.
Garaplah isu-isu besar yang terjadi dalam hidup Anda, sebelum menolong
orang lain melakukan modul-modul ini.
B.8. Isu-isu yang belum terselesaikan yang ada dalam hidup Anda bisa dipicu
ketika berdoa bersama seseorang, khususnya bila orang ini menggumuli suatu isu
serupa. Bila ini terjadi, pakailah
kesempatan pertama yang tersedia untuk menggarap isu-isu ini dalam hidup Anda
sendiri. Kemudian tolonglah orang tadi
untuk menggarap isu-isu yang ada dalam hidupnya.
C. Memakai Modul-modul Dasar untuk Menolong Orang
C.1. Mengikuti Prinsip-prinsip Dasar ketika Melayani
Orang
· Pertama lakukanlah modul-modul untuk Anda sendiri. Lihat ”B. Belajar Memakai Modul-modul Ini” dalam modul ini.
· Jadilah pendengar yang baik – jangan cepat memberi jawaban. Biarlah Tuhan yang memberi jawaban.
· Hargailah orang yang dilayani – mereka berharga bagi Tuhan; mereka bukan suatu objek atau benda yang perlu “diperbaiki”.
· Sabarlah – biarlah Roh Kudus membimbing proses itu.
· Bersikaplah tulus.
·
Berilah
respon dengan kasih – bukan menghakimi.
· Waspadai adanya tanda-tanda perasaan negatif selama proses berlangsung.
· Ketahuilah otoritas Anda (dalam Kristus) atas si jahat.
· Ketahuilah bahwa Tuhan suka menyembuhkan anak-anakNya.
· Bila Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan berikutnya, tanyalah kepada Yesus. Dia adalah Penyembuh dan Pembebas.
· Carilah kesembuhan untuk diri Anda juga – sesuai keperluan.
· Bila Anda sedang berdoa dengan lawan jenis, ajaklah orang lain untuk ikut berdoa atau ajaklah dia supaya berada dekat Anda sehingga dia selalu dapat melihat Anda. Jangan berdoa dengan lawan jenis di tempat yang memberi kesempatan untuk berbuat dosa.
· Jalinlah selalu hubungan dengan pengikut Yesus lain untuk memberikan tanggungjawab rohani.
·
Peganglah
kerahasiaan – jangan menceritakan cerita orang lain tanpa izin.
Bila Anda mempunyai pertanyaan ketika menolong seseorang dalam melakukan modul-modul ini, mintalah pertolongan dari pembimbing Anda. Bila Anda tidak mempunyai pembimbing, berusahalah untuk mendapatkan pembimbing melalui orang yang memberikan modul-modul ini. Bila Anda minta tolong kepada seseorang:
· Tanyalah mengenai prinsip-prinsip umum dan situasi-situasi yang anonim.
· Jangan menghubungkan nama orang dengan situasi-situasi khusus tanpa izin!
C.2. Memakai Modul-modul untuk Menolong Orang
Menggarap Isu atau Problem Khusus
Seringkali ada problem atau isu khusus yang perlu digarap. Dalam hal ini:
· Tanyalah kepada Tuhan untuk mengungkapkan isu-isu yang lebih dalam.
· Carilah solusiNya.
· Garaplah melalui modul-modul sesuai pimpinan Tuhan. Lihat lampiran 1:“Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai”. Bila seseorang belum memutuskan untuk mengikut Yesus, lihat pula “C.4. Memakai Modul untuk Menolong Mereka Yang Belum Mengikuti Kristus”, dalam modul ini.
C.3. Memakai Modul-modul untuk Pemakaian Umum seperti
Bimbingan, Pemeliharaan Anggota dan Pemuridan Umum
Bila seseorang tidak mempunyai hal khusus yang perlu digarap atau dilepaskan, mintalah izin untuk mengajukan beberapa pertanyaan umum. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah:
· Dari latarbelakang apa orang tua berasal?
· Bagaimana hidup Anda selama proses pertumbuhan dan perkembangan?
· Pola kebiasaan apa yang Anda amati didalam keluarga, ketika Anda sedang bertumbuh dan berkembang, yang ingin dilakukan terus?
·
Pola
kebiasaan apa yang Anda tidak ingin lakukan lagi?
·
Apakah
Anda merasa macet (tidak dapat maju) dalam pola kebiasaan yang tidak ingin
dilakukan lagi?
·
Apakah
ada hal-hal yang Anda gumuli dalam hubungan Anda dengan Tuhan?
·
Apakah
ada hal-hal yang Anda gumuli dalam hubungan Anda dengan orang-orang lain (teman
hidup, anak-anak, orang tua, dsb)?
·
Bagaimana
komunikasi Anda dengan Tuhan?
Bila orang itu
tidak bersedia menjawab beberapa pertanyaan atau tampak tidak nyaman untuk
menjawabnya, mungkin Anda belum membangun dasar kepercayaan yang kuat dengan
orang itu, sehingga tahap ini tidak dapat dilanjutkan. Mungkin ada faktor-faktor kebudayaan yang
menghalangi. Bangunlah rasa kepercayaan
seperti yang diperlukan. Mintalah hikmat
dari Tuhan bagaimana melanjutkan.
Bila orang
menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mintalah kepada Tuhan untuk menyatakan
apa saja yang perlu didoakan bersama. Lakukanlah
modul-modul sesuai keperluan. Lihat
“Lampiran 1: Pedoman Memilih Modul untuk Dipakai”, yang ada di bagian terakhir
dari modul ini.
C.4. Memakai Modul-modul untuk
Menolong Orang Yang Belum Mengikut Kristus
Memakai beberapa prinsip untuk mereka yang belum mengikut Yesus bisa sangat efektif. Yesus senang bertemu dengan mereka yang mau datang kepadaNya. Dia pernah mengusir roh-roh jahat dari beberapa orang (lihat Markus 5: 1-20) dan menyembuhkan beberapa orang lain (lihat Yohanes 9: 13-38) yang belum percaya bahwa Dia adalah Juruselamat mereka. Ketika disembuhkan dan dibebaskan oleh kuasaNya, orang sering menjadi lebih terbuka untuk menyerahkan hidup mereka kepadaNya – mengundang Dia untuk menjadi teman terbaik untuk selamanya.
Beberapa modul, paling sedikit sebagian, yang dapat dipakai untuk mereka yang belum mengikut Yesus adalah: “Modul 4: Mengakui dan Berpaling dari Dosa”, “Modul 5: Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri”, “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”, “Modul 7: Mengampuni Orang Lain”, “Modul 8: Mengampuni Orang Tua Anda” dan Modul 10: Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat”.
