Mengganti Pola
Kebiasaan Tidak Sehat
Diterjemahkan dari “Out of
Darkness into Light Wholeness Prayer Basic Modules”
©2007, 2005, 2004 Freedom
for the Captives Ministries
Semua ayat Alkitab
dari Terjemahan Baru © Lembaga Alkitab
Boleh difotokopi untuk pemakaian pribadi
Tidak
untuk diperdagangkan
Dasar Alkitabiah – Mengganti
Pola Kebiasaan Tidak Sehat
“Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu
yang dahulu, harus menanggalkan manusia
lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya
kamu dibaharui di dalam roh dan
pikiranmu, dan mengenakan manusia
baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan
kekudusan yang sesungguhnya.” (Efesus 4:22-24).
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita,
marilah kita menanggalkan semua beban
dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam
perlombaan yang diwajibkan bagi kita.
Marilah kita melakukannya dengan
mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang
membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan
tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang
duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:1-2).
“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah
“Banyak orang berkata: "Siapa yang akan
memperlihatkan yang baik kepada kita?" Biarlah cahaya wajah-Mu menyinari
kami, ya TUHAN! Engkau telah memberikan sukacita kepadaku, lebih banyak dari pada
mereka ketika mereka kelimphan gandum dan anggur.” (Mazmur 4:7-8).
“Suruhlah terang-Mu
dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan
dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,
menghadap Allah, yang adalah sukacitaku
dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya
Allahku!” (Mazmur
43:3-4).
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun
juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai
sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu
dalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya,
saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua
yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut
kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu
pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa
yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera
akan menyertai kamu.” (Filipi 4: 6-9).
Manusia mempunyai keinginan untuk mengalami
sukacita[1]. “Dua tahun pertama dalam kehidupan
seorang anak, keinginan untuk mengalami sukacita dalam hubungan kasih merupakan
kekuatan terbesar dalaFm hidup seseorang.
Beberapa ahli syaraf sekarang mengatakan bahwa kebutuhan dasar manusia
adalah menjadi ‘cahaya dimata seseorang’. …Cukup mengherankan bahwa keinginan
murni ini yang dimulai dimasa anak-anak berlanjut sepanjang hidup. Hidup menjadi berarti dan diberdayakan oleh
sukacita bila kita berada dalam hubungan kasih dengan orang lain dan orang itu
pun dengan tulus ‘senang berada bersama kita’. … Sukacita juga datang dari
hubungan kita dengan Tuhan. Alkitab
dengan jelas mengatakan bahwa sukacita penuh kuasa datang dari hubungan dengan
Tuhan yang mengetahui segala hal mengenai saya dan Tuhan masih
‘bersukacita-sungguh-sungguh’ bersama saya dalam keadaan apa pun”. [2]
“Tahun pertama perkembangan bayi merupakan dasar
dimana ia belajar mengembangkan sukacita.
Diatas 12 bulan bayi mulai belajar untuk kembali bersukacita setelah
mengalami perasaan tidak menyenangkan”. [3] Mengetahui bagaimana cepat
bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan melancarkan berlangsungnya
pola kebiasaan sehat didalam hidup seseorang.
Pola kebiasaan sehat adalah
sejalan dengan kebenaran Alkitab. Pola
kebiasaan sehat ini terdiri dari respons yang bersifat dewasa dan rohani
terhadap situasi dan perasaan.
Bila Anda belum belajar bagaimana cepat
bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan, Anda masih dapat belajar
hal ini. Bagian otak yang terlibat dalam
bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan “adalah bagian otak yang
menyimpan kemampuan untuk terus bertumbuh sepanjang hidup kita, yang berarti
bahwa “kekuatan sukacita” dapat selalu berlanjut untuk tumbuh!” [4]
Seringkali ada perasaan tidak menyenangkan tetapi
orang belum belajar bagaimana untuk langsung bersukacita kembali. Bila Anda mempunyai perasaan seperti ini,
Anda cenderung untuk mencari perasaan penengah, yaitu suatu perasaan yang sudah
Anda ketahui untuk dapat bersukacita kembali.
Misalnya: Anda tidak tahu
bagaimana untuk bersukacita kembali dari frustrasi, tetapi tahu bagaimana
bersukacita kembali dari kesedihan. Bila Anda frustrasi, Anda
menjadi sedih; lalu Anda bersukacita kembali. Bersedih dulu sebagai perasaan penengah lebih
sering terjadi pada wanita. Marah dulu
sebagai perasaan penengah lebih sering terjadi pada pria.
Bila Anda tidak
mempunyai ‘cara tidak langsung’ untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak
menyenangkan (“tidak ada jalan keluar”), Anda cenderung mengembara kemana-mana
dari perasaan negatif ke perasaan negatif.
Misalnya:
Anda frustrasi dan ingin menyerah. Kalau
menyerah Anda merasa gagal. Jadi, Anda
merasa tidak dapat menyerah dan terus berusaha.
Anda merasa tidak layak dan menjadi lebih frustrasi. Dan seterusnya.
Bila Anda tidak mempunyai ‘cara langsung’ untuk
bersukacita kembali dari perasaan tidak menyenangkan, mungkin Anda mengikuti
pola kebiasaan tidak sehat. Pola kebiasaan tidak sehat merupakan
urutan kebiasaan dari respons-respons tidak sehat, yang dibuat sebagai usaha
untuk bersukacita kembali dari perasaan negatif. Respons-respons tidak sehat ini merupakan
bagian dari pola kebiasaan lama, dan bukan merupakan pola kebiasaan baru
(Efesus 4: 22-24). Lihat “Contoh –
Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat” yang ada dalam modul ini.
Pola kebiasaan tidak sehat mungkin mencakup banyak
langkah menurut urutannya, atau mungkin mencakup beberapa langkah saja. Umumnya pola kebiasaan tidak sehat dipicu
oleh perasaan tidak menyenangkan yang muncul dalam suatu situasi dimana tidak
ada cara langsung untuk bersukacita kembali.
Beberapa tanda
yang menunjukkan adanya kemungkinan
Anda mempunyai pola kebiasaan tidak sehat adalah:
Bila ada pola kebiasaan tidak sehat dalam hidup
Anda:
Langkah-langkah mengganti pola kebiasaan tidak sehat dengan yang sehat mencakup:
Beberapa
cara mempelajari pola kebiasaan sehat mencakup:
o melihat pola kebiasaan mereka sebagai contoh
o
mengajukan pertanyaan untuk belajar lebih banyak tentang pola kebiasaan
ini
o
membicarakan kasus-kasus
o
memainkan peran (“role-playing”: Anda
dan orang lain memainkan peran seolah-olah suatu kasus dijadikan sandiwara)
yang sesuai untuk menolong Anda belajar menerapkan pola kebiasaan sehat dalam
situasi Anda
Pola Kebiasaan
Tidak Sehat yang Lama
Situasi: Latihan untuk
sandiwara sekolah baru mulai. Nina sedang berlatih untuk suatu peran penting. Meskipun gugup,
ia menikmati berbicara dengan temannya Wati.
Lalu Nina melihat Ahmad dan Edi sedang berbicara; mereka sedang
memutuskan peran apa yang dapat dimainkan oleh masing-masing dalam sandiwara
sekolah.
Nina menjadi takut. Perasaannya mulai menurun. Pikiran-pikiran cemas terus menerus muncul di benaknya. “Saya takut tidak
ingat akan kata-kata yang harus diucapkan”.
“Bagaimana kalau saya tidak bisa memainkan peran saya?”. “Saya akan malu untuk ke sekolah
besok”. Apa yang dapat saya lakukan?” Ia menjadi semakin takut.
Nina
memutuskan untuk mencoba menguasai
situasi dengan bekerja lebih keras. Ia mengatakan kepada dirinya: “Kamu harus
bisa melakukannya dengan baik. Kalau
tidak, kamu akan gagal”. Ia mulai panik.
Ketika tiba waktunya untuk berlatih, Nina tak dapat berpikir dengan
jernih. Meskipun ia dapat ber-akting
dengan baik dan mengingat tanpa salah kata-kata yang harus diucapkan, ia lupa
akan kata-katanya. Ia merasa gagal.
Ia yakin tidak mendapat peran yang harus dimainkan sekarang. Ia merasa putus
asa.
Lalu ia menjadi marah dan menyalahkan
Wati untuk apa yang terjadi. “Mengapa
kamu tidak membantu saya untuk berlatih lebih banyak? Salah kamu kalau saya tidak tahu kata-kata
yang harus diucapkan”. Wati pergi meninggalkan
dengan perasaan ditolak. Nina merasa kosong dan berkecil hati.
Pola Kebiasaan Sehat yang Baru
Latarbelakang: Satu tahun setelah latihan tadi, Wati telah berdoa
bersama seorang teman tentang pola kebiasaan tidak sehat di atas. Pola kebiasaan ini dimulai dengan ketakutan yang kemudian menjadi kecemasan dan keinginan untuk menguasai dengan cara tidak
sehat. Kemudian menjadi panik dan ada perasaan gagal; lalu menjadi marah, menyalahkan orang lain, merasa kosong dan berkecil hati. Tuhan telah menolong Wati mengenali pola
kebiasaan ini dan menggantikannya dengan pola kebiasaan baru. Ia telah memohon supaya Tuhan menolongnya
mengingat kembali dan mengikuti pola kebiasaan baru. Ia tidak selalu mengingat kembali untuk cepat mengikuti
pola kebiasaan baru, tetapi pola kebiasaan baru makin lama makin menjadi
kebiasaan ketika ia mempraktekkannya.
Situasi: Latihan untuk sandiwara sekolah baru mulai.
Nina sedang berbicara dengan temannya Wati sambil menunggu berlatih
untuk suatu peran penting. Ahmad dan Edi
sedang berbicara; mereka sedang memutuskan peran apa yang dapat dimainkan oleh
masing-masing dalam sandiwara sekolah.
Wati merasa gugup. Ia mulai merasa takut. Tuhan mengingatkan
bahwa ia mempunyai pilihan lain selain memaksakan diri untuk melakukan dengan
baik atau menyerah. Ia dapat memilih
jalan Tuhan dalam Filipi 4: 6-9 (lihat “Lampiran 3: Hidup diluar Takut” dalam
modul ini).
Wati menceritakan
kepada Tuhan tentang keinginannya untuk memainkan peran penting, lalu menyerahkan keinginan ini kepadaNya. Wati juga menceritakan
kepada Tuhan tentang ketakutannya.
Tuhan mengingatkan bahwa Dia akan bersama Wati. Tuhan mendorongnya untuk mefokus pada
menyenangkan Tuhan dan bukan pada menyenangkan orang lain. Wati menjadi lebih tenang. Ia memilih untuk mempercayai Tuhan. Ia lalu berhenti
memikirkan tentang dirinya dan melakukan
peran sesuai dengan kemampuannya. Ia
tahu bahwa ia telah berusaha dan merasa
Tuhan senang. Ia berterima kasih
kepada Nina yang menolongnya dalam latihan.