Ketika orang yang belum mengikut Yesus mengakui dosanya atau disembuhkan dari luka-luka batin, Anda bisa memerintahkan roh-roh jahat (dalam nama Yesus) untuk segera meninggalkan, bila ada roh-roh karena dosa atau luka itu. Tetapi, selama orang itu tidak memilih menerima Kristus, tidak ada jaminan ia memperoleh perlindunganNya. Mungkin saja roh-roh jahat kembali dan orang tersebut dapat mengalami keadaan yang lebih parah dari sebelumnya. Bila orang itu mau menerima Kristus, ia dapat memohon akan perlindunganNya dan meminta kepada Dia untuk mengisi bagian-bagian kosong dalam dirinya dengan Kristus sendiri. Apapun yang dipilih, kembali kepada dosa dapat mengakibatkan orang itu menjadi lebih terbelenggu.
Beberapa modul yang pemakaiannya tidak sesuai bagi mereka yang belum mengikut Yesus adalah “Modul 2: Kebebasan dari Belenggu Keturunan”, “Modul 3: Mengganti Kutuk Keluarga dengan Berkat Tuhan”, “Modul 9: Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri”, “Modul 11: Menumukan Rasa Aman yang Sejati” dan “Modul 12: Hidup dalam Terang”. Ini disebabkan mereka yang masih di luar Yesus belum diampuni dan belum diberi hak-hak istimewa yang diperuntukkan bagi pengikut Yesus.
Kalau Anda bekerja dengan mereka yang belum mengikut Yesus, mohonlah kepada Tuhan untuk menolong Anda kapan dan bagaimana menceritakan lebih banyak tentang Dia kepada mereka. Sambil Tuhan membimbing Anda, beritahukan mereka hal-hal apa yang dapat diminta kepada Tuhan, apabila mereka memilih mengikutiNya.
C.5. Memakai Modul-modul
Ketika Orang Tidak Mengambil Inisiatif untuk Mulai
Bila Anda ingin memakai prinsip-prinsip dalam modul-modul ini untuk seseorang, tetapi ia tidak mengambil inisiatif untuk memulai, maka:
· Berdoalah untuk orang itu, termasuk isu apa saja yang Anda ingin doakan bersamanya. Mohonlah kepada Tuhan supaya membuka jalan untuk berdoa dengan orang itu kalau itu kehendakNya.
· Periksalah apakah motivasi Anda berdasarkan kasih.
· Periksalah bahwa Anda tidak mempunyai maksud “memperbaiki” orang itu.
· Garaplah isu-isu serupa yang terjadi dalam hidup Anda sendiri.
· Ceritakanlah, bila sesuai, bagaimana Tuhan telah bekerja dalam hidup Anda ketika menerapkan prinsip-prinsip dalam modul-modul ini.
· Perhatikanlah apakah ada beberapa indikasi bahwa orang itu tertarik.
· Tunggulah untuk hal itu.
· Ingatlah bahwa Tuhan adalah Penyembuh.
C.6. Memakai Modul-modul
untuk Menolong Orang dengan Masalah Pernikahan, dan/ atau Masalah Relasi
Lainnya
Bila ada pasangan yang datang kepada Anda dan meminta pertolongan untuk masalah pernikahan yang dihadapi, prinsip-prinsip dalam modul-modul ini bisa sangat membantu. Mula-mula Anda mungkin mau menemui suami dan isteri bersama-sama. Dengan pertolongan Tuhan, kenalilah (bersama mereka) pola kebiasaan tidak sehat dalam hubungan mereka, luka batin yang belum disembuhkan, dosa yang belum diakui, belum mengampuni sepenuhnya, dan lain-lainnya yang diungkapkan oleh Tuhan. Ingatlah bahwa Anda adalah rekan sekerja Tuhan dan bahwa Dia adalah Penasihat Agung.
Doronglah suami dan isteri masing-masing untuk melakukan modul-modul yang sesuai – yang dapat dilakukan sendiri atau dengan pertolongan Anda (atau pertolongan orang lain) seperti yang diinginkan. Ketika menggarap isu-isu, doronglah pasangan tadi untuk melakukan langkah-langkah follow-up, terutama bagian yang berkaitan dengan cara mereka berkomunikasi satu dengan lainnya. Temuilah kedua-duanya sesuai keadaan.
Proses yang serupa kadang-kadang dapat dipakai untuk menolong orang dengan masalah relasi lainnya. Akan tetapi dalam beberapa kasus, Anda hanya bisa melakukannya untuk satu orang saja. Ini sama halnya dengan beberapa masalah pernikahan.
Catatan: Beberapa isu-isu dasar yang berkaitan dengan
masalah pernikahan dan masalah relasi lainnya dibahas dalam modul-modul dasar
ini. Tidak semua isu dibahas.
Modul-modul
ini bukan suatu kursus konseling (counseling). Modul-modul ini mengajarkan
beberapa prinsip dasar alkitabiah dan bagaimana penerapannya.
D. Pedoman Dasar untuk
suatu Waktu Pelayanan Dimana Fokusnya adalah pada Kebebasan untuk Orang yang
Terbelenggu
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu
ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini
akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari
padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan
dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau
tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka”
(Matius 18: 18–20).
“Namun demikian janganlah bersukacita
karena roh-roh itu takluk krpadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada
terdaftar di sorga” (Lukas 10: 20).
“Betapa
berharganya kasih setia-Mu, ya Allah!
Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak
di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam
terang-Mu kami melihat terang” (Mazmur
36:8-10).
D.1. Bukalah waktu pelayanan dengan doa. Dalam doa ini:
· Mohonlah supaya Tuhan membimbing waktu yang diperuntukkan pelayanan bagi orang yang terbelenggu.
· Mohonlah supaya Tuhan mengingatkan orang itu akan segala sesuatu yang Dia ingin garap.
· Mohonlah supaya Tuhan menyelesaikan semua yang Dia kehendaki dalam waktu ini.
· Mohonlah supaya Tuhan mengelilingi tiap orang dengan damaiNya dan PerlindunganNya.
· Mohonlah supaya Tuhan mengisi dengan DiriNya tiap orang yang hadir dan tempat yang dipakai untuk berdoa.
· Mohonlah supaya Tuhan menyingkirkan semua kuasa kegelapan supaya tidak menghalangi pelayanan.
· Ikatlah semua roh jahat dan perintahkan dalam nama Yesus untuk menyingkir sambil Tuhan bekerja.
· Ucaplah syukur kepada Tuhan untuk keberadaanNya dan untuk segala sesuatu yang akan Dia lakukan!
D.2. Ikutilah bimbingan Tuhan.
·
Garaplah
isu-isu yang dinyatakan Tuhan, bila waktu mengizinkan.
D.3. Bila Anda mengamati
ada roh penghalang [4]
selama waktu pelayanan:
· Mohonlah sekali lagi supaya Tuhan melindungi tiap orang.
· Ikatlah dan tolaklah tiap penghalang yang mengganggu.
· Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan mengapa ada penghalang.
· Ikutilah Dia dan garaplah tiap benteng, dosa yang belum diakui atau segala sesuatu yang mungkin memberi kesempatan kepada si jahat, dengan memakai konsep-konsep dari modul-modul yang terkait.
·
Berdoalah dalam nama
Yesus untuk mengusir roh jahat apapun yang mungkin dulu mempunyai kesempatan
untuk menganggu orang itu (Efesus
·
Bila Anda merasa bahwa penghalang itu masih ada,
tutuplah waktu pelayanan dengan doa (lihat “D.4 –
Mengakhiri Waktu Anda dengan Doa”, berikut ini). Kemudian tanyalah kepada pembimbing Anda apa
yang sebaiknya dilakukan. Perlawanan roh
jahat yang kuat sebaiknya digarap oleh suatu tim pelayanan. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa
yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di
dunia ini akan terlepas di sorga. Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua
orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka
itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga
orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Matius
· Bila ada keraguan tentang otoritas Anda dalam Kristus, carilah ayat-ayat yang sesuai didalam Alkitab. Lihat “Modul 12: Hidup dalam Terang”. Garaplah juga perasaan negatif lainnya yang Anda rasakan selama waktu pelayanan. Lihat modul-modul yang sesuai untuk situasi Anda.
D.4. Mengakhiri waktu Anda dengan doa. Dalam doa ini:
· Ucaplah syukur kepada Tuhan untuk apa yang telah dilakukanNya.
· Berdoalah dalam nama Yesus untuk mengusir roh jahat apapun yang mungkin dulu mempunyai kesempatan untuk menganggu orang itu (Efesus 4: 27), tetapi sekarang hal ini sudah beres. Perintahkan dalam nama Yesus tiap roh jahat tersebut untuk pergi ke tempat yang ditunjuk Yesus dan agar jangan pernah kembali lagi.
· Mohonlah supaya Tuhan memberkati bagian-bagian (didalam diri orang itu) yang sudah disembuhkan oleh Tuhan selama waktu pelayanan Anda.
· Mohonlah supaya Tuhan menolong orang itu agar atas kehendaknya sendiri bisa masuk ke bagian-bagian yang sudah disembuhkan.
· Mohonlah supaya Tuhan menolong orang itu hidup dalam kebenaran yang dinyatakanNya.
· Mohonlah supaya Tuhan mengisi dengan DiriNya semua bagian kosong didalam orang itu.
· Mohonlah supaya Tuhan menolong orang itu menerapkan KebenaranNya dalam hidupnya.
· Mohonlah supaya Tuhan menolong orang itu menangkap segala sesuatu yang menghalanginya untuk dapat hidup dalam KebenaranNya, dan membawa tangkapan tadi kepadaNya.
· Mohonlah supaya Tuhan meneruskan proses pemulihanNya didalam orang itu (2 Korintus: 3:18).
D.5. Doronglah orang
yang sudah menerima pelayanan untuk:
· Mencari ayat-ayat Alkitab yang menguatkan apa yang telah dinyatakan Tuhan dan merenungkan, menikmati dan menerapkan ayat-ayat itu serta menghafalkan beberapa ayat.
o Untuk menemukan ayat-ayat, orang itu bisa:
§ Memakai konkordans dan mencari ayat-ayat
§ Mengingat ayat-ayat yang pernah didengar atau dibaca
§ Menemukan ayat-ayat ketika sedang membaca Alkitab atau mendengarkan ayat-ayat ketika dibacakan orang lain
§ Meminta seseorang untuk menolongnya.
· Menangkap tiap pikiran atau perasaan negatif yang tidak merupakan bagian dari hidup didalam Kebenaran Tuhan.
· Menceritakan kepada orang lain apa yang Tuhan telah dan sedang lakukan, termasuk hal-hal yang masih menjadi pergumulannya.
· Melanjutkan dengan modul-modul yang sesuai dengan situasi orang itu.
· Mefokus kepada Tuhan dan menikmati puji-pujian kepadaNya.
· Menikmati menjadi teman sekerja Tuhan dalam proses pemulihan!
D.6. Bila Anda sedang
melayani seseorang, setelah anda sendirian:
· Mohonlah supaya Tuhan membersihkan pikiran dan hati Anda dari hal-hal yang tidak berasal dariNya.
· Bila ada pikiran atau perasaan negatif tangkaplah dan bawahlah ke salib Yesus. Mohonlah agar diberi pandangan Tuhan. Sesuai keperluan, lakukanlah modul-modul, baik sendiri atau bersama orang lain.
· Mohonlah supaya Tuhan mengisi Anda dengan DiriNya, dan dengan sukacita.
· Berilah segala kemuliaan kepada Tuhan. Bersykurlah dan pujilah Dia!
Penggambaran
Proses: Modul 1 – Ringkasan dan
Pengantar
§
Doa
pembukaan §
Memohon
supaya Tuhan membimbing waktu yang
diperuntukkan pelayanan bagi orang yang terbelenggu. §
Memohon
supaya Tuhan mengingatkan orang itu akan segala
sesuatu yang Dia ingin garap. §
Memohon
supaya Tuhan menyelesaikan semua yang Dia kehendaki dalam
waktu ini. §
Memohon
supaya Tuhan mengelilingi tiap orang dengan damaiNya dan
PerlindunganNya. §
Memohon
supaya Tuhan mengisi dengan DiriNya tiap orang yang hadir dan
tempat yang dipakai untuk berdoa. §
Memohon
supaya Tuhan menyingkirkan semua kuasa kegelapan supaya tidak
menghalangi pelayanan. §
Ikatlah
semua roh jahat dan perintahkan dalam nama Yesus
untuk menyingkir sambil Tuhan bekerja. §
Ucaplah
syukur kepada Tuhan untuk
keberadaanNya dan untuk segala sesuatu yang akan
Dia lakukan! §
Ikutilah
bimbingan Tuhan. §
Garaplah
isu-isu yang dinyatakan
Tuhan, bila waktu mengizinkan. §
Bila Anda mengamati ada roh penghalang selama
waktu pelayanan, lihat bagian D.3. dalam “Modul
1: Ringkasan dan Pengantar.” §
Doa
penutup §
Ucaplah
syukur kepada Tuhan untuk
apa yang telah dilakukanNya. §
Berdoalah
dalam nama Yesus untuk mengusir roh jahat
apapun yang mungkin dulu mempunyai kesempatan untuk menganggu orang itu
(Efesus §
Mohonlah
supaya Tuhan memberkati bagian-bagian (didalam diri orang
itu) yang sudah disembuhkan oleh Tuhan selama waktu pelayanan Anda.