Wati mengharapkan memperoleh peran yang diinginkan, tetapi menyadari
bahwa sekalipun ia tidak memperolehnya, ia tidak perlu merasa malu atau
gagal. Ia mengucap syukur kepada Tuhan untuk
kebaikan- dan pertolongan-Nya. Ia bersukacita karena Tuhan selalu bersamanya.
Proses
Langkah-demi-Langkah [5]– Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat
Catatan:
Lihat “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar”
untuk memulai dan mengakhiri langkah-langkah, dan keterangan tentang
bagaimana memakai modul-modul untuk berbagai keadaan. Lihat juga “Modul 6: Kesembuhan dari Luka
Batin” untuk informasi lebih banyak tentang menelusuri perasaan negatif hingga
kembali kepada sumber, lalu dapatkan pandangan Tuhan di situ.
Catatan: Anda dapat meminta seseorang menolong
melakukan proses ini.
1. Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan pola kebiasaan tidak sehat yang sekarang ada dalam
hidup Anda.
Untuk
tiap pola kebiasaan tidak sehat:
2. Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan apa yang memicu pola
kebiasaan ini. Untuk
melancarkan hal ini:
3. Carilah kesembuhan untuk luka batin yang berhubungan dengan perasaan negatif pertama menurut urutan langkah-langkah. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”.
4. Lakukanlah modul-modul lain sesuai keperluan
agar bersukacita kembali dari perasaan itu (yang pertama dan yang
negatif). Lihat “Lampiran 1: Pedoman
Memilih Modul untuk Dipakai” dalam “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar”. Misalnya, bila Anda sakit hati karena
seseorang dan belum mengampuninya, lihat “Modul 7: Mengampuni Orang Lain”.
5. Bila Anda belum mengenali seluruh pola
kebiasaan, mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan langkah-langkah lain yang ada
didalam pola kebiasaan ini yang perlu Anda sadari agar lancar untuk
dipatahkan. Untuk melancarkan, maka:
6. Bila perasaan negatif atau pola kebiasaan
tidak sehat berhubungan dengan masalah keturunan, lihat “Modul 2: Kebebasan
dari Belenggu Keturunan”.
Dua
contoh dari perasaan negatif atau pola kebiasaan tidak sehat yang berhubungan
dengan masalah keturunan adalah:
Contoh-contoh lain ada di daftar didalam “Lampiran
1. Daftar dosa keturunan, pola kebiasaan
negatip dan sifat-sifat yang diturunkan” dalam “Modul 2: Kebebasan dari Belenggu
Keturunan”.
7. Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan respons sehat yang bagaimana perlu dilakukan untuk
situasi awal – yaitu situasi yang memicu
perasaan negatif pertama dan respons tidak sehat. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”.
Catatan:
Tuhan mungkin sudah mengungkapkan ini didalam langkah-langkah di atas.
8. Mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan apakah respons
sehat ini adalah respons yang Anda rasa mampu dan mau memilih.
o ingatlah respons baru ini merupakan pilihan
o jadikanlah cara memberi respons seperti ini sebagai kebiasaan.
9. Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan pola
kebiasaan sehat yang mungkin bisa berasal dari
respons sehat yang baru ini. Beberapa
cara untuk belajar pola kebiasaan sehat ada dalam daftar di “Keterangan Singkat
– Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat” dalam modul ini.
Catatan: Tuhan mungkin sudah mengungkapkan ini, atau bagian-bagian dari ini,
didalam langkah-langkah di atas.
10. Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan bagaimana pola
kebiasaan sehat yang baru bisa diterapkan dalam situasi-situasi serupa yang
mungkin akan Anda hadapi.
11. Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan apakah pola kebiasaan baru ini adalah pola
kebiasaan yang Anda rasa mampu dan mau memilih.
12. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda berjalan
dengan pola kebiasaan baru ini. Mohonlah
supaya Dia mengingatkan bila Anda mulai memberi respons dengan pola kebiasaan
lama.
13. Carilah firman Tuhan yang berhubungan dengan
pola kebiasaan baru ini. Renungkanlah
ayat-ayat ini. Nikmatilah ayat-ayat ini.
14.
Ucaplah syukur kepada Tuhan untuk apa
yang telah Dia lakukan!
1.
Belajarlah berjalan dengan pola kebiasaan baru. Sering mempraktekkan pola kebiasaan baru akan
menolong menjadi kebiasaan. Menceritakan
kepada orang lain tentang pola kebiasaan baru menolong menguatkan pola
kebiasaan.
2. Bila
takut adalah (salah satu dari) perasaan negatif dalam pola kebiasaan lama, atau
bila Anda bergumul dengan takut, lihat “Lampiran 3: Hidup diluar Takut” dalam
modul ini.
3. Bila
keinginan tidak sehat untuk menguasai adalah bagian dari pola kebiasaan lama,
atau bila Anda mempunyai keinginan tidak sehat untuk menguasai, lihat “Lampiran
2: Melepaskan Keinginan Tidak Sehat untuk Menguasai” dalam modul ini.
4. Bila
perfeksionisme merupakan masalah bagi Anda, lihat “Lampiran 4: Mengatasi
Perfeksionisme” dalam modul ini.
5. Mohonlah
supaya Tuhan terus menunjukkan kepada Anda:
Ketika Tuhan menunjukkan hal ini, lakukan proses
di atas sesuai keperluan. Juga lihat modul-modul lain yang sesuai.
6. Mohonlah
supaya Tuhan terus menolong menawan perasaan tidak menyenangkan yang Anda
alami. Bila Anda belum tahu bagaimana
kembali bersukacita dari perasaan tidak menyenangkan ini, mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan cara bersukacita kembali dari perasaan ini. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka Batin”.
7. Teruskan
melakukan prinsip-prinsip yang ada dalam modul lain sesuai keperluan. Lihat “Lampiran 1: Pedoman Memilih Modul
untuk Dipakai” dalam “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar”.
Penggambaran
Proses
Modul
10 – Mengganti Pola Kebiasaan Tidak Sehat

________________________________________________________________________________________
Lampiran
1. Pola Putaran Angka Delapan [6]
Kadang-kadang dua orang terperangkap dalam pola
kebiasaan berputar (tidak sehat) secara terus menerus.
Ini adalah sebuah contoh dari sepasang suami isteri
yang berhubungan satu dengan lainnya dengan cara berikut ini. Didalam contoh ini suami memperlakukan
isterinya sedemikian rupa, sehingga isteri berpikir bahwa dia disalah-mengerti
dan merasa tidak aman. Perilakunya
menjadi menarik diri dan memasang tembok.
Hal ini membuat suami berpikir bahwa ia diterlantarkan dan karena itu ia
semakin berusaha menguasai isterinya dan ini membuat isteri semakin tidak
aman. Lingkaran ini terus berputar
seperti ini.
Dalam pola kebiasaan ini ada tiga tahap interaksi:
1) berpikir, 2) berperilaku dan 3) merasa.
|
|
Suami |
Isteri |
Tahap Berpikir
|
Isteri menerlantarkan saya.
|
Suami
tidak mengerti saya. Saya
tidak aman. |
|
Perilaku yang Terjadi |
Saya
harus memperoleh dia. Saya
mengendalikan dia. |
Saya
menarik diri. Saya
memasang tembok. |
|
Tahap
Merasa |
1. permukaan
–marah. 2. didalam
– penolakan. |
1. permukaan – ketakutan. 2. didalam – kurang aman. |
Pikiran (Suami) Pikiran (Isteri)
Perasaan (S) Perasaan (I)

![]()

Tindakan (I) Tindakan (S)
Pola
putaran ini adalah suatu bentuk angka delapan yang berputar terus mencakup
pikiran, tindakan dan perasaan.
Didalamnya, tiap orang mengalami perasaan
negatif dalam interaksinya dengan orang lain. Mulai mengenali suatu pola
putaran bisa dimulai di mana saja dalam pola kebiasaan.
Bila
Anda terlibat dalam suatu pola putaran (dimana tentu ada orang lain juga yang
terlibat), maka:
-
Bila Anda merasa ‘macet’, mulailah dengan mengenali apa yang Anda pikirkan dan lakukan sebelum mengenali perasaan
Anda.
-
Bila sudah mengenali apa yang Anda pikirkan
dan lakukan, mulailah dengan
mengenali perasaan Anda.
-
Kenalilah pertama-tama perasaan dangkalnya
(superficial); setelah itu perasaan yang ada didalamnya (underlying) yang merupakan bagian dari putaran ini.
· Cobalah ubah reaksi Anda sendiri dalam pola putaran ini. Beberapa pertanyaan yang dapat diprosess bersama Tuhan adalah:
-
Bagaimana saya bisa berpikir
secara berbeda [tentang pemicunya, orangnya]?
-
Apa yang bisa saya pilih untuk melakukan
dengan cara berbeda?
· Untuk keterangan lebih lengkap, lihat “Proses Langkah-demi-Langkah –Mengganti Pola Tidak Sehat” dalam modul ini.
1 Korintus 13).
Lampiran
2. Hidup diluar Rasa Takut [7]
Dasar
Alkitabiah – Hidup diluar Rasa Takut
“Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku,
dan melepaskan aku dari segala
kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu
kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu
tersipu-sipu. Orang
yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari
segala kesesakannya. Malaikat TUHAN
berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan
mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa
baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang
kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi
orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik” (Mazmur 34:5-11).
“Di
dalam kasih tidak ada ketakutan:
kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman
dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. Kita mengasihi, karena Allah
lebih dahulu mengasihi kita.” (1 Yohanes 4:18-19).
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah
dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan
ucapan syukur. Damai sejahtera Allah,
yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus
Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara,
semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua
yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut
dipuji, pikirkanlah semuanya itu” (Filipi 4:6-8).
Anda
sebagai pengikut Yesus telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang
Tuhan yang ajaib (1 Petrus 2: 9). Karena
Anda semakin hidup dalam terang ini, Anda akan melihat semakin banyak kenyataan
betapa Dia mengasihi Anda. Karena Anda
semakin mengerti tentang kenyataan ini, dan hidup dalam kenyataan ini, Anda
akan semakin dibebaskan dari takut yang tidak sehat (1 Yohanes
Terang
melenyapkan kegelapan. Kasih melenyapkan
takut. Bila Anda hidup dalam kenyataan
terang karena kasih Tuhan, Anda akan hidup diluar takut.
Seperti
pohon raksasa, takut dapat mempunyai banyak akar. Takut juga dapat mempunyai banyak dahan,
seperti pola kebiasaan tidak sehat, keinginan untuk menguasai dengan cara tidak
sehat dan perfeksionisme.