§
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu agar atas kehendaknya sendiri bisa masuk
ke bagian-bagian yang sudah disembuhkan. §
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu hidup dalam kebenaran yang
dinyatakanNya. §
Mohonlah
supaya Tuhan mengisi dengan DiriNya semua bagian kosong didalam
orang itu. §
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu menerapkan KebenaranNya
dalam hidupnya. §
Mohonlah
supaya Tuhan menolong orang itu menangkap segala sesuatu yang
menghalanginya untuk dapat hidup dalam KebenaranNya, dan membawa
tangkapan tadi kepadaNya. §
Mohonlah
supaya Tuhan meneruskan proses pemulihanNya didalam orang itu. §
Follow-up: Lihat bagian D5 and D6 dalam “Modul 1: Ringkasan
dan Pengantar.” §
Catatan: Dalam “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar” adalah
penjelasan bagaimana memakai modul-modul untuk diri sendiri, dan bagaimana
memakai modul-modul untuk menolong orang lain.
Lampiran 1
Pedoman Memilih Modul
untuk Dipakai [5]
|
Tanda-tanda |
Modul |
|
Belenggu untuk beberapa keadaan yang serupa dengan belenggu nenek moyang |
Kebebasan dari Belenggu Keturunan (2) |
|
Tidak ada berkat, kurang berdaya |
Mengganti Kutuk Keluarga dengan Berkat Tuhan (3) |
|
Tuduhan karena dosa, kekacauan, ketidakmampuan untuk mengingat atau membedakan kebohongan dari kebenaran, keterlibatan dengan okultisme |
Mengakui dan Berpaling dari Dosa (4) |
|
Cara berpikir yang kaku, keterikatan akan suatu janji atau sumpah, penghakiman, kutuk, relasi tidak sehat |
Mematahkan Benteng Di Dalam Diri Sendiri (5) |
|
Ketakutan, amarah, depresi, sakit hati, tidak ada dorongan untuk maju, perasaan tidak sehat lainnya, ketidakmampuan mengatasi pola kebiasaan melakukan dosa |
Kesembuhan dari Luka Batin (6) |
|
Sakit hati, frustrasi, amarah, kebencian, kepahitan, penghakiman, keinginan untuk membalas dendam |
Mengampuni Orang Lain (7) |
|
Terperangkap dalam pola kebiasaan tidak sehat yang sama seperti yang dilakukan orang tua, adanya perasaan negatif terhadap orang tua seperti tercantum di kotak atas |
Mengampuni Orang Tua Anda (8) |
|
Perasaan bersalah, malu, sombong, menghukum diri sendiri, ketidakpercayaan, membenarkan diri sendiri, sukar menerima kebenaran siapa diri Anda dalam Kristus |
Mengampuni dan Menerima Diri Sendiri (9) |
|
Terperangkap dalam pola kebiasaan tidak sehat, kurang sukacita, ketakutan, kontrol tidak sehat, perfeksionisme |
Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat (10) |
|
Rasa tidak aman, mencari kontrol tidak sehat, mengikuti keinginan yang tidak benar |
Menemukan Rasa Aman Sejati (11) |
|
Perasaan seperti menjadi korban, belum berjalan sepenuhnya didalam terang, ingin belajar lebih banyak untuk menjadi rekan sekerja Tuhan |
Hidup dalam Terang (12) |
Catatan: Bila ada lebih dari satu modul yang perlu
diterapkan untuk kebutuhan yang ada sekarang, mulailah dengan yang pertama yang
sesuai dengan kebutuhan itu. Dari sini,
pakailah modul-modul lain secara berurut, sesuai acuan, atau sesuai dengan
perasaan Anda dibawah bimbingan Tuhan.
Seringkali isu-isu saling terkait. Beberapa masalah seakan-akan merupakan ikatan
yang besar dengan banyak benang. Ketika
Anda menggarap satu benang (misalnya pengampuan), mungkin Anda menemukan bahwa
ada benang lain yang harus disingkirkan (misalnya mematahkan benteng di
dalam). Pakailah modul-modul secara
bergantian untuk melepaskan ikatan tadi.
Tetaplah ulet, dengan pertolongan Tuhan, hingga Anda memperoleh
kebebasan. Mohonlah kepadaNya untuk
hikmat bagaimana meneruskan proses ini.
Lampiran
2. Jangan Membocorkan Rahasia[6]
Dengan nada
sedih, Pak Joyo berkata, “Karena
pergumulan saya berat, saya curhat ke orang yang saya anggap cukup rohani. Tapi beberapa minggu kemudian, semua orang
tahu masalah saya, termasuk kenalan di kota yang jaraknya empat jam naik mobil
dari tempat kami. Saya kecewa sekali,
karena saya telah berharap ia bisa mendengarkan masalah saya tanpa
membocorkannya kepada orang lain.”
Cerita senada ini sering terulang.
Hubungan yang Tuhan kehendaki sering hancur, karena informasi yang telah dipercayakan, diceritakan
lagi tanpa izin.
Tuhan berfirman,
“Jangan buka rahasia orang lain, supaya jangan orang yang mendengar engkau akan
mencemoohkan engkau, dan umpat terhadap engkau akan tidak hilang” (Ams 25:9b,10). Perintah Tuhan ini cukup jelas, dan akibat
pelanggaran cukup mengerikan. Kalau
demikian, mengapa banyak orang Kristen sering melanggar perintah-Nya ini,
dengan membuka rahasia orang lain?