Belajar
hidup diluar takut merupakan proses yang mencakup:
Proses Langkah-demi-Langkah [8]–
Hidup diluar Takut
Catatan: Lihat “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar” untuk
memulai dan mengakhiri langkah-langkah, dan keterangan tentang bagaimana
memakai modul-modul untuk berbagai keadaan.
1. Pilihlah bahwa Anda ingin hidup diluar
takut. Mohonlah supaya Tuhan menolong
Anda.
2. Bila takut merupakan masalah keturunan, lihat
“Modul 2: Kebebasan dari Belenggu Keturunan”.
3. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda menawan
pikiran yang membuat Anda takut.
4. Carilah kesembuhan untuk luka-luka batin yang
terkait. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari
Luka Batin”. Lihat juga modul-modul lain
yang sesuai dengan isu-isu yang terlibat.
5. Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan
respons-respons lain terhadap hal-hal yang memicu takut. Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan
pandanganNya terhadap situasi serta caraNya menyelesaikan dilema (kebimbangan)
yang ada.
6. Bertumbuhlah dalam pengertian bahwa Anda aman
dalam Kristus. (Lihat “Modul 11: Menemukan Rasa Aman Sejati”).
7. Bertumbuhlah dalam pengertian (berdasarkan
pengalaman) betapa Tuhan mengasihi Anda (Efesus
8. Mohonlah supaya Tuhan menyembunyikan Anda dalam
naungan SayapNya (Mazmur 17: 8).
Carilah
ayat-ayat lain tentang bersembunyi didalam Tuhan, tentang mempercayaiNya,
tentang beristirahat didalamNya dan tentang dilindungi olehNya. Renungkanlah ayat-ayat ini. Bila sulit bagi Anda untuk percaya dan menerapkan
prinsip-prinsip dalam ayat-ayat tadi, tanyalah Tuhan mengapa. Carilah kesembuhan untuk luka batin yang
terkait. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari
Luka Batin”. Lihat juga modul-modul lain
yang sesuai dengan isu-isu yang ada.
9. Pilihlah untuk menaruh harapan Anda didalam
Tuhan. Mohonlah supaya Dia menolong Anda
untuk mempercayai Dia sepenuhnya.
Mohonlah supaya Dia menunjukkan segala hal dalam diri Anda yang membuat
sulit memilih atau melakukan hal-hal ini. Garaplah isu-isu ini. Lihat modul-modul yang sesuai.
10. Bila takut adalah bagian dari pola kebiasaan
tidak sehat, lakukanlah “Proses Langkah-demi-Langkah – Mengganti Pola Kebiasaan
Tidak Sehat” dalam modul ini.
11. Belajarlah menerapkan rencana Tuhan untuk mengatasi kekuatiran (Yesaya 30: 15; Filipi 4: 6-8). Mohonlah supaya Dia menolong Anda.
-
Untuk kebaikanNya (sekarang dan dimasa lalu)
-
Bahwa Dia yang menguasai keadaan
-
Bahwa Dia mengasihi Anda
-
Bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan
kebaikan (Roma
12. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda mefokus pada semua yang mulia, yang manis, yang disebut kebajikan dan yang patut dipuji (Filipi 4: 8). Praktekkan ini.
13. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda hidup dengan pujian dan ucapan syukur. Praktekkan ini.
14. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda bertumbuh
dalam hubungan akrab dengan Dia. Kembangkanlah
kebiasaan untuk memproses bersama Dia segala hal yang berarti.
15. Carilah firman Tuhan yang mengatakan:
Lihat
“Modul 12: Hidup dalam Terang”.
16. Ingatlah bahwa belajar hidup diluar takut
merupakan suatu proses.
Penggambaran Proses
Modul 10 – Mengganti Pola
Kebiasaan Tidak Sehat –
Lampiran 2. Hidup diluar Rasa Takut
§
Doa pembukaan §
Pilihlah bahwa
Anda ingin hidup diluar takut. Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda. §
Bila takut merupakan masalah
keturunan, lihat “Modul 2: Kebebasan dari Belenggu Keturunan”. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong Anda menawan pikiran yang membuat Anda takut. Setiap
kali Anda merasa takut: §
Carilah kesembuhan untuk
luka-luka batin yang terkait. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka
Batin”. §
Lihat juga modul-modul lain yang sesuai
dengan isu-isu yang terlibat. §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan respons-respons lain
terhadap hal-hal yang memicu takut.
Mohonlah supaya Tuhan mengungkapkan pandanganNya terhadap situasi serta caraNya menyelesaikan dilema (kebimbangan) yang ada. §
Bertumbuhlah dalam
pengertian bahwa Anda aman dalam
Kristus. §
Bertumbuhlah dalam
pengertian (berdasarkan pengalaman) betapa
Tuhan mengasihi Anda (Efesus §
Mohonlah supaya Tuhan menyembunyikan Anda dalam naungan
SayapNya (Mazmur 17: 8). §
Pilihlah untuk menaruh harapan Anda didalam Tuhan. Mohonlah supaya Dia menolong Anda untuk mempercayai Dia sepenuhnya. Mohonlah supaya Dia menunjukkan segala hal dalam diri Anda yang
membuat sulit memilih atau melakukan hal-hal ini. Garaplah isu-isu ini. Lihat modul-modul yang sesuai. §
Bila takut adalah
bagian dari pola kebiasaan tidak
sehat, lakukanlah “Proses Langkah-demi-Langkah – Mengganti Pola
Kebiasaan Tidak Sehat” dalam modul ini. §
Belajarlah menerapkan rencana Tuhan untuk
mengatasi kekuatiran
(Yesaya 30: 15; Filipi 4: 6-8). Mohonlah supaya Dia menolong Anda. §
Mohonlah supaya Tuhan menolong
Anda mefokus pada semua yang
mulia, yang manis, yang disebut kebajikan dan yang patut dipuji (Filipi 4:
8). Praktekkan ini. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda hidup dengan pujian
dan ucapan syukur. Praktekkan
ini. §
Mohonlah supaya Tuhan
menolong Anda bertumbuh dalam hubungan
akrab dengan Dia. Kembangkanlah
kebiasaan untuk memproses bersama Dia segala hal yang berarti. §
Carilah firman Tuhan yang mengatakan: §
Doa penutup §
Lihat “Modul 12: Hidup
dalam Terang”. §
Ingatlah bahwa belajar
hidup diluar takut merupakan suatu proses,
sehingga membutuhkan waktu.
_________________________________________________________________
Lampiran 3. Menyerahkan Kontrol (Menguasai) Tidak Sehat [10]
Dasar Alkitabiah – Menyerahkan
Kontrol (Menguasai) Tidak Sehat
“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah
Keterangan Singkat - Menyerahkan
Kontrol Tidak Sehat
Kontrol
bisa sehat [11]
atau tidak sehat. Berusaha memaksa atau memanipulasi
seseorang adalah contoh dari kontrol tidak sehat. Kontrol tidak sehat merupakan
bagian dari pola kebiasaan manusia lama, bukan manusia baru (Efesus 4:
22-24). Kontrol tidak sehat merupakan
ikatan.
Bila
Anda tidak tahu cara untuk bersukacita kembali dari perasaan tidak
menyenangkan, seperti takut yang tidak sehat, malu, sakit hati, rasa bersalah,
cemas atau marah, Anda mungkin mencoba
menghindari pengalaman perasaan tidak menyenangkan dengan berusaha menguasai
situasi atau orang lain. Bila strategi
ini tidak berhasil, Anda mungkin akan coba lebih menguasai situasi atau orang
lain. Bila ini tidak berhasil, Anda
mungkin menjadi seorang perfeksionis. Bila ini pun tidak berhasil, Anda mungkin
menjadi ketagihan (addiction) akan sesuatu.
Kontrol
tidak sehat, perfeksionisme dan ketagihan semua terfokus pada pandangan yang
tidak benar tentang diri Anda dalam Kristus.
Fokus ini membuat Anda semakin sulit mendengar suara Tuhan dan semakin
sulit mengerti siapa Anda sesungguhnya dalam Kristus.
Kontrol
tidak sehat menyamar sebagai suatu kekuatan,
padahal sebenarnya menghalangi penyelesaian perasaan yang menyakitkan. Jalan keluarnya mencakup bertobat dan berdiam
diri; tenang dan percaya (Yesaya 30: 15).
Jalan keluarnya mengikuti jalan percaya (kepada Tuhan) dan berserah diri
(kepada Tuhan), dan bukan menguasai dan memilih jalan sendiri.
Bila
Anda sukar mempercayai Tuhan dan berserah diri kepadaNya, mungkin Anda tidak
belajar mempercayai orang ketika masih muda.
Bila demikian, mengenali kebenaran ini merupakan langkah pertama yang
baik. Langkah-langkah lain mencakup:
Hidup
dengan ‘mempercayai’ dan ‘berserah diri’ kepada Tuhan, dan adanya sukacita yang
memperlancar proses, menolong otak Anda untuk berfungsi lebih baik. Anda berpikir lebih terang dalam keadaan
tidak tertekan. Ini menolong Anda
menemukan penyelesaian masalah dengan lebih mudah. Dan karena Anda tidak sibuk mendengar suara
Anda sendiri, maka Anda lebih mudah mendengar suara Tuhan. Ini adalah jalan menuju kepada kekuatan
sejati.
Catatan: Bagaimana
mengatasi ketagihan (addiction) tidak dibahas dalam pelatihan dasar ini.
Seorang
pria berusia sekitar 45-an telah berhasil menjadi ketua organisasinya dan telah
membuktikan kepada dirinya kesuksesan yang dicapai dalam lingkungan
business. Akan tetapi, di rumah pria ini
menghadapi bermacam masalah. Tiap kali
isterinya mengemukakan suatu hal, pria ini menjadi marah. Akibatnya, isterinya belajar untuk diam saja
supaya tidak membuat suaminya marah lagi.
Makin lama pasangan ini makin hidup terpisah walaupun serumah. Komunikasi tentang hal-hal penting dihindari
dan ketegangan serta amarah berkembang.
Ketika berdoa bersama seorang teman
untuk putaran ini, pria itu teringat ayahnya suka menyebutnya “bodoh” ketika
masih muda. Pria itu mengubah pesan itu
menjadi kebohongan “saya bodoh”.
Dikemudian hari, bila isterinya menanyakan sesuatu mengenai hal yang
telah dikatakan suami, ia merasa seolah-olah isterinya mengatakan “kamu
bodoh”. Pria itu memberi reaksi dengan
marah, karena didalamnya ia merasa tidak aman.
Ia telah menyembunyikan keyakinan salah
“saya bodoh” selama bertahun-tahun dan menutupinya dengan cara menguasai secara
tidak sehat dan tindakan perfeksionisme.
Keyakinan salah itu telah menghasilkan sakit hati, yang dicoba
disembunyikan dengan marah. Ketika
keyakinan salah itu dibuka dan diubah menjadi kebenaran, ia menjadi mampu
berkomunikasi dengan isterinya, karena suami menyadari untuk pertama kali bahwa
isterinya tidak berusaha membuktikan bahwa suami itu bodoh. Isteri hanya mengemukakan pendapatnya.