Kita perlu mawas
diri dan bertanya, “Apa yang merupakan ‘rahasia orang lain’?“ Jawaban yang cukup sederhana adalah, “Hal apa
saja seseorang berharap tidak akan
diceritakan kepada orang lain.” Mungkin
sesuatu yang bersifat pribadi, atau yang dapat memalukan, atau yang dapat
memberi kesan negatif terhadap dirinya atau orang lain. Tapi standar yang mungkin paling jelas ialah,
“Kalau seseorang menganggap sebutir informasi adalah rahasia dia, maka itulah
rahasia dia.”
Rahasia orang
lain hanya boleh diceritakan atas perintah Tuhan Yesus sendiri. Ada beberapa situasi yang boleh dan
kadang-kadang kita harus menceritakan rahasia orang lain, meskipun ia
tidak menyetujuinya. Kasus tersebut dan
caranya dijelaskan dalam Mat 18:15-17 dan Mat 7:1-5.
Perlu kita
perhatikan bahwa cara menangani dosa ini jauh berbeda dari gosip. Kekecualian
yang diperintahkan Yesus ini mempunyai beberapa syarat:
1. Orang tersebut
“berbuat dosa” (Mat 18:15a).
2. Kita sudah
mawas diri, dan membereskan dosa apa pun dalam kehidupan kita sendiri, yang
mungkin membuat kita peka terhadap dosa orang lain tersebut. Dengan kata-kata lain, kita sudah “keluarkan
balok dari mata” sendiri. (Mat 7:3-5).
3. Kita menegur
dia “di bawah empat mata” (Mat 18:15a).
4. Kalau ketiga
syarat ini dipenuhi dan orang tersebut “tidak juga mendengarkan” nasihat kita, barulah
kita diizinkan untuk menceritakan persoalannya kepada orang ketiga (Mat
18:15,16).
Gosip tidak
memenuhi satupun dari syarat Yesus ini.
Syarat satu-satunya untuk gosip adalah keinginan sendiri; dengan
kata-kata lain, bertindak sesuai dengan kedagingan dan bukan merupakan kehendak
Tuhan.
Kalau kita mau
menaati kehendak Tuhan dalam kehidupan kita, pasti ada saat dimana kita
meragukan “Apakah baik kalau saya membagi informasi/cerita ini kepada orang
lain atau tidak?” Pertanyaan yang
demikian selalu dapat dilontarkan kepada Tuhan yang hadir dimana-mana dan telah
berjanji, “Apabila...ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada
Allah - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak
membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya” (Yak 1:5).
Segala sesuatu
yang kamu kehendaki...
Kalau kita
bertanya kepada Tuhan, “Bolehkah saya menceritakan ini atau tidak?” pasti Tuhan
rela memberikan hikmat berdasarkan firman-Nya.
Salah satu prinsip yang sering dapat menolong kita untuk mengenali
jawaban Tuhan ialah perintah Yesus: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya
orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat 7:12).
Perintah ini cukup sederhana dan mudah dimengerti, tapi kurang sering
dipraktekkan!
Dalam kasus
“rahasia orang lain,” kita dapat bertanya pada diri sendiri, “Kalau seandainya
saya berada di posisi dia, apakah saya senang kalau informasi ini diceritakan
kepada orang (atau orang-orang) ini?
Kalau tidak, atau kalau kita meragukannya, maka perintah Yesus kepada
kita jelas: “Jangan diceritakan.” Apakah Anda lebih ingin menyenangkan Yesus
daripada menyenangkan diri sendiri atau teman-teman dengan “sedap-sedapan”
gosip? Kita membuktikan kesungguhan
sebagai seorang murid Yesus kalau kita berpikir sebelum berbicara (“Apakah kata
- kata ini akan menyenangkan Tuhan dan apakah kita peka terhadap orang yang
bersangkutan?”), dan kita menyesuaikan kata-kata kita dengan perintah
Yesus.
Misalnya, sebelum
saya menceritakan masalah si A kepada si C, saya perlu menanyakan kepada diri
sendiri, “Apakah si A mau si C mengetahui soal ini?” Dan kalau ia mau si C tahu, “Apakah ia mau
agar si C mendengarnya dari saya, atau lebih baik biar si A sendiri yang
memberitahukannya?”
Kalau misalnya
saya dipercaya untuk membawakan firman Tuhan di depan suatu kelompok (apakah
itu kelompok besar atau kecil), sebelum saya menyebut satu peristiwa atau situasi
sebagai contoh, saya harus bertanya pada diri sendiri, “Apakah orang yang
bersangkutan setuju kalau saya menceritakan peristiwa/situasi ini? Atau mungkinkah mereka merasa dipermalukan di
depan umum, atau terluka oleh kata-kata saya?”
Meskipun nama
orang tidak disebut (memang, kalau namanya disebut, tentu akan menjadi perkara
serius!), kalau ia merasa dituding, ia mungkin merasa sakit hati atau
dihina. Kita perlu menerapkan perintah
Yesus untuk semua orang, termasuk anak atau istri kita sendiri. Merekapun termasuk “orang” yang disebut Tuhan
Yesus dalam perintah-Nya itu.
Milik dia
Kalau sebutir
informasi adalah “rahasia orang lain,”
berarti informasi tersebut merupakan sebagian dari milik dia, yang harus
dihargai selayaknya sebagai milik orang lain.
Bayangkan seorang teman meminjamkan mobilnya kepada Anda. Lalu beberapa jam kemudian Anda
meminjamkannya (tanpa sepengetahuan pemilik) kepada orang lain. Kemudian iapun meminjamkannya kepada orang
keempat, yang membawanya ke tempat yang Anda sama sekali tidak ketahui. Apakah teman yang menitipkan mobil akan
kecewa? Tentu ia kecewa! Dan akan berkesimpulan bahwa Anda tidak
bertanggung jawab dan tidak dapat dipercaya.
Kita mengerti
bahwa kita harus menjaga dan memelihara dengan baik barang berharga yang
dipercayakan orang lain kepada kita.
Kalau demikian, lebih-lebih lagi kita perlu menjaga dan memelihara
informasi dan rahasia yang dipercayakan kepada kita, yang menyangkut hidup dan
reputasi orang lain. Kalau mobil rusak,
kita dapat membeli mobil lagi. Tapi
kalau nama/reputasi rusak, kita tidak dapat membeli nama baru!
Yesus memerintah
agar kita “saling mengasihi” (Yoh 13:34,35).