Proses
Langkah-demi-Langkah [12]– Menyerahkan Kontrol Tidak
Sehat
Catatan: Lihat “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar” untuk
memulai dan mengakhiri langkah-langkah, dan keterangan tentang bagaimana
memakai modul-modul untuk berbagai keadaan.
1. Mohonlah supaya Tuhan menunjukkan apakah ada
kontrol tidak sehat dalam diri Anda.
2. Bila ada, mohonlah supaya Tuhan menunjukkan
perasaan tidak sehat yang mana yang membuat
Anda ingin menguasai.
3. Carilah kesembuhan untuk luka-luka batin yang
berkaitan dengan perasaan negatif ini. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari Luka
Batin”.
4. Lakukanlah modul-modul lain, sesuai
keperluan, supaya bisa bersukacita kembali dari perasaan ini.
Misalnya,
bila Anda marah pada seseorang, lihat “Modul 7: Mengampuni Orang Lain”. Lihat “Lampiran 1: Pedoman Memilih Modul
untuk Dipakai” dalam “Modul 1: Ringkasan dan Pengantar”.
5. Lakukanlah proses langkah-demi-langkah yang
ada di bagian utama dalam modul ini untuk pola kebiasaan tidak sehat yang
terkait.
6. Bertumbuhlah dalam pengertian siapa diri Anda
dalam Kristus. Mohonlah supaya Dia
menolong Anda. Lihat “Modul 11:
Menemukan Rasa Aman Sejati” dan Modul 12: Hidup dalam Terang”.
7. Bertumbuhlah dalam kemampuan Anda untuk
mempercayai Tuhan dan berserah diri kepadaNya.
Mohonlah supaya Dia menolong Anda.
Lihat “Modul 11: Menemukan Rasa Aman Sejati” dan Modul 12: Hidup dalam
Terang”.
8. Pilihlah supaya Tuhan menguasai sepenuhnya
hidup Anda. Mohonlah supaya Dia menolong
Anda bertumbuh untuk hidup dikuasai Tuhan.
9. Mohonlah supaya Tuhan mengingatkan bila Anda
mencoba menguasai seseorang atau suatu keadaan dengan cara tidak sehat. Mohonlah supaya Dia menolong Anda menjadi
peka bila orang lain memberi respons yang menandakan bahwa Anda menguasai
dengan cara tidak sehat.
10. Ceritakanlah apa yang Tuhan telah lakukan dan
masih melakukan didalam diri Anda kepada orang yang Anda percayai.
Follow-up - Menyerahkan
Kontrol Tidak Sehat
1. Bila Anda bergumul dengan takut, lihat “Lampiran 1: Hidup diluar Takut dalam modul ini.
2. Bila perfeksionisme merupakan masalah bagi
Anda, lihat “Lampiran 4: Mengatasi Perfeksionisme” dalam modul ini.
Penggambaran Proses
Modul 10 – Mengganti Pola
Kebiasaan Tidak Sehat –
Lampiran 3 – Menyerahkan
Kontrol (Menguasai) Tidak Sehat
§
Doa pembukaan §
Mohonlah supaya Tuhan
menunjukkan apakah ada kontrol
tidak sehat dalam diri Anda. §
Bila ada, mohonlah
supaya Tuhan menunjukkan perasaan
tidak sehat yang mana yang membuat Anda
ingin menguasai. §
Carilah kesembuhan
untuk luka-luka batin yang
berkaitan dengan perasaan negatif ini. Lihat “Modul 6: Kesembuhan dari
Luka Batin”. §
Lakukanlah modul-modul lain, sesuai
keperluan, supaya bisa bersukacita
kembali dari perasaan ini. §
Lakukanlah proses
langkah-demi-langkah yang ada di bagian utama dalam Modul 10 untuk pola kebiasaan tidak sehat yang
terkait. §
Bertumbuhlah dalam
pengertian siapa diri Anda dalam
Kristus. Mohonlah supaya Dia
menolong Anda. §
Bertumbuhlah dalam kemampuan Anda untuk mempercayai Tuhan
dan berserah diri kepadaNya. Mohonlah
supaya Dia menolong Anda. §
Pilihlah supaya Tuhan menguasai sepenuhnya
hidup Anda. Mohonlah supaya Dia menolong Anda
bertumbuh untuk hidup dikuasai Tuhan. §
Mohonlah supaya Tuhan mengingatkan bila Anda mencoba menguasai
seseorang atau suatu keadaan dengan cara tidak sehat. Mohonlah supaya Dia menolong Anda menjadi peka bila orang lain memberi
respons yang menandakan bahwa Anda menguasai dengan cara tidak sehat. §
Ceritakanlah apa yang
Tuhan telah lakukan dan masih melakukan didalam diri Anda kepada orang
yang Anda percayai. §
Doa penutup §
Follow-up
___________________________________________________________________
Lampiran 4.
Mengatasi Perfecksionisme
Keterangan Singkat –
Mengatasi Perfeksionisme
Seorang
perfeksionis “menuntut dari dirinya dan orang lain hasil baik yang mutunya
sangat tinggi”. [13]
Hidup dengan cara ini cenderung terpusat pada hukum (Roma 8: 1-2) dan bukan
pada kasih (Efesus 1:5). Ini merupakan
“kuk perhambaan” (
Bila
Anda bergumul dengan perfeksionisme, maka Anda mungkin:
·
berpikir bahwa diri Anda, orang lain dan situasi-situasi seharusnya
sudah perfek (sempurna).