Dan kasih itu berarti kita memikirkan apa yang terbaik bagi orang lain,
dan apa yang sesuai dengan keinginannya.
Sebelum seorang suami mengatakan sesuatu yang menyangkut isterinya, ia
perlu memikirkan apakah kata-kata tersebut akan membawa berkat dan menyatakan
kasih Kristus terhadap istrinya. Dan
sebelum seorang istri mengatakan sesuatu yang menyangkut suaminya, ia perlu menyaring dulu
kata-katanya: apakah kata-kata ini
menghargai suami saya dan apakah sebagai isteri saya menjaga rahasia suami?
Tuhan telah
memperingatkan betapa penting kita memperhatikan kata-kata yang kita
ucapkan. “Menurut ucapanmu engkau akan
dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum” (Mat 12:37). Kalau demikian, betapa penting kita tidak
(dengan kata-kata kita) mencuri, merusak, atau menyalahgunakan informasi/rahasia
yang merupakan hak milik orang lain.
Kasih Kristus mengajarkan kita untuk membangun dan memberkati orang
lain, bukan untuk mengecewakan atau merugikan mereka.
Seperti Allah
yang dapat dipercaya
Allah kita
setia. Dalam segala hal, Ia dapat
dipercaya. Dan Ia mengundang kita untuk
menjadi seperti Dia, termasuk dalam kesetiaan ini. Apakah orang lain dapat mempercayai
rahasia-rahasia mereka kepada Anda?
Ataukah mereka merasa perlu hati-hati memberitahukan cerita mereka
kepada Anda, agar tidak disebarluaskan ke mana-mana? Kalau kita ingin tahu, mungkin kita perlu
berani bertanya kepada satu atau dua orang teman: “Apakah terbukti bahwa saya dapat memegang
rahasia-rahasia orang lain? Atau adakah
yang perlu saya koreksi?”
Kita juga dapat
bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya
sungguh mau yang terbaik untuk orang lain?
Untuk istri, untuk teman-teman, untuk rekan-rekan sekerja dan untuk
tetangga? Apakah saya menghargai mereka
sedemikian rupa sehingga saya rela menghargai juga informasi pribadi mereka
yang saya ketahui? Dan kalau saya merasa
sungguh mau setia dalam hal ini, apakah orang lain tahu dan yakin akan sikap
setia saya ini?” Kalau kita sungguh mau
bertumbuh dalam hal ini sebagai seorang pengikut Yesus, ada baiknya kalau kita
mencari kesempatan untuk mendiskusikan hal-hal seperti ini dengan seseorang
yang dewasa secara rohani.
Sehubungan dengan
persoalan ini, ada baiknya kalau kita memikirkan: “Siapakah yang sungguh dapat saya
percayai? Dengan siapakah saya merasa
rahasia-rahasia saya ‘aman’?” Dan
selama ada orang yang rasanya dapat dipercaya, kita memikirkan “Mengapa
saya merasa ia dapat dipercaya?
Ciri-ciri apa atau pengalaman-pengalaman apa yang meyakinkan saya?” Atau sebaliknya, kalau ada orang yang Anda
kurang percayai, tanyakan, “Mengapa saya kurang mempercayai dia? Apakah sebabnya didasarkan pengalaman, atau
ini kecurigaan belaka?”
Tertulis dalam
Amsal 11:13: "Siapa mengumpat,
membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara." Kalau Anda mempercayakan informasi pribadi
kepada seseorang, Anda menyatakan penghargaan terhadap dia. Dan selama Anda menjaga dan menutupi rahasia
orang lain, Anda menghargai orang tersebut, karena Anda menghargai informasinya
yang berharga.
Tapi sayangnya,
banyak hubungan kita bukan berdasarkan kesetiaan dan rasa saling percaya,
melainkan berdasarkan ketidakpercayaan, dan usaha untuk menutupi sebanyak
mungkin informasi pribadi, agar jangan sampai diketahui orang lain. Sejauh manakah Anda dapat membuktikan
kesetiaan untuk menjaga dengan baik rahasia-rahasia dan informasi pribadi orang
lain?
Jalan menuju
kesetiaan
Bila kita
disadarkan (apakah langsung oleh Tuhan atau oleh orang lain) telah ada
kasus/situasi dimana kita kurang setia dengan informasi/rahasia orang lain,
respons apa yang diharapkan Tuhan agar kita bertumbuh dan hubungan kita dengan
orang lain dapat dipulihkan?
Langkah pertama
adalah bertobat dari sikap yang telah membuat kita membuka rahasia orang
lain. Entah itu ketidakpedulian, dengki
atau keinginan daging untuk memajukan diri sendiri dengan memanfaatkan orang
lain. Kita harus mengakui sikap tersebut
kepada Tuhan dan mengambil komitmen untuk hidup dengan pola baru, yang
menghargai orang lain dan yang menyatakan kasih serta kesetiaan dalam perkataan
kita.
Kalau kita sudah
mengakui dosa dan kekurangan kita kepada Tuhan, perlu juga kita meminta
petunjuk Tuhan, “Apakah ada orang yang
telah saya lukai atau hubungan yang telah saya rusak/ganggu karena kata-kata
saya yang kurang bijaksana?” Kalau ada,
perlu kita bertanya lagi, “Apa yang harus saya katakan atau lakukan untuk
meminta maaf? Bagaimana saya dapat memunjukkan sikap dan tekad baru, serta
memperbaiki apa yang dapat saya perbaiki dari masalah-masalah yang mungkin
diakibatkan oleh saya?”
Kalau kita siap
menyesuaikan kata-kata kita dengan kehendak Tuhan, ada satu ayat yang dapat
sangat menolong kita untuk membentuk pola percakapan yang baru. Ayat ini dapat dihafal, agar menjadi batu
ujian dalam semua percakapan kita.
“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah
perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang
mendengarnya, beroleh kasih karunia” (Ef 4:29).
Apa yang
diperintahkan dalam ayat ini?
Pertama-tama, ada satu tipe perkataan yang dilarang, yaitu kata “kotor”
atau “tidak baik.” [catatan kaki: “Tidak baik” merupakan terjemahan yang
terdapat dalam Kitab Suci Injil, Jakarta: LAI, 2000] Yang dimaksud bukan hanya kata-kata yang
kasar atau mesum. Memang kata-kata ini
termasuk juga, tapi arti dasar dari kata asli (sapros) adalah sesuatu
yang tidak baik, atau tidak layak dipakai, seperti ikan yang sudah busuk. Jadi kata-kata yang “tidak baik” ini mencakup
juga gosip dan menceritakan rahasia orang lain; kata-kata yang beracun dan yang
meracuni para pendengar. Langkah pertama
adalah kita menghindari semua perkataan yang demikian. Kalau kita menghilangkan semua kata-kata yang
tidak baik, tinggal apa untuk dibicarakan?
Apakah kita harus bungkam saja?
Bagian berikut
dalam ayat ini menjelaskan dengan empat pokok, yaitu perkataan yang sesuai
dengan kehendak Tuhan, yang Ia ingin kita kembangkan untuk kemuliaan-Nya. Pertama-tama, kita disuruh memakai kata-kata
yang “baik,” yaitu kata-kata yang dinilai positif dan baik oleh Tuhan maupun
oleh orang lain.
Yang kedua, “untuk
membangun.” Kalau kita mau menghindari
kata-kata yang merusak, cara terbaik adalah memikirkan apa yang akan membangun sukacita, karakter orang,
kepercayaan, Kerajaan Allah dan apapun yang akan memuliakan Dia. Kalau suatu kata tidak bermanfaat untuk
membangun sesuatu yang positif, jangan diucapkan.
Sehubungan dengan
ini, maka pokok ketiga adalah, “di mana perlu.”
Ada banyak kata yang dapat diucapkan, tapi Tuhan menyuruh kita
untuk memakai lidah dan kesempatan yang ada untuk mengucapkan kata-kata yang diperlukan,
untuk membangun Kerajaan-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Tertulis dalam Amsal (10:19), “Di dalam
banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya,
berakal budi.” Kita dapat menghindari
banyak pelanggaran, kalau kita menahan bibir kita dan hanya membicarakan yang
“perlu,” menurut penilaian Tuhan.
Yang keempat,
“supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” Untuk menaati perintah ini, kita harus
memandang setiap situasi dan orang lain dari sudut pandang yang lebih luas dan
bukan dari sudut pandang kita sendiri.
Kita harus berusaha memandang dari sudut pandang orang lain dan sudut
pandang Tuhan, serta mengantisipasi akibat/hasil dari perkataan kita. Hanya dengan demikian dapat kita bertanya
pada diri sendiri dan menilai dengan tepat, “Apakah orang yang mendengar
perkataan ini akan memperoleh kasih karunia?”
Dan pertanyaan yang demikian akan mendorong kita untuk juga mawas
diri: “Apakah hati dan maksud saya penuh
dengan kasih karunia ketika mengatakan ini?”
Mungkin terasa
aneh untuk berpikir dulu setiap kali kita hendak berbicara. Tapi jelas dari Amsal tadi (“siapa yang
menahan bibirnya, berakal budi”) bahwa pola yang demikian merupakan kehendak
Tuhan bagi kita. Ia menghendaki agar
lidah kita menjadi alat pembawa anugerah dan kebaikan-Nya kepada orang
lain. Semua perkataan yang bertanggung
jawab dan yang dimaksudkan untuk tujuan yang baik dapat dipakai Tuhan untuk memajukan Kerajaan-Nya.
Kalau kita
bermaksud untuk menyaring kata-kata kita dengan cara alkitabiah ini, tentu kita
tidak akan berhasil kalau kita terbawa emosi saat kita berbicara. Inilah sebabnya Yakobus menulis, “Setiap
orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan
juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di
hadapan Allah” (Yak 1:19b,20). Lebih
baik kita berdiam diri sambil memohon hikmat Tuhan daripada menceploskan apa
saja yang muncul dalam benak kita saat emosi.
Kalau kita dengan
sungguh hati berusaha untuk melakukan pola percakapan Ef 4:29 dan meminta
pertolongan Tuhan dalam soal ini, maka dapat dibentuk suatu pola percakapan
yang baru, yang lebih sesuai dengan kehendak Tuhan. Inilah keinginan Tuhan agar anak-anak-Nya
menjadi semakin setia seperti Ia setia, dan berfungsi sebagai pembawa-pembawa
anugerah-Nya dalam segala perkara, termasuk kata-kata kita.
Allah menghendaki
hubungan yang baik, penuh kasih, setia, dan saling mempercayai. Hubungan yang demikian dikehendaki-Nya, yaitu
antara Diri-Nya dengan kita sebagai umat-Nya; juga di antara kita sebagai
anak-anak-Nya (dan juga sedapat mungkin dengan orang di luar Kristus: Rom 12:17,18). Yesus datang ke dunia dan mati untuk menghilangkan
dosa kita dan membangun hubungan yang baru, yang sesuai dengan kehendak
Allah. “Allah, ...dengan perantaraan
Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan
pelayanan perdamaian kepada kami. Sebab
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus” (2 Kor 5:18b,19a).
Pendamaian
merupakan sebagian penting dari pesan injil.
Jadi kita, sebagai duta-duta Kristus di dunia ini (2 Kor 5:20), wajib
berbicara dengan kata-kata yang mendatangkan damai; yang mencerminkan kebaikan
Allah dan membangun orang lain, agar mereka yang mendengar semua perkataan
kita, beroleh kasih karunia.
Untuk itu kita
perlu membangun karakter yang semakin mirip Yesus: yang dapat dipercaya oleh semua orang, yang
mengasihi orang lain dan yang di hadapan Allah mempertimbangkan setiap kata
yang akan diucapkan. Kata Yesus, sebagai
teladan kita, “Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku
berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku” (Yoh
8:28).
Pertanyaan
untuk diskusi:
1. Menurut Anda, mengapa
banyak orang Kristen sering melanggar perintah Tuhan dalam Ams 25:9,10, dengan
membuka rahasia orang lain?
2. Menurut Anda,
apa yang dimaksud dengan “rahasia orang lain“?
3. Apa bedanya
antara disiplin gereja (yang diperintahkan dalam Mat 18) dengan gosip?
4. Pernahkah Anda
sempat meragukan “Apakah baik kalau saya menceritakan informasi/cerita ini
kepada orang lain atau tidak?”
Bagaimanakah jalan keluar untuk pergumulan yang demikian?
5. Bagaimanakah
penerapan perintah Yesus (Mat 7:12) kepada soal apa yang sebaiknya diceritakan
atau dirahasiakan?
6. Pernahkah Anda
merasa dituding oleh kata-kata seseorang yang membawa firman Tuhan? Bagaimanakah perasaan Anda pada saat
itu? Hikmat apa yang dapat Anda pelajari
dari pengalaman tersebut, untuk kata-kata Anda sendiri?