·
menyalahkan segala sesuatu yang Anda pikir tidak perfek
·
menuntut dari diri Anda atau
orang lain
·
bergumul dengan menghakimi orang lain
·
kurang sukacita
·
percaya bahwa bila Anda berbuat salah, maka akan terjadi sesuatu yang
tidak menyenangkan
·
tidak mampu mengakui atau menerima
o kekurangan Anda
o kesalahan Anda
o kelakuan Anda yang salah
Kebenarannya
adalah bahwa kita semua sedang dalam proses.
Bila kita didalam Kristus, kita disempurnakan, tetapi
belum sempurna. Tuhan bersukacita dalam
proses ini (Efesus 1: 4-5) dan Dia juga mendorong kita untuk bersukacita(Filipi
4: 4; 1 Tesalonika 5: 16; Efesus 5: 1).
Tidak mampu mendengar ketika Anda melakukan
sesuatu secara tidak perfek menghalangi proses untuk disempurnakan. Bila Anda tidak dapat melihat bahwa Anda
melakukan sesuatu dengan salah, tentu Anda tidak menggarap hal ini. Jadi perfeksionisme sebenarnya menghalangi untuk disempurnakan. Perfeksionisme sebenarnya menghalangi tujuan
yang seolah-olah ingin dicapainya.
Cara
mengatasi perfeksionisme mencakup:
·
mengenali bahwa perfeksionisme adalah bagian dari manusia lama, bukan
manusia baru (Efesus
·
mengenali bahwa perfeksionisme menjadi penghalang untuk disempurnakan
·
mengenali bahwa perfeksionisme adalah bagian dari keinginan tidak sehat
untuk menguasai
·
menggarap isu-isu yang
berkaitan dengan kontrol tidak sehat
·
menemukan perasaan-perasaan
yang memicu perfeksionisme
·
mencari kesembuhan untuk
luka-luka batin
·
mengampuni diri sendiri dan
orang lain
·
menerima ketidaksempurnaan diri sendiri dan orang lain
·
menemukan aman sejati didalam Kristus
·
bertumbuh untuk hidup dalam kebenaran
Hidup ini sebenarnya
Tidak merupakan kebenaran
Tetapi pertumbuhan dalam kebenaran
Bukan kesehatan tetapi kesembuhan
Bukan berada tetapi menjadi
Bukan berdiam diri tetapi melatih.
Kita belum menjadi apa yang kita akan capai
Tetapi kita bertumbuh kearah ini,
Prosesnya
belum selesai
Tetapi sedang
berlangsung
Ini bukan
akhir
Tetapi jalan
Semua belum
bersinar dalam kemuliaan
Tetapi semua dimurnikan
Martin Luther
[1] Satu definisi tentang sukacita adalah “kegembiraan dan kesenangan yang dalam sekali”.
[2] Living From The Heart Jesus Gave You, oleh James G. Friesen, Ph.D.; E. James Wilder, Ph.D.; Anne M. Bierling, M.A.; Rick Koepcke, M.A.; and Maribeth Poole, M.A.; hal. 11-12
[3] ibid, halaman 20
[4] ibid, halaman 16
[5] “Proses Langkah-demi-Langkah” berisi langkah-langkah umum ketika menggarap suatu isu. Ubahlah sesuai situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
[6] Disesuaikan dengan izin dari A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing oleh Alfred Davis, hal 41-43
[7] Kata takut dalam lampiran mengacu pada takut yang tidak sehat. Ada pula takut yang sehat, yang menolong orang memilih apa yang bijaksana, misalnya, mengendarai mobil dengan aman dan memakai listrik dengan hati-hati.
“Orang Kristen telah dibebaskan dari takut akan murka Tuhan (lihat 1 Yohanes 4: 18). Tetapi orang Kristen tidak dibebaskan dari disiplin Tuhan untuk perilaku yang berdosa, dan dalam hal ini orang Kristen masih takut akan Tuhan. Orang Kristen tetap mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar (Filipi 2: 12); orang Kristen hidup dalam ketakutan selama menumpang di dunia ini (1 Petrus 1: 17). Akan tetapi bagi anak Tuhan arti utama dari takut akan Tuhan adalah memuja, menghormat dan mengagumi (”The Practice of Godliness oleh Jerry Bridges, hal 26).
[8] “Proses Langkah-demi-Langkah” berisi langkah-langkah umum ketika menggarap suatu isu. Ubahlah sesuai situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
[9] Takut tidak sehat tak pernah diperlukan. Tuhan mengatakan “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41: 10).
[10] Disesuaikan dengan izin dari A Theory and Process for Christian Counseling & Inner Healing oleh Alfred Davis
[11] Kontrol
sehat mencakup mengarahkan, mengatur, memerintah atau menguasai seseorang atau
sesuatu yang ada dibawah tanggung jawab Anda tanpa ada usaha untuk memaksa atau
memanipulasi. Menguasai yang sehat
diperlukan untuk melaksanakan tanggungjawab dengan baik. Misalnya: melatih seorang anak
untuk berada dijalan yang benar (Amsal 22: 6); mengendarai mobil; menekuni
suatu tugas; belajar menguasai diri sendiri.
[12] “Proses Langkah-demi-Langkah” berisi langkah-langkah umum ketika menggarap suatu isu. Ubahlah sesuai situasinya. Ikutilah pimpinan Tuhan.
[13] Funk & Wagnalls Standard College
Dictionary