7. Apa bedanya
antara disadarkan Roh Kudus melalui suatu khotbah, dengan tudingan/sindiran
dari si pengkhotbah? Bagaimanakah
seorang pengkhotbah dapat menghindari tudingan itu?
8. Setujuhkah
Anda bahwa rahasia seseorang lain merupakan sebagian dari milik dia? Mengapa?
9. Menurut Anda,
mana yang lebih berharga, barang atau reputasi?
Apakah jawaban Anda tercermin dalam perkataan Anda mengenai orang lain?
10. Setujuhkah
Anda bahwa sebelum seorang suami atau isteri mengatakan sesuatu yang menyangkut
pasangannya, ia perlu memikirkan apakah kata-kata tersebut akan membawa berkat
dan menyatakan kasih Kristus terhadap pasangannya itu? Menurut Anda apakah hal ini sering atau
jarang dilakukan? Kalau Anda sudah
menikah, apakah ada yang mau diubah dalam pola percakapan Anda mengenai
pasangan Anda? Bagaiamana dengan pola
percakapan Anda mengenai orang tua, anak, saudara kandung, teman-teman, atasan,
bawahan, dan sebagainya?
11. Menurut Yesus, pentingkah kita menjaga dan
memperhatikan kata-kata yang kita ucapkan?
Apa buktinya? Apa yang ingin Anda
laksanakan sebagai penerapan prinsip ini?
12. Apakah Anda sendiri layak dipercaya untuk
menyimpan rahasia-rahasia orang lain?
Beranikah Anda bertanya kepada satu atau dua orang teman, apakah mereka
sungguh menganggap Anda layak dipercaya untuk menyimpan rahasia orang lain?
13. Apakah ada
orang yang Anda merasa sungguh dapat dipercaya?
Kalau ada, mengapa Anda merasa ia dapat dipercaya? Ciri-ciri apa atau pengalaman-pengalaman apa
yang meyakinkan Anda?
14. Kalau tidak ada orang yang Anda merasa
sungguh dapat dipercayai, pikirkan seseorang yang Anda kurang percayai
(jangan menyebut namanya!). Sebutkan
sebabnya Anda mempercayai dia.
15. Pernahkah ada kasus/situasi dimana Anda kurang
setia memegang informasi/rahasia orang lain?
(Kalau ada, jangan diceritakan.)
Sudahkah dibereskan semua akibat dari peristiwa tersebut? Atau mungkin apakah masih ada yang Tuhan masih mau bereskan?
16. Untuk membereskan masalah yang demikian,
langkah-langkah apa diperlukan, baik terhadap Tuhan maupun terhadap orang lain?
17. Dari Ef 4:29,
prinsip mana yang paling menolong Anda untuk menyaring kata-kata Anda?
18. Sudahkah Anda
menghafal Ef 4:29? Maukah Anda
menghafalkannya sebelum pertemuan kita yang berikut?
19. Sebelum Anda
mengatakan sesuatu, dapatkah Anda
mengantisipasi kira-kira apa akibat/hasil dari perkataan tersebut? Apakah proses ini terasa mudah atau sulit
bagi Anda? Langkah-langkah apa yang
dapat diusahakan untuk membiasakan pola pikir yang demikian?
20. Sejauh
manakah Anda sudah membiasakan diri untuk berpikir dulu setiap kali mau
berbicara?
21. Bagaimanakah
akibatnya kalau kita berbicara saat sedang emosi? Bagaimanakah jalan keluar yang praktis?
22. Dalam situasi
apakah Anda merasa sulit memakai kata-kata berhikmat dan berdamai? Bagaimanakah jalan keluar yang Tuhan
kehendaki?
23. Maukah Anda
menyerupai Yesus dalam mengucapkan hanya kata-kata yang datang dari Allah
Bapa? (Langkah praktis: mintalah dalam
doa.)
1 “Proses Langkah-demi-Langkah” berisi langkah-langkah umum ketika menggarap suatu isu. Ubahlah sesuai situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
[2] Pembimbingan telah dirancang untuk menjadi bagian dari pelatihan dasar.
[3] “Dissociative Identity Disorder (DID) – Istilah resmi dari istilah yang dulu dikenal sebagai Gangguan Kepribadian Ganda (Multiple Personality Disorder), adalah ‘adanya dua atau lebih identitas atau kepribadian yang berbeda satu sama lainnya (masing-masing identitas atau kepribadian mempunyai pola tetap mengenai pemahaman dan pikiran tentang lingkungan dan diri sendiri) dalam diri seseorang, dimana ada dua identitas yang ‘kembali untuk mengendalikan perilaku si individu’”. Dari “Seminar Memulihkan Hidup yang Berantakan” (Restoring Shattered Lives Seminar) oleh Dr. Tom dan Diane Hawkins, halaman 212. Kutipan dalam kutipan di atas diambil dari “Manual Diagnostik dan Statistik-IV’ (Diagnostic and Statistical Manual-IV), Asosiasi Psikiatri Amerika (American Psychiatric Association), 1994, halaman 487.
“DID” adalah hasil dari suatu mekanisme luar biasa untuk mempertahankan diri yang cukup kreatif yang biasanya dipakai anak kecil untuk mengatasi trauma yang berat. Bila tidak ada cara eksternal untuk menghindari kondisi yang pahit ini, si anak menghindarinya dengan membuat tembok-tembok mental sebagai pengganti tempat fisik yang aman yang tidak diperolehnya”. Dari “Dinamika Pengantar untuk DID” (Introductory Dynamics of DID), oleh Diane Hawkins, didalam “Restoring Shattered Lives Seminar” oleh Dr. Tom dan Diane Hawkins, halaman 17.
“Restoring Shattered Lives Seminar” dan
banyak sumber lainnya tentang DID dapat diperoleh dari Restoration in Christ
Ministries, PO Box 479, Grottoes, VA 24441-0479. Nomor telpon:
[4] Misalnya, perasaan tertindas atau ketidakmampuan membaca Alkitab.
[5] Beberapa bagian disesuaikan dengan izin dari “A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing” oleh Alfred Davis, halaman 202.
[6] Dipakai dengan izin dari “Hubungan yang Allah Kehendaki : Mengatasi Delapan Penghambat Hubungan Antar-Pribadi” oleh Daud Kurniawan, Pasal 1 [masih dalam proses